Ustad Atau Alkash?

Ustad Atau Alkash?
Sepucuk Surat Kumala


__ADS_3

Dear putriku, Andin..


Andin sayang, bagaimana kabarmu nak? Semoga selalu dilindungi tuhan. Mamah sangat merindukan mu sayang, begitu juga denganmu kan? Maafkan mamah yang sampai detik ini belum bisa menemuimu. Andin pasti tahu kan apa alasan mamah? Iya sayang, papah tidak mengizinkan mamah untuk menghubungimu. Untuk surat ini saja mamah harus benar-benar berhati-hati dalam mengirim untukmu sayang. Andin sayang, papah selalu mengawasi mamah dan juga mengawasi mu disitu nak. Mamah tahu kau menaruh benci pada papahmu sayang, tapi ingat satu hal nak..


Mamah pernah beberapa kali memergoki papahmu di ruang kerjanya dengan menundukkan kepalanya sesenggukan dalam hening.


Kau tahu kenapa sayang?


Itu karena papahmu jauh lebih tertekan darimu.


Papahmu merasakan kesedihan yang jauh lebih besar saat mengekangmu sayang. Papahmu lebih terluka saat harus berpisah denganmu.


Mamah seharusnya tidak mengatakan hal ini kepadamu sayang. Tetapi mamah sangat takut kebencianmu kepada papahmu akan kian bertambah. Mamah takut itu akan menjadi lubang untuk menghancurkan keluarga kecil kita sayang. Mamah minta kepadamu hilangkan kebencian yang ada dihatimu sayang, pelan-pelan saja. Papahmu sangat menyayangi mu sayang, percayalah.


Jangan sampai telat makan, Andin sayang.


Salam rindu


Kumala, mamahmu


Benarkah? Apa papah juga sedih ketika menghukumku? Ayolah Andin, jangan percaya dengan kata-kata mamah. Rasanya tidak mungkin sekali papah bersedih di atas penderitaan ku kan? Papah memang sangatlah menyebalkan. Mamah mungkin hanya ingin memperbaiki hubungan antara anak dan papahnya. Maaf mah, Andin tidak sebodoh itu. Permintaan mu kali ini tidak akan Andin turuti.


"Maaf mah, sekali lagi." (lirih Andin)


Tunggu..


Tadi mamah mengatakan ada yang mengawasi ku disini? Siapa dia? Dia pasti berada di dekatku kan?


Andin terlihat sangat frustasi dengan surat yang Mamah Kumala kirimkan, belum lagi ditambah dengan masalahnya dengan Ziban yang tidak tahu kapan kunjung akan berakhir berurusan dengannya.


Lupakan soal Papah Arga, toh aku lebih suka disini. Bukannya ini semua adalah kemauan Papah Arga dari sekian banyak kemauan nya?


"Ahh, aku jadi teringat Kak Ziban, orang sinting itu benar-benar membuatku semakin stress setelah aku membuka dan membaca isi dari map yang dia berikan. Bisa-bisanya memberi 10 syarat seenak jidatnya."


Peraturan pertama..


"Si Kebon Karet alias Andin Puspita Arga, harus melayani semua keinginan dari Ziban Alkash."


Peraturan kedua..


"Ziban Alkash selalu benar dan jika ia melakukan kesalahan maka tidak boleh ada yang menyalahkannya, karena memang Ziban Alkash selalu benar."


Peraturan ketiga..


"Andin Puspita Arga harus bersedia menjadi kekasih kontrak selama Ziban Alkash masih berada di MAN 102 BANDUNG. Terhitung setelah Andin Puspita Arga selesai orientasi. Itu demi menghindari Ziban Alkash dari gangguan para penggemar nya, terutama dari perempuan-perempuan centil yang menggodanya.


Untuk syarat yang ke empat sampai sepuluh biarkan Ziban Alkash yang mengatakannya sendiri sesuai keinginannya nanti.


PERLU DI INGAT! Jika Andin Puspita Arga sampai keberatan dengan semua syarat yang ditetapkan, maka Ziban Alkash berhak melakukan apa saja kepada Andin Puspita Arga termasuk menendang dengan tidak hormat dari MAN 102 BANDUNG dengan sangat mudah.


Terimakasih.

__ADS_1


Rinta Selviana,


Asisten pribadi Ziban Alkash.


Ternyata Kak Rinta dan Kak Ziban terbukti memang ingin menjadikanku boneka mereka. Cih! Mereka memang senang sekali mengerjai murid baru. Pantesan saja Kak Ziban alias Togor Listrik kemarin sempat membantuku.


"Rupanya ada batu dibalik udang. Eh, udang dibalik batu." (geram Andin)


Aaaaaa, aku sama sekali tidak memiliki pilihan lain. Padahal papahku tentu saja bisa dengan mudah membeli yayasan sekolah itu. Tetapi masalahnya lapor ke papah adalah hal yang paling tidak berguna. Karena papah tidak akan pernah menuruti keinginan ku sekecil apapun.


"Mengapa aku harus mengemis-ngemis kepada ketua osis sinting itu sii! Aku seperti anak yang tidak memiliki orang tua untuk berlindung saja, Cih!"


Aaaa, tuh kan aku jadi teringat dengan si kaku tampanku yang selalu mendukungku. Apa kabar dengannya ya, ah dia pasti bertambah mempesona. Semoga saja dia belum memiliki kekasih.


Tuhan, jangan berikan si kaku tampanku jodoh selain aku. Biarkan aku menyelesaikan pendidikan ku dulu. Aku mohon, tuhan. Semoga kau segera mengabulkan permintaanku. Hehe.


Oh ayolah, siapa yang bisa menolongku


Tuhan..


Hanya kau yang bisa menolongku


Aaaaa mengapa harus aku yang tertekan seperti ini si


Mengapa tidak dengan makhluk mu yang lain.


"Maaf tuhan, aku benar-benar frustasi dengan jalan hidup ini."


...----------------...


Hari terakhir orientasi siswa baru MAN 102 Bandung. Setelah masa orientasi selesai, semua ruangan termasuk Ruang Dahlia akan diacak kembali sesuai hasil nilai ujian masuk jurusan.


Ada tiga jurusan yang terdapat di MAN 102 Bandung, yaitu MIA atau IPA, IIS atau IPS lalu, AGAMA. Setiap jurusan terdapat sebelas ruang kelas. Baik untuk MIA, IIS, ataupun AGAMA berlaku untuk semua kelas X, Xl dan Xll . Andin tidak terlalu peduli akan di tempatkan ke jurusan mana nantinya. Yang Andin harapkan hanya satu.


"Semoga saja aku tidak mendapat kelas dan jurusan yang sama dengan Arif, alias Jin Tomang."


Jika aku dan Arif nantinya berbeda jurusan dan kelas, aku berjanji akan mentraktir anak-anak di jalanan.


Mengapa aku jadi mempertaruhkan Arif dengan anak-anak di jalanan? Haha.


...****************...


Ujian masuk ke jurusan berjalan dengan lancar, pengumuman pun langsung bisa diumumkan tanpa menunggu waktu yang lama. Yaa, yayasan tersebut memang selalu memberikan yang terbaik untuk siswa-siswi nya. Kegiatan memang harus seefektif mungkin, agar tidak ada waktu yang terbuang sia-sia. Staf kantor yayasan memang sangat bekerja keras. Terlebih dengan pimpinan mereka.


Semua siswa orientasi terlihat sedang berkerumun, yang memang merata berasal dari kelas atas dan hanya beberapa siswa dari kelas bawah yang bisa masuk dengan jalur prestasi. Mereka sedang ribut riuh berada di tempat pengumuman dengan layar besar modern menempel di dinding dengan sistem yang sudah didesain khusus. Yaa, disitulah tempat semua kegiatan penting di sekolah akan diumumkan.


Tidak ketinggalan dengan Andin, siswi kelas X tanpa polesan sedikitpun di wajah naturalnya dengan tas ransel hitam yang selalu berada di pundaknya.


Sangat berbeda dengan siswi yang lain, mereka bahkan berlomba-lomba mempercantik penampilan demi gengsi dan ketenaran.


Tiba-tiba seseorang menyentuh pundak kiri Andin yang sedang duduk menunggu pengumuman yang sebentar lagi akan di tampilkan.

__ADS_1


"Aku yakin kali ini kita memang ditakdirkan bersama." (kata Arif dengan percaya dirinya seperti biasa)


Andin tidak berniat untuk menjawab Arif, tetapi tentu saja bukan Arif namanya jika mudah menyerah untuk menganggu Andin.


"Apa yang akan kau lakukan jika akhirnya layar besar di depan ini menampilkan namaku dan namamu masuk dalam daftar yang bebeda?"


Bukan urusanmu! Menjauh dariku! Aku sangat muak denganmu.


"Atau jangan-jangan kau sudah berikrar sesuatu di dalam hatimu, jika nantinya berpisah kelas denganku?"


(sambung Arif yang membuat Andin berniat untuk mengeluarkan suara dan menjawab singkat)


"Tentu saja."


"Maaf jika aku selalu mengganggumu."


Arif berlari meninggalkan Andin sendirian lagi, yang membuat Andin bertanya-tanya dengan kelakuan aneh yang Arif tunjukkan hari ini.


Ada apa dengan Arif? Tidak biasanya dia menyerah seperti itu? Ah, aku sama sekali tidak peduli dengannya. Bukannya itu yang selalu aku inginkan?


Pengumuman telah ditampilkan, hanya tiga nilai terbaik lah yang disebutkan oleh sistem secara otomatis. Yang lainnya hanya ditampilkan di layar saja.


Nilai sempurna diraih oleh ..


Semua siswa menahan napasnya mereka masing-masing demi mendengar siapa yang akan disebutkan oleh sistem tentu dengan harapan nama mereka lah yang akan disebutkan nantinya.


ANDIN PUSPITA ARGA


Jurusan IIS 1 Favorit


Nilai yang hampir sempurna kedua dan ketiga adalah..


TSANIA RAHAYU


Jurusan Agama 1 Favorit


Dan...


ARIF GINANJAR


Jurusan MIA 1 Favorit


Andin segera berlalu pergi dengan hati berseri-seri. Bukan karena nilai sempurna nya, tetapi karena pada akhirnya keinginan Andin untuk berbeda jurusan dengan Arif akhirnya terjawab sudah.


Ahh, rasanya lega sekali. Aku akan menepati janjiku untuk mentraktir anak-anak di jalanan.


Usai sudah pengumuman ditampilkan jurusan demi jurusan. Ada yang bersorak gembira kegirangan dan tidak sedikit pula yang mengutuki mengapa mereka harus masuk ke jurusan yang tidak sesuai dengan keinginan nya.


Sedangkan seseorang yang berada dibalik tembok ruangan itu yang memang sedang memperhatikan Andin sejak tadi, mengulas senyum setelah mendengar Andin mendapat nilai sesempurna itu.


"Kau memang selalu hebat, Andin Raharga." (batinnya)

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2