
Keesokan harinya nya.Bila di buat menjerit kala melihat banyak sekali tanda merah di leher dan seluruh badan nya.
" Ini bekas apa ya ?" gumam Bila sambil meraba dan menggosok tanda yang berwarna keunguan itu.sudah satu jam lebih dia menghabiskan waktu hanya untuk meraba , melihat dan menggosok tanda merah yang tidak kunjung hilang -hilang.satu botol sabun dan shampo sudah habis dia pakai untuk membantu menghilang noda merah ini.namun hasil nya tetap sama saja.
" Kenapa ngga bisa hilang ya?" Bila bertanya - tanya dalam hati nya.
Karena tubuh nya sudah merasa sangat kedinginan di tambah lagi seluruh kulit nya sudah berkerut.Bila memilih menyudahi acara mandi nya yang menurut dia belum bersih sama sekali.
" Kenapa lama sekali mandi nya sayang? Kamu bisa masuk angin loh?" ujar Arif menoleh kan wajah nya melihat sang istri yang baru keluar dari kamar mandi.
" Iya Mas." jawab Bila gugup.bibir nya sudah bergetar menahan rasa dingin yang menyerang seluruh tubuh nya.kaki nya bahkan sudah tidak sanggup lagi menginjak lantai marmer saking gemetaran nya.
" Kamu sakit?" tanya Arif langsung berdiri dan meletakkan punggung tangan nya di kening Bila yang sudah terduduk lemas di atas ranjang.
" Ng-nggak kok Mas,cuman kedinginan aja." jawab Bila takut dan menggigit bibir nya untuk menghilangkan rasa gemetar itu.
Arif menghela nafas panjang nya lalu keluar dari zoom meeting dan kembali ke tempat duduk sang istri.
" Ya ampun sayang! Lagian Kamu ngapain sih mandi sampai berjam-jam lama nya? " Arif langsung memeluk tubuh Bila berharap bisa memberikan rasa hangat yang mampu menenangkan untuk nya yang sedang kedinginan.
Saking nyaman nya memeluk tubuh Bila,Arif bahkan sampai lupa kalau dia sudah meninggal kan meeting nya dalam waktu yang lama.
" Aku tadi...Sibuk menghapus tanda merah ini,terus ngga terasa ternyata Aku sudah sangat lama berada di dalam kamar mandi." jawab Bila ragu-ragu.
"Mmmmbyur..." Arif yang awal nya terlihat ingin mengomeli sang istri malah mengembung kan pipi nya menahan tawa nya yang ingin meledak lepas.
" Mas! Ini bekas di gigit apa sih? Kenapa badan ku merah - merah semua?" tanya Bila dengan tampang polos bagaikan seorang bayi ketika lahir ke muka bumi ini.
Hahahaha....Arif tertawa terpingkal-pingkal sambil memegang perut nya yang terasa sesak dan di sudut mata nya sudah menggenang air mata yang siap melimpah.
" Ya Allah wanita macam apa yang Aku nikahi ini?" ucap Arif pelan.
" Kamu benar-benar terlalu polos." imbuh nya lagi.
Bila yang tidak mengerti apa yang di ucapkan sang suami mengernyit kan dahi nya karena merasa bingung,Bila memanyunkan bibir nya sambil menghentakkan kaki nya di lantai marmer lalu beranjak meninggalkan Arif yang masih sibuk menertawai diri nya.
" Mas!" kesal Bila lalu melempar kuat handuk ke wajah Arif.
" Oke...Oke, sini biar Aku jelasin sama Kamu biar nanti ngga menjadi korban keusilan Mama." Arif berjalan mendekat ke arah Bila lalu meminta dia agar berdiri di depan kaca.
__ADS_1
Tanpa berbicara sepatah kata pun,Arif membuka paksa jubah mandi yang masih melilit di tubuh Bila,lalu mencium dan menggigit kecil leher Bila seperti yang tadi malam dia lakukan.
" Mas! Aku ngga mau..Sana Mas! Baru juga siap mandi malah di ajak begituan lagi." Bila memberengut kesal dan memukuli kepala Arif yang masih menempel di leher nya.
Arif pun langsung membalas menyentil kening Bila sangat pelan tetapi wanita ini masih saja meringis.
" Kayak nya otak Kamu mulai tercemar sifat mesum Aku deh sayang! Aku ngga akan minta lagi pagi ini,jangan berburuk sangka dulu."
" Aku hanya ingin memberitahu Kamu dari mana asal tanda merah itu."ujar Arif sambil tersenyum tipis.
Mata Bila langsung membulat kala menyadari tanda merah itu kembali muncul di titik yang di cium oleh suami nya tadi.
" Ini ulah Kamu semua ? Sungguh?" tanya Bila tidak percaya.
" Hm..Kalau Kamu tidak percaya,coba cium Aku dengan cara yang sama seperti yang Aku lakukan." Arif meminta Bila untuk mencium dada nya yang sudah terekspos lebar.wajah ragu Bila membuat Arif sedikit memaksa agar sang istri bisa lolos dalam masalah yang bersangkutan dengan ranjang ini.Bila yang juga merasakan penasaran akhirnya mencoba apa yang diperintahkan oleh suami nya.semua yang dia lakukan sama persis seperti apa yang Arif kerjakan kepada dia.andai saja bola mata Bila punya kaki sudah pasti sejak tadi kedua mata nya sudah lari jauh akibat kaget melihat dada Arif ternyata benar-benar sudah berubah menjadi warna merah.
" Yang tadi itu pelajaran pertama, sekarang Aku ajarkan lagi Kamu pelajaran kedua."
Arif langsung mengambil foundation bedak Bila yang terletak di atas meja rias itu lalu membuka tutup nya dan menyerah kan kepada Bila yang hanya bisa bengong melihat pelajaran apa yang sedang di ajarkan oleh suami nya.
" Coba Kamu oleskan di bagian tanda merah itu sayang." pinta Arif sambil mengangguk agar Bila mengerti apa yang dia ucapkan.
" Jangan membantah perkataan suami sayang! Lakukan saja apa yang suami mu perintah kan." ucap Arif yang putus asa melihat istri nya tidak percaya dengan ucapan nya.
" Cepat sayang! Coba lakukan." titah Arif tegas.
" Baiklah..Awas saja kalau Kamu berani mengerjai Aku lagi." ancam Bila tetapi tetap melakukan apa yang di perintahkan oleh suami nya.
Bila mulai mengambil foundation itu menggunakan jari telunjuk nya lalu di oleskan ke salah satu tanda merah yang terdapat di leher nya.
" Wah...Ajaib!" seru Bila saat melihat tanda merah itu langsung hilang setelah di olesi bedak .
" Gimana?" tanya Arif sambil melipat kedua tangan nya di dada.
" Hi-lang kok Mas,makasih ya." ucap Bila sambil tersenyum lalu kembali melanjutkan mengoles di tanda merah yang lain.
" Berterimakasih lah dengan cara yang benar nanti malam."bisik Arif mendekat kan wajah nya.
Cup.
__ADS_1
Tubuh Arif mendadak tegang saat Bila berjinjit dan mencium bibirnya.
Sambil tersenyum malu,Bila mengangguk mengiyakan apa yang di ucap kan suami nya tadi.
Arif langsung menegakkan tubuh nya lalu pergi dengan wajah yang sudah merah menahan hasrat.
Bertepatan dengan kejadian menegang ini,ponsel milik Bila terdengar berbunyi nyaring,Bila dengan cepat memakai hijab penutup kepala sekaligus leher nya juga.
" Siapa sayang?" tanya Arif mengernyit kan dahi nya melihat sang istri seperti orang ketakutan.
"Mama." jawab Bila singkat lalu menggeser tombol hijau yang tidak berhenti bergerak.
" Oh.." Arif hanya membulat kan mulut nya,detik berikutnya dia baru paham kenapa sang istri sampai berlari ketakutan seperti tadi .
" Aku pasti bakal di ledekkin Mama habis-habisan ini! Huhh!"celetuk Bila sebelum memulai obrolan dengan sang mertua.
" Assalamualaikum Ma." ucap Bila pelan berusaha menampilkan senyum termanis nya.
" Wa alaikum salam sayang,Mama kangen banget sama Kamu.kalian kapan pulang ke rumah?" Ibu Yolan begitu heboh bisa berkomunikasi lagi dengan menantu kesayangan nya.sudah sejak semalam Ibu Yolan mencoba menghubungi sang putra namun panggilan nya selalu di tolak dan di tolak lagi.karena merasa kesal akhirnya Ibu Yolan memutuskan untuk menghubungi nomer Bila meskipun dia sadar kelakuan nya ini akan menganggu waktu bulan madu anak dan juga menantu nya.
" Bila belum tahu Ma,nanti Bila tanya sama Mas Arif dulu.Mama apa kabar?" tanya Bila berusaha mencairkan suasana agar sang Ibu mertua tidak ingat akan hal-hal yang berbau bulan madu.
" Mama Alhamdulillah baik, apalagi setelah mendengar kalian berbulan madu kebahagiaan Mama bertambah dua kali lipat, sebentar lagi Mama akan menggendong seorang cucu pewaris tunggal Ahmad Company."
Apa yang Bila harap kan ternyata belum bisa terkabul kan saat ini.sedikit demi sedikit Ibu Yolan mulai menguak tentang bulan madu dadakan mereka berdua.
" Apa setiap jam Kamu di buat keramas oleh Arif sayang?" tanya Ibu Yolan.
" Apa sih Ma!" protes Bila yang saat ini sudah berpindah duduk di samping suami nya.
" Jangan malu seperti itu dong sayang,Mama juga pernah muda dan pernah mengalami malam pertama sama seperti Kamu.dulu Papa tidak membiarkan Mama bisa beristirahat sebentar saja, tulang-tulang persendian Mama rasa nya sudah hancur karena di ajak main terus.Mama sama Papa juga sering main gigit-gigitan.rasa nya sungguh enak sekali kan sayang?"
" Mama!Jangan di lanjutkan lagi.Bila matiin ya sambungan telepon nya." ancam Bila.
Kelakuan Arif dan juga Mama nya sama-sama suka usil, seseorang yang berada di samping Bila tersenyum tipis melihat sang istri yang sedang di kerjain oleh sang Mama.
" Ya..Ya..Jangan lupa cucu untuk Mama harus jadi ya sayang.Mama tutup dulu sambungan telepon nya takut menganggu kalian yang mau mantab-mantab ." Ibu Yolan langsung mematikan sambungan telepon nya dan tertawa puas.
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰😍
__ADS_1