WHISPER OF LOVE

WHISPER OF LOVE
Perjalanan Dinas Ivander.


__ADS_3

💌 Whisper of love 💌


 


🍀 HAPPY READING 🍀


.


.


Beberapa tim bergerak cepat meninjau langsung ke lokasi bangunan yang baru dimulai. Bangunan yang ada dipinggir kota agak jauh dari perkotaan. Butuh lima jam waktu ke sana. Survey lapangan ini meliputi semua jenis item kontrak yang berkaitan dengan uraian jenis pekerjaan, volume kebutuhan lapangan, maupun semua data-data yang menyangkut lokasi. Beberapa tim ikut terlibat dalam mengurus proyek ini. Survey kondisi awal semua item pekerjaan di lapangan secara detail selama periode pekerjaan. Mereka sangat luar biasa bekerja keras dalam melaksanakan pembangunan ini dengan baik. Tim dari Australia sendiri datang untuk melihat satu lagi masa depan DONISIUS.


Ivander memberi peluang besar membuka lapangan pekerjaan bagi yang membutuhkan pekerjaan. Ivander dan bersama tim yang lain berjalan memasuki area bangunan. Seseorang pria datang menyambut kedatangan mereka.


" Selamat sore Pak! " Sambut pria itu membungkukkan badannya untuk memberi hormat kepada direktur utama Donisius. Lalu menjabat tangan Ivander dengan genggaman erat.


" Selamat sore juga pak. " Kata Ivander mengulurkan tangannya untuk menjabat pria sebagai penanggung jawab atas proyek ini.


" Bagaimana proyeknya apa ada masalah? " Tanya Ivander menatap bangunan yang tersaji di hadapannya.


" Semuanya berjalan dengan baik pak, tidak ada masalah sama sekali. Sesuai permintaan anda proyek ini akan selesai secepatnya selesai. "


" Bisa saya berjalan untuk melihatnya? "


" Tentu saja pak, silahkan! " Penanggung jawab proyek mempersilahkan Ivander melihat lokasi proyek.


Beberapa tim ikut datang termasuk Gavin dan Jasmine, begitu juga dengan Joevanka yang memilih berjalan bersama Gavin. Mereka membicarakan perkembangan terbaru dan kendala yang di hadapi.


Sementara Gavin dan Joevanka berjalan beriringan mereka terlihat serius melihat gambar. Mereka berdiskusi sendiri tanpa menyadari Ivander terus memperhatikan mereka. Ivander berdecak kesal. Pandangannya terus mengunci Joevanka. Jasmine sendiri terus mengikuti kemana Ivander pergi. Entah mengapa Ivander tidak suka melihat kedekatan mereka. Beberapa hari Gavin menginap di apartemen Joevanka. Itu yang membuat Ivander tidak suka. Ivander memang memilih apartemen Joevanka bersebelahan dengan apartemennya. Agar ia bisa mengawasi Joevanka. Namun kenyataannya membuatnya sakit. Ia sudah menawari Gavin agar tinggal di apartemennya saja. Joevanka menolak keras dan tidak mengizinkannya. Membuat Ivander semakin curiga dengan hubungan mereka.


Joevanka seakan memiliki kontak batin dengan tatapan Ivander yang sepertinya terus memperhatikannya. Ia mengerutkan dahinya sejenak, lalu mengalihkan tatapan matanya kearah Ivander. Mendapat tatapan mereka kembali bertemu. Joevanka malah terbelalak dan membuang tatapannya.


" Kenapa seolah aku yang mencuri untuk melihat ke dia? Bodoh kamu Vanka, harusnya terus tatap dia. Nanti dia merasa kamu tidak berani menatapnya. " Joevanka merutuki kebodohannya.


" Kenapa wajahmu merah joe? " Gavin menyentuh kening Joevanka, takut jika tubuh Joevanka sedang panas.


" Cuaca panas sekali Gavin, apa wajahku begitu merah ? " Tanya Joevanka mengibas-ngibaskan tangannya ke arah wajahnya.


" Panas? " Gavin mengernyitkan keningnya tanda bingung. Ia menatap keatas sama sekali tidak ada matahari. Karena cuaca hari ini terlihat mendung, seperti mau hujan.


Joevanka terlihat cuek sambil berpura pura kepanasan. Gavin mengikuti langkah Joevanka. " Joe, tunggu..! Kamu sakit ya? " panggil Gavin berulang kali.


Sementara Ivander kembali serius memeriksa bangunan. Ia meminta sebuah bentuk laporan dari semua item pekerjaan dengan tujuan untuk mengetahui setiap perbandingan antara volume kontrak kerja dengan kajian atau perhitungan teknis yang sudah dilaksanakan. Jasmine ikut memberikan usul dan saran mengenai pembangunan itu.


" Oke pak, anda tinggal menyerahkan laporan lengkap mengenai detail pelaksanaan pada setiap pembayaran pekerjaan. Selain itu, penyedia jasa juga menyampaikan detail dari hasil survey lapangan. Laporannya bisa langsung kirim melalui email saya saja. " Kata Ivander menutup berkas yang ia pegang.


Tiba tiba awan mendung hitam pekat disertai rintik hujan membasahi setiap jengkal tanah sudah mulai tercium bau tanah yang menyengat dibasahi hujan. Tak menunggu lama sore itu hujan sangat deras. Ivander berlari yang di ikuti Jasmine. Langkah mereka cepat, Jasmine memegang tangan Ivander. Dia takut terjatuh. Ivander dan Jasmine sampai kesebuah perumahan khusus para pekerja yang tinggal di sana. Dengan badan basah kuyup. Dingin menyelimuti seluruh badan. Ivander memicingkan matanya, menatap Joevanka yang tengah duduk bersama Gavin sambil menikmati Kopi.


Halbret datang membawa pakaian ganti untuk direktur. " Maaf pak ini pakaian anda sudah saya bawa dari mobil. " Kata Halbret dengan rasa bersalah. Biasanya ia menyiapkan payung jika pak direktur mengecek lokasi. Namun kali ini ia merasa teledor. Ia Bahkan pak direktur basah.


" Oke, Terima kasih Halbret. " Kata Ivander menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


" Bagaimana dengan anda ibu Jasmine? baju anda basah. " kata Halbret.


" Bisakah bapak mengambilnya di mobil? " Tubuh Jasmine sudah mulai mengigil.


" Tentu saja ibu Jasmine. "


Joevanka tidak perduli dengan Jasmine, ia masih tetap asyik berbicara dengan Gavin. Tidak butuh lama Halbret datang membawa tas kecil milik Jasmine. Setelah memberikannya, Halbret gabung bersama Joevanka dan Gavin. Bercerita bersama di sana. Hari ini mereka mengikuti perjalanan bisnis dua hari dan menginap disini.

__ADS_1


" Ngantuk sekali. " Kata Joevanka menutup mulutnya ketika ngantuk itu datang menyerangnya.


" Mungkin karena pengaruh hujan kali Joe. Sana cuci muka, kalau tidak mandi sana." perintah Gavin seperti kepada anaknya.


" Aku mandi di hotel saja. " Ucap Joevanka menopang dagunya. Mereka tidak langsung ke hotel, mereka langsung menuju lokasi proyek.


" Joe, benar kau akan berhenti jadi sekretaris pak direktur? " Tanya Halbret sedikit penasaran ketika mendengar desas desus dari kantor


" Begitulah..." ucapnya malas.


" Permisi pak, nanti malam ada undangan makan direstoran xx. " Tiba tiba seseorang lelaki muncul dan mengganggu pembicaraan mereka.


" Baik pak, nanti akan saya sampaikan kepada pak direktur. Beliau masih mandi. "


" Kalau begitu saya permisi dulu pak. "


Halbret tersenyum sambil mengangguk. Ia menyeruput kopinya kembali untuk menghangatkan tubuhnya karena hujan.


Perbincangan kecil masih terlihat dari mereka. Cuaca memang sedang buruk. Suara gemuruh menggelegar dari langit. Sekali kali petir menyambar dengan suara menggelegar.


" Aku ke toilet dulu, ngantuk sekali. " kata Joevanka bangun dari duduknya. Ia menepuk kedua pipinya. Agar kantuknya bisa hilang.


TAP TAP TAP


Ser.. Aliran darahnya serasa berhenti dan bersamaan itu langkah Joevanka pun melambat.


" Aku mohon Ivander. Bisakah kita menjalin hubungan hanya satu hari saja. Kamu mau ya Ivander! " pinta Jasmine memegang tangan Ivander, wajahnya terus memohon.


" Aku tidak bisa Jasmine. " Tolak Ivander berusaha melepaskan tangan Jasmine.


" Hanya satu hari saja. Aku ingin menghentikan perjodohan itu. Bantu aku Ivander. Please...! " Jasmine mengatupkan kedua tangannya dihadapan Ivander.


" Mungkin dengan menciummu, kau mau menerimanya. " Kata Jasmine tersenyum miring.


Joevanka terbelalak, ia sangat terkejut melihat kejadian itu. Ia langsung berlari meninggalkan tempat itu. Rasa kantuknya langsung hilang.


" Apa yang kau lakukan Jasmine. Kau benar-benar sudah gila ya?" tengking Ivander mendorong tubuh Jasmine.


" Tolong aku Ivander, bantu aku kali ini saja. " Pinta Jasmine sedikit memohon.


" Aku tidak bisa. Cari lelaki yang benar-benar bisa membantumu." Kata Ivander dengan ketus, ia langsung melangkah meninggalkan Jasmine seorang diri di sana.


⭐⭐⭐⭐⭐


Malam hari ternyata hujan benar-benar tidak mau berhenti. Selepas suara petir ribut lalu gemuruh riuh. Sekali kali suara petir terdengar sangat keras.


Ivander dan beberapa tim mendapatkan jamuan makan disebuah restoran.


Pelayan langsung membawa mereka menuju ruangan bagian kelas VIP. Mereka mengambil tempat duduk masing masing. Seperti biasa Joevanka dan Gavin seperti tidak mau terpisahkan. Ia langsung mengambil duduk jauh dari Ivander.


" Makanan pembuka akan segera di sajikan tuan. Restoran kami juga menyimpan wine terbaik. "


" Silahkan ! Bawa wine terbaik restoran ini. " Kata Ivander tidak mau lepas menatap Joevanka, tatapannya lurus seakan mengunci wanita yang terus berbicara kepada Gavin. Sementara Jasmine memilih tidak ikut. Dia tetap tinggal di hotel saja.


Beberapa tim asyik berbicara, Ivander sendiri memilih berbicara dengan Barreto penanggung jawab atas proyek.


Para pelayan kembali masuk keruangan kelas VIP menyajikan makanan handalan restoran itu.


Ivander sendiri memilih menu makanannya Bubble & Squeak. Makanan ini berbahan dasar daging beku, kentang dan kubis, tetapi wortel, kacang polong, kecambah Brussels. Sayuran dan daging dingin dicincang dan kemudian digoreng.

__ADS_1


Joevanka sendiri Roast meats adalah makanan yang lezat yaitu daging panggang. Yang lain mempunyai selera yang berbeda begitu juga dengan Gavin dan Halbret. Pelayan membuka botol wine dan menuang ke gelas mereka masing masing.


" Untuk hasil kerja keras kalian, terima kasih karena selalu memberikan yang terbaik untuk perusahaan Donisius. " Ivander berdiri dan mengangkat gelasnya dengan di ikuti yang lain siap untuk bersulang.


TING !


Permukaan gelas mereka bertemu, berdenting menghasilkan suara yang merdu.


" Terima kasih pak direktur! " Kata mereka serentak dan meminum anggur yang ada di tangan masing masing.


" Silahkan nikmati makanannya dengan baik! " Kata Ivander kembali duduk.


Mereka Kembali menikmati makanan sesuai dengan urutan makanan yang di sajikan para pelayan. Ivander sendiri menikmati makanannya dalam diam, rapi dan tenang. Pandangannya mengunci lurus terhadap Joevanka. Bahkan tidak mau melepaskan tatapannya.


Jam berputar dengan cepat, sebagian dari tim setelah selesai menikmati makanannya mereka izin pulang, begitu juga dengan Barreto penanggung jawab atas proyek. Ia tidak menghabiskan makanannya karena mendapat telepon dari rumah anaknya sedang sakit.


Sekarang hanya yang tertinggal pak direktur, Joevanka, Gavin dan Halbret saja. Mereka masih tetap berbicara santai. Joevanka hanya bisa diam dan menatap gelas yang kosong. Joevanka kembali mengisi gelasnya dengan penuh.


" Astaga Joe, Nanti kamu mabuk. " Gavin berusaha menjauhkan minuman itu dari hadapan Joevanka.


" Aku tidak akan mabuk Gavin. Aku wanita kuat. " Kata Joevanka menepuk dadanya. Ia melemparkan senyumnya kepada Gavin. Mengambil kembali minumannya.


Joevanka tersenyum miring, ia menatap gelasnya lalu membuang napasnya dengan lesu. Joevanka kembali meneguk anggur yang ada dihadapannya. Malam ini Joevanka ingin bercerita. Ia ingin melepaskan kesalnya.


" Kau tahu kenapa aku menyukaimu Gavin? " Kata Joevanka mencubit pipi Gavin dengan kedua tangannya.


" Sudah hentikan Joe, ada bapak direktur disini. Tidak enak dengan beliau. "


Ivander hanya bisa melihat Joevanka, tetap tenang seakan siap mendengarkan cerita dari Joevanka. Ia mengangkat kedua alisnya dengan posisi tangan bersedekap. " Joevanka menyukai Gavin? " Batin Ivander terus berbicara. Ia nampak gusar.


" Karena kau bukan lelaki brengsek Gavin. Kau Lelaki yang memperlakukan aku layaknya seorang wanita. " Kata joevanka tersenyum smrik.


Tubuh Ivander membeku, Ia diam tanpa ekspresi. Terus mencermati setiap perkataan Joevanka. Jantungnya bergemuruh berdetak kencang.


Joevanka kembali mengerucutkan dahinya. Menggeleng sambil menepuk pipinya.


" Aku tidak boleh mabuk..."


Joevanka mulai merasakan pusing di kepalanya. Ia menjatuhkan kepalanya di meja. Kemudian ia mengangkat kepalanya lagi. Halbret yang melihat tingkah Joevanka merasa lucu, ia senyum-senyum sendiri. Kemudian Joevanka kembali meletakkan kepalanya kembali.


.


.


BERSAMBUNG


❣️ Kira kira bakal apa ya yang terjadi? 🙄


❣️ Terus ikuti ya sayang sayangku.. sampai begadang sayang nulisnya 🤣😀


.


.


💌BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU💌


💌 BERIKAN VOTEMU 💌


💌 BERIKAN BINTANGMU💌

__ADS_1


__ADS_2