WHISPER OF LOVE

WHISPER OF LOVE
Acara pertunangan Alea.


__ADS_3

πŸ’Œ Whisper of love πŸ’Œ


Β 


πŸ€ HAPPY READING πŸ€


.


.


Pertunangan menjadi momen penting dalam perjalanan hidup Alea, selangkah menuju hari istimewa saat Tuhan mempertemukan mereka di pelaminan bersama pujaan hatinya Ferdinand.


" Selamat sayang mommy..." ucap Felin memeluk putrinya dengan sayang.


" Terima kasih mom. Daddy dimana ? "


" Ferdinand beserta rombongan sudah sampai di hotel jadi daddy menunggu di depan ballroom. Bagaimana kalau kita langsung ke sana? Tamu sudah mulai datang sayang.


Alea mengangguk sambil tersenyum. Ivannia tersenyum memeluk tangan Alea memasuki ballroom tempat di mana acara pertunangan di mulai. Undangan sebanyak 150 sudah memenuhi ruangan. Mempelai lelaki sudah memasuki tempat acara pertunangan.


Perjalanan kasih yang dilalui Alea dan Ferdinand sangat unik, mereka dipertemukan di new York, saat Alea memenuhi undangan seorang desainer terkenal menggantikan mommy nya di saat grandma sakit dan tidak bisa ditinggalkan Felin. Kini mereka memantapkan hati untuk merajut tali cinta yang lebih erat lagi.


Semua tamu undangan datang akan menjadi saksi atas keseriusan mereka merajut tali kasih. Malam ini Alea dan Ferdinand akan melangsungkan acara pertunangan di hotel ternama di kota xx.


Alea dan Ferdinand sebagai bintang di acara malam ini akan terlihat begitu menawan dalam balutan gaun putih bertaburan bunga warna merah muda rancangan desainer papan atas yang khusus di undang Felin langsung dari Paris.


Berdampingan dengan Ferdinand yang tampil dengan gagahnya mengenakan jas berwarna krem di malam yang berbahagia ini.


Sementara itu, tampilan Alea disempurnakan dengan tata rias wajah berkonsep flawless.


Dekorasi pesta sendiri mengusung tema Intimate Flowery yang menggambarkan cinta layaknya penuh bunga-bunga berwarna yang bukan saja indah tapi juga harum. Kecintaan Alea akan bunga pun dituangkan di momen yang istimewa ini. Selain itu para undangan juga bisa ikut merasakan kebahagiaan mereka.


Dengan dimulai dengan dekorasi ber-atmosfer putih berhiaskan bunga-bunga bernuansa pink, peach, putih, dan hijau, kehadiran white peacock, rose pink, baby breaths, hingga anggrek dendrobium yang terangkai indah menghiasi ruangan untuk menciptakan nuansa lembut namun mencerahkan suasana.


Masih dengan nuansa bunga, kue tunangan lima tingkat kreasi Gordon Blue pun hadir dengan warna putih berhias bunga-bunga nan indah yang didesain mengelilingi kue yang terlihat cantik ini.


Acara ini akan menjadi tempat yang menarik bagi para tamu.


Pesta pertunangan telah di mulai dan para tamu undangan sudah mengisi kursi masing-masing. Berapa acara telah terlewati. Sekarang Alea dan Ferdinand dipersilahkan saling bertukar cincin dan memotong kue pertunangan.


SEMENTARA DI SISI LAIN


Ivander dengan posesif memeluk pinggang Joevanka. Mereka berjalan memasuki tempat acara pertunangan Alea. Mereka sedikit terlambat karena Ivander berulang kali meminta Joevanka mengganti Gaun yang baginya tidak cocok digunakan. Ivander tidak ingin Joevanka menggunakan gaun cukup terbuka dan berbelahan dada yang rendah. Ivander menggeleng meminta Joevanka menggantinya.


" Maaf sayang, aku tidak ingin semua mata memandangmu hanya karena baju brengsek ini. "


" Ini sudah baju yang ke delapan sayang, kita bisa terlambat. " Rutuk Joevanka memelas.


Ivander menunjukkan gestur tubuhnya, tetap tidak setuju. " Ganti.. "


" Astaga, jadi aku memakai gaun yang mana lagi? " Joevanka berjalan lesu dan menghembuskan nafas frustasinya.


Sang pelayan hanya bisa tersenyum. Joevanka hanya bisa pasrah meninggalkan Ivander membolak-balik kan majalah bisnisnya.


Baju selanjutnya, Gaunnya terlalu pendek dan memperlihatkan kaki jenjangnya, membuat Joevanka terlihat seksi. Lagi-lagi Ivander tidak setuju.


" Ganti.." Ivander menggeleng dengan cepat.


Ini sudah gaun yang ke sepuluh dan akhirnya, Ivander memilih gaun dress yang motif bunga.


" Sempurna, aku suka yang ini..." Ivander mengerlingkan salah satu matanya dan tersenyum puas pada pilihan terakhirnya.


Joevanka akhirnya menggunakan dress berbahan tulle. Kesan glamour yang tak berlebihan dengan detail embellissement bunga membuat tampilan feminim. Gaun itu memiliki layer di bagian punggung, backless dress yang sangat cocok dengan tubuh ramping Joevanka. Gaun itu benar-benar sesuai dengan tema malam ini. Sementara untuk tatanan rambut, Joevanka membiarkan rambutnya terurai indah.


" Kamu cantik sekali kelinci manisku." Ivander menghimpun tubuh joevanka ketika mereka berada di dalam lift.


DEG DEG... Seketika Joevanka menahan napasnya, mengendalikan debaran jantungnya. Aroma mint berhembus terasa dekat ke wajahnya. Joevanka hanya bisa menutup matanya.


TING pintu lift terbuka. Joevanka mengerjap. Ivander tersenyum melihat rona wajah Joevanka yang sudah berubah merah.

__ADS_1


" Sepertinya kau menginginkan ciuman dari ku sayang. " Bisik Ivander mendekat dengan tatapan menggoda. Joevanka terbelalak seraya mencubit lengan Ivander dan tersenyum malu.


Mereka kembali berjalan, tangan Joevanka menggandeng tangan Ivander hingga mereka memasuki tempat acara pertunangan Alea.


Melihat kedatangan Joevanka, Ivannia melambaikan tangannya dengan riang.


" Aku duduk bersama Alea ya. " Bisik Joevanka kepada Ivander.


" Tidak, kau duduk bersamaku. " Tegas Ivander mengedarkan pandangannya. Menangkap sosok daddynya sedang duduk bersama para pebisnis terkenal.


" Aku tidak nyaman jika harus duduk bersama rekan kerjamu. "


" Kau masih sekretaris ku Vanka. "


" Lihat, Ivannia memanggilku. Aku ke sana ya? " Lirih Joevanka memohon.


Ivander mendesah. " Baiklah, tapi hanya dengan Ivannia saja. "


Joevanka mengangguk cepat sambil tersenyum. Ivander mencium kening Vanka dan membiarkan kekasihnya duduk bersama Ivannia. Sementara Ivander mengambil duduk di dekat daddynya bersama tamu undangan yang lain. Walau mereka terlambat tapi masih bisa menikmati beberapa acara.


kemeriahan acara pertunangan Alea dan Ferdinand masih berlanjut hingga penghujung acara.


Para tamu dijamu dengan acara makan sitting dinner.


Sekitar 50 tamu duduk dengan formasi U dalam sebuah ruangan luas hanya diduduki pihak keluarga dari Alea dan Ferdinand saja. Sementara tamu yang lain memenuhi meja yang duduk hanya empat orang saja.


Dekorasi dari meja dan kursi sendiri didominasi dengan warna pink dan emas.


acara ini dihelat dengan mewah dan semua tamu bisa menikmatinya dengan baik.


Joevanka berhambur memeluk Alea, ketika para tamu sudah mulai pergi. Ivannia sudah pergi meninggalkan acara pesta.


" Astaga kamu cantik sekali Alea. " Joevanka melepaskan pelukannya dan menatap Alea dari atas sampai ke bawah dan memutar tubuhnya Alea.


" Benarkah? " Alea tersenyum malu.


" Dimana Ferdinand ? "


Joevanka memandang ke arah yang di tunjuk lalu ia tersenyum kembali memandang Alea. Benar kata Alea, semenjak Ivander memegang kendali perusahaan Donisius, krisis yang di alami anak cabang di Australia, bisa di atasi dengan cepat dan Australia semakin berkembang maju.


" Apa konsep ini kau yang memilihnya Alea? "


" Ehmm, kamu suka? " Alea tersenyum seraya melayangkan pandangannya ke sekeliling, menikmati suasana yang membuatnya tenang.


" Ya, aku suka sekali, benar-benar bagus. ini konsep Intimate Flowery ya? "


" Ya , aku sengaja memilih konsep Intimate Flowery, karena aku memang suka sama bunga Joe. Selain itu perpaduan dekorasi yang anggun dan elegan yang aku pilih ini, agar tamu yang hadir betah dan kami juga bisa menikmati suasana acara pertunangan yang romantis," kata Alea.


" Pilihan mu memang selalu yang terbaik. " Joevanka mengacungkan ke dua jempolnya.


" Permisi, bisa saya bergabung?"


Joevanka dan Alea menoleh ke arah suara.


Seorang lelaki tersenyum ramah dan sedang berdiri dan langsung mengambil duduk di dekat Joevanka.


" Tentu saja bisa. " Kata Alea tersenyum karena lelaki itu adalah sepupu Ferdinand.


" Apa kau tidak mengingat ku? " kata pria itu kembali menatap Joevanka.


Alea memberi kode kepada Joevanka karena Ferdinand memanggilnya.


" Aku tinggal dulu Joe, Ferdinan memanggilku. Sebagian tamu mau pulang. "


" Oke, Alea.." Joevanka mengangguk sambil tersenyum.


" Kau benar-benar tidak mengingatku?"


" Sepertinya kita teman satu kampus dulu ya. Alex kalau gak salah."

__ADS_1


" Yes, kamu benar, saya sepupu dari Ferdinand. " ucap pria itu sambil mengerlingkan salah satu matanya.


" Oh, ya? "


" Kamu dengan Alea masih keluarga? "


" Saya teman Alea.."


" Kamu tambah cantik aja Joe. Sampai membuat aku terpesona dengan kecantikan mu. " Ucap Alex tersenyum, matanya tidak lepas menatap joevanka di antara tangan melipat di atas meja.


" Terima kasih atas pujiannya. " Joevanka tersenyum. Joevanka kembali menikmati makanannya.


" Joe bisa gak minta no hp mu ? "


" Heuh...Oh, memori nya penuh Alex." Joevanka mengeluarkan ponsel dari tas kecilnya.


" Benarkah? Handphone saja sanggup simpan foto sampai beribu-ribu, masa hanya untuk menyimpan aku, hati kamu nggak sanggup?"


" Hahahaha.." Joevanka tertawa, " Bercanda kok Alex. "


" Katanya kalau sering hujan itu bisa bikin seseorang terhanyut, kalau aku sekarang sedang terhanyut melihat senyummu."


Joevanka kembali tertawa, ia ingat dengan samuel ketika mereka saling berbalas kata.


Tidak jauh dari posisi duduk Joevanka, Ivander menangkap wajah Alex yang dikenal sebagai lelaki playboy dan terkenal dengan jago bualan nya. Ivander membuang napas panjang. Hal itu membuatnya tidak nyaman dan terlihat sangat gelisah. Konsentrasinya pecah, ketika rekan bisnisnya selalu mengajaknya bicara tiada henti. Ivander mengepalkan tangannya dan mulai jengah. Ia benar-benar tidak bisa membiarkan hal ini. Apalagi melihat Joevanka tersenyum kepada Alex. Membakar api cemburunya. kesabarannya mulai hilang. Ivander memohon permisi kepada rekan bisnisnya dan menuju meja Joevanka dan Alex.


"JOEVANKA! " Suara Ivander terdengar begitu tegas dan terdengar berat. Jelas sekali pancaran matanya menunjukkan rasa cemburu yang dalam.


" Hai dude..Apa kabar ? Aku punya gebetan baru nih.. Joevanka kau ingat Ivander kan? Lelaki yang di kenal jago nyanyi di kampus kita."


Mata Joevanka membulat mendengar perkataan Alex, napasnya tertahan ketika melihat raut wajah Ivander mengerut serius.


Ivander tidak menanggapi Alex sama sekali." Kita pergi. " Kata Ivander menatap Joevanka.


" Hei dude, kau tidak mengenaliku? aku dulu pernah ingin gabung dengan grup band mu. Namun sayang kau menolak ku mentah-mentah. " Alex tersenyum sinis, sambil mengangkat setengah alisnya.


Ivander langsung maju nak menarik tangan Joevanka agar keluar dari kursi.


" Tapi, Aku? " Joevanka sedikit protes karena ia belum menghabiskan makanannya.


" Kita pergi sekarang. " ucap Ivander menatap Alex dengan tajam. " Jangan ganggu kekasihku Alex. Kau mengerti? " tegas Ivander menekan setiap kalimatnya dan terus menarik Joevanka hingga memunggungi Alex.


" Ayolah dude, sebelum ada pernikahan, aku masih bisa memiliki Joevanka. " tukas Alex cukup lantang hingga menghentikan langkah Ivander dan Joevanka.


Ivander mengerutkan keningnya lalu melihat ke belakang. " Apa maksud mu? "


" Kemungkinan besar aku masih ada peluang untuk merebut kekasihmu. Bukankah begitu cantik?" Alex mengedipkan salah satu matanya kepada Joevanka.


" Lakukan saja, aku bisa mematahkan semua tulang-tulang mu. Hari ini, kau bisa lepas dari tanganku karena ini hari kebahagiaan Alea dan sepupumu Ferdinand. Jika nanti, kau mengatakan hal itu lagi. Bersiaplah kau tidak akan selamat dari tanganku." Sengit Ivander dengan sorot mata yang tajam.


Ivander membalikkan badannya dan terus menarik tangan Joevanka meninggalkan acara itu. Dahi Joevanka mengerut, ia terus melihat tangannya di tarik oleh Ivander.


" Sayang, bisakah pelan-pelan? tanganku sakit. " Keluh Joevanka melihat pergelangan tangannya sudah memerah. Ivander sedikit merasa bersalah, namun karena besarnya rasa amarahnya, membuatnya tidak ingin minta maaf karena mengingat perkataan Alex.


" Masuklah !" ucap Ivander datar. Ivander membuka pintu mobil agar Joevanka segera masuk. Ivander sedikit berlari mengitari mobilnya dan langsung masuk. Ia menjalankan mobilnya meninggalkan hotel.


Joevanka hanya pasrah, sepertinya Ivander benar benar sangat kesal. Sepanjang perjalanan mereka hanya diam membisu. Joevanka memandang Ivander yang terus membawa mobil, memecahkan keheningan malam.


.


.


BERSAMBUNG


.


.


πŸ’ŒBERIKAN LIKE DAN KOMENTARMUπŸ’Œ

__ADS_1


πŸ’Œ BERIKAN VOTEMU πŸ’Œ


πŸ’Œ BERIKAN BINTANGMU πŸ’Œ


__ADS_2