Ustad Atau Alkash?

Ustad Atau Alkash?
Selebgram Talita Arifa


__ADS_3

Jam, menit, dan juga detik terus saja bergerak tanpa lelah. Hari-hari sulit Andin pun dilalui dengan berakting sebaik mungkin walau raga sering berbicara tidak mampu. Tetapi itulah Andin, ia selalu teringat anak-anak jalanan yang menjadi motivasi nya saat ini. Andin pun sudah terbiasa dengan perintah, gertakan, bahkan ancaman dari seorang Ziban Alkash yang sangat mempersulit hidup Andin beberapa bulan belakangan. Terkadang hati kecil Andin berkata untuk mengadu kepada Papah Arga. Tetapi sejurus dengan itu pula, Andin bersikeras untuk tidak akan melakukan hal konyol itu.


Bukankah mamah pernah mengatakan kepadaku bahwa ada seseorang yang sedang mengawasi ku disini? Lalu dimana keberadaan nya? Pastinya dia mengetahui semua kegiatan ku dan juga tekanan dari Kak Ziban kepadaku kan? Mengapa dia diam saja? Atau jangan-jangan ini termasuk kerjaan papah di sana? Tapi itu sangatlah tidak mungkin kan?


Andin masih termenung dalam kelasnya yang memikirkan nasib nya beberapa bulan terakhir dan beberapa bulan kedepan. Tiba-tiba Andin berinisiatif untuk melakukan sesuatu setelah melirik tas Arif. Bukan melakukan sesuatu tentang kehidupan rumitnya bersama Kak Ziban. Tetapi mengenai Arif Jin Tomang.


"Ah, mumpung Arif masih menghabiskan waktu istirahat di kantin, aku akan menggeledah tas nya saja haha. Yaa, itung-itung ini adalah pembalasan atas perlakuan Arif kepada ku semasa orientasi. Lihat saja, aku akan mengambil buku tugasmu yang nanti sudah pasti akan ditanyakan oleh guru super killer haha. Mati kau!


Andin segera menarik tas Arif yang berada di sampingnya, dan kemudian membuka resleting tas itu dengan wajah penuh keyakinan untuk mengerjainya. Andin bahkan tidak peduli dengan beberapa anak lainnya yang memang sedang berada di kelas itu juga. Ada yang sedang membaca buku, ada yang sedang asik mengobrol, memainkan ponselnya, dan ada ada juga yang sedang menjatuhkan kepalanya diatas meja alias tiduran. Toh mereka juga tidak akan ikut campur soal urusan orang lain. Ya begitulah, mereka sejatinya hanya memikirkan dirinya sendiri. Katakanlah mereka egois.


Aku harus bergerak cepat sebelum Arif kembali ke kelas nih.


Andin bergerak cepat mengeluarkan semua isi yang terdapat di dalam tas, tiba-tiba sesuatu terjatuh yang membuat Andin harus mendongkok ke bawah untuk mengambilnya.


Apa ini?! Wah bukankah ini foto selebgram terkenal. Ya, tidak salah lagi ini Talita Arifa namanya, itu yang di katakan Rossie sudah lama sekali. Kenapa Arif menyimpan fotonya? Ah mungkin saja Arif salah satu penggemar nya kan?


Sebelum Andin berpikir keras lagi dalam menduga-duga, Arif sudah kembali ke dalam kelas dengan tatapan menusuk ke Andin.


"Ehehe, tas mu tadi terjatuh Rif. Bukankah aku sangat baik akan membereskannya untukmu?"


Arif ini apa-apaan sih! Dulu dia hobi sekali mengganggu dan merecohiku. Sekarang malah berperilaku dingin seperti itu!


Arif hanya terdiam lalu segera membereskan buku-bukunya yang berserakan dan juga mengambil foto yang sedang digenggam Andin dengan ekspresi yang datar.


"Ehmm, Rif kau ini kenapa sih. Dingin banget seperti itu." (Andin memasang muka yang sedikit cengengesan)


"Bukankah ini yang kau mau."


Hemmm, benar juga sih yang dikatakan Arif.


"Ahh tentu saja tidak Rif. Aku bukan orang yang suka bermusuhan seperti itu. Kau bisa bercerita kepadaku Rif jika kau sedang ada masalah, itupun kalau kau berkenan."


"Aku tidak kenapa-kenapa."

__ADS_1


"Ah ayolah Rif, katamu aku ini sahabatmu kan?"


"Tidak ada yang mau berteman denganku."


"Aaaa iya iyaa aku minta maaf untuk semua salahku. Ayolah, aku mau mendengarkan ceritamu Rif."


"Kau yakin? Bisa menjaga semua yang aku bicarakan padamu?"


"Ah tentu sajaa aku berjanji."


"Kau kenal Talita Arifa?"


"Yaa aku pernah mendengarnya dari temanku dulu, dia selebgram terkenal. Tetapi sepertinya sudah lama sekali tidak terdengar tentangnya."


"Haha, tentu saja sudah lama tak terdengar. Dia sudah menghilang dari dunianya." (jawab Arif dengan tersenyum kecut)


"Benarkah? Kau tahu dari mana Talita Arifa telah menghilang?"


"Aku Talita Arifa."


Apa mungkin Talita Arifa sedang menyamar untuk menjalankan misi? Ah, hal seperti itu hanya ada di televisi saja, tidak ada di dunia nyata.


Bagaimana mungkin? Sungguh diluar nalar. Lihat saja penampilan Arif. Rambut cepak dan badan yang tinggi gemuk. Jika iya, memang apa alasannya?


"Hahaha ah ayolah Riff, jangan bercanda seperti itu." (Andin menanggapi Arif dengan tertawa nyaring)


"Ya sudah kalau tidak percaya, aku tidak akan akan memaksa mu."


Bel masuk tiba-tiba berbunyi keras, itu tandanya pelajaran selanjutnya akan segera dimulai. Padahal Andin masih ingin mendengarkan penjelasan dari Arif yang mengaku sebagai selebgram Talita Arifa. Ya seperti itulah, jika jam pelajaran sudah dimulai maka semua siswa harus serius dalam belajar tidak ada yang hadap kanan ataupun hadap kiri. Tidak ada yang boleh berbicara sepatah kata pun terkecuali jika ada sesi tanya jawab.


Ahh, aku benar-benar ingin mempertanyakan apa yang dimaksud dengan Arif tadi. Aku yakin Arif hanyalah sedang bergurau saja, Arif tadi juga menyimpan foto Talita Arifa kan? Hemm, tetapi kali ini Arif sedikit wajar karena mengidolakan perempuan seperti Talita Arifa. Bukannya seperti hari-hari kemarin karena Arif sangat antusias kepada Kak Ziban haha.


"Halah, bilang saja kauu tidak suka kalau ada yang menyukai Kak Ziban Ndin, bahkan seorang Arif saja kau tidak terima."

__ADS_1


Siapa yang menyuruh kamu untuk berbicara lagi heh?! Pergi sana! Kamu tidak berguna sama sekali. Tentu saja aku tidak cemburu. Apa kau sudah tidak waras?! Aku saja sangat ingin menghabisi nyawa Kak Ziban!


Andin mengikuti pembelajaran dengan hati bertanya-tanya, tetapi tentu saja Andin selalu dapat mencerna pembelajaran dengan sangat mudah tidak seperti yang lainnya. Andin memang memiliki kecerdasan yang luar biasa. Andin seringkali dipandang sebelah mata karena penampilan nya yang sangat biasa. Tidak memakai tas branded atau bahkan sekedar bersolek sedikitpun.


Kenapa harus berlebihan seperti itu? Yang penting kan berangkat sekolah sudah mandi, lalu serius dalam menerima pelajaran.


Begitu pikir Andin kira-kira. Ah Andin memang seperti itu. Padahal beberapa orang bahkan menyampingkan kebutuhan makan nya demi skincare dan semacamnya. Beberapa orang menganggap penampilan adalah hal segalanya. Tapi tidak menurut Andin, menurutnya berbahagia bersama keluarga adalah hal segalanya. Andin sangat ingin merasakan hal itu. Sungguh.


......................


Jam istirahat kedua telah tiba. Seperti biasa, ritual rutinnya seperti sholat, lalu mencari makan di pinggir jalan setelah itu melayani sang iblis Ziban seperti biasa. Terkadang iblis itu meminta disuapi, dipijat, dan hal konyol lainnya. Andin tidak memperpanjang perintah dari sang iblis itu demi tidak terlalu menguras tenaga jika sedang bersamanya.


Ahh aku benar-benar ingin mempertanyakan banyak hal kepada Arif. Aaa aku masih penasaran. Tetapi kapan aku akan mempunyai kesempatan untuk berbicara panjang lebar dengannya?!


Seperti biasa, rutinan setelah buru-buru menghabiskan makan nya di pedagang kaki lima, Andin segera menuju ke kamar rahasia yang ada di perpustakaan tanpa harus menunggu dikirim utusan dari Ziban datang.


Setelah sampai di kamar rahasia di perpustakaan sekolah..


Dimana Kak Ziban?! Mengapa tidak ada di kamarnya?


Lalu Andin menemui sepucuk surat berwarna putih polos tergeletak diatas meja. Andin langsung membukanya.


To : Andin Puspita Arga


Tiga hari kedepan kau tidak perlu ke kamar ini lagi, karena Kak Ziban sedang menghadiri undangan cerdas cermat tingkat nasional. Ingat, hanya tiga hari saja. Terhitung mulai hari ini. Setelah hari keempat, Andin Puspita Arga harus sudah kembali ke kamar ini seperti biasanya. Jaga kesehatanmu untuk selalu siap siaga jika Kak Ziban membutuhkan mu kapan pun dia mau. Jika Kak Ziban sampai tidak menyukai pelayanan darimu, maka mutlak itu adalah salahmu, Andin Puspita Arga.


Terimakasih atas kerjasamanya.


Rinta Selviana


Asisten pribadi Ziban Alkash


Selama tiga hari kedepan aku akan menjadi siswa normal lagi. Terimakasih tuhan. Dan satu lagi, aku bisa menanyakan hal yang belum terselesaikan mengenai Arif. Aaaaa selamat untuk akuu!

__ADS_1


BERSAMBUNG...


KRITIK DAN SARAN SELALU TERBUKA UNTUK KALIAN YAA🤗💛


__ADS_2