WHISPER OF LOVE

WHISPER OF LOVE
Demi kebaikan bersama


__ADS_3

πŸ’Œ Whisper of love πŸ’Œ


Β 


πŸ€ HAPPY READING πŸ€


.


.


Samuel, Ivannia dan Alea memasuki ruangan dimana Joevanka sedang di rawat. Mereka mengetahui joevanka dirawat dari asisten rumah tangga yang bernama Berneta. Ivannia langsung menghubungi Alea agar pergi bersama melihat Joevanka sementara Samuel pada saat itu berkunjung, karena ponsel Ivander tidak bisa dihubungi. Akhirnya Samuel memutuskan ikut bersama Ivannia dan Alea. Terlihat joevanka sedang duduk menyandarkan punggungnya kesandaran kasur.


" Astaga Joe, kamu kenapa? " Kata Samuel berjalan mendekati ranjang rumah sakit. Joevanka sedang menikmati makan siangnya.


" Kalian datang? " Kata joevanka sedikit terkejut, namun ekspresi wajahnya tidak bisa berbohong, ia begitu senang dengan kedatangan mereka. Joevanka melempar senyumnya kepada Samuel, Ivannia, dan Alea yang datang untuk menjenguknya. Terlihat jelas wajah Ivannia begitu khawatir langsung mendekati Joevanka.


" Kau sakit apa Joe? " Tanya Alea, mengambil kursi dan langsung duduk di samping Joevanka. Sementara Ivannia berdiri tepat di sebelah Joevanka bersama Samuel.


" Mommy dari kemarin menghubungi kau Joe, Aku pikir kau bersama Ivander. Eh gak taunya aku dengar dari Berneta kau masuk rumah sakit. Aku kaget, sebelumnya kamu terlihat sehat sehat aja. Memangnya kau sakit apa Joe? kok tiba tiba masuk rumah sakit ? " kata Ivannia menimpali. Ekspresi wajahnya benar benar menunjukkan kekhawatiran. Ivannia menautkan alisnya dan menatap Joevanka lekat lekat. ia melihat mata Joevanka telihat seperti habis menangis.


" Kau habis menangis ? " tanya Ivannia, menatap Joevanka yang reflek menundukkan kepalanya. Matanya terlihat bengkak dan sembab. Semenjak Ivander keluar, Ia tidak kembali lagi sampai sekarang. membuat Joevanka diam sendiri didalam rumah sakit, dan kembali menangis meratapi nasibnya yang begitu menyedihkan.


" Tidak, aku tidak menangis! " Kata Joevanka menghindari tatapan Ivannia.


" Aku yakin kamu menangis, lihat matamu mengatakan kau itu habis menangis Joe ! Kau gak bisa berbohong Joe! " Sahut Ivannia menaikkan alisnya dan menatap Joevanka dengan tatapan serius.


" Serius aku tidak menangis Ivannia, aku hanya kelilipan dan tadi mengucek-nya ." Lirih Joevanka


" Apa Ivander membuatmu menangis, dimana Ivander? " tanya Ivannia mencari tau kakaknya, ia masih berusaha untuk memecahkan rasa penasarannya.


" Sudah jangan bertanya terus, yang ada joevanka tambah pusing lagi ! sekarang kau sudah mendingan kan Joe? " Tanya Samuel mengalihkan pertanyaan Ivannia.


Joevanka hanya mengangguk pelan, ia ingin cepat cepat menghabiskan makanannya.


" Aku mengkhawatirkanmu Joe ! " Kata Ivannia menyentuh tangan joevanka.


" Sekarang, aku sudah mendingan Vania! Hari ini dokter sudah mengizinkan pulang." Kata joevanka dengan nada canggung, ia menjauhkan meja makan pasien dari hadapannya. Samuel langsung menyambutnya, memindahkan meja itu ke atas nakas.


" Kalau bisa, aunty jangan sampai tahu ya Ivannia, aku mohon! Aku tidak ingin mereka mengkhawatirkanku." Lirih Joevanka dengan nada memohon. Melihat wajah memelas dari Joevanka, akhirnya Ivannia menganggukkan kepalanya.


" Baiklah jika itu yang kau inginkan Joe. " Jawab Ivannia tersenyum samar.


" Dimana Ivander? " tanya Alea mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Ivander.


" Ivander baru aja keluar, mungkin ada urusan! " Seru Joevanka berbohong.


" Sebenarnya, aku masih penasaran Joe. " tutur Ivannia melengkungkan alisnya.

__ADS_1


" Penasaran apa lagi sih? " Kata Alea mengerucutkan bibirnya.


" Aku penasaran Alea, jadi kau jawabnya harus jujur ya joe! " Ekspresi wajah Ivannia terlihat serius. " Tadi malam itu, sekitar pukul 21.00 wib aku masuk ke kamarmu, karena mommy menghubungi aku, mengatakan jika ponselmu itu tidak aktif, saat itu aku pikir kau lagi dikamar. Karena mommy ingin sekali bicara dengan kau joe! Tak lama kemudian Ivander menghubungi Berneta dan menanyakan apakah kau sudah dirumah apa tidak! nah..Aku bingung dan tiba tiba kau berada dirumah sakit, sebenarnya apa sih yang terjadi? Kenapa ivander mencarimu? bukannya kalian selalu pulang bersama? " ucap Ivannia mengernyitkan keningnya.


" Cih, kau tidak tahu kalau Ivander sudah balikan lagi dengan Delia. Tentu saja dia mengutamakan gadis rubah itu dibandingkan Joevanka. " kata Delia mengerucutkan bibirnya.


" Apa? Kamu serius? " tanya Ivannia terkejut. Bagaimana pun ia juga tidak suka kalau Ivander kembali kepada Delia.


" Jadi kau tidak tahu? astaga... Ivannia kau kemana saja sih, mereka itu sudah balikan ! " kata Alea menjelaskan, ia sendiri sangat kecewa kepada Ivander.


" Kok aku gak tahu ya? " Keluh Ivannia terlihat seperti orang bodoh.


Joevanka hanya diam, ia tidak memberi komentar apa apa. Joevanka hanya bisa menarik napas panjang dan membuangnya melalui mulut.


TOK TOK TOK


Terdengar ketukan pintu dari luar, membuat mereka menoleh kearah pintu.


Dokter yang diikuti dua perawat langsung tersenyum ketika mereka memasuki ruang rawat inap pasien, untuk melakukan pemeriksaan fisik terhadap pasiennya.


Mereka langsung menyambut dokter, Alea yang dari tadi duduk terjengkit bangun dari duduknya dan mereka tersenyum ramah menyambut dokter.


" Selamat siang nona Joevanka ! " Sapa dokter itu ramah.


" Selamat siang juga dok." sahut mereka serentak, mereka membiarkan dokter melakukan pemeriksaan kepada joevanka. Dokter yang memakai jas putih itu mendekati joevanka.


Dokter langsung mengarahkan stetoskop ke dada untuk melihat kondisi jantung pasien sementara perawat memeriksa tekanan darah.


" Sekarang bagaimana perasaanmu nona? " Tanya dokter setelah mengarahkan stetoskop ke dada Joevanka.


" Sekarang saya sudah baikan dokter." jawab Joevanka singkat.


" Apa kau merasakan menggigil? atau semacam mengalami napas pendek dan denyut nadi cepat ? " tanya dokter kembali


" Tidak dokter." Sahut Joevanka.


" Bagus nona! Kemarin anda sempat kejang dan denyut jantung anda tiba tiba lemah. Tuan yang bersama dengan anda kemarin ketakutan sekali. Nah, biasanya jika tubuh kita mengalami hipotermia memang sangat sulit mengembalikan suhu tubuh kita kembali lagi, apalagi nona lumayan lama berada diluar dalam keadaan basah. Tapi itu kembali ke fisik kita masing masing. Ternyata sampai kesiang fisik anda sudah lebih baik. " Ucap dokter tersenyum simpul.


" Apa yang terjadi dok? " Sela Ivannia cepat, dari tadi yang di jelaskan lelaki berkacamata dan memakai jas putih itu tidak masuk ke dalam pikirannya. Yang ada Ia malah bertambah bingung.


" Pasien mengalami hipotermia, ia berada diluar selama hujan turun dalam keadaan basah. Beruntung pasien cepat di tangani. Jika tidak pasien bisa meninggal." kata dokter.


" Sampai bisa meninggal dokter? " Alea berhasil membelalakkan matanya.


" Ya, Hipotermia bisa dirasakan semua orang, apalagi di saat fisik kita lemah dan kita berjam-jam berada diluar dalam posisi basah, pasti kita diserang hipotermia nona! " Jelas dokter.


" Wah...baru tahu dokter! " kata Alea tersenyum samar.

__ADS_1


" Terima kasih penjelasannya dokter, sekarang kami mengerti." kata Ivannia.


" Oke, nanti jika infusnya habis pasien sudah bisa pulang. Tidak ada yang perlu dicemaskan. Sehat selalu ya nona! " Kata dokter tersenyum kepada Joevanka.


" Terima kasih dokter." ucap Joevanka dengan nada terendahnya.


" Sama sama, saya permisi dulu! " ucap dokter pamit undur diri. Mereka melangkah meninggalkan ruangan rawat inap. Disitu dokter tidak ada, ekspresi wajah Ivannia langsung berubah dan menatap Joevanka dengan tajam.


" Aku yakin Ivander meninggalkanmu dan pergi bersama Delia brengsek itu kan? " Kata


Ivannia terlihat geram, tatapannya kepada Joevanka benar benar siap menenggelamkan Joevanka.


" Benarkah seperti itu Joe? " Tanya Samuel ikut penasaran.


" Tentu saja, Joevanka tidak tahu pulang dan aku yakin dia ke sasar Samuel, pada waktu hujan deras itu! " ucap Ivannia tersenyum kecut.


" Wah... benar benar ya anak itu, aku sudah peringatkan jangan berhubungan dengan Delia, wanita itu jahat! " Sambung Alea membuang napasnya dengan kasar.


" Sekarang kamu harus jujur Joe, katakan yang sebenarnya, apa benar Ivander sengaja meninggalkanmu di kampus?" Ivannia menatap Joevanka yang terdiam, ivannia merasa jengah, ia membuang napasnya dengan kasar. " Begini saja, kalau kau tidak mau memberitahukan kami, terpaksa aku harus mengatakan ke mommy. Kamu di rawat dirumah sakit, semua itu karena Ivander! " ucap Ivannia terdengar tegas, ia langsung mengeluarkan ponselnya dari dalam tas kecilnya.


" Tidak, tidak, jangan Ivannia... aku mohon! aku bukan, Ehm maksudku..." Tiba tiba Joevanka terlibat gugup, ia sendiri tidak ingin jika Ivander kena imbasnya karena ini murni kesalahannya. Meninggalkan kampus dan tidak menunggu Ivander.


" Sekarang, lebih baik kamu katakan sekarang! Ceritakan semuanya tanpa sisa! " Kata Ivannia tersenyum penuh kemenangan.


Samuel dan Alea ikut menunggu cerita dari Joevanka.


" Sebenarnya, ini bukan salah Ivander atau salah siapa pun Ivannia! " Kata joevanka berusaha mengatur kata yang tepat untuk diucapkan agar mereka percaya. " Ivander, tiba tiba mendapat jadwal mata kuliah tambahan. Aku bosan dan ingin keluar mencari buku tambahan untuk mata kuliahku . Tiba tiba hujan deras, aku menunggu ivander di cafe yang jauh dari kampus. " Joevanka terdiam, Ia tidak bisa melanjutkan kata katanya, kebohongan ini begitu jelas. Ia tidak terbiasa berbohong.


" Terus? " Alea mengangkat setengah alisnya.


" Aku..aku...ke sasar ! " ucap Joevanka dengan suara terendahnya. Ia meremas tangannya. Ia menggigit bibir bawahnya untuk menutupi rasa gugupnya.


Terpaksa ia berbohong demi kebaikan semua.


.


.


BERSAMBUNG


.


.


πŸ’ŒBERIKAN LIKE DAN KOMENTARMUπŸ’Œ


πŸ’Œ BERIKAN VOTEMU πŸ’Œ

__ADS_1


πŸ’Œ BER


__ADS_2