
π Whisper of love π
Β
π HAPPY READING π
.
.
CEKLEK
Pintu tertutup sempurna.
Joevanka reflek membungkuk dan memegang lutut nya untuk mencoba menstabilkan napasnya yang naik turun begitu cepat.
Ivander bangun dari duduknya dan melangkah menghampiri Joevanka yang terlihat masih gugup dan menghembuskan napasnya berulang kali.
" Apa kita harus lanjutkan kembali sayang? " Ivander meraih pinggang Joevanka dan menghimpit tubuh wanita kesayangannya.
Joevanka memutar bola matanya. "Huftt...Astaga sayang kau lihat dirimu sekarang! " Joevanka mendorong tubuh Ivander menuju wastafel yang ada di toilet.
" Ada apa?" Ivander sedikit heran dan tubuhnya terdorong sampai ke toilet.
"Aku begitu malu, lihat...!" Joevanka menunjuk ke arah bibir Ivander dan ia menutup matanya. Lipstik Joevanka menempel ke bibir Ivander.
Ivander terkekeh, memandang dirinya sendiri di pantulan cermin. "Siapa juga menyuruh nya masuk. Biarkan saja, jangan terlalu dipikirkan." Kata Ivander kembali.
" Kau tidak malu sayang, pak Halbret datang ke kantor dan jelas-jelas melihat lipstik di bibirmu." keluh Joevanka.
" Buat apa malu, bagiku Halbret tetap salah." Kata Ivander tanpa ekspresi.
"Aku tetap malu, mau ditaruh dimana muka ini." Geram Joevanka, menutup matanya dengan tangannya.
" Kenapa harus malu, kita sudah sama-sama dewasa."
" Aku tidak sanggup memandang pak Halbret."
" Ngapain juga kau memandang Halbret sayang. Halbret tidak usah di lihat."
" Astaga.." Kata Joevanka mendesah malas. "Sini, biar aku hapus!" Joevanka mengangkat lipatan tisu yang ada ditangannya. Lalu menyeka lipstik yang ada di bibir Ivander. Walau bentuk lipstik itu sudah terlihat samar.
" Biarkan saja, jangan di hapus." Ivander menatap Joevanka sambil tersenyum samar. Mereka melangkah meninggalkan wastafel dan kembali duduk di sofa.
" Aku itu masih sekretaris anda pak direktur, jadi tugas ku adalah memperhatikan penampilan bapak. Membuat bapak tampil dengan image yang baik. Aku tidak ingin karyawan yang lain melihatnya, cukup Halbret saja yang melihat ini." Keluh Joevanka.
" Ya, kau tetap menjadi sekretaris ku dan akan menjadi istriku." Kata Ivander menatap bibir Joevanka yang terlihat ruam merah samar karena hasil dari perbuatannya.
Joevanka tersipu malu, Ia kembali menggeser duduknya dengan pelan, ia mendekatkan bibirnya ke bibir Ivander namun tidak menempel. Joevanka menahan bibirnya dan tersenyum jahat. " Jadi kapan kau akan menjadikan ku menjadi nyonya Donisius, tuan Ivander?" ucap Joevanka begitu sensual di telinga Ivander sambil menaikkan sisi bibirnya naik ke atas.
Ivander sampai merinding, ia menatap Joevanka dengan lekat. " Kau sengaja ya..?" Kata Ivander memiringkan kepalanya dan mengulas senyum tipis yang menggoda.
Joevanka tersenyum, sungguh ia tidak pernah bosan dengan ciuman yang diberikan Ivander untuknya. Memabukkan dan membuatnya lagi dan ingin lagi.
" Secepatnya sayang, aku akan melamarmu dengan caraku. Tunggu saja." Ivander kembali memajukan wajahnya dan menekan bibir Joevanka dengan menggunakan bibirnya dengan sedikit terbuka. Merasakan kembali kelembutan bibir satu sama lain. Benar-benar membuat mereka tidak bosan.
Kecupan dengan napas memburu akhirnya berakhir. Ivander melepaskan tautan bibirnya. Kening mereka masih menyatu. Saling menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. Mengatur napas yang kembali memburu.
" Aku sudah tidak sabar membawamu ke dalam ikatan suci pernikahan sayang. Apa besok kita bisa menikah? "
Joevanka tersenyum tipis memandang kearah Ivander. " Aku akan selalu sabar menunggu lamaran darimu, asal jangan kau pergi meninggalkanku." Ujar Joevanka menaruh tangannya di pinggang Ivander.
" Jangan sebut kata itu sayang, aku tidak akan pernah melakukan hal itu."
Seakan belum puas, Ivander memberikan kecupan singkat berulang kali sampai membuat tubuh Joevanka terundur ke belakang. Matanya berpindah menatap Joevanka. Ivander menempelkan dan menggosok-gosokkan hidungnya ke hidung kekasihnya seperti butterfly kiss.
"Malam ini kita dinner bersama, habis itu kita akan kekediaman Donisius. Besok daddy dan mommy merayakan ulang tahun pernikahan. Mommy mengundang mu sayang. Ini hanya acara keluarga saja."
" Anniversary Aunty? Ehm apa hadiah yang cocok buat pasangan fenomenal ini?" Joevanka membuat gestur berpikir dengan memegang dagunya.
" Mommy tidak menyukai hadiah sayang, kau datang saja itu sudah hadiah buat mommy."
" Tapi kita harus mencarinya. Kira kira apa yang cocok untuk hadiah buat aunty dan uncle." Joevanka masih terus berpikir. " Ahaaa .." Joevanka tiba-tiba mendapat ide cemerlang.
"Aku punya ide sayang, aku yakin aunty pasti senang."
" Apa itu?"
" Lukisan, aku ingin membuat lukisan indah untuk hadiah ulang tahun pernikahan Aunty."
"Sepertinya ide bagus."
Joevanka mengangguk bangga. Ia langsung menghubungi seseorang dan meminta Ivander mengirimkan foto aunty dan uncle. Ia langsung mengirim gambar tersebut agar dilukis dengan indah.
Ivander bangun dari duduknya. " Sekarang kita pergi." ajak Ivander melihat jam yang ada ditangannya. Jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Ia memegang tangan Joevanka.
Joevanka tersenyum, ikut bangun dari duduknya dan membawa tas kecilnya. Halbret sudah lebih dulu pulang karena ada urusan yang harus diselesaikan di perusahaan Central sesuai perintah pak direktur sebelumnya.
__ADS_1
βββββ
"Kita sudah sampai." Ucap Ivander sambil menarik rem tangan.
Joevanka langsung melepaskan sabuk pengamannya dan menunggu pria kesayangannya membuka pintu untuknya.
Joevanka tersenyum melihat Ivander mengitari mobil dan membuka pintu untuknya. Ia menekuk tangan kirinya mempersilakan kekasihnya untuk menggandeng tangannya.
" Silakan sayang..." kata Ivander
Joevanka tersenyum menyambut tangan Ivander. Mereka memasuki sebuah restoran mewah. Seorang pelayan berpakaian rapi menyambut kedatangan mereka. Suasana mewah terbaik dan pelayanan berkelas. Pelayan yang akan menyajikan makanan untuk mereka nantinya, lengkap dengan seragam yang rapi.
" Silakan masuk tuan." kata seorang pelayan membuka pintu untuk mereka.
Joevanka kaget karena tempat ini di reservasi hanya untuk mereka berdua.
" Hanya kita berdua?"
" Ehmm.." Kata Ivander santai dan tersenyum sambil melangkah.
Joevanka menutup mulutnya ketika satu pelayan membawa mereka naik ke atas.
Sepanjang jalan menuju tangga tersebut berderet lilin yang memagar di sisi kanan dan sisi kiri menyala lembut dengan cahaya kuning yang melambai, membawa mereka melangkah terus untuk naik ke atas.
Semua pelayan berjejer rapi menyambut kedatangan mereka.
Di sana terdapat hanya ada satu meja terlihat mewah dengan meletakkan lilin di atas holder yang bergaya klasik di tambahkan lampu dan sentuhan manis dengan bunga mawar dan meja yang lainnya juga seperti itu. Tapi meja mereka nampak berbeda.
"Wah, indah sekali!" ucap Joevanka kagum.
"Kamu suka? "
Joevanka mengangguk cepat. "Tempat nya benar benar seperti di alam terbuka yang indah. Langit-langit yang bertaburan bintang menambah nilai keindahannya." Kata Joevanka tersenyum bahagia.
"Kau bahagia itu menjadi satu tanda syukur bagiku. Karena aku memang khusus mempersiapkan untukmu."
"Benarkah?"
Mereka berjalan menuju meja yang telah di sediakan.
Joevanka melihat pada Pada bagian atas bagian rooftop, mereka dimanjakan oleh kecantikan malam kota xx. Desain rooftop juga terbagi menjadi dua yaitu konsep dining dan bar. Alunan musik langsung mengalun ketika mereka sudah duduk saling berhadapan.
di bawah ada konsep pinggir kolam yang dibuat dengan sangat cantik. Beberapa kursi santai mengisi area ini dengan penerangan yang begitu elegan. Perpaduan warna putih, cokelat dan ornamen tanaman rambat akan sukses mengantarkan suasana yang nyaman dan romantis. Beberapa pohon bunga kamboja jadi ornamen cantik terdapat di setiap sudut rooftop.
Makanan pembuka di sajikan di hadapan mereka. Alunan dari piano terus mengiringi suasana malam mereka.
" Tunggu sebentar sayang." Kata Ivander bangun dari duduknya dan melangkah menuju bar yang tersedia.
"Sayangku Joevanka, Kamu adalah alasanku tersenyum. Kamu adalah semangatku menjalani hidup ini. Segala yang kulakukan adalah tentang kamu. Izin kan aku bernyanyi untukmu."
Joevanka bangun dari duduknya dan memberi tepuk tangan. Ia mengangkat tangannya membentuk gambar love. Joevanka tersenyum haru dan duduk kembali.
Terdengar dentingan piano, membuat Joevanka menutup mulutnya. Ia terdiam dan fokus menikmati alunan musik dari piano yang dibawakan salah satu pianis yang khusus diundang Ivander. Jari jemari yang dimainkan diatas tuts melantunkan nada musik dari piano. Ivander mulai bernyanyi, menghayati setiap bait lagu yang ia nyanyikan.
Forever can never be long enough for me
Feel like I've had long enough with you
Forget the world now we won't let them see
But there's one thing left to do
Now that the weight has lifted
Love has surely shifted my way
Marry Me
Today and every day
Marry Me
If I ever get the nerve to say
Hello in this cafe
Say you will
Mm-hmm
Say you will
Mm-hmm
Joevanka kembali menutup mulutnya, air matanya meleleh membasahi pipinya. Menyadari setiap makna lagu yang dinyanyikan Ivander.
Together can never be close enough for me
__ADS_1
Feel like I am close enough to you
You wear white and I'll wear out the words I love
And you're beautiful
Now that the wait is over
And love and has finally shown her my way
Marry me
Today and every day
Marry me
If I ever get the nerve to say hello in this cafe
Say you will
Mm-hmm
Tak beberapa lama Ivannia muncul, disusul Alea dan Ferdinand dan tidak lama Aunty Anastasia dan Uncle Aaron beserta Aunty Felin dan Uncle Betran. Joevanka kaget melihat siapa yang datang. Ia menutup mulutnya ketika Anastasia datang memeluknya disusul dengan Ivannia dan Alea. Halbret juga datang membawa bunga.
Say you will
Mm-hmm
Promise me
You'll always be
Happy by my side
I promise to
Sing to you
When all the music dies
And marry me
Today and everyday
Marry me
Ivander mulai berjalan mendekati Joevanka , ia menebarkan senyumannya. Ia memang sengaja mengundang keluarga untuk menyaksikan lamarannya. Semua bertepuk tangan ketika Ivander melangkah pelan dan berdiri dihadapannya Joevanka.
Joevanka kembali menjatuhkan air matanya , ketika Ivander berlutut dihadapannya. Dentingan piano mulai mengalun sendu.
Seakan mengiringi perasaan Ivander saat ini untuk mengatakan perasaannya. Disaksikan semua keluarga.
" Aku sudah menunggu saat ini untuk waktu yang lama. Cinta berkali-kali pada orang yang sama. Yang kulakukan semua ini hanya tentangmu. Kamu yang menjadi sumber semangatku. Dan untukmu aku bermimpi sukses di sepanjang hari. yang benar-benar kuinginkan hanyalah kau untuk selalu di sini ada untukku. Maukah kau tuk menjadi pilihanku? menjadi yang pertama dan yang terakhir dalam hidupku. Yang selalu ada di saat pagi ku membuka mata? Jadilah pembawa cahaya kebaikan di rumah kita nantinya. Will you marry me?"
Ivander mengeluarkan sebuah kotak merah kecil dari kantong jasnya. Dan membuka kotak itu dan menunjukkan kepada Joevanka.
"Will you marry me?" Kata Ivander kembali.
Joevanka menutup mulutnya lagi. Air matanya tergelincir begitu saja. Ia mencoba menarik napas dalam-dalam dan mendesah dalam mulutnya. Setelah cukup tenang. Joevanka membalas menatap Ivander. Mengangguk pelan dan mengatakan.
" Aku mau untuk menjadi bagian hidupmu, menjadi yang pertama dan menjadi yang terakhir dalam hidupmu. Wanita yang pertama yang selalu ada di saat pagi datang untuk membangunkanmu dan menjadi cahaya kebaikan di rumah kita nantinya." Kata Joevanka menyerahkan jari tangannya kepada Ivander.
Semua bertepuk tangan,begitu juga dengan para pelayan yang berjejer rapi ikut merasakan kebahagiaan pasangan ini. Aaron sangat bahagia, begitu juga dengan Anastasia. Ia mendekap tubuh istrinya agar masuk ke dalam pelukannya. Rasa cinta Ivander sangat luar biasa kepada Joevanka. Ia seperti melihat dirinya sendiri pada Ivander.
Ivander menitikkan air matanya dan langsung memasangkan cincin itu ke jari manis Joevanka. Dengan satu gerakan Ivander memeluk tubuh Joevanka masuk ke dalam pelukannya. Ivander semakin memeluk kencang tubuh mungil Joevanka. Lalu mengecup erat puncak kepala Joevanka.
"Permisi pak, anda melupakan bunga ini." Kata Halbret lagi-lagi ia merusak kebahagiaan pasangan ini. Halbret menyerahkan bunga itu langsung kepada Joevanka. Semua tertawa ketika momen indah itu terganggu oleh Halbret asisten setia Ivander.
"Halbret....?"
"Hehehe..." Halbret hanya bisa tersenyum sambil menunjukkan deretan giginya.
VISUAL HALBRET
.
.
BERSAMBUNG
.
.
πBERIKAN LIKE DAN KOMENTARMUπ
__ADS_1
π BERIKAN VOTEMU π
π BERIKAN BINTANGMUπ