WHISPER OF LOVE

WHISPER OF LOVE
BISIKAN CINTA .


__ADS_3

šŸ’Œ Whisper of love šŸ’Œ


Ā 


šŸ€ HAPPY READING šŸ€


.


.


Joevanka berdiri di depan dinding kaca yang menyajikan langsung pemandangan kota London. Ia melemparkan tatapannya ke arah luar. Joevanka bersyukur masih bisa menikmati salju di tahun ini, di kota kelahirannya. Suatu fenomena alam yang diciptakan oleh Tuhan yaitu saat hujan salju turun. Seluruh taman akan berwarna putih, atap rumah penuhi salju. Namun saljunya tidak seperti hujan salju yang bahkan sampai disertai angin membuat suasana menjadi suram. Hujan salju ini masih bisa di katakan hujan salju ringan. Namun Joevanka menikmatinya. Ia berdiri memandang kota London dari kamar hotel. Sembari menunggu suaminya menyelesaikan pekerjaan dari kantor.


Joevanka menarik napasnya dalam-dalam. Pikirannya jauh menerawang. Dulu semasa daddy dan mommynya masih ada, setiap menikmati momen pertama kali salju turun Joevanka akan membuka jendela kamarnya. Ia merasakan salju itu terjatuh ke tangannya. Kata mommy, jika salju pertama turun dan kita merasakan salju itu sendiri segala doa kita akan dikabulkan.


Kini Joevanka berharap dan doanya dikabulkan Tuhan. Ia hanya ingin bahagia bersama Ivander, sampai maut memisahkan mereka.


Cuaca yang begitu dingin mengharuskannya memakai pakaian berlapis. Hari ini mereka akan berkunjung ke makam Daddy dan mommy. Mereka harus memanfaatkan waktu dengan baik. Joevanka dan suami tidak mau hanya meringkuk di balik selimut. Jika itu terjadi pasti Ivander akan melakukan rutinitas bercinta seperti makan obat tiga kali sehari. Joevanka terkekeh, walau ia sendiri begitu menyukainya.


"Kita sudah bisa pergi sayang?" Ivander mendekat dan memeluk Joevanka dari belakang. Ia mengeratkan pelukan mesranya.


Joevanka tersenyum begitu lembut dengan menyandarkan pelipisnya pada pipi Ivander.


"Apa pekerjaanmu sudah selesai?" tanya Joevanka.


"Sudah sayang, apa kita harus olahraga dulu." Bisik Ivander begitu sensual. Ia mengusap bahu Joevanka lalu menggenggam lagi tangan istrinya. Memeluk Joevanka beserta tangannya yang kini berposisi menyilang di depan dada.


Mendengar itu, tentu saja Joevanka langsung membalikkan badannya lalu mencubit bagian perut suaminya. Joevanka menyeringai tipis.


"Dasar suami mesum.." bibir Joevanka mengerucut ke depan.


"Hahahaha!" Ivander tertawa renyah.


"Sekarang kita pergi." Kata Joevanka membenarkan syal rajut hangat yang ada di lehernya.


Mereka melangkah meninggalkan kamar hotel. Tujuan mereka langsung menuju makam Daddy dan Mommy. Aiden langsung memberikan kunci mobil. Ivander memang meminta agar ia menyetir sendiri.


"Terima kasih Aiden." kata Ivander tersenyum hangat.


"Selamat bersenang-senang tuan. Semoga hari anda menyenangkan." Kata Aiden menyerahkan kunci dan membungkukkan badannya seraya memberi hormat. Ia berlalu pergi.


" Silakan masuk nyonya Donisius." Kata Ivander membuka pintu untuk Joevanka.


"Terima kasih suamiku." Sahut Joevanka membalas senyum hangat dari suaminya dan langsung duduk di bagian depan di samping suaminya.


Ivander sudah menyiapkan bunga untuk di bawa ke makam. Ia pun mulai menginjak pedal gas. Membawa mobil tersebut melaju ke tempat pemakaman.


⭐⭐⭐⭐⭐⭐


Setelah mengunjungi makam orang tuanya. Joevanka membawa suaminya berjalan-jalan. Ia seperti pemandu perjalanan untuk Ivander. Karena suaminya baru dua kali ke sini. kunjungan pertama bukan untuk berlibur, Ivander datang ke London untuk mencarinya. Jadi Ivander belum tahu bagaimana kota London. Joevanka menjelaskan tentang berbagai budaya dan cara hidup masyarakat di kota London.


Kota London di penuhi dengan gedung gedung tua yang masih sangat terawat dan masih di gunakan. Seperti banyaknya istana istana besar yang masih berdiri megah di kota London. Rumah rumah tua jaman victoria yang di renovasi berkali kali dan masih di gunakan untuk tempat tinggal.


London berada di tenggara Kerajaan dan cenderung lebih hangat dan jarang ada hujan salju. Kadang ada namun tidak banyak. Memiliki curah hujan yang banyak namun ringan dan dingin. Langit hampir selalu gelap dan gray all year kecuali musim panas.


Mereka bergandengan tangan, berjalan menyusuri jalan menuju Kensington gardens. Di sini Joevanka akan memberikan kejutan untuk suaminya. Kejutan yang mendebarkan, karena tempat ini sangat tepat menurut Joevanka. Tempat wisata di London Kensington Gardens adalah taman istana Kensington Palace yang diambil dari area Hyde Park bagian barat.


Taman ini populer sebagai taman untuk berjemur dan piknik saat cuaca cerah dan begitu juga saat dingin. Jalan tamannya biasa digunakan untuk jogging, lari, dan bahkan bersepeda dengan rute khusus. Mereka bisa memilih jalan taman Kensington Gardens sebagai rute berjalan kaki yang sehat, berudara segar, dan tenang saat berangkat atau pulang kerja.


Selain area taman yang hijau dan jalan taman yang nyaman, Kensington Gardens memiliki banyak fitur yang menjadi daya tarik bagi siapa saja yang melihatnya.


Mereka terus berjalan menikmati suasana itu. Tak perduli dengan cuaca dingin. Joevanka lebih bersemangat lagi. Dia ingin tahu bagaimana reaksi Ivander mengetahui jika ia sedang mengandung benih cinta yang tumbuh di rahimnya.


"Apa kau lelah sayang?"


"Tidak sama sekali, aku tidak pernah lelah jika itu bersama kau."


"Benarkah?"


"Ehmmmm." Joevanka mengangguk sambil memberikan bibirnya agar di cium suaminya.


CUP CUP CUP


Ivander menciumnya berulangkali. Mereka tersenyum dan terus berjalan.


Joevanka mengulum senyum bahagia ketika melihat seseorang sudah menunggunya di Kensington Gardens.


Joevanka punya cara unik untuk memberitahu suaminya kalau dirinya hamil. Joevanka menghubungi sahabatnya pada saat suaminya keluar tadi pagi.


"Sayang, kita melakukan sesi foto couple photoshoot ya?" Ucap Joevanka dengan mata berbinar bahagia.


"Buat apa sayang?" tanya Ivander dengan wajah mengernyit.


"Untuk seru-seruan aja." jawab Joevanka tersenyum sambil menunjukkan deretan giginya. "Mau ya sayang?" pintanya lagi.


"Gimana caranya?" tanya Ivander dengan rasa ingin tahunya.


"Kita bisa tanya langsung pada fotografernya." Sahut Joevanka begitu antusias.


Joevanka memberi kode kepada temannya Samantha.

__ADS_1


"Kami mau melakukan sesi pemotretan couple photoshoot. Bolehkah?"


"Tentu saja boleh nona, silakan! " Kata Samantha seolah tidak kenal dengan Joevanka. Ia mengedip sambil mengangguk pelan.


Samantha memberikan dua papan tulis kepada Joevanka dan Ivander.


Lalu mereka di minta untuk menuliskan tiga hal yang menggambarkan pasangan masing-masing. Mereka tidak bisa saling melihat ketika menuliskan sesuatu di papan tulis. Samantha memberikan hitungan jika sampai hitungan ketiga mereka harus menunjukkan ke fotografer untuk di abadikan lalu menunjuk ke pasangan.


Awalnya masih seru-seruan, Ivander mulai tertarik dan terus menuliskan beberapa hal mengenai Joevanka.


Ivander menuliskan, "LOVE. CUTE. SWEET."


Sedangkan Joevanka menulis, "YOU'RE GOING TO BE A DADDY."


Ivander sama sekali tak tahu kalau Joevanka akan memberinya sebuah kejutan untuknya. Baru ketika dirinya berbalik, dengan antusias Ivander menunjukkan papa tulisnya kepada joevanka. Sementara Joevanka menahan senyum haru menunjukkan papa tulis miliknya kepada Ivander. Pria pujaannya itu, jelas menunjukkan raut wajah serius dan tiba-tiba wajahnya berubah, ia membeku di tempatnya. Terus mencerna tulisan-tulisan itu.


Jantung Ivander memukul dengan kencang dan sangat kencang. Mata Ivander langsung berkaca-kaca. Ia terus mengulang membaca. Lagi dan lagi. Joevanka tersenyum dan kembali menuliskan sesuatu di papan tulisnya.


"KITA AKAN MEMILIKI BAYI KEMBAR." Joevanka kembali menunjukkan papan tulis itu kepada Ivander.


Napasnya ikut tertahan di dada saat membaca tulisan Joevanka kembali. Suhu dingin membuat napas Ivander dan Joevanka terlihat seperti asap yang mengepul. Menahan haru yang semakin dalam.


Joevanka terdiam memandang suaminya yang menangis. Ia tersenyum, namun matanya tidak bisa berbohong. Joevanka ikut menangis Juga. Melihat reaksi dari suaminya tentu saja Ivander tidak bisa melukiskan dengan kata-kata. Joevanka dapat merasakan jika pria kesayangannya itu benar-benar bahagia.


"Benarkah ini sayang?" Ucapnya parau dan gemetar. Suara bariton itu begitu jelas ingin menangis. Ivander tidak tahan lagi dengan gejolak yang muncul di dalam dadanya. Ia mulai menangis, tangisan bahagia tentunya. Joevanka mengangguk antusias dan tersenyum. Ia menjatuhkan papa tulis dan membuka tangannya untuk memeluk suaminya.


Ivander langsung melangkah mendekat dan memeluk istrinya. Ia memegang kepala Joevanka dan menciumnya dengan erat. Joevanka ikut membenamkan wajahnya ke dada suaminya.


"Kau mengandung anakku sayang, benarkah ini?" Kata Ivander terus mengulang kata-kata nya. Joevanka menganggukkan kepalanya, menutup matanya dengan erat. Ikut merasakan kebahagiaan suaminya.


Tangisan haru itu semakin pecah, sungguh ia merasa menjadi keluarga yang sempurna. Ivander sangat senang dan gembira luar biasa. Ia bersyukur pada Tuhan atas karunia ini. Ivander tidak menyangka akan mendapatkan bayi kembar. Kebahagiaan ganda, cinta kasih ganda, yang ia dapat hari ini.


Joevanka sebelumnya memang sudah menyiapkan kejutan tersebut dengan fotografernya, Samantha sahabatnya sendiri. Rencana matang di buat untuk memberi kejutan termanis pada suaminya. Joevanka sengaja membohongi Ivander soal misi utama pemotretan tersebut.


Samantha pun ikut bahagia dan terharu melihat kejutan dan momen indah tersebut. Ia ikut menjatuhkan air matanya melihat pasangan ini. Ia diam-diam pergi meninggalkan Joevanka dan Suaminya.


"Sejak kapan kau mengetahuinya sayang?" Tanya Ivander menatap Joevanka dengan pandangan nanar. Sisa air matanya masih ada di sana.


"Sejak mommy masuk rumah sakit. Maaf aku merahasiakannya. Aku ingin memberikan kejutan untukmu sayang."


"Kau periksa sendiri?"


"Ehmmmm. Aku curiga karena bulanan ku tidak datang sudah dua minggu sayang."


"Kau benar-benar membuatku hampir mau pingsan. Aku begitu terkejut, apalagi mengetahui anak yang di dalam kandungan mu kembar." Kata Ivander menyentuh lembut bagian perut Istrinya.


"Tidak apa-apa sayang. Jangan menyalahkan dirimu. Aku bahagia dan sangat bahagia mendengar kabar ini. Apa ini sengaja kau siapkan? ini adalah kejutan yang sangat manis istriku." Ivander mencium puncak kepala istrinya dan kembali memeluk erat tubuh istrinya.


"Sekarang, kau harus lebih menjaga kesehatanmu. Ada dua nyawa di dalam rahimmu sayang. Apakah yang sering kau ucapkan bawaan adalah ini? " Kata Ivander menatap sayang kepada istrinya.


Joevanka mengangguk dan tersenyum.


"Apakah keinginanmu bercinta pagi hari efek dari bawaan ini juga?" Tanya Ivander tersenyum menggoda Joevanka.


Joevanka mengangguk sambil menjepit bibirnya lebih dalam. Wajahnya merah merona.


"Kau bisa memintanya setiap hari sayang, agar anak kita bisa mengenal daddy nya lebih dekat."


"HAHAHAHA." Joevanka tertawa renyah.


"Bukankah begitu sayang?" Ivander menaikkan alisnya lebih tinggi.


Joevanka kembali tertawa, sungguh perkataan suaminya begitu menggelitik hatinya.


Ivander mencubit lembut bagian hidung istrinya. " Sekarang aku juga mempunyai kejutan untukmu. Sekarang ikut aku!" Kata Ivander memasukkan jari-jarinya ke Jari-jari tangan Joevanka.


"Kita mau kemana sayang?" Tanya Joevanka penasaran.


"Nanti kau akan tau sendiri." kata Ivander tersenyum. Mereka langsung masuk ke dalam mobil dan menuju tempat lokasi.


Dalam perjalanan Ivander terus memegang tangan istrinya. Menciumnya berulangkali.


"Apa kau tidak merasa mual?" tanya Ivander.


"Sejauh ini tidak, aku makan seperti biasanya."


"Anak kita kuat sayang, tidak menyusahkan mommynya."


Joevanka mengangguk dan tersenyum lagi. Matanya memicing ketika Ivander membawa mobilnya ke tempat yang tidak asing untuknya.


"Inikan Perkebunan strawberry sayang?"


"Ehmmmm."


"Buat apa kita ke sini?" Joevanka memandang suaminya.


Ivander tidak menjawab. Ia memarkir mobilnya dan turun lebih dulu. Dia membuka pintu untuk istrinya.


"Sayang, buat apa kita ke sini?" Tanya Joevanka kembali.

__ADS_1


"Bukankah kau menginginkan perkebunan strawberry sayang?" kata Ivander tersenyum hangat.


Seorang lelaki datang menghampiri mereka dan memberikan amplop coklat tanda kepemilikan perkebunan yang sah.


"Semua sudah beres pak?" tanya Ivander.


"Sudah tuan, perpindahan nama juga sudah tuan. Kita hanya melakukan tanda tangan dari nyonya Joevanka."


"Perkenalkan sayang, beliau pak Lois. Beliau yang akan mengurus dan mengelola perkebunan ini. Kebun ini sekarang atas namamu. Luas perkebunan ada berapa hektar pak?" Tanya Ivander.


"Ada 6 hektar tuan."


Ivander mengangguk. "6 hektar saya rasa cukup."


"Saya sudah mempekerjakan 40 orang untuk mengurus perkebunan ini tuan."


"Oh, ya.. apa tidak kurang?"


"Saya rasa cukup tuan."


"Terima kasih, anda bisa kembali bekerja! " Kata Ivander tersenyum dan menerima amplop coklat yang isinya sertifikat hak milik itu.


"Baik tuan, kalau begitu saya permisi." Kata lelaki itu pamit undur diri.


Wajah joevanka yang sedari tadi hanya bisa terlihat bingung dan terus mencerna perkataan suaminya dan pria paruh baya itu. Apakah ini mimpi, halusinasi atau bagaimana, ia benar-benar tidak tahu. Ia masih belum bisa mengembalikan kesadarannya.


"Sayang?" Panggil Ivander lembut.


Joevanka menunduk, bahunya bergetar. Kini ia sudah mengerti. Ternyata diam-diam suaminya juga sudah mempersiapkan kejutan untuknya. Impian daddy dan mommy memiliki perkebunan yang luas. Namun kenyataannya pahit auntie Melisa menjual semuanya. Bahkan rumah tempat ia dibesarkan di jual tanpa sisa.


Joevanka mengangkat wajahnya, matanya berair, berkaca-kaca dengan tatapan nanar. Joevanka menjepit bibirnya erat. Menarik napas lalu berkata.


"Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi sayang, aku...aku...aku hanya...hanya..tak bisa menggambarkan... bagaimana perasaanku saat ini." Ucap Joevanka mengatur napasnya yang tidak stabil. berusaha mengatur ucapannya dengan desahan-desahan kecil yang keluar dari mulutnya karena menahan tangis.


"Hei...sayang aku hanya ingin membuatmu bahagia. Maafkan aku jika seperti ini jadinya. Jangan menangis sayang. Ehmmm.."


"Kenapa minta maaf suamiku. Aku hanya benar-benar bahagia sampai harus menangis." ucapnya Joevanka lagi.


Ivander mendekat dan memeluk istrinya, ia memegang belakang kepala Joevanka dan menciumnya berulang kali. Ia menarik napasnya. "Vanka, istriku yang cantik. Ini tidak seberapa sayang dibanding kejutan yang kau berikan. Aku begitu bahagia mendengar kabar jika kita akan memiliki anak kembar. Sekarang sudah jelas, aku ingin selalu membahagiakanmu dan aku ingin kau selalu tersenyum. Karena aku mencintaimu. Sangat mencintaimu. Tidak ada alasan lain, aku tidak ingin kau menangis."


"Kau membuatku bahagia, sampai aku harus menangis. Apa tidak itu tidak boleh juga?"


Ivander menarik sudut bibirnya dan tersenyum. "Kalau itu tentu saja boleh sayangku."


Joevanka memeluk suaminya, menyandarkan kepalanya dengan hangat dalam dekapan suaminya itu. Ia juga bahagia dengan kejutan yang diberikan Ivander. Air matanya masih meleleh membasahi pipinya.


Ivander melepaskan pelukannya dan menatap Joevanka. Ia menangkup pipi joevanka dengan tangan hangatnya. "Tersenyum lah sayang. Aku mencintaimu lebih dari apapun yang ada di dunia ini."


Joevanka kembali menangis dan ia berusaha bernapas meski sesenggukan. Ia tidak menduga cinta Ivander begitu besar untuknya.


"Kau akan menjadi ibu dari anak-anakku. Keluarga yang ku impikan sayang. Mempunyai anak banyak untuk mengisi keceriaan di dalam rumah kita. Rasa cintaku semakin besar untukmu. Aku ingin kita selalu bersama-sama. Sesuai sumpah kita dihadapan Tuhan. Bahkan jika rambutmu sudah berubah putih. Saat kau tidak bisa mengenali ku. Aku akan tetap mencintaimu. Kau tau itu sayang?" kata Ivander melihat istrinya dengan lekat.


Joevanka semakin menangis, ia menatap suaminya. Ia begitu bahagia dan sangat bahagia. Ia merasa sangat dihargai. Ivander... suaminya itu, kekasih hatinya. Yang terus memberikan cinta untuknya. Dia akan selalu ada, apapun yang terjadi kepada Joevanka. Cinta ini akan selalu menguatkan mereka. Joevanka menunduk "Tetap lah seperti ini sayang." Ucapnya dalam suara terendahnya. Hampir saja Ivander tidak mendengarnya.


Ivander tersenyum dan mengambil dagu istrinya agar melihat ke arahnya. Ia gemas melihat istrinya saat ini. Ivander lalu menciumnya. Ia tidak perduli jika orang melihat mereka. Dia hanya ingin agar istrinya tidak menangis lagi. Ivander mlumat bibir lembut milik Joevanka. Ia tersenyum, ketika ciumannya berhasil menghentikan tangisan istrinya. Tangannya turun begitu lembut membelai rambut istrinya itu. Tangannya yang lain turun untuk memeluk pinggang istrinya semakin mendekat. Hingga membawa ke dalam situasi yang damai. Joevanka mendongak dan membalas ciuman dari Ivander. Tapi membiarkan suaminya tetap memimpin. Membiarkan Ivander menarik dan mlumat bibirnya dengan lembut. Benar-benar ciuman yang selalu disukai Joevanka. Ciuman yang mampu menenangkan dan mendamaikannya.


Ivander melepaskan tautannya dan tersenyum memandang istrinya. Joevanka hanya bisa menjatuhkan kepalanya di dada suaminya. Ivander tertawa dan memeluk istrinya kembali.


"Aku sangat mencintaimu JOEVANKA MARK, ISTRIKU, SAYANGKU DAN PUJAAN HATIKU."


Joevanka semakin mengeratkan pelukannya. "Aku juga mencintaimu sayang." Balasnya tersenyum.


"Setiap hari, setiap saat dan setiap detik aku akan terus MEMBISIKKAN CINTA untukmu."


Joevanka mengangguk. "Aku juga tidak akan bosan mendengar BISIKAN CINTA darimu suamiku." kata Joevanka tersenyum haru.


"Itu harus sayang..." Kata Ivander tersenyum bahagia." Sekarang kita pulang."


Joevanka mengangguk dan membalas senyuman suaminya. Dalam hati ia terus berucap. Ia sangat bersyukur. Terima kasih Tuhan, terima kasih.


"Mencintaimu adalah hal yang aku syukuri di dalam hidupku. Aku kuat untuk menjalaninya dengan bermodalkan cinta sucimu, suamiku ! Engkau memasuki hatiku dan menjadikanku seorang wanita yang bahagia. Engkau adalah suamiku yang memberi arti pada hari-hariku. Engkau memiliki kekuatan untuk mengubah kesedihan menjadi kebahagiaan. Sampai kapankah aku akan mencintaimu? Aku mencintaimu sampai aku mati. Dan jika ada kehidupan setelah itu, aku juga akan mencintaimu."


Sejatinya hidup itu adalah sebuah perjalanan, kita bergerak dari waktu ke waktu dan dari masa ke masa. Maka jika hidup itu adalah sebuah perjalanan yang banyak liku-liku dan kita siap melaluinya.


Cinta sejati adalah memberi, mengasihi, memahami, dan bukan meminta. Secara otomatis, ketika kita mencintai dan memberi cinta kepada seseorang yang kita cintai, hidup kita akan lebih bermakna.


WHISPER OF LOVE TAMAT


Terima kasih kepada my Readers yang masih setia membaca Whisper of love.


Cerita Whisper of love aku selesaikan sampai disini dan akan lanjut Whisper of season 2 menceritakan tentang Ivannia, Gavin dan Halbret. Kisah Ivander dan Joevanka juga masih ada kok Whisper of love season 2. Tetap ikuti ya sayang sayangku šŸ¤—


šŸ‘‰ Whisper of love 2 sudah up date ya, silahkan langsung dibaca klik saja profilku berikan like dan komentarmu šŸ‘ˆ


Tanpa kalian aku gak ada apa-apanya. Yang baik hati kasih Vote Love Love buat kalian ya 😭 yang rajin kasih komentar dan memberikan jempol kalian, sumpah saya jadi lebih bersemangat lagi šŸ¤—


šŸ‘‰ Jangan lupa mampir ke ceritaku RETALIATION šŸ‘ˆ


__ADS_1


__ADS_2