
Drrrttt...Drttt...Drttt...
Ponsel Arif yang terletak di atas meja nakas membuat Bila membuka kembali mata nya.
Arif bergegas menyimpan mangkok bubur yang berada di tangan nya lalu menggantikan dengan ponsel yang sudah berkedip-kedip.
" Maaf sayang!" seru nya saat melihat Bila kembali duduk bersandar di dekat ranjang.
" Iya Mas, angkat aja."titah Bila.
Arif mengangguk lalu melihat ada nama Reno tertulis di layar ponsel nya.Arif lalu bergegas menggeser tombol hijau itu dan kembali duduk di samping istri nya sambil mengusap lembut perut Bila.
" Ada apa Reno?" tanya Arif begitu ponsel nya sudah terpasang di telinga nya.nada judes kembali di keluarkan oleh pria ini karena merasa waktu nya bersama sang istri terganggu dengan panggilan yang datang dari Asisten nya.
" Ga-wat Tu-an,ada kabar buruk dari penjara sana." jawab Reno dengan terbata-bata,dia sangat kaget mendapatkan informasi ini dari petugas lapas yang mereka minta untuk mengawasi Naima.
" Bicara yang jelas Reno! Jangan berbelit." titah Arif tegas, mendengar Reno yang berbicara tidak jelas membuat emosi Arif kian membuncah,rasanya dia ingin menelan hidup-hidup Asisten nya itu.
" Huft...Huft.." Reno terdengar mengatur nafas nya sebelum melanjutkan pembicaraannya dan membuat Arif semakin gregetan mendengar nya.karena Reno sudah berhasil membuat rasa penasaran nya pecah tak terbendung lagi.
" Reno!" desak Arif sudah tidak bisa bersabar lagi.
" Begini Tuan,Saya baru saja mendapatkan kabar kalau Nona Naima mantan istri Tuan sudah menghembuskan nafas terakhir nya di dalam penjara sana. dan untuk memastikan lebih lanjut nya,Saya sudah mengutus beberapa anak buah kita untuk menyelidiki nya lebih lanjut." ucap Reno dengan satu kali tarikan nafas.
" Apa?" ucap Arif kaget,dia tidak pernah menyangka kalau sel penjara akan menjadi tempat persinggahan terakhir untuk mantan istri nya.
" Ya bagus dong! Kita tidak perlu capek-capek buang tenaga untuk mengurus dia lagi.semoga saja saja arwah nya bisa tenang di alam sana." jawab Arif kembali terlihat santai tanpa ada beban di setiap nada bicara nya.
" Dan satu lagi! Jangan pernah Kamu memperjelas bahwa dia adalah mantan istri ku,Aku sudah tidak punya hubungan apapun lagi dengan dia. paham kamu!" bentak Arif tidak terima dengan ucapan Reno.
Bila yang mendengar Arif membawa-bawa nama mantan istri nya,membuat hati nya menjadi bertanya-tanya, apalagi ekspresi wajah Arif yang berbeda-beda membuat kepala nya semakin di hantui oleh rasa penasaran.
__ADS_1
" Ada apa?" tanya Bila pelan.
Arif memberi kode dengan gerakan tangan nya sambil tersenyum manis kepada sang istri.
" Maaf Tuan,Saya tidak akan mengulanginya lagi." jawab Reno pasrah,dari pada mendapatkan ancaman lain dari Tuan muda nya.
" Bagus,awas saja kalau Kamu sampai melanggar nya,akan Aku nikahkan Kamu dengan wanita ular itu." ancam Arif dengan senyum mengejek nya.
" Tidak Tuan,jangan lakukan itu." pinta Reno dengan memohon ampun.dia tidak akan pernah ikhlas menerima pernikahan itu,wanita ular yang di maksud oleh Tuan nya adalah Naura,wanita yang rela melakukan apapun demi mendapatkan keinginan nya.
" Saya lebih baik mati di tangan anda Tuan! Dari pada harus hidup bersama wanita ****** itu." umpat Reno dalam hati nya.
"Minta anak buah kita untuk mengurus semua keperluan pemakaman wanita itu, undang juga wartawan kesana dan minta polisi untuk menjelaskan nya,agar tidak terjadi sebuah kekeliruan suatu hari nanti.pastikan masalah ini bersih tanpa menyeret nama Aku dan juga Papa." ucap Arif yang sudah bosan harus di kaitkan dengan mantan istri nya.
" Jangan biarkan ada berita beredar yang menyalahkan keluarga Ahmad.segera sewa orang jika sampai itu terjadi." imbuh nya terdengar begitu tegas.
" Baik Tuan,akan Saya lakukan." jawab Reno lalu memutuskan sambungan telepon nya.
Arif menyimpan kembali ponsel ke atas nakas lalu menghela nafas berat nya.
" Mas! Ada apa?" tanya Bila pelan.
" Naima.... Wanita itu sudah menemui ajal nya,semoga saja dia tidak di lempar masuk ke api neraka yang telah dia gali sendiri."ucap Arif tegas menatap seksama wajah Bila.
Wanita ini menelan ludah nya dengan bersusah payah saat mendengar ucapan suami nya.Arif terlihat sangat emosi sekali.
Bila yang tidak ingin melihat suami nya semakin emosi memilih diam dan tidak lagi melanjutkan rasa penasaran nya. Bila langsung meneguk habis susu hamil yang telah di siap kan oleh Mama mertua nya.lalu menyimpan kembali gelas itu ke atas meja nakas.
" Udah ayok tidur sebentar saja Mas,kepala Aku pusing banget." ujar Bila mengalihkan perhatian suami nya agar tidak lagi memikirkan mantan istri nya.
" Ya sudah ayo sayang." jawab Arif lalu meletakkan lengan nya sebagai bantal sang istri.Bila langsung membalas memeluk suami nya dan segera memejamkan mata nya berharap rasa pusing di kepala nya segera hilang.
__ADS_1
Arif mengusap lembut kepala Bila agar sang istri lebih mudah tertidur dan semakin merasa nyaman di pelukan nya.beberapa detik kemudian nafas Bila mulai terdengar beraturan di sertai dengkuran halus dari mulut nya.
" Udah tidur ya?" ucap Arif menunduk kan kepala nya agar bisa melihat wajah sang istri yang sedang bersembunyi di balik dada nya.
Arif tersenyum menatap wajah Bila yang teduh bagaikan butiran salju.Arif lalu membenarkan posisi tidur Bila dan menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua.setelah lelah memperhatikan wajah Bila, akhirnya Arif juga ikut terlelap hingga beberapa jam lama nya.
" Assalamualaikum Ma." ucap Pak Rizal begitu masuk ke dalam rumah.
" Wa alaikum salam Pa." jawab Mama Yolan hangat menyambut kepulangan suami nya.
" Menantu kita di mana Ma?" tanya Pak Rizal dengan wajah berbinar nya.raut bahagia tercetak jelas dari wajah Pak Rizal.senyum bahagia terus keluar tanpa terpengaruh oleh berita kematian Naima.
" Jangan bilang kalau Papa sudah mengetahui kabar baik ini?" tebak Mama Yolan yang sudah sangat hapal bagaimana licik nya sang suami .selama ini Pak Rizal lebih mengetahui semua nya ketimbang Mama Yolan.
Pak Rizal mengangguk sambil tersenyum tipis.
" Bagaimana keadaan Bila saat ini? Apa dia masih mual-mual juga?" tanya Pak Rizal memastikan.
" Bukan kah Papa lebih mengetahui semua nya dari pada Mama?untuk apalagi Papa menanyakan tentang itu kepada Mama." jawab Mama Yolan judes.
Hahahaha ....
" Jangan marah! Bukan kah sebentar lagi Mama akan menjadi seorang Nenek?" hardik Pak Rizal begitu lugas nya.
" Papa itu nyebelin banget sih jadi orang! Apa-apa selalu saja tahu dan nggak pernah mau ketinggalan." ujar Mama Yolan dengan mengerucutkan bibirnya.
" Semua ini Papa lakukan untuk menjaga keluarga kita,Papa hanya ingin membuat Mama dan semua nya merasa aman dan nyaman ketika berada di luar atau pun di dalam rumah." jawab Pak Rizal menjelaskan.
" Ya sudah lah... Terserah sama Papa saja,suruh aja anak buah Papa itu mengikuti terus kemana kami pergi,sampai mereka bosan melakukan nya."
"Mama mau melihat menantu Mama dulu." ucap Mama Yolan lalu bergegas menuju lantai atas untuk melihat keadaan Bila yang sudah beberapa jam ini tidak terdengar suara nya dan tidak terlihat batang hidung nya.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote dan Komen ya guys 🥰🥰🥰😍