
Setelah membuat janji untuk bertemu di sebuah hotel bintang 5 dengan lelaki tua berduit banyak.meskipun tidak masuk ke dalam kriteria pilihan nya ,setidak nya uang panas dari lelaki yang sudah sepuh itu bisa menyelamatkan kehidupan nya.
Naima bergegas mengganti pakaian nya lalu turun ke bawah dengan setengah berlari.
" Malam ini Aku harus mendapat kan uang yang banyak." batin Naima berjalan berjinjit menuju mobil nya dengan sepasang high heels berada di tangan nya.
Tanpa di sadari oleh Naima,ada sebuah mobil hitam yang terus mengikuti dari jarak yang cukup jauh.
Ketika Naima membelokkan mobil nya ke sebuah hotel bintang 5 yang letak nya tepat di pinggir jalan raya, mobil hitam itu juga ikut masuk, seolah mereka juga sedang ingin menginap di sini.
" Huft.."
Naima menghela nafas gugup nya.kepala wanita ini celingukan memerhatikan keadaan sekitar.jangan sampai ada wartawan yang melihat kedatangan nya ke sebuah hotel di waktu malam menjelang pagi ini.
" Sempurna." ucap Naima setelah merapikan rok tipis yang memperlihat kan bongkahan paha berisi nya.
" Aman.." gumam nya lagi langsung berjalan masuk dengan rambut yang sengaja di urai ke depan wajah nya.
Setiap pergerakan Naima sudah terekam di dalam kamera kecil yang di bawa oleh anak buah Pak Rizal, meskipun Arif sudah tahu tentang latar belakang Naima, tetapi beliau masih saja mengumpulkan semua aksi liar Naima.
Di depan lobby hotel itu,sudah ada 2 orang anak buah dari lelaki tua yang sedang menunggu kedatangan Naima.
Wajah kedua pria bertubuh kekar ini sudah sangat Naima hapal karena mereka sudah beberapa kali bertemu.
" Silahkan Nona,Tuan sudah menunggu Nona di dalam kamar." ucap Pria bertato itu sambil membungkuk kan badan nya.
" Hm.." jawab Naima.
Anak buah lelaki tua itu langsung mengantar Naima menuju ke sebuah kamar.
Ceklek
" Selamat malam sayang."ucap Naima mengembangkan senyum untuk lelaki yang sedang duduk di sofa dengan sebatang rokok yanga masih mengeluarkan asap.
" Malam juga sayang." balas lelaki tua itu sambil menghisap kembali puntung rokok yang masih menyala.
Naima langsung berlari menghampiri ladang emas nya malam ini.
Tanpa merasa canggung ataupun takut,Naima langsung menduduk kan bokong nya di atas tubuh pria gempal yang sudah tidak muda lagi, rambut putih terlihat menghiasi kepala bulat nya.
" Aku kangen..Banget sama Kamu sayang." ucap Naima dengan manja nya.
__ADS_1
Pria tua itu langsung tertawa puas melihat tubuh seksi Naima yang sudah menempel di dada nya.
Pria tua ini adalah Bos media terbesar di kota ini yang sering menggunakan Naima dalam setiap proyek besar nya.
Untuk terlibat dalam proyek besar itu,tidak lah gratis dan segampang itu,Naima harus rela melayani hasrat nya semalam penuh baru lah Naima bisa menandatangani surat perjanjian kontrak.
" Kamu sangat cantik malam ini sayang,Aku sudah tidak tahan lagi ingin menikmati nya." balas lelaki pria yang bernama Suryo.
Dengan sangat kasar Suryo mematikan puntung rokok nya lalu mulai menyesap kasar dua gundukan kenyal milik Naima.
Baju tipis yang Naima pakai sudah robek dengan sekali tarikan oleh Suryo.
Meskipun di perlakukan dengan kasar, tetapi Naima tetap saja mengerang kenikmatan.
Permainan kasar seperti ini sangat di sukai oleh Naima yang notabene nya seorang pemain handal.
Suryo dengan liar nya menciumi seluruh badan Naima yang tidak tertutup oleh sehelai benang pun.
Mata Naima kedap-kedip menahan rasa enak di sekujur tubuh nya.meskipun di gempur dengan berbagai macam gaya dan hentakan kuat.Naima tetap terlihat tenang menikmati setiap hentakan itu.peluh keringat dari tubuh lelaki renta itu tidak membuat Naima jijik sedikitpun.dia dengan liar mengambil alih permainan ketika Suryo mulai terlihat lemah dan pelan di setiap hentakan nya.
Dingin nya suasana kamar mewah hotel ini tidak terasa lagi bagi Naima yang sedang berjuang mencari uang dengan cara pintas.
Suryo tertidur pulas di samping Naima setelah 4 jam lebih bermain tanpa ada jeda waktu.
Di saat Naima tengah berjuang dengan bermandikan peluh keringat percintaan,
Arif dan Bila malah tidur dengan nyenyak nya sambil berpelukan mesra.wajah Bila terlihat bersembunyi indah di dada Arif.
Pagi hari sudah menyambut begitu cerah nya.suara kicauan burung sudah terdengar saling bersahutan-sahutan di balik rimbun nya dahan pohon yang ada di sekitar kediaman Ahmad.
Karena sedang absen mengerjakan sholat,Naima memilih turun kebawah setelah selesai membasuh wajah nya.
Ketika pintu kamar hendak terbuka.Arif langsung memanggil istri nya.
" Sayang! Mau kemana?" tanya Arif dengan suara orang baru bangun tidur.
" Aku mau turun ke bawah dulu Mas,mau bantu Bibi masak." ucap Bila sedikit takut.karena Arif sudah melarang dia untuk masuk ke area dapur jika bukan atas permintaan nya sendiri.
" Tidak perlu sayang,sini." Arif mengayunkan jemari nya memanggil Bila supaya kembali naik ke atas ranjang.
" Ada apa Mas?" tanya Bila penasaran.
__ADS_1
Grep...
Arif langsung menarik tubuh Bila agar tidur kembali di samping tubuhnya.
" Mas!" pekik Bila karena kaget.
" Jangan berisik sayang, tidur saja! Kenapa Kamu sudah bangun sepagi ini sedang kan tadi malam kita habis bergadang?" tanya Arif dengan wajah yang sengaja di sembunyikan di ceruk leher Bila yang tertutup oleh hijab nya.
" Aku ngga terbiasa bangun siang Mas,karena di kampung selalu bangun pagi, sebab Aku harus berangkat kerja." Jawab Bila sambil menahan nafas yang tidak beraturan.
Jantung nya kembali berdetak tak menentu di dalam dada nya.nyaman sekali rasa nya bisa berada di pelukan suami nya.Bila terbuai sejenak dalam kenyamanan dekapan suami nya.
" Kerja? Memang nya Kamu kerja di mana sayang?"
" Di sebuah toko sembako yang ada di pinggir jalan.lumayan untuk biaya hidup Aku sama Bibi." Bila kembali mengenang bagaimana serunya perjuangan bekerja ketika masih berada di kampung.
" Oh jadi itu alasan Bibi Siti berhenti bekerja di sini,karena ulah Kamu?" tanya Arif sambil menatap wajah natural milik Bila yang sangat cantik.
Bila langsung mengangguk kan kepala nya.
" Berapa banyak gaji yang Kamu dapatkan di sana?" pagi ini Arif sangat ingin tahu semua kehidupan Istri nya ketika berada di kampung,awal menjalani rumah tangga Arif sama sekali tidak tertarik mencari tahu latar belakang wanita yang menjadi istri kedua nya,yang dia tahu hanyalah wanita ini adalah keponakan dari mantan asisten rumah tangga yang pernah bekerja di rumah kedua orang tua nya.
"Hanya 1juta 500." jawab Bila santai.
" Hanya segitu? Apa dengan gaji sebanyak itu ,bisa memenuhi semua kebutuhan hidup kalian berdua?" tanya Arif lagi.kali ini dia nampak sangat bersemangat sekali.
" Cukup.malah masih ada sisa nya untuk menabung." Bila berbicara lepas tanpa terlihat ada beban berat yang sedang dia pendam.
Arif yang mendengar kisah perjuangan Bila di waktu masih gadis langsung terkesima melihat istri nya yang ternyata begitu tangguh dan mandiri menjalani kehidupan nya.
Mata Arif yang sempat mengantuk kembali cerah berkilau.
Pria dingin dan judes ini menyimak dengan tenang semua yang keluar dari mulut Bila.
Tidak sekali pun dia mengeluarkan bantahan ketika Bila sedang mengeluarkan cerita pahit nya.
" Kamu wanita yang kuat, Aku tidak salah lagi mempertahankan Kamu untuk tetap menjadi istri ku."
" Terimakasih ya Allah telah engkau kirimkan sosok pendamping seperti Bila untuk ku,semoga saja Aku bisa menjadi kepala rumah tangga yang baik,yang bisa membahagiakan istri dan keturunan ku kelak." batin Arif sambil mengecup mesra kening Bila yang sudah kembali terlelap karena kelelahan bercerita.
Jangan lupa Like,Vote dan Komen ya guys..
__ADS_1
Berikan bintang 5 untuk mendukung novel ini.
Terimakasih semuanya..😍🥰😍🥰