WHISPER OF LOVE

WHISPER OF LOVE
Samuel menyatakan cinta


__ADS_3

πŸ’Œ Whisper of love πŸ’Œ


Β 


πŸ€ HAPPY READING πŸ€


.


.


Joevanka di tugaskan mendekorasi panggung dan mengatur kursi kursi yang ada di depan panggung khusus di sediakan untuk pejabat pejabat penting. Joevanka sengaja memilih kursi futura yang di susun rapi dan elegan untuk tamu agar merasa nyaman. Panggung pentas ini di laksanakan di tempat terbuka. Setiap fakultas diwajibkan untuk memberikan hiburan untuk memeriahkan acara ulang tahun.


Baik itu dari nyanyi solo, band, atau drama musikal yang mereka tampilkan untuk malam ini.


Samuel nampak berlari memberikan payung kepada Joevanka yang berdiri agak jauh dari panggung pentas.


" Astaga Joe, wajahmu memerah...," kata Samuel mengeluarkan sapu tangannya untuk menyeka keringat Joevanka. Dengan cepat Joevanka menangkap tangan Samuel dan berusaha menghindar. Joevanka merasa tidak nyaman, dia tidak ingin mahasiswa yang lain melihatnya.


" Biar aku saja Samuel ! Aku tidak nyaman dilihat orang! " Kata Joevanka meraih sapu tangan yang ada di tangan Samuel. Ekspresi wajah Joevanka sudah berubah.


" Jangan...jangan, biar aku saja! " Samuel menyeka keringat Joevanka di dahinya. " Kau tau, paparan sinar matahari dapat merusak sel kulitmu. Apalagi cuaca sepanas ini, bisa jadi meningkatkan resiko sel kanker. " kata Samuel merasa dirinya seperti ahli bagian kecantikan saja.


" Benarkah? " Joevanka mengernyitkan dahinya.


" Ya, tentu saja." sahutnya cepat.


" Aku mendapatkan ilmu baru nih.." Ujar Joevanka tersenyum singkat.


" Mommyku adalah salah satu dokter kulit terbaik di negeri ini, jadi aku bisa mengerti sedikit masalah seperti itu. " kata Samuel tersenyum, hatinya sangat bergetar jika menatap wajah Joevanka.


Ivander menyelipkan anak rambut ketelinga Joevanka, membuat Joevanka terbelalak dan sedikit terkejut.


" Terima kasih Samuel! " ujar Joevanka membuang wajahnya. Ia gugup dan kembali melakukan tugasnya. Joevanka merasa tidak nyaman ketika beberapa orang mulai memperhatikan mereka.


" Kau pegang ini ! " Ivander menyerahkan payung ke tangan Joevanka.


Samuel kembali menunjukkan perhatiannya, ia membuka minuman dan menyerahkan ke tangan Joevanka.


" Minumlah ! Es lemon tea sangat segar dan sangat cocok untuk di minum di cuaca panas seperti ini. " Joevanka mengambilnya, ia tidak bisa menolak meskipun ia merasa canggung mendapat perhatian lebih dari Samuel. Dari Samuel memberikan payung, sampai kontak fisik menyelipkan rambutnya, oh Tuhan! dan sekarang memberikan minuman. Joevanka merasa Samuel berbeda hari ini, ia bisa merasakan dari tatapannya. Joevanka meneguk minuman yang di berikan Samuel untuknya.


" Tunggu disini, aku mau ambilkan sesuatu untukmu! " kata Samuel menunjukkan gestur tubuhnya agar Joevanka tetap diam di tempatnya, ia berjalan mundur seraya mengerlingkan salah satu matanya. Samuel memutar tubuhnya dan berlari kecil menuju mobilnya.


DEG DEG DEG


" Mengambil sesuatu ? " keluh Joevanka berbicara dalam hatinya, perasaannya tidak enak. Degup jantungnya berdetak semakin kencang. Ketika Samuel kembali berlari dan mengambil sesuatu dari mobilnya. Samuel tersenyum dengan posisi tangan di belakang.


Wajah Joevanka berkerut, ia melihat orang orang di sekitarnya tiba tiba berhenti melakukan kegiatannya seraya tersenyum melihat Samuel.


Joevanka dapat merasakan kejanggalan itu.


Samuel mengumpulkan keberanian, ia membawa seikat bunga mawar putih dan langsung berlutut di hadapan Joevanka .


Ekspresi Joevanka begitu kaget, ia terbelalak dan menutup mulutnya dengan salah satu tangannya.


" Joevanka, mau kah kau menjadi pacarku? " Ucap Samuel menatap mata joevanka lekat lekat. Matanya memancarkan perasaan cinta yang dalam. Namun gestur tubuhnya menunjukkan ketegangan, ia sedikit takut jika Joevanka menolaknya.


Joevanka terkejut sangat terkejut, Ia tidak tahu harus berkata apa. Ia benar benar tidak nyaman di perlakukan seperti ini. Sumpah baru kali ini seorang lelaki mengungkapkan isi hatinya di saksikan orang banyak. Joevanka menundukkan wajahnya sejenak.


Orang orang disekitarnya, mulai bersorak sorai, mengundang yang lain untuk berhenti melakukan kegiatan dan ingin melihat apa yang terjadi. Samuel memang di kenal sebagai lelaki yang selalu memberikan kejutan untuk mengungkapkan perasaannya, tak perlu di ragukan lagi dalam hal menaklukkan perempuan, Samuel adalah jagoannya.


Namun kali ini terasa berbeda, mereka melihat jelas wajah samuel tegang, gugup dan takut.


Sementara Ivander yang berada di atas panggung memandang kebelakang. Suara yang berisik, mengundang rasa ingin tahunya. Ia bisa melihat dengan jelas aksi yang dilakukan Samuel dari atas panggung.

__ADS_1


" Cih, siapa lagi perempuan itu samuel? setiap tahun pasti cara ini lah yang kau lakukan. " Kata Ivander tersenyum miring.


Namun sepersekian detik, tubuhnya tiba tiba menegang, menyadari jika wanita yang ingin di tembak samuel adalah Joevanka. Ivander diam terpaku di tempat. Memicingkan matanya untuk memastikan kebenaran, ternyata benar. Ivander membuang napasnya dengan berat, ada rasa tidak terima. Ivander menatap Samuel dengan wajah dingin dan kaku.


" Samuel kamu keren...Kamu pasti bisa ! "


" Ayo.. terima! terima! " teriak mereka antusias ingin menyaksikan sendiri apakah cinta samuel di terima.


Terdengar sorakan orang orang menyerukan untuk memberikan dukungan kepada Samuel.


" Terima dong...! ayo, ayo..! " seru mereka kembali, suara mereka berubah menjadi heboh.


Wajah Joevanka bersemu merah, payung yang ia pegang langsung di ambil Samuel dan ia tutup dan letakkan di antara kursi kursi yang di susun Joevanka. Samuel melangkah maju dan semakin mendekat kepada Joevanka. Reflek Joevanka mundur namun ia mengerjap karena tidak bisa mundur.


" Aku tak bisa berhenti memikirkanmu, aku mengagumi Joe! " Samuel berbicara sambil menatap mata Joevanka secara mendalam.


" Aku begitu menyukaimu. " ungkap samuel dengan bersungguh-sungguh, tatapan mata seakan menyalurkan perasaannya.


Joevanka diam tanpa ekspresi, saat ini ia tidak tahu mau bilang apa, keringat dingin mulai membasahi dahinya. Bukan karena cuaca panas, namun karena perasaannya yang campur aduk.


Jelas jelas di dalam hatinya hanya ada Ivander, walau cintanya bertepuk sebelah tangan. Tapi ia sadar cinta tidak boleh di paksa, itu sungguh menyiksa. Lidahnya keluh bak di patuk ular, ia terdiam sambil meremas botol minum yang diberikan Samuel tadi.


" Aku...aku..." Joevanka tidak bisa melanjutkan kata katanya. Samuel bisa mengerti, ia tidak mau memaksa Joevanka untuk menjawabnya sekarang. Samuel harus lebih bersabar lagi.


" Joe...! Aku tidak memaksamu untuk menjawab sekarang, aku akan menunggu hingga kau benar benar membuka hatimu. Bunga ini sebagai tanda sayangku kepadamu, ambillah ! " kata Samuel berbisik. Ia mengulurkan tangannya untuk memberikan bunga itu kepada Joevanka.


Dengan rasa canggung, Joevanka menggigit bibir bawahnya. Ia menarik napasnya dengan berat. Joevanka akhirnya menerima bunga itu dari Samuel.


" Akhirnya.....! pernyataan cinta di terima! Romantisnya...! " terdengar tepukan tangan dari orang orang yang menyaksikan mereka.


Samuel memberanikan diri menyelipkan anak rambut ke telinga Joevanka, yang menunduk malu karena mendengar sorakan orang orang.


" Aku malu Samuel, aku mohon jangan lakukan itu lagi! " Kata Joevanka menunduk.


" Tapi? "


" Sekarang kita bisa melanjutkan pekerjaan kita! " kata Samuel menyibukkan dirinya, kembali merapikan kursi. Ia belum siap mendengar penolakan dari Joevanka. Samuel berharap Joevanka berlahan lahan bisa membuka hatinya.


Ivander melihat semuanya, seketika tubuhnya lemas, perasaan begitu kalut, ia membuang napasnya dengan lesu, pasrah seakan melepaskan rasa cintanya. Ivander berusaha menarik oksigen sebanyak banyaknya, namun rasa sesak itu seakan menghimpit dadanya, membuat ia sulit bernapas.


Ternyata tulisan tulisan itu di tujukan untuk Samuel, cinta mereka saling terbalaskan. Dan Ivander? sudah terlanjur mencintai Joevanka. Ia tidak mungkin merusak persahabatannya hanya karena cinta.


Jika memang begitu, Ivander tetap mempertahankan persahabatan. Karena cinta telah menyadarkannya untuk tidak merusak persahabatannya dengan Samuel. Ivander akan tetap menyimpan cinta ini. Dan ia memilih untuk mencintainya dalam diam.


⭐⭐⭐⭐⭐


" Aku duluan...! " Ucap Ivander melangkah menuju mobilnya dan meninggalkan Samuel yang duduk menunggu Joevanka.


" Dude...tunggu! " kejar Samuel.


Ivander menghentikan langkahnya. Ia memaksa wajahnya untuk tersenyum, ia menyadari kebodohannya, kalah selangkah dari Samuel dalam hal percintaan.


" Kita berangkat sama sama ya..."


" Bukannya kau bawa mobil ? "


" Aku baru menyadari ban nya bocor dude! " kata Samuel.


" Bocor? " wajah ivander berkerut tidak percaya.


" Bukan bocor dude, tapi kurang angin. " ucap Samuel terkekeh.


" Oke, aku tunggu lima menit." Kata Ivander menyisihkan lengan kemeja nya untuk melihat jam.

__ADS_1


" Itu Joevanka sudah datang !" kata Samuel melemparkan senyumnya kepada Joevanka.


Joevanka melangkah menghampiri kedua pria itu. Joevanka menggunakan Gaun simpel warna hitam yang di dapatnya dari Aunty Felin. Gaun ini di pilih karena cocok di gunakan dalam acara apapun. Pilihannya yang terlihat unik dengan aksen off shoulder pada salah satu strap-nya, black gown dengan potongan dan material berkualitas seperti ini untuk tampilan sederhana namun tetap elegan. Riasan wajah yang begitu natural, pewarna bibir yang hanya ia gunakan dengan lip gloss saja.


" Oh my God...kamu cantik sekali Joe . " Kata Samuel berhasil terbelalak dan terus memuji kecantikan Joevanka, Ivander hanya bisa menatapnya dalam diam.


" Kita bisa pergi Samuel? " Kata Joevanka tersenyum lembut .


" Kita pergi bersama Ivander ya, kita berangkat sekarang sebelum kita terlambat." ucap Samuel membuka pintu untuk Joevanka. Ivander merasa jengah, yang punya mobil siapa dan merasa berkuasa siapa. Ia hanya bisa menggeleng.


Ivander tidak banyak bicara, wajahnya hanya menunjukkan wajah kaku dan dingin saja. Sementara Samuel terlalu banyak bicara dan semua kata katanya hanya bualan semata untuk menggoda Joevanka.


Ivander hanya bisa diam tanpa ekspresi, ia menatap lurus untuk mengejar waktu sebelum mereka terlambat.


Pentas yang megah dipertunjukkan di mulai sejak pukul 20.00 wib.


Para tamu undangan sudah mengambil tempat duduk yang telah disediakan.


Acara telah di mulai, beberapa kata sambutan telah disampaikan. Acara drama musikal sedang berlangsung. Joevanka ikut mengisi acara musikal sebagai wanita yang teraniaya dan Delia sebagai putri yang bahagia. Dengan ekspresi wajahnya yang memukau penonton membuat mereka terbawa dengan cerita drama musikal.


Di bagian barat tiba tiba kembang api meluncur deras ke langit dan di iringi alunan musik yang menghentak keras. Ivander dan band-nya mempersembahkan lagu pertama.


Penonton bersorak sorai kaget dan terpesona karena lagu persembahan dari Ivander memang mereka nantikan.


Tata lampu dari panggung dan di dukung cuaca cerah malam semakin menambah ke dasyatan acara ulang tahun kampus.


Penampilan Ivander sukses memukau penonton, lagu yang merasemen, musik yang menggetarkan suasana. Adegan puncak benar benar mengaduk emosi penonton.


Cahaya lampu meredup hanya ada lampu pencahayaan remang yang sengaja di hidupkan.


ivander muncul di panggung yang megah lagu kedua sengaja ia pilih lagu yang menyentuh hati penonton. Ivander menyanyikan lagu Nothing Like Us. Penonton ikut bernyanyi.


Tiba tiba tatapannya bertemu dengan Joevanka. Ia berdiri di depan panggung untuk mengabadikan penampilan Ivander. Ke duanya nampak gugup, debaran debaran yang tercipta dari detak jantungnya berdetak begitu indah didalam hatinya. Ivander mengalihkan pandangannya. Berusaha tetap fokus untuk mempersembahkan lagu terakhir darinya.


Ivander mengakhiri penampilannya dengan mengucapkan terima kasih. Lalu meninggalkan panggung. Ia menatap Joevanka yang akan naik ke panggung untuk mempersembahkan puisi. Karena terburu buru membuatnya hampir terjatuh. Ivander dengan sigap menangkap tubuh Joevanka. Tatapan mereka kembali bertemu. Mereka merasakan debaran debaran yang tercipta dari detak jantungnya. Begitu nyata hingga membuat mereka tersadar.


" Maaf ivander, aku ceroboh ! " Kata Joevanka menjauh kan tubuhnya dari Ivander, ia gugup dan langsung naik ke atas panggung. Namanya kembali disebut MC untuk kedua kali agar segera naik ke atas panggung.


Sementara Ivander kembali menatap punggung Joevanka.


" Perasaan ini, apa yang harus kulakukan terhadap perasaan ini? aku tidak bisa mengatakan jika aku mencintaimu. Aku memang benar-benar tidak merencanakan untuk jatuh cinta padamu. Semua terjadi begitu saja Vanka.. "


.


.


# Maaf bagian ini kurang menggigit, karena author kurang fokus πŸ™ πŸ˜‚


Maafkanlah ya readers tersayang.


# Salam sehat buat kalian yang selalu menunggu up date cerita ini 😍πŸ₯°


# Semoga tetap bahagia ya πŸ€—


BERSAMBUNG


.


.


πŸ’ŒBERIKAN LIKE DAN KOMENTARMUπŸ’Œ


πŸ’Œ BERIKAN VOTEMU πŸ’Œ

__ADS_1


πŸ’Œ BERIKAN BINTANGMU


__ADS_2