Terpaksa Menjadi Istri Kedua

Terpaksa Menjadi Istri Kedua
Syukuran kelahiran Baby Boy


__ADS_3

Kepulangan baby boy Ghafi di sambut dengan antusias oleh seluruh anggota keluarga dan juga para asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman keluarga Ahmad.


Reno,Tono dan Seno bahkan sengaja pulang lebih awal dari kantor demi membantu menyiapkan acara penyambutan penuh kebahagiaan ini.ada banyak dekorasi unik dan juga balon yang sengaja mereka rancang sedemikian rupa untuk memeriahkan penyambutan calon pewaris Ahmad Company.


Mulai dari tangga hingga menuju ke kamar baby boy sudah terdapat banyak sekali balon warna-warni yang menghiasi rumah. Arif si pria jutek yang tidak pernah suka dengan acara seperti ini terpaksa mengalah demi buah hati kesayangan mereka sekeluarga.kamar Bila dan juga Arif turut mendapat kan hiasan unik yang sengaja di pilih dengan warna biru.


Bila dan Arif tidak percaya dengan apa yang mereka lakukan untuk keluarga kecil nya.moment seperti ini membuat ikatan kekeluargaan mereka semakin terasa lebih dekat.para asisten rumah tangga yang terlibat juga mendapat kan ucapan terimakasih dari Arif dan juga Bila.mereka semua terhipnotis oleh senyuman manis yang terukir di bibir Arif.ini merupakan momen bersejarah sepanjang masa.Para Asisten rumah tangga di buat semakin tercengang ketika Arif membuka suara dan menjanjikan mereka bonus dua kali lipat dari gaji yang mereka terima setiap bulan nya.


"Terimakasih semua nya, hari ini juga akan Aku transfer bonus atas rasa syukur untuk kalian semua." ucap Arif kembali dengan wajah datar nya.


"Hore....." para Asisten rumah tangga termasuk security, sopir dan para penjaga bersorak gembira sambil bertepuk tangan.


" Apa kami berdua jika ikut dalam pembagian bonus itu Tuan?" tanya Reno memastikan sebelum mereka terlanjur kecewa.


" Tentu saja! Terimakasih Saya ucapkan kepada kalian berdua yang sudah membantu menjaga dan mengurus perusahaan.sebentar lagi bonus itu akan masuk ke dalam rekening kalian masing-masing." tutur Arif menjelaskan.Reno dan Tono yang sempat lemas kembali bersemangat mendengar kata bonus yang juga mereka dapatkan.


" Terimakasih sudah melakukan ini semua untuk putra ku! Kalian benar-benar membuat Aku takjub."Bila lalu mencoba mengecup wajah baby mungil yang begitu menggemaskan sekali.


Arif,Mama Yolan dan Bibi Siti sudah memutuskan bahwa untuk sementara waktu sampai Bila sembuh total keranjang bayi dan hal lain yang bersangkutan dengan baby boy sudah mereka pindah kan masuk ke dalam kamar yang begitu luas ini.keputusan ini mereka ambil atas perintah dari Tuan muda overprotektif.


" Bayi nya ikut tidur bersama kita?" Tanya Bila heran.sejak mengetahui kalau dirinya sedang berbadan dua,baik Bila maupun Arif sudah berbincang tentang hal ini tetapi selalu mendapat kan penolakan dari Arif dengan alasan ingin punya waktu berdua dan tidak mau terganggu oleh hal lain.


" Iya sayang, setelah Aku berpikir dan melihat sendiri bagaimana perjuangan Kamu memberikan Aku buah hati, akhir nya Aku meminta mereka untuk melakukan sesuai yang pernah Kamu ucap kan dulu, tetapi ini semua berlaku untuk sementara waktu sampai dia sedikit membesar.sedangkan kamar yang ada di samping ini khusus sebagai tempat mandi saja berikut dengan mengganti baju dan popok segala macam." jawab Arif lembut.


Bila mengangguk bahagia dan berdiri memeluk suami nya.Arif sangat berubah drastis dan selalu memberikan dia perhatian dan juga kebahagiaan.


" Terimakasih Mas! Aku sangat bahagia sekali." ucap Bila lirih.


" Ini semua Aku lakukan untuk keluarga kecil kita,Aku tidak ingin Kamu semakin tersiksa kalau harus berjalan terlalu jauh ketika mendengar bayi kita menangis." balas Arif mengecup puncak kepala Bila dengan penuh rasa cinta.

__ADS_1


" Selanjut nya kita lanjut kan dengan acara makan malam bersama. perut Papa mendadak terasa lapar menyaksikan keromantisan kalian berdua." ujar Pak Rizal yang mampu mengundang gelak tawa dari semua orang yang berdiri di sekitar Bila dan Arif.


" Sebaiknya memang seperti itu Pa,Aku sangat yakin sekali kalau Mas Arif pasti akan melanjutkan acara pelukan nya jika tidak kita hentikan secara paksa." sahut Seno menimpali dan bergegas memutar badan nya turun menuju lantai satu sebelum mendapat amukan dari orang yang di ledekkin.Reno dan juga Tono bergegas menyusul dari belakang karena tidak ingin menjadi kambing hitam dalam perkara ini.


" Ayo kita turun semua nya,sini Ghafi nya biar Mama gendong saja."


" Kalian semua ikut makan juga." imbuh Mama Yolan meminta para asisten rumah tangga ikut bergabung dengan mereka sekeluarga,Bibi Siti menuntun Bila turun dengan penuh perhatian.sedangkan Arif sengaja turun belakangan karena harus mengangkat box bayi tempat tidur baby boy.


" Sebaiknya box yang ini di tinggal di lantai bawah saja.biar Ghafi bisa tidur dengan tenang jika menemani kita makan atau pun bersantai." ucap Arif dan mendapatkan tanda setuju dari semua orang.


Setelah acara penyambutan ini di bubar kan.Arif dan Bila kembali membawa putra mereka naik menuju kamar yang berada di lantai dua.Bila lalu memberikan asi kepada Ghafi sampai buah hati nya kenyang dan tertidur dengan sendirinya.Arif dengan sigap membantu Bila memindahkan putra nya ke dalam box bayi.


Bila kembali tersenyum melihat sikap perduli sang suami.


" Kamu mau mandi sekarang sayang?" tanya Arif setelah memastikan baby boy terlelap dengan aman dan damai.


" Iya Mas! Rasa nya badan-badan ku sangat lengket sekali." Bila lalu berdiri dari ranjang dan berjalan menyusul suami nya yang sedang mengisi bathtub dengan air hangat.Arif yang tidak ingin istri nya kenapa-kenapa memutuskan membantu Bila mandi sampai selesai.lalu mengambil kan Bila baju ganti berikut dengan kain segitiga nya dan juga roti tawar yang selalu di pakai istri nya saat ini.


Aroma sabun dan shampo milik suami nya menyeruak di dalam kamar ketika Arif membuka pintu kamar mandi. Bila yang melihat suami nya hanya memakai handuk sebatas perut bergegas membuang pandangan mata nya ke arah lain.


" Seperti nya ada yang merindukan Papa." goda Arif lalu mendekat dan memeluk Bila dengan dada polos nya.


" Apaan sih Mas! Sana pakai baju dulu." sergah Bila salah tingkah.


" Aku hanya ingin memeluk Kamu sebentar saja sayang.sebelum Kamu kembali di sibukkan mengurus bayi kita.apa Kamu ingin memakai jasa baby sitter?" tanya Arif sambil menyembunyikan wajah nya di ceruk leher Bila.


" Seperti nya tidak perlu Mas! Aku ingin melakukan nya sendiri, apalagi ada Mama,Bibi Siti dan asisten rumah tangga lain nya yang akan membantu Aku jika ada kendala." jawab Bila yang memang sudah bertekad ingin mengasuh dan menjaga buah hati nya secara mandiri tanpa menggunakan jasa baby sitter.


" Baiklah,nanti kalau Kamu mulai kerepotan dan butuh tenaga Baby sitter segera kabari Aku.jangan terlalu capek karena Kamu juga butuh istirahat." ucap Arif lalu menyatukan bibir mereka berdua secara intens dan ******* nya sampai menimbulkan bunyi yang mampu membuat gairah kedua nya meningkat.Arif sengaja menahan tengkuk Bila dan semakin memperdalam ciuman panas ini sampai kedua nya kehabisan nafas.tangan Arif bahkan sudah menempel dan meremas kedua gunung kembar yang sedang bengkak.

__ADS_1


Arif kembali menyesap bibir Bila dan menolak penolakan yang diberikan oleh istri nya.


" Jangan Mas! Nanti Kamu malah kepengen lagi." ujar Bila melepas paksa ciuman mereka karena tidak ingin melihat suami nya sakit kepala.


" Sampai kapan sayang?" tanya Arif dengan wajah yang sudah berkabut gairah.


" Sampai masa nifas nya berhenti Mas,sabar ya.sekarang lebih baik Kamu pakai baju sana." tutur Bila menjelaskan dengan lembut.


" Baiklah! Tapi nanti Kamu harus membantu Aku jika sudah sangat mendesak sekali ya sayang." pinta Arif sambil menunjuk ke mulut Bila dengan mengedipkan sebelah mata nya,Arif sangat yakin jika dirinya tidak akan pernah bisa menunggu sampai selama itu, apalagi setiap hari harus di suguhkan pemandangan indah dari keseksian tubuh sang istri.


" Siap! Jangan sampai Kamu jajan di luar karena tidak tahan menunggu nya." jawab Bila dengan sengaja menekan kata terakhir.


" Tidak akan pernah,Kamu segala nya untuk ku.Aku bukan tipe pria gampangan." Arif mengecup kening Bila sebelum masuk ke ruang ganti.


Hari-hari berjalan dengan semestinya, meskipun sedang mengambil cuti nyata nya Arif tetap bekerja dengan semestinya sambil menikmati peran baru nya.di samping sofa ada Ghafi yang sedang tertidur setelah perut nya terasa kenyang.


Mama Yolan dan Bibi Siti mempersiapkan acara syukuran atas kelahiran cucu mereka berdua.


Semua tetangga, kerabat,dan rekan bisnis Arif turut hadir dalam acara syukuran yang terbilang sangat mewah ini.semua pegawai perusahaan Ahmad Company juga ikut hadir memberikan doa dan ucapan selamat atas kelahiran pewaris Ahmad Company.


Seno nampak sudah mulai bisa dan sangat terlatih sekali menggendong Ghafi dan mengajak nya bermain.pria jomblo ini merasa sangat bahagia mempunyai keponakan selucu dan setampan Ghafi.


" Aku juga ingin punya yang seperti ini,tapi sama siapa ya bikin nya?" batin Seno ketika menyadari bahwa dirinya saat ini sedang jomblo akut..


Sampai di sini dulu ya teman-teman cerita Nabila Az-Zahra nya,kita sambung di lain waktu.


Terimakasih sudah mampir ke cerita receh Saya ini,maafkan Saya bila tidak sesuai dengan ekspektasi teman-teman semua nya.


Salam sayang untuk kalian semua nya.

__ADS_1


TAMAT....


__ADS_2