
💌 Whisper of love 💌
🍀 HAPPY READING 🍀
.
.
" Dude... Sepertinya kita harus beristirahat! Joevanka sudah tidak kuat untuk melanjutkan perjalanan ini. " teriak Samuel dari bawah, ia nampak khawatir melihat Joevanka, napasnya tersengal saat menaiki gunung.
" Aku tidak apa apa Samuel...." bisik Joevanka.
Ivander menoleh ke belakang dan melihat Samuel memapah joevanka yang tampak kelelahan.
" Sedikit lagi menuju pos dua, kita bisa istirahat di sana. " sahut Ivander dan melanjutkan langkahnya untuk menaiki pendakian yang semakin menanjak.
" Sayang, bantu aku juga dong! " rengek Delia.
Tak ada sahutan, Ivander tetap berjalan. Seolah Delia tidak ada.
" Ivander, jangan abaikan aku seperti ini. " tukas Delia.
" Jaga sikapmu Delia, kita lagi berada di tengah hutan. "
" Aku tidak perduli! "
" Aku tidak ingin bicara denganmu Delia. Jadi lebih baik kau diam dan nikmati pendakian ini. "
" Astaga, kau masih marah? Aku sudah bilang semua ini karena Joevanka si brengsek itu."
" Jangan mengatai Joevanka seperti itu Delia, Mulutmu tidak pantas mengucapkan itu. "
" Cih...apa sekarang kau membelanya? "
Ivander menarik napas dengan kasar, ia nampak jengah dengan sikap Delia.
" Ya, kita harus membicarakan semuanya, tapi tidak sekarang, setelah kita kembali dari sini. "
" Baguslah, Kau mulai sadar, mari kita bicarakan hubungan kita, aku ingin kau lebih serius lagi. Aku tidak ingin kau mengabaikanku lagi. " Kata Delia menekan setiap perkataannya, ia merubah raut wajahnya menjadi serius.
" Ya, kita memang harus membicarakan ini, lebih cepat, lebih baik. " Kata Ivander dengan tersenyum miring sambil mengangkat setengah alisnya.
" Kejutan ini akan menjadi akhir semuanya Delia, dan aku sangat menunggunya. " kata Ivander dalam batinnya.
" Aku jadi penasaran Ivander..."
" Nanti kau akan tahu sendiri. " jawab Ivander tanpa ekspresi. Wajahnya terlihat kaku dan dingin.
" Tapi bantu aku Ivander aku sudah tidak kuat, perjalanan kita ini membuatku lelah, penuh tanjakan dan jalannya begitu miring. "
Keluh Delia.
Ivander menghentikan langkahnya, menatap Carles yang sedang berbicara dengan Elmon
" Apa kalian bisa membantu Delia berjalan Carles? " tanya Ivander.
" Saya? " Carles menunjuk ke dirinya sendiri.
" Ehmmm, bisa kau bantu Delia? "
" Dengan senang hati Ivander..." Kata ke dua pria dan segera menghampiri Delia.
" Tidak jadi, jangan mendekat ! Aku bisa jalan sendiri. " Tolak Delia dengan ekspresi wajah yang tampak kesal.
" Ya, sudah kalau tidak mau, kami juga tidak ingin capek Delia, kami hanya kasihan saja. Silahkan lanjutkan! " kata Carles.
Mereka akhirnya tiba di pos kedua, dan memutuskan untuk istirahat sambil minum dan makan roti untuk memulihkan kondisi agar bisa melanjutkan perjalanan. Hanya 10 menit waktu yang di berikan ketua, jadi mereka bisa menggunakan waktu sebaik baiknya agar tenaga mereka cepat pulih.
__ADS_1
" Istirahatlah Joe, kita akan lanjutkan perjalanan kita setelah 10 menit kemudian. "
Joevanka hanya mengangguk dan kembali menikmati suasana, dia mengambil duduk dan menyenderkan punggungnya di pohon. Ia memejamkan matanya dan menikmati suasana alam yang sangat menenangkan hatinya. Samuel mendekat dan memberikan minuman kepada Joevanka.
" Ambil ini! " kata samuel menyodorkan minuman. Joevanka membuka matanya dan melihat samuel ingin memijat kakinya. Reflek Joevanka menarik kakinya, ia tidak nyaman jika yang lain melihatnya.
" Jangan, jangan lakukan itu Samuel. Aku tidak apa apa ! Aku serius.. ." tolak Joevanka dan berusaha meyakinkan Samuel.
" Gak apa apa Joe, perjalanan kita masih jauh. dengan memijat kakimu, bisa mengurangi rasa lelahmu. "
" Aku tidak apa apa. " kali ini Joevanka mengucapkan dengan nada tegas. Karena Ivander sedang memperhatikan mereka.
" Ya, sudah jika kau tidak mau. " sahut Samuel memaksakan bibirnya tersenyum.
Tak beberapa lama, Ivander bangkit dan berbicara.
" Kita bisa melanjutkan perjalanan kita, tetap semangat ya...! " kata Ivander melemparkan senyumnya, ia kembali melangkah melanjutkan perjalanan.
Carles memutar musik sepanjang perjalanan.
Perjalanan mereka bisa di katakan santai tidak terburu buru, mereka melewati pendaki lain yang juga mempunyai tujuan yang sama. Joevanka bergabung dengan Lona. Sementara Vivian masuk ke tim dua.
" Semangat Joe...! " kata Lona melemparkan senyumnya ketika mereka menahlukkan jalanan menanjak, mereka memang harus semangat agar bisa sampai di puncak.
" Pasti Lona! " Sahut Joevanka tersenyum lembut.
Ivander kembali menghentikan langkahnya.
" Di sana ada mata air, kita bisa berhenti untuk mengisi botol untuk persediaan minum kita. Perhatikan langkah kaki kalian agar tubuh kita tidak jatuh dan menggelinding, karena jalannya terlalu curam. " kata Ivander berjalan menuruni jalan miring dan landai.
" Siap ketua! " jawab mereka serentak.
Delia tetap merengek untuk mendapat perhatian dari Ivander. Sesekali ia mendengus kasar karena Ivander tidak memperdulikannya.
" Ini semua karena kau Joevanka, Aku akan membalasmu. Lihat aja apa yang akan ku lakukan kepadamu. Tapi bagaimana caranya aku menyingkirkan dia? " Batin Delia terlihat geram. Ia menatap sinis kepada Joevanka yang asyik berbicara dengan Lona.
" Lihat saja Joevanka, aku akan membuatmu menangis darah. " Kata Delia tersenyum jahat, ia berjalan mendekati mata air.
Cuaca mulai panas, namun karena pohon pohon sangat rapat memenuhi hutan sehingga mereka tidak merasakan hangatnya panas menyentuh tubuh mereka.
Samuel meneriakkan yel-yel, sembari memakan sesuatu untuk mengisi tenaga.
Sinar matahari yang menembus melalui daun daun pepohonan membuat tubuh terasa hangat. Mereka masih menyanyikan yel-yel agar membuat mereka lebih bersemangat untuk mencapai puncak.
Dalam perjalanan menuju pos 4, mereka mendapati pendaki yang turun, mereka saling menyapa dan menyemangati orang yang tidak dikenali di pendakian. Tentu saja itu menjadi hal yang manis.
" Masih semangat? " teriak Ivander dari atas. Peserta menunjukkan gestur, mengangkat jari jempolnya mengatakan oke.
" Waktu kita setengah jam lagi akan tiba di puncak gunung, aku berharap kalian tetap semangat. " seru Ivander dengan suara nyaring.
Jam menunjukkan pukul 14.20 wib, mulai datang lelah, letih, dan lapar, namun itu tidak membuat mereka menyerah. Ivander tetap memberikan semangat untuk rekan rekannya agar tetap melanjutkan perjalanan dan tetap semangat, itu cara ivander agar mereka tiba dengan cepat.
Jalan semakin curam dan kabut mulai menutupi pandangan, hanya membutuhkan waktu 30 menit perjalanan untuk sampai ke puncak.
" Kapan kita sampainya? aku sudah tidak kuat! " Teriak Delia dengan nada kesal. Napasnya sudah tersengal untuk mengatur napasnya yang tersisa. Perjalanan menaiki pegunungan membuatnya menyesal untuk ikut. Ini semua karena mommy, dia lebih enak tidur di rumah. Di tambah Ivander selalu cuek dan tidak perdulikan nya, membuat Delia tambah kesal.
" Sebentar lagi.." Ucap Elmon melewati tubuh Delia.
" Tidak ada yang memperdulikan aku...! " sengit Delia nampak geram, ia berjalan setapak demi setapak.
" Gunungnya sudah terlihat. " teriak Carles begitu bahagia.
" Benarkah? " kata Lona antusias " Kita akan sampai Joe...sedikit lagi, kita harus semangat! " sambung Lona memegang tangan Joevanka.
" Ya, aku melihat gunungnya..." Ujar Joevanka.
Joevanka memang lebih memilih berjalan bersama Lona, ia benar benar tidak nyaman dengan perhatian dari Samuel. Di tambah Ivander masih marah kejadian tadi pagi. Membuat Joevanka tetap menjaga sikap.
Tim kedua sudah lebih dulu tiba di sana, dan dengan semangat menyambut kedatangan mereka. Terdengar sorakan sorokan penuh haru, melihat keindahan pemandangan di hadapan mereka. Ada rasa bahagia melingkupi mereka. Ivander dengan semangat mengibarkan bendera dan menancapkan bendera di atas gunung.
__ADS_1
" Astaga, sungguh indah ciptaanmu Tuhan..." Ucap Joevanka terharu, ia merentangkan ke dua tangannya, tersenyum sembari menengadah ke atas untuk menikmati alam, Joevanka kembali merasakan udara yang sejuk khas pegunungan.
" Tidak sia sia aku datang ke sini Lona. " kata Joevanka tersenyum lebar.
" Kita selfi dulu yuk..." ajak Lona mengeluarkan kamera Handphone-nya. Mereka tak lupa mengajak Vivian, mengambil beberapa gambar bersama, dan mengambil gambar gambar pegunungan alam sekitarnya.
Yang lain juga begitu ikut mengabadikan momen tersebut dengan membuat video dan foto bersama.
Pemandangan padang rumput serta pepohonan yang hijau yang sesekali dihiasi awan putih menjadi sebuah sajian yang sulit di lupakan.
Gunung-gunung yang memiliki pemandangan spektakuler yang hanya bisa di nikmati saat mendaki. Pemandangan indah di gunung memang menjadi obat ampuh untuk bisa menghilangkan rasa lelah dan sakit. Rasa lelah ketika melewati jalan pendakian yang menanjak akan terobati dengan suguhan lukisan alam yang memukau.
⭐⭐⭐⭐⭐⭐
Ivander begitu menyukai mendaki. Semangat dalam menaklukkan sebuah gunung dapat mewakili betapa semangat dan termotivasi nya diri Ivander dalam menjalani hidup yang terkadang naik turun, berkelok-kelok, sama halnya saat sedang naik gunung, hingga Ivander akhirnya merasakan sampai di puncak tujuan dalam hidup Ivander.
Setelah mengambil sesi foto untuk kenangan yang akan mereka persembahkan kepada universitas xx, bahwa tahun ini mereka berhasil menahlukkan jalan setapak berbatu yang extream dan jalan yang begitu curam.
Mereka masih tengah menikmati waktu santai, beristirahat dan menikmati makanan yang sudah mereka persiapkan. Duduk di atas rumput sembari menikmati keindahan dari atas. Mereka menikmati berbagai suara alam yang menyegarkan, sebelum mereka turun dan kembali ke tenda.
Canda tawa, dan kegiatan bernyanyi mereka lakukan di atas gunung. Hingga sesuai janji untuk kembali ke tenda, setengah jam meleset sesuai perkiraan. Mereka terlalu terhanyut menikmati keindahan alam dari puncak gunung.
" Oke... buat rekan rekan semua, saatnya kita kembali. Setengah jam telah berlalu, jam sudah menunjukkan pukul 16.05 wib. Kita kembali ke jalur yang sudah kita kita beri tanda, kita akan tiba di tenda sekitar pukul enam." kata Ivander melihat jam di tangannya.
Mereka kembali menyusuri jalan, walau menuruni pegunungan lebih mudah di bandingkan menaiki tadi. Mereka akan mungkin tiba lebih cepat dari yang di perkirakan.
Mahasiswa universitas xx, tetap semangat melakukan perjalanan pulang, setelah menikmati pemandangan yang indah. Tidak ada rasa lelah, mereka begitu bahagia karena berhasil tiba di puncak gunung tertinggi. Walau sedikit kendala karena jalannya yang miring dan curam.
Suara gemericik air, cericit suara burung, udara segar nan sejuk, dan terkadang suara angin yang menggema karena gesekan dedaunan, seakan mengikuti langkah mereka.
Joevanka sesekali bersenda gurau dengan Lona. Ivander dan Samuel nampak berbincang bincang. Mahasiswa kembali bernyanyi yel-yel untuk menunjukkan bahwa mereka sangat bersemangat. Sementara Delia berdiri tepat di belakang Joevanka dan Lona. Carles berada di belakang Delia. Ia asyik mengabadikan perjalanan mereka melalui video.
Joevanka tersentak, ia menyadari kalung pemberian mommynya terjatuh. Ia berulang kali meraba lehernya dan melihat ke bawah. Sewaktu di gunung, kalung itu masih ada. Ia nampak gusar, beruntung perjalanan mereka belum jauh.
" Ada apa Joe? " tanya Lona ikut menghentikan langkahnya, ketika menyadari Joevanka berhenti dan terlihat cemas. Delia ikut berhenti dan melihat perubahan wajah Joevanka.
" Kalungku Lona, kalung pemberian mommyku terjatuh. Aku ingin mencarinya. aku rasa kalung itu masih berada di sekitar sini. Kalian bisa lanjutkan perjalanan kalian. Aku akan segera kembali. Aku akan ikuti petunjuk jalan." Kata Joevanka berbalik dan berjalan meninggalkan rombongan.
" Tapi Joe....." Lona tidak dapat melanjutkan kata katanya karena Joevanka sudah berlari mencari kalung yang ia jatuhkan.
Lona membuang napasnya masih bisa melihat kepergian Joevanka. Ia Kembali melanjutkan perjalanannya.
Delia seperti mendapat angin segar, tawanya terdengar di dalam hutan, Delia tersenyum jahat. Ia menaikkan sisi bibirnya naik keatas.
" Inikah yang dinamakan keberuntungan? kau akan menangis darah JOEVANKA. " Delia menekan kata joevanka dengan seringai iblisnya. Ia kembali melanjutkan perjalanannya dan diam diam mengubah petunjuk jalan.
HAHAHAHAHA
" Tuhan itu maha baik, Kau akan mendapatkan pembalasanku dengan cara yang sangat mudah Joevanka. Kau akan menikmati dinginnya malam di dalam hutan ini."
HAHAHAHAHA
HAHAHAHAHA
HAHAHAHAHA
.
.
BERSAMBUNG
.
.
💌BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU💌
__ADS_1
💌 BERIKAN VOTEMU 💌
💌 BERIKAN BINTANGMU💌