Terpaksa Menjadi Istri Kedua

Terpaksa Menjadi Istri Kedua
Berkunjung ke kantor suami.


__ADS_3

" Mungkin hari ini Aku akan pulang larut sayang,ada banyak pekerjaan yang harus Aku selesaikan,Kamu nggak papa kan Aku tinggal lagi?" ucap Arif menatap lekat wajah Bila yang sedang memakan makanan nya.


" Iya-ng-nggak papa." jawab Bila ragu, sebenar nya Bila saat ini sangat merasa bosan dan juga jenuh dengan hari-hari nya yang hanya seperti ini saja.ingin sekali dia meminta waktu suami nya untuk menemani atau sekedar duduk berdua sebagai teman ngobrol nya.namun hal itu urung di lakukan nya karena Bila sadar Arif bukan lah pengangguran yang bisa berleha-leha duduk santai,ada banyak nasib karyawan yang berada di tangan nya saat ini.


" Kalau Kamu bosan.Kamu bisa ikut Arif ke kantor sayang." sahut Mama Yolan menimpali,ibu mertua Bila sangat pengertian sekali.wanita paruh baya ini sangat bisa memahami apa yang di rasakan oleh menantu nya.


" Boleh! Aku jadi lebih bersemangat kerja nya jika Kamu mau menemani Aku." sambut Arif yang merasa senang jika Bila mau ikut bersama nya.Arif yang mengerti maksud dari ucapan sang Mama langsung mengiyakan nya.


" Benaran boleh Mas?" tanya Bila mengangkat wajah bahagia nya.mendapat angin segar bisa keluar rumah walaupun hanya ikut ke kantor suami nya membuat bola mata Bila berbinar bahagia.


" Sangat boleh sayang." jawab kedua orang yang ada di depan nya secara bersamaan.senyum manis yang terbit di wajah Bila membuat mereka paham bagaimana perasaan Bila saat ini.


" Tapi..." Bila yang mengingat jika dirinya hanya lah istri kedua dan belum di kenal publik membuat wanita ini kembali ragu untuk menerima tawaran suami nya,dia tidak ingin di cap sebagai wanita perebut suami orang. Bila belum siap menerima hinaan sekejam itu.


" Tapi kenapa sayang?" tanya Arif heran.


" Aku takut mereka salah paham dengan posisi hubungan kita Mas." jawab Bila pelan.


" Jangan takut, mereka tidak akan berani membicarakan hal buruk tentang Kamu,Aku akan langsung memecat mereka jika itu sampai terjadi." ujar Arif menenangkan istri nya.


" Apa tidak apa-apa kalau Aku ikut ke sana?" tanya Bila mulai goyah.semangat 45 wanita ini sudah tidak sekuat tadi lagi.


" Ya ampun sayang,Kamu lucu banget sih. ya nggak apa-apa dong,emang siapa yang bikin peraturan nggak boleh ikut suami nya kerja,Mama dulu juga sering ikut Papa ke kantor." seru Mama Yolan angkat bicara lagi.


" Ikut ya!" ajak Arif lagi dengan tersenyum manis.


" Baiklah." jawab Bila meyakinkan diri nya bahwa semua nya akan baik-baik saja, apalagi di samping dia ada suami nya yang akan selalu siap melindungi dia.


Setelah Bila mengatakan iya, mereka bertiga kembali melanjutkan makan nya tanpa banyak bicara.setelah selesai makan Arif membantu Bila untuk bersiap-siap mengunjungi kantor nya.

__ADS_1


Bila memilih sendiri baju yang dia rasa sangat cocok di kenakan oleh tubuh nya.sebuah MIDI dress kekinian dia padukan dengan sneaker berwarna hitam bercampur garis putih.


" Cantik banget sih sayang,Aku merasa cemburu loh kalau Kamu dandan seperti ini." ujar Arif yang sudah memeluk Bila dari belakang.


" Cemburu kenapa?" tanya Bila masih sibuk memainkan kuas blush on nya yang terasa kurang banyak.


" Kalau Kamu dandan begini,akan ada banyak mata lelaki yang memandang Kamu di luar sana,dan Aku nggak akan pernah rela."


" Cup.."


" Cup..."


Bila hanya menggeleng melihat tingkah suami nya yang sudah berubah mesum sejak beberapa waktu yang lalu.


" Aku hanya tidak ingin membuat Kamu malu jika berada di depan karyawan Kamu,nggak lebih kok." jawab Bila jujur.


" Iya..Iya..Tuan suami posesif,ayok berangkat." ajak Bila yang tidak ingin mendengar lagi suami nya berandai-andai terlalu jauh.


" Posesif nya kan cuman sama Kamu doang." jawab Arif langsung menggendong Bila menuju lantai bawah.


Kedua pasangan halal ini tidak lupa berpamitan kepada Mama Yolan yang sedang duduk manja membaca majalah kecantikan.wanita paruh baya yang sedang memakai kacamata itu tersenyum bahagia melihat kehidupan Arif akhirnya bahagia bersama pasangan baru nya.


" Eh..Iya.. Bagaimana ya kabar wanita murahan itu?" saat melihat Arif menggendong Bila keluar rumah,Mama Yolan tiba-tiba saja teringat dengan sosok wanita yang pernah menjadi mantan menantu nya.


" Akh bodoh amat lah, ngapain juga Aku repot -repot memikirkan dia.buang- buang waktu Aku saja." batin nya dengan begitu sewot nya.


Kedua pasangan suami istri nya duduk di kursi penumpang dengan tangan yang saling menggenggam mesra.Arif tidak henti-henti nya mencuri pandang kepada Bila yang memilih melihat keluar jendela.


" Ya Allah, terimakasih sudah hadir kan sosok seperti ini untuk ku.Aku akan menjaga nya sampai kapan pun." batin Arif merasa sangat beruntung bisa di pasang kan dengan wanita seperti Bila.

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama dan menguras tenaga.mobil yang di kemudikan oleh Pak Man akhirnya sampai juga di depan Perusahaan Ahmad Company.


" Aku gendong lagi ya sayang, perjalanan menuju ke ruangan Aku sangat jauh,Aku nggak yakin Kamu bisa berjalan dari sini sampai ke atas sana." ujar Arif.


" Nggak usah Mas,Aku malu.nanti kita jadi pusat perhatian orang -orang."


" Kenapa mesti malu sih sayang? Biar saja mereka melihat nya,agar mereka tahu kalau Kamu milikku dan Aku milik mu."ujar Arif santai.


" Tapi Mas." ucapan Bila terhenti saat Arif langsung membuka suara nya


" Mau naik atau tetap diam di mobil?Kalau lagi sakit ngga boleh membantah ucapan suami." Arif terpaksa menekan sang istri agar mau mengerti maksud ucapan nya.dia tidak ingin membuat Bila kesakitan lagi hanya karena terlalu memaksa untuk berjalan.


" Iya Mas,Aku mau di gendong saja."jawab Bila sembari menundukkan kepala nya.


" Bagus! Ayok kita masuk."ujar Arif bersemangat.


Arif perlahan membantu Bila keluar dari mobil dan menggendong nya masuk ke dalam kantor tinggi ini.seperti yang Bila duga,di sepanjang jalan menuju ruangan suami nya banyak pasang mata yang menyapa dan memperhatikan kedatangan mereka berdua.Arif yang memang tidak pernah membalas sapaan para karyawan nya memilih menatap lurus jalan nya.untung saja Lift yang di gunakan Arif khusus untuk diri nya seorang.


Cukup lama agar mereka bisa sampai di lantai paling atas, sesampai nya di depan ruangan suami nya Bila akhirnya bisa bernafas lega.


Ini adalah pengalaman pertama Bila berkunjung ke perusahaan milik suami nya.ada rasa gugup dan juga takut yang menyelimuti hati wanita yang berparas cantik ini.


" Akhir nya sampai juga di lantai atas ini.Kamu lihat kan Mas,kita benar -benar jadi pusat perhatian."sunggut Bila merasa sangat malu mengingat kenekatan suami nya.


" Biar kan saja sayang,kita ini sudah sah sebagai pasangan suami istri,jadi sudah sewajarnya kita melakukan hal itu." jawab Arif cuek.


Bila menggerutu kesal melihat sikap cuek dan santai milik suami nya, padahal jantung Bila hampir saja melompat keluar jika mereka tidak buru-buru sampai ke lantai atas ini.


Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰😍🥰

__ADS_1


__ADS_2