WHISPER OF LOVE

WHISPER OF LOVE
Tidak ingin mengingat.


__ADS_3

💌 Whisper of love 💌


 


🍀 HAPPY READING 🍀


.


.


" Setelah aku menunggu lama, kau mengalihkan tugasmu kepada Halbret. Kau wanita tidak layak dikasihani. " Kata Jasmine tersenyum menyeringai. Matanya yang tajam, siap menghunus jantung Joevanka.


Joevanka terbelalak, melihat dirinya sampai kebawah. Bajunya basah terkena minuman Es Teh Lemon Mint Jahe yang di beli nya tadi.


" Salam perkenalan buatmu sekretaris Direktur. " Sinis Jasmine tersenyum kecut.


Joevanka mengangkat wajahnya dan menatap tajam kepada Jasmine. " Apa yang anda lakukan ibu Jasmine? " napas Joevanka nampak tersengal menahan emosi. Suaranya sedikit bergetar. Ia merasakan air es yang yang mengalir ke tubuhnya.


" Kau tidak lihat, aku memberimu pelajaran. " Ucap Jasmine mencondongkan tubuhnya, berbisik kepada Joevanka sambil melipat kedua tangannya.


" Dasar brengsek..." Joevanka keluar dari kursinya dan langsung mendorong tubuh Jasmine.


Jasmine kaget, tubuhnya terhuyung mundur kebelakang. Ia tersenyum sinis melihat Joevanka.


" Aku sudah duga dari awal kau menjadi sekretaris direktur tidak sesuai prosedur perusahaan. Terlihat dari sikapmu yang tidak ada etika sama sekali. "


" Apa? kau mengatakan aku gak ada etika? " Joevanka menunjuk ke hidungnya. " Anda yang harusnya ngaca ke diri anda sendiri. Kau berani membangunkan singa tidur. Kau yang harusnya dikasih pelajaran. " Joevanka bahkan berteriak dengan Jasmine. Ia bahkan mencengkeram tangan Jasmine dengan kuat.


" Aku akan akan bilang ke Ivander, untuk memecatmu hari ini juga. " kata Jasmine tersenyum miring. Nada suara di dalam kalimat Jasmine begitu kental.


" Oh ya, silahkan saja, aku akan dengan senang hati pergi dari sini. Aku ingin lihat bagaimana caramu mengatakan kepada pak direktur. Apa kau akan bersujud didepan kakinya atau menyembah dengan cara merendahkan dirimu itu. " Kata Joevanka menyeringai tajam, ia mendongak keatas dan menatap Jasmine dengan sinis dan terus berkata.


" Aku yakin direktur tidak akan membiarkanku pergi. Lihat saja, dia akan menahan agar aku tetap di sini. Kau tau itu? " Sengit Joevanka menaikkan sisi bibirnya naik keatas. Tapi matanya menunjukkan kemarahan yang siap mematikan Jasmine.


" Sombong sekali kau, dasar wanita rendahan. Aku yang akan memecatmu wanita gila. " Jasmine mendorong tubuh joevanka sampai mengenai meja Halbret.


Hahahaha Joevanka tertawa. " Kalian memang berkuasa dan semaunya. Aku ingin buktikan sekarang. Ayo pecat sekarang juga. Aku akan dengan senang hati pergi dari sini. " Tantang Joevanka tidak mau kalah.


Mendengar suara ribut, Ivander keluar dari ruangannya dan melihat Jasmine dan Joevanka bertengkar.


" Ada apa ini? " Ivander keluar dari ruangannya.


" Ayo, silahkan...katakan pada pak direktur untuk memecatku. Aku akan dengan senang hati keluar dari perusahaan ini.." Joevanka mengulangi kalimatnya dan menatap sinis ke arah Ivander.

__ADS_1


" Apa yang terjadi Vanka, kenapa kau berantakan seperti ini? " Ivander melangkah panjang mendekati Joevanka dan menyentuh rambut dan memeriksa keadaannya. " Apa ini? " Ivander menyentuh rambut Joevanka.


" Dan apa maksudmu mengatakan pecat Vanka? " kata Ivander bingung, Ia menyelipkan rambut Joevanka yang basah.


Joevanka menepis tangan Ivander dengan kasar.


" Jangan sentuh aku..." Joevanka menatap Ivander dengan tajam.


" Apa yang terjadi Jasmine? " Ivander menatap Jasmine, meminta penjelasan dari wanita itu.


" Tanya sendiri sekretaris brengsek mu itu. "


" Apa? kau mengataiku brengsek? " emosi Joevanka tersulut kembali. Ia mendekat dan mencengkram baju Jasmine dan mendorongnya sampai terjatuh.


" Hentikan Vanka, apa yang kau lakukan? " Ivander menarik tangan Joevanka.


" Bapak tidak bisa lihat, aku basah ini karena siapa? " teriak Joevanka, menepis tangan Ivander dengan kuat karena berusaha menghalanginya.


Joevanka kembali menjambak rambut Jasmine dengan waktu yang lama.


" AHHHHHHH. " Jasmine ikut menarik rambut Joevanka juga. Kepala keduanya saling beradu, tak menyisakan jarak di antara tubuh mereka.


" Vanka, sudah hentikan..." Ivander mencegah tangan Joevanka. Namun diluar dugaan kekuatan wanita marah tiada tandingnya dengan kekuatan ivander. Tidak ada pilihan lain, Ivander dengan cepat memeluk Joevanka dari belakang. Berusaha memisahkan mereka.


Joevanka berhasil menggigit tangan Ivander.


" AAARGGHH..." Ivander meringis kesakitan. Tangannya berdarah terkena gigitan Joevanka.


Joevanka melangkah panjang dan kembali menghajar Jasmine.


" Apa katamu? " Joevanka kembali menarik kerah baju Jasmine. " Semua menghinaku, dan mengatakan aku wanita yang tidak tahu diri. Kau.. kau...baru mengenal aku, sudah berani mengatakan aku brengsek, aku dilahirkan dari wanita baik baik. Biar kau tahu itu wanita sialan !!!!! " Joevanka berteriak histeris. Joevanka meluapkan segala emosi yang ada di dadanya.


Ia bertambah marah, tangan yang konsisten saling menarik rambut Jasmine, kini kaki keduanya terlihat menendang-nendang udara untuk menyakiti lawan sekalian membuat jarak. Keduanya mengeluarkan erangan erangan kesakitan. Joevanka bahkan semakin kuat untuk menghindar ketika Jasmine menendang kakinya.


" Apa yang kau tunggu Halbret pegang Jasmine. " Ivander menggeram karena Halbret tidak ada usaha untuk memisahkan mereka. Ivander memeluk Joevanka dari belakang. Ia langsung mengangkat tubuh kecil Joevanka masuk ke dalam ruangannya. Dan langsung mengunci pintu. Kuncinya langsung ia masukkan kedalam kantong celananya. Takut jika Joevanka kabur dan mengejar Jasmine.


Sementara Jasmine sudah diamankan Halbret untuk meninggalkan kantor. Ia mendapat perintah dari pak direktur agar segera membawa Jasmine pergi.


⭐⭐⭐⭐⭐


Ivander membiarkan Joevanka menangis. Ia sampai menutup matanya dengan kedua tangannya. Joevanka menangisi semuanya. Entah mengapa ia begitu sedih ketika dikatakan wanita brengsek. Bahu Joevanka sampai bergetar Ia terus menunduk dan memejamkan matanya. Ia bahkan tidak membiarkan Ivander menyentuh pundaknya. Bahkan bagian HRD membeli baju untuknya. Agar Joevanka menyalin pakaiannya, ia bergeming. Joevanka semakin menangis tersedu-sedu perasannya benar benar sedih. Semua orang terlalu merendahkannya bahkan mereka semaunya mengatur kehidupan Joevanka.


" Vanka duduklah! Sudah lumayan lama kamu menangis. " Kata ivander dengan lembut. Joevanka masih berdiri membelakangi Ivander yang duduk di sofa. Joevanka bahkan tidak mau duduk ketika Ivander menuntunnya. Ivander melihat tangannya, bekas gigitan Joevanka lumayan juga.

__ADS_1


" Vanka..Lihat tanganku. Terluka karena gigitamu. Apa kau tidak mau mengobatinya? "


Joevanka memutar tubuhnya dan menatap ivander dengan tajam, Ia menarik napas dengan emosi hingga mulutnya terbuka. Dadanya terlihat naik turun karena napas yang tidak beraturan. Ia mengepalkan tangannya dengan kuat. Seakan siap menghabisi Ivander saat ini. Dan kembali memunggungi Ivander. Lelaki ini adalah salah satu yang paling semaunya atas kehidupannya. Ia kesal pada semua orang. Kesal pada dirinya sendiri yang terlalu direndahkan semua orang. Mata Joevanka kembali berkaca kaca, air bening menetes di pipinya.


" Vanka? Kau tidak mau cerita denganku? " Ivander berjalan ke arah Joevanka yang terdiam mematung. Ivander memegang pergelangan tangan Joevanka dari belakang agar Joevanka berbalik kepadanya.


" Lepaskan tanganku! " Joevanka tidak mau memandang Ivander.


" Maafkan atas tindakan Jasmine. Ia mungkin marah karena minuman yang dipesannya tidak datang Vanka. "


Napas Joevanka sesenggukan, matanya kembali berkaca kaca. Ia terlihat menarik satu satu napasnya. Emosi nya saat ini siap meledak kembali.


" Apa anda sekarang membela nya pak ? Selama beberapa hari ini aku berusaha menahan sikap dari Jasmine rekan kerja anda itu. Ia selalu merendahkan aku dan kali ini dia sengaja memintaku untuk membuatkan Es Teh Lemon Mint Jahe. Karena hanya cafe xx yang mempunyai minuman itu. Hanya karena...hanya...karena aku terlambat membawa minumannya, ia keluar dari kantor anda dan menyiram minuman itu. Sekarang ia bahkan mengatakan aku brengsek." Terdengar desahan desahan kecil keluar dari mulut Joevanka karena menahan tangis.


" Aku muak berada di sini. Lepaskan aku, biarkan aku pergi, pecat aku...Aku tidak ingin berada di sini lagi. Aku bahkan tidak ingin satu ruangan bersama pak direktur lagi. "


Ivander menatap Joevanka dengan lekat. Karena tidak tahan lagi. Ia langsung menarik tangan Joevanka dan memeluknya. Menarik tubuh Joevanka kedalam dekapannya yang hangat.


" Maafkan aku Vanka jika kau tertekan berada di dekatku. Aku melakukan itu karena hanya ingin kau tetap berada di sisiku. Aku hanya ingin ingatanmu kembali perlahan-lahan. Tanpa melukaimu. Aku tidak ingin memaksamu untuk secepatnya mengingatku. Tapi ingat, aku akan tetap mencintaimu. Seberapa pun jauhnya kau melangkah pergi menjauh dariku, aku akan mengejar mu sampai ke ujung dunia sekalipun. Akan aku gapai, karena aku takkan pernah mampu kehilanganmu. Aku tidak akan menggantikanmu dihatiku. Tidak akan Vanka. Aku mencintaimu dan sangat mencintaimu. " ucap Ivander mengeratkan pelukannya. Ia mencurahkan isi hatinya agar Joevanka tahu.


Joevanka mendorong tubuh Ivander dengan kuat hingga pelukannya terlepas.


" Ingatan apa maksud anda pak direktur? Aku sudah pernah mengatakan jika aku mempunyai kenangan, aku bahkan tidak ingin mengingat masa laluku itu apalagi jika itu berhubungan dengan anda. Jika itu terjadi aku bahkan tidak menginzinkan kenangan buruk itu kembali. Aku akan tolak sekuat yang aku punya. Anda paham! Jadi jangan pernah mengatakan anda seolah-olah sangat mencintaiku sebelumnya. " Sengit Joevanka dengan sinis.


Joevanka membalikan tubuhnya dan setengah berlari keluar pintu. Ivander hanya bisa membuang napasnya dengan kasar. Melihat kepergian Joevanka.


" Aku meminta maaf untuk semuanya , Aku akan tetap berada disampingmu. Walau aku tau dari pancaran sinar matamu yang tak bisa berdusta bahwa rasa sakitmu masih ada Vanka. Hingga kau tidak ingin mengingatku.


Waktu, hanya butuh waktu, untuk memenangkan kembali cintamu. Aku akan mengembalikan cintamu suatu hari nanti. "


.


.


BERSAMBUNG


.


.


💌BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU💌


💌 BERIKAN VOTEMU 💌

__ADS_1


💌 BERIKAN BINTANGMU💌


__ADS_2