WHISPER OF LOVE

WHISPER OF LOVE
Mencari tahu


__ADS_3

💌 Whisper of love 💌


 


🍀 HAPPY READING 🍀


.


.


Ivander menggunakan coat mantel berukuran panjang dengan bahan tebal dan padat untuk membuat tubuhnya hangat dan nyaman ia gunakan. Karena di London saat ini dingin dan bersalju. Setelah mendapat izin dari daddy dan mommy, Ivander berangkat menggunakan taxi menuju Airport. Ia berjalan santai dan tidak terburu-buru memasuki Airport.


Ivander berdiri mengantri dengan mengenakan kacamata hitam di pemeriksaan pintu keberangkatan.


Setelah melalui tahap itu, Ivander tidak memasukkan kopernya kedalam bagasi. ia akan memasukkannya kedalam kabin pesawat. Karena, Ia tidak mau menunggu lama jika sudah mendarat di London.


Ivander melangkahkan kakinya masuk menuju pesawat. Ia duduk di kelas bisnis. Baru ini ia melakukan penerbangan jauh. Ivander menarik napasnya dalam dalam. Semoga pertemuannya dengan Joevanka bisa berjalan mulus.


Ivander ingin meminta maaf secara langsung dan mengatakan perasaannya yang sebenarnya.


Ivander memejamkan matanya ketika pesawat lepas landas dan bergerak di atas permukaan, menjadi terbang di udara.


Setelah penerbangan yang cukup panjang kurang lebih selama dua belas jam. Akhirnya Ivander tiba dengan selamat.


Pesawat Boeing xx melakukan pendaratan di Bandar Udara Heathrow London.


Ivander menghembuskan napas panjang lewat mulutnya. Ada rasa lega ketika penerbangan aman dan ia sudah tiba di London.


Ivander berjalan melalui pintu pesawat, ia berjalan santai dan mengedarkan pandangannya. Udara dingin langsung menembus kulitnya. Salju langsung turun menyambutnya. Ivander tersenyum, ia melangkah dengan semangat.


Karena penerbangan luar negeri. Ivander harus melalui proses pemeriksaan imigrasi. Setelah memberikan pasport dan dari form imigrasi yang di isinya dari pesawat tadi. Ivander langsung keluar dari pintu kedatangan dan mendorong kopernya.


" Permisi Tuan.."


Ivander berpaling ke arah orang yang memanggilnya. " Hmmmm, ya? "


" Saya utusan dari Tuan Orlando, apakah benar, anda Tuan Ivander Donisius ?" tanya pria itu dengan sopan.


" Ya, benar saya. " Jawab Ivander dengan wajah berkerut.


" Perkenalkan nama saya Aiden tuan. " Ia mengulurkan tangannya menjabat tangan Ivander. " Selama anda disini, saya yang akan menjadi supir anda dan siap mengantar anda ke mana pun. Senang bertemu dengan anda tuan! " Kata Aiden membungkukkan badannya untuk memberi hormat, ia tersenyum ramah.


" Terima kasih..." jawab Ivander singkat.


" Silahkan ikut saya Tuan, saya akan mengantar anda langsung ke hotel. "


" Maaf pak, bisakah anda langsung antar saya ke alamat ini. " Ivander memberikan kertas berisi alamat Joevanka yang diberikan daddynya.


Aiden menerima kertas itu, ia tersenyum mengangguk. " Dengan senang hati tuan, kita bisa langsung kesana. "


" Terima kasih pak. "


" Sama sama tuan. " Sahut Aiden dengan senyum ramahnya.


Ivander berjalan mengikuti pria itu dan mereka melangkah meninggalkan bandara dan menuju mobil yang akan membawanya langsung menuju rumah Joevanka.


" Apakah anda baru pertama kali ke London tuan? " Tanya Aiden setelah meninggalkan Airport.


" Ya,saya baru pertama kali kesini. Beruntung saya dipertemukan dengan anda pak. "


" Tuan Orlando sangat mengenal tuan Aaron. Ketika anda kesini, tuan Aaron langsung menghubungi tuan Orlando, beliau langsung memerintahkan saya untuk menjalankan tugas untuk membawa anda kemanapun anda mau tuan. Selamat datang di kota London Tuan. "


" Terima kasih atas kesediaannya pak. " Ivander tersenyum lebar.


" Jangan sungkan-sungkan jika ingin memerlukan bantuan saya tuan ." Aiden mengingatkan.


Ivander hanya tersenyum menganggukkan kepalanya. " Terima kasih pak. "

__ADS_1


Tidak ada pembicaraan lagi, Ivander hanya bisa diam menikmati perjalanannya. Terlihat jembatan bentuknya melengkung dengan latar belakang bangunan tinggi khas London. Ivander juga dapat melihat sungai Thames yang menarik. Pagi hari yang begitu dingin membuat pejalan kaki memeluk dirinya, namun mereka tetap semangat menjalankan aktifitas nya.


" Apa kabarmu Joevanka? " Ivander tersenyum sendiri ketika pertanyaan itu terlintas di pikirannya.


Ivander menikmati suasana pagi yang berbeda di sambut dengan hujan salju. Ia menarik napasnya dalam dalam, hatinya bergetar mengingat bagaimana pertemuannya nanti dengan Joevanka. Ia sampai memejamkan matanya, merasakan debaran debaran yang tercipta dari detak jantungnya.


" Kita sudah sampai tuan. " Kata Aiden menatapnya dari kaca spion. Ivander membuka matanya. Melihat rumah sederhana yang ditempati Joevanka.


" Apakah ini tempatnya pak? "


" Benar tuan, kita sudah sampai di depan rumah sesuai dengan alamat yang anda berikan. " Saya akan menunggu anda di sini Tuan. "


" Baiklah, saya turun pak. "


Ivander keluar dari mobil dan berjalan memasuki halaman rumah yang tidak memiliki pagar.


" Permisi...Permisi...." Ivander berulang kali mengetuk pintu. Tidak ada sahutan. Rumah nampak sepi, seperti tidak berpenghuni.


" Anda mencari Joevanka Tuan...? " tanya wanita itu dari atas, tepat sebelah rumah Joevanka.


Ivander mendongak keatas dan melihat orang yang memanggilnya.


" Ya, saya mencari Joevanka. Apa benar ini rumah Joevanka bu? " kata Ivander menatap ke atas.


" Ya benar, tapi Joevanka sudah tiga bulan tidak tinggal disini lagi. Dia pergi setelah rumah ini di jual untuk membayar utang auntie nya. "


" Bisakah saya tahu kemana dia pindah bu? "


" Kami tidak tahu tuan, yang saya tahu dia mendapat panggilan kerja diluar negeri. "


" Apa? " Ivander sangat terkejut. " Bisakah saya tahu dimana tempatnya bu? "


" Saya kurang tahu tuan, saya jarang bertemu dengan Joevanka, karena dia sendiri sibuk mengikuti pelatihan khusus untuk masuk perusahaan besar."


" Terima kasih bu..." Kata Ivander menunduk lesu.


Hari ke hari. Selama satu minggu Ivander untuk mencari tahu keberadaan joevanka, hasilnya tetap sama.


Ivander belum bisa berdamai dengan keadaan, dengan takdir yang tak bisa ia lukis.


Seiring berjalannya waktu semua itu menjauh perlahan. Semakin jauh cahaya nya semakin menghilang. Kini Ivander sadar bahwa Ia belum ditakdirkan bertemu dengan Joevanka. Ia hanya berharap waktu yang akan mempertemukan mereka kembali. Ivander kembali dengan kepasrahan hati.


FLASHBACK OFF


⭐⭐⭐⭐⭐


Setelah kembali dari Australia, Ivander kembali ke kediaman Donisius ingin menemui daddynya. Ia ingin mencari tahu apa yang terjadi pada Joevanka sebenarnya.


Ivander berulang kali mengatur napasnya. Rasa sesak yang menghimpit dadanya kembali lagi.


Aaron dan Anastasia berjalan menuju ruang Keluarga dan melihat Ivander sedang duduk di sana.


" My son, kamu datang sayang? " Anastasia memeluk putranya dan duduk disamping Ivander. Begitu juga Aaron duduk menghadap anaknya.


" Kapan kembali Mom? "


" Dua hari yang lalu, adikmu bilang kamu pergi untuk melakukan perjalanan bisnis ke Australia. "


" Ehmmmm..." Ivander hanya menjawab dengan gumaman.


" Bagaimana kunjungan kerjamu di London my son ? " Aaron bertanya sambil menyeruput kopinya, Ia menatap Ivander.


" Semuanya berantakan daddy." Ivander menjawab tanpa ekspresi.


Aaron dan Anastasia saling berpandangan. Mereka sama sama mengerutkan keningnya, menatap Ivander dengan penuh tanda tanya.


" Apa yang terjadi? "

__ADS_1


" Aku bertemu Joevanka disana dad. " Ivander menatap daddynya dengan serius.


" Joevanka? " Anastasia terkejut dan menatap Aaron. " Sayang, bukankah Joevanka ada di London ? "


" Kau bertemu dengannya my son? " Aaron sedikit terkejut.


" Apa yang terjadi sayang, bukan kah dia tidak mau menerima tawaranmu? " Anastasia bertanya.


" Joevanka menerima tawaran pekerjaan di Australia atas nama Gavin. Walau sesungguhnya itu semua usul dari daddy, Karena jika aku yang memberikan tawaran itu Joevanka tidak akan mau menerimanya. Aku sendiri tidak mau jika Joevanka masih berada di London, ternyata Melisa hanya dapat hukuman 5 tahun penjara, aku berusaha agar Joevanka bersedia menerima pekerjaan itu atas nama Gavin. "


" Apa yang terjadi dad, kenapa Joevanka berubah bahkan dia tidak mengenaliku? " Ivander sudah meninggikan suaranya.


Aaron dan Anastasia menarik napasnya. Melihat kemarahan Ivander.


" Joevanka hilang ingatan semenjak ia mendapat tembakan, dan pelakunya adalah auntie nya sendiri. "


" Apa???" Ivander sangat terkejut mendengar perkataannya daddynya.


" Ya benar sayang.." Anastasia menimpali.


Lagi lagi Aaron hanya bisa menarik napasnya, sedikit berat, sampai sekarang mereka masih merasa bersalah atas kejadian itu. Aaron kembali mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu.


" Joevanka mendapat tembakan untuk menyelamatkan mommymu. " kata Aaron.


Ekspresi wajah Ivander menegang dan napasnya terdengar naik turun. Ia menatap daddy. Ia berusaha mencerna setiap perkataan daddynya.


" Daddy dan mommy pergi ke London untuk menyelamatkan Joevanka, karena auntienya ingin menjualnya . "


Ivander hanya bisa mengusap wajahnya dengan kasar, deru napasnya semakin tidak beraturan.


" Kenapa dia tidak mengingatku daddy? Apa karena penembakan itu? "


" Joevanka mendapat tembakan di bagian punggung sebelah kanan, kami langsung membawa Joevanka ke rumah sakit dan dokter langsung mengambil tindakan operasi. Awalnya Joevanka masih terlihat baik baik saja. Dokter menyatakan operasinya berjalan dengan baik dan joevanka sadar. Namun di hari kedua Joevanka panas tinggi melebihi derajat orang dewasa sampai ia mendapat kejang yang hebat dan itu berlangsung cukup lama." Sesaat Aaron terdiam, ia berusaha tenang.


Ekspresi wajah Ivander tiba tiba berubah, Ia menegang dan terlihat pucat, Ivander menghembuskan napasnya secara tidak beraturan. Tatapannya kosong. Ia seperti orang bodoh saat ini.


" Saat sadar dari kejang dan melihat sekitar, ia tidak mengingat siapa siapa. Bahkan dirinya sendiri ia tidak tahu my son. Pemeriksaan dokter menghasilkan Joevanka mengidap amnesia akibat epilepsi. Epilepsi dapat terjadi sebagai akibat dari cedera otak yang pernah dialaminya dan ternyata dampak itu ada ketika Joevanka koma. Takut jika Joevanka mengalami itu kembali dan bisa berakibat fatal. " Jelas Aaron.


Ivander bertambah sulit bernapas, ia menelan Salivanya begitu susah.


Sementara Mata Anastasia berkaca kaca. Ia melanjutkan perkataan suaminya.


" Joevanka sangat ketakutan pada saat itu sayang. Karena semua orang asing baginya. Ia tidak tahu namanya sendiri. Setelah pulang dari rumah sakit, Joevanka mulai berjuang untuk mengembalikan ingatannya. Namun, semakin Joevanka berusaha untuk mengingat, Ia justru mengingat lelaki yang menyakitinya sayang. tapi ia tidak tahu namanya siapa. Ingatan akan kejadian terakhir kali, kembali datang dalam otaknya dan membuatnya menangis dan Joevanka semakin membencinya. Joevanka akhirnya memutuskan untuk tidak mengingat masa lalu nya sayang. Ia ingin melupakan kenangan yang menyedihkan hatinya. Dia ingin membuka lembaran baru dalam kehidupannya dan melupakan kesedihannya. " kata Anastasia berhasil menjatuhkan air matanya. Walau ia tahu kata katanya sangat menyakiti Ivander.


Aaahhhhhhhhh Ivander bangkit dan air matanya terjatuh. Ia mengusap wajahnya dengan kasar. Napasnya semakin tidak stabil. Sesak dan sesak hanya itu yang ia rasakan. Ia berbalik dan tidak ingin daddy dan mommy nya melihatnya menangis. Hatinya sakit, begitu sakit saat ini. Ivander berkacak pinggang, mencerna semua perkataan daddynya.


" Daddy mengatakan semua alasan itu, agar Joevanka bisa tenang my son. Kami tidak ingin memaksakan nya. Karena Joevanka sendiri tidak ingin mengingat masa lalunya lagi."


Ivander hanya diam, Ia tidak menjawab. Ia berjalan gontai menuju kamarnya. Sementara Aaron dan Anastasia hanya bisa saling berpandangan, sedih pasti. Tapi tidak bisa melakukan apa apa.


Saat ini hati ivander begitu sesak, hampa seperti ada lubang besar yang tiba tiba terbuka dalam hatinya. Ivander hanya butuh ketenangan. Berjuang kembali untuk mendapatkan cinta Joevanka. Ini adalah pilihan terbaik.


.


.


BERSAMBUNG


.


.


💌BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU💌


💌 BERIKAN VOTEMU 💌


💌 BERIKAN BINTANGMU💌

__ADS_1


__ADS_2