Ustad Atau Alkash?

Ustad Atau Alkash?
Sungai Keberuntungan


__ADS_3

Gulir air jernih mengalir deras di sungai dengan pemandangan menakjubkan dari sang maha kuasa. Bebatuan kecil nan besar membumbui suasana indah di sungai itu. Padang rerumputan indah nan rapi turut serta seraya berpartisipasi menghiasi sungai itu.


Pemandangan yang jarang ditemukan di kota-kota besar. Yaa, Andin dan Meta sahabat dekatnya sedang duduk di bebatuan besar dengan kaki di selonjorkan ke bawah mengenai derasan air sungai mengalir. Sesekali tangan mereka bermain-main dengan air itu. Sungai yang terletak di sekitar asrama pesantren yang memang masih terjaga sekali kebersihannya. Sungai itu memang sangatlah bersih dan memiliki pemandangan yang jauh berbeda dari sungai-sungai pada umumnya. Beberapa kali pemerintah setempat ingin mengelola sungai tersebut untuk disulap menjadi tempat wisata dan juga perhotelan, tetapi warga setempat menolak keras dengan tawaran tersebut. Beberapa kali juga pengusaha mensurvei sungai itu untuk merubah sungai itu menjadi bendungan, tetapi tentu saja warga setempat bersikeras untuk tetap melestarikan kealamian dari sungai tersebut. Sungai itu memang sumber mata air warga setempat jika kemarau melanda, beberapa penduduk sekitar juga bergantung kepada sungai itu sebagai penjala ikan. Akhirnya, sampai sekarang pun sungai itu masih terjaga kelestariannya dan juga sering kali mendapat awards sungai paling lestari dalam ajang kelestarian lingkungan.


"Ah, aku selalu suka tempat ini Met. Sungai ini memberiku ketenangan lahir dan batin, rasanya semua masalah yang ada di otakku mendadak pergi tak bersisa." (Andin memulai bicara dengan Meta)


"Haha, mulai lebay deh."


"Ah ya ya, aku tahu kau memang tidak bisa bersyukur atas segala hal baik hal kecil sekalipun."


Andin berusaha menjatuhkan balik Meta dengan sedikit merendahkan Meta.


"Sudahlah jangan lebay seperti itu, ayo katakan saja katamu kau ingin bercerita tentang hari-harimu di sekolah."


"Ah kau sangat buru-buru sekali Met. Sepertinya kau sudah tidak sabar lagi dalam mendengarkan ceritaku rupanya."


"Hoaaaamm...."


Meta menanggapi perkataan Andin dengan menguap lebar yang membuat Andin sedikit menggeram melihat kelakuan Meta yang selalu bersikap mengejek seperti itu.


Akhirnya Andin pun bercerita tentang kehidupan nya di sekolah, mulai dari perjanjian dengan Ziban sinting , keanehan Arif, dan juga cinta lamanya yang kembali hadir di pelupuk mata Andin. Meta sangat respect dalam mendengarkan semua cerita Andin, terlebih lagi dengan cerita cinta lama Andin alias si kaku tampannya yang kembali hadir di sekitar Andin.


"Benarkah seperti itu Ndin? Wah kok bisa ya, tiba-tiba kalian dipertemukan kembali dan faktanya ternyata dia adalah sang pemilik sekolah." (Meta menanggapi dengan antusias layaknya seorang detektif)


"Ah aku tidak terlalu ingin memikirkan hal itu Met. Yang aku pikirkan sekarang adalah cintaku yang kian hari kian bertumbuh."


"Mulai deh, mulai jadi budak cinta lagi. Mentang-mentang pangeranmu sudah menemui mu kembali, cih!"


"Ah ayolah Met, apa kau tidak ikut merasa senang dengan kebahagiaan ku."


"Tunggu deh Ndin, apa kamu tidak merasakan ada keganjalan dengan datangnya guru privat mu yang tiba-tiba muncul di hidupmu sekarang? papah mu pasti mengetahui asal-usul guru privat mu dan juga pekerjaan nya kan? dan mustahil juga jika papah mu tidak mengetahui guru privat mu adalah pemilik resmi MAN 102 BANDUNG. Apa kau tidak memikirkan hal itu?"

__ADS_1


Andin terlihat berfikir kritis setelah mendengar perkataan dari Meta yang memang sangatlah masuk akal. Dan tentu juga yang membuat Andin baru menyadari sesuatu yang belum sempat ia pikirkan semenjak bertemu dengan Zidan Haq. Lalu mengapa Papah Arga mengirim Andin untuk bersekolah di aliyah saja bukannya menengah atas atau bahkan kejuruan. Itu adalah hal yang terdapat di benak Andin sekarang.


"Iya juga ya Met, kenapa semua jadi masuk akal. Jangan-jangan papah sengaja mengirimku ke sekolah dengan berbeda dari yang lainnya karena si kaku tampanku memang pemilik sekolah itu. Dia kan dulu guru privat ku, lalu papah dan juga si kaku tampanku memang terlihat sangat akrab seperti rekan bisnis saja. Ahhh..aku semakin bingung dengan kehidupan ku."


"Ah sudahlah Ndin, kamu jangan terlalu memikirkan hal itu, dan satu lagi.."


Meta segaja menggantungkan kalimatnya yang membuat Andin menunggu kalimat selanjutnya yang akan diungkapkan Meta.


"Jangan berfikiran jika papahmu sengaja mengirim mu ke sekolah itu karena kau memang sudah dijodohkan dengannya. Karena jika iya sekalipun, guru privat mu itu tidak akan mau dijodohkan dengan gadis tidak tau aturan seperti dirimu hahaha."


Meta tertawa sangat keras dibalik gemuruhnya aliran sungai yang deras. Sedangkan Andin sangat terhina dengan ejekan Meta yang membuat mental Andin berharap kepada Zidan Haq sedikit menciut. Lalu Andin segera mencipratkan air berkali-kali ke tubuh Meta dengan luapan emosi yang membuncah.


"Sudah jangan urusi urusanku! kamu urusi saja sana ustadmu itu! cih!" (kata Andin dengan mencipratkan air berkali-kali yang membuat Meta kelabakan)


"Ah iya cukup hentikan Ndin! iya iya iya aku doakan kamu berjodoh dengan guru privat mu itu! hentikan."


"Andiiiiiiiiiinnnnnnn!!!!"


Andin segera menghentikan serangannya kepada Meta setelah Meta mengulangi kata-katanya. Andin tersenyum dengan sangat puas setelah melihat ketidakberdayaan Meta, sahabatnya yang sudah basah kuyup akibat serangan cipratan air dari Andin.


Meta terdiam dengan menutupi matanya dengan menelungkupkan kedua tangannya yang membuat Andin sedikit merasa bersalah karena perbuatannya.


Apa tadi aku sangat keterlaluan kepada Meta ya? Apa Meta baik-baik saja? Kenapa dia terdiam seperti itu? Meta tidak akan menangis seperti anak kecil kan?


Andin dibuat salah tingkah dengan terdiamnya Meta. Lalu Andin celingukan ke kanan dan ke kiri untuk memastikan tidak ada satupun orang yang melihat kejadian memalukan itu. Tiba-tiba...


"Aaaaaa, ciyaaaaa rasakan pembalasanku hahaha!"


Seketika Andin dibuat terkejut dengan kelakuan Meta yang tiba-tiba menyerang Andin dengan cipratan air yang membuat Andin sangat kelabakan. Karena Meta bahkan jauh lebih sangat semangat dalam menjalankan misi balas dendamnya kepada Andin.


Andin pun mendengus kesal karena tadi ia sempat berfikiran bahwa Meta terdiam dan akan menangis. Rupanya dugaannya sangatlah salah kaprah.

__ADS_1


Cih! kenapa aku tadi berfikiran bahwa Meta akan menangis?! Harusnya aku tidak melupakan bagaimana sifat Meta yang memang tidak mau mengalah.


"Aaaaaa, aku mohon hentikan! kita sekarang sudah impas kan?!"


Meta menghentikan serangan balasan nya kepada Andin lalu tertawa terbahak-bahak setelah mendengar dengusan Andin beberapa kali.


Sebelum Andin mengeluarkan kata-kata hinaan untuk Meta, tiba-tiba dering ponsel Andin bergetar sebentar yang membuat mereka berdua teridam sejenak.


"Awas nanti kau Met! beruntung ponsel ku bergetar, jika tidak aku akan membalasmu!"


Meta hanya mengangkat bahu setelah mendengar ancaman yang sangat tidak menakutkan sama sekali. Lalu Andin membuka ponsel yang ternyata satu email belum dibaca masuk.


To: Andin Puspita Arga


Selamat sore,


Baru saja Ziban Alkash sampai di bandara Soekarno-Hatta tepat pukul 15.30 WIB, yang ternyata pihak dari cerdas cermat tingkat nasional menghubungi pihak Ziban Alkash bahwasanya ia harus segera kembali lagi ke gedung cerdas cermat tingkat nasional untuk persiapan. Karena Ziban Alkash harus segera berangkat ke luar negeri untuk menghadiri undangan cerdas cermat tingkat internasional. Oleh karena itu, besok Andin Puspita Arga masih bebas dalam menjalankan perjanjian dengan Ziban Alkash selama tiga puluh hari dimulai dari hari Rabu, besok.


Jika Ziban Alkash akan segera kembali ke Indonesia, saya akan menghubungi mu lagi untuk informasi selanjutnya.


Dan ingat, setelah kepulangan Ziban Alkash dari luar negeri Andin Puspita Arga harus menjalankan semua tugas yang di perintahkan dari Ziban Alkash.


Mohon difahami, sekian terimakasih.


Rinta Selviana


Asisten Pribadi Ziban Alkash


"Aaaaaaa, Metaaaaa ayo kita kembali ke asrama. Aku akan mentraktir mu dalam tiga hari ini. Ayo Met, kita harus membersihkan badan terlebih dahulu. Setelah itu aku akan mentraktir mu sepuasmu."


Andin menarik lengan Meta untuk segera kembali ke asrama pesantren dengan hati berseri-seri. Sedangkan Meta mengikuti tarikan tangan Andin dengan wajah kebingungan.

__ADS_1


Ada apa dengan Andin, kenapa tiba-tiba moodnya baik sekali seperti itu? Ah, persetan dengan alasannya. Yang penting kan aku ikut mendapatkan dampak baiknya. Asikkk tiga hari ditraktir. Aaaa dalam tiga hari ini aku akan memakan apapun yang aku mau hahaha. (batin Meta)


BERSAMBUNG...


__ADS_2