
💌 Whisper of love 💌
🍀 HAPPY READING 🍀
.
.
Pada malam hari, seperti yang di katakan ketua pembina, mereka akan memasang api unggun untuk mengisi kegiatan yang bermanfaat. Manfaat api unggun juga untuk menghilangkan kebosanan karena sebelumnya setelah mereka sampai yang mereka lakukan hanya berdiam diri di tenda. Konten kegiatan yang dilakukan pun bertujuan untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan khususnya antar anggota mahasiswa pecinta alam.
Semua mahasiswa sudah berkumpul dan membentuk lingkaran. Udara yang begitu dingin membuat mereka memeluk dirinya sendiri. Acara api unggun menemani dinginnya udara dan pekatnya langit yang disertai tawa ceria dari peserta. Sembari menunggu ketua pembina memulai acara kegiatan hari ini, mereka menikmati hangatnya api unggun.
Joevanka dan teman satu tim ikut duduk bersama, sementara Delia hanya bisa nempel bersama Ivander saja.
" Lihat Delia sana, dia taunya hanya nempel bersama ketua pembina , kayak gak ada kerjaan lain saja. Kau tahu? waktu kita masak tadi, ia memilih masuk ke tenda. Benar benar manusia manja. " Kata Lona setengah berbisik kepada Joevanka. Ia menunjukkan rasa kesalnya.
Tak ada sahutan darinya, Joevanka hanya diam menatap Ivander dengan lekat, yang tengah sibuk mempersiapkan api unggun.
" Delia kan anak manja, wajar dia perlakuan Ivander seperti ratu. " Timpal Vivian ikut bergabung dalam pembicaraan mereka.
" Shit....Apa aku gak salah dengar? lihat saja dari bahasa tubuhnya, Ivander melihat Delia tidak seperti pujaan hatinya." sahut Lona.
" Sssstttt, jaga bicaramu Lona, jika Delia mendengarnya bisa habis kita bertiga. Jangan buat juga Ivander marah, aku tidak mau seperti kejadian Joevanka tadi, ketua sangat marah. " kata Vivian menyikut lengan Lona.
" Wajar ketua marah, kalian membuatnya menunggu dua puluh menit. " Sambung Lona setengah berbisik kepada Joevanka.
Joevanka menelan salivanya begitu susah, ia hanya diam tanpa ekspresi.
perasaannya campur aduk, hanya sebatas terlambat saja Ivander sudah begitu marah. Bagaimana jika ada hal lain. Apakah Ivander memakinya. Huftt... Joevanka menghembuskan napasnya.
Tiba tiba hening, Joevanka mengangkat kepalanya dan melihat Ivander sudah berdiri di tengah lingkaran.
" Selamat malam rekan-rekan semua, terima kasih atas kerjasamanya. Saya harap bukan untuk hari ini saja kekompakannya, besok dan lusa bahkan seterusnya kita tetap menumbuhkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan di antara kita. " Sesaat Ivander terdiam ia mengambil sesuatu dari tangan Samuel, kemudian Samuel kembali duduk di samping Joevanka.
" Tema kita malam ini adalah Berdansa di Alam Bebas, ada yang tahu artinya?" Tanya Ivander mengedarkan pandangannya, melihat siapa yang akan bersedia menjawab pertanyaannya. Joevanka berdiri dan mengangkat tangannya. Samuel langsung tersenyum.
Delia hanya bisa mengerucutkan bibirnya, " Dasar cari muka! " makinya dalam hati.
" Silahkan di jawab! " Ivander memberikan waktu buat Joevanka untuk berbicara.
" Maksud dari tema kali ini Berdansa di alam bebas adalah menunjukkan bahwa camping di alam terbuka itu bukan suatu hal yang menakutkan tetapi esensinya adalah bercanda dan tertawa dengan sahabat untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan "
" Jawaban yang bagus, terima kasih buat rekan kita yang memberikan jawabannya, silahkan duduk kembali! " Kata Ivander melemparkan senyumnya. Lalu ia melanjutkan kata katanya. " Benar, alam mengajarkan kita untuk mencintainya dan tentu alam bukan hal yang menakutkan." kata Ivander.
" Baiklah, malam ini kita akan membuat games yang menghibur, meningkatkan kekompakan kita. Silahkan buat samuel untuk memimpin acara games! " kata Ivander memberikan microfon kepada Samuel. Ia mengambil posisi duduk di tempat samuel, duduk tepat di sebelah Joevanka. Wajah Delia berubah kesal, ekspresi wajahnya terlihat marah, Ivander tidak memilih duduk di dekatnya.
" Oke, Terima kasih kepada pembina, memberikan saya kesempatan untuk memimpin acara games ini." Samuel sesaat terdiam, dia mengambil sesuatu wadah yang berisi kertas yang ia kerjakan bersama tim sore tadi.
" Baiklah games kita hari ini, kita akan menyanyikan satu bait lagu saja, jika lagunya berhenti tepat di antara kalian, maka ia harus mengambil kertas di dalam wadah ini dan mengikuti petunjuk sesuai yang ada di kertas." Samuel mengangkat wadah yang ada di tangannya. " Sudah mengerti rekan rekan semua? " Kata samuel memberikan instruksi dengan baik.
Terdengar sahutan serentak, bahwa mereka mengerti dengan petunjuk yang diberikan Samuel. Mereka bernyanyi di iringi dengan suara dari gitar yang di bawakan salah satu dari mahasiswa.
Dengan penuh semangat mereka menyanyikan lagu satu bait, hingga akhir lagu berakhir kepada Delia.
__ADS_1
Terdengar sorakan antara mengejek atau memberi dukungan semangat dari para peserta. Delia bangkit dan berdiri di tengah lingkaran.
" Oke, Delia kau bisa ambil ini! " kata Samuel berjalan mendekati Delia, Samuel memberikan tempat wadah kepada Delia. Satu kertas sudah ada di tangan Delia dan memberikannya kepada Samuel.
" Saya akan bacakan apa isi kertas ini..." Samuel sesaat terdiam, membuat wajah Delia mengerut. Ia mengerucutkan bibirnya, masih menunggu Samuel membacakan isi kertas itu.
Senyum di wajah Samuel seakan mengundang rasa penasaran mahasiswa lainnya.
" Kau siap Delia? " tanya Samuel menaikkan alisnya dan melepaskan senyum terbaiknya.
" Ayo, baca! apa isi kertas itu? " Wajah Delia sudah menunjukkan rasa kesal, karena samuel seperti tarik ulur untuk membaca isi kertas.
" KAMU HARUS BERNYANYI SAMBIL MEMBUAT GERAKAN SEPERTI BEBEK "
Reflek semua tertawa, membuat Delia merubah wajahnya dan tidak terima dengan hukumannya.
" Aku mau ganti kertasnya, pokoknya aku tidak terima! " Ucap Delia dengan nada ketus.
" Gak boleh seperti itu Delia, kau harus terima dan ini hanya permainan saja, untuk seru seruan saja. " jawab Samuel namun ia terlihat menahan senyumnya.
" Tapi aku gak mau membuat gerakan bebek! keluh Delia " Ivander..tolong bantu aku !! " rengek Delia dengan nada manja.
Membuat orang yang jengah dengan sikap Delia. Ivander memberi isyarat kepada Samuel. Beruntung Samuel mengerti maksud dari Ivander.
" Ya, sudah kalau kau tidak membuat gerakan bebek, kau cukup bernyanyi saja, apa kau bersedia ? "
Ivander berdiri , " Bagi siapa yang tidak mau mengikuti peraturan games ini, lebih baik keluar dari permainan ini. Kalian bisa memilih tidur di tenda. " ucap Ivander tegas, ia kembali duduk.
Tubuh Joevanka menegang, ketika tangannya bersentuhan dengan Ivander. Kaki mereka yang saling bergesekan membuat jantungnya berdesir. Seperti ada aliran listrik menyetrum membuat terciptanya kedutan kedutan yang menjalar ke seluruh tubuhnya. Wajahnya tiba tiba bersemu merah, seakan menikmati sentuhan sentuhan itu.
Permainan demi permainan masih berlangsung dengan baik membuat mereka sangat terhibur, meningkatkan keceriaan dan kebersamaan antara peserta. Malam ini acara api unggun menemani dinginnya udara dan pekatnya langit yang disertai tawa ceria. Suasana menjadi jauh lebih bermakna. Sembari menikmati hangatnya api unggun yang memberikan semangat buat para peserta, mereka sangat terhibur dengan games yang sudah terlewatkan. Ada yang merayu pacarnya, ada yang bernyanyi sambil menangis, ada yang di putusin, dan permainan seru seruan yang lain.
Kembali mereka menyanyikan lagu dan berakhir pada joevanka. Ia tersentak, ketika menyadari ia mendapat hukuman. Ivander melirik joevanka dengan ekor matanya, ia tersenyum samar, ivander bisa merasakan ketegangan dari tubuhnya.
" Ayo cantik, maju ke depan ! " Kata Samuel tersenyum lebar. Membuat Joevanka tersadar akan lamunannya. Joevanka bangun berdiri dan berjalan pelan mendekati api unggun.
" Kenapa wajahmu tegang Joe, kamu nervous sekali. " Kata Samuel berjalan mendekati Joevanka yang menunduk malu.
" Cocoknya kita kasih hukuman apa dengan gadis cantik ini? " kata Samuel menggoda Joevanka.
" Ambil dari wadah aja, biar adil..." Kata salah satu peserta.
" Aku harap dia di pasangkan denganku.." terdengar seorang peserta menyerukan kata katanya berulang kali.
" Pasangkan dengan aku saja..." kata seseorang lagi.
Joevanka semakin gugup, Ia tersenyum menjepit bibirnya lebih dalam.
Ivander menatapnya dengan lekat. Kembali Debaran debaran itu tercipta dari dadanya.
Api unggun merah menyala menyinari wajah cantiknya. Dengan cepat Ivander menenangkan diri. Ia tidak bergeming ketika lelaki yang duduk di sampingnya memuji kecantikan Joevanka. Ivander hanya tersenyum simpul, mereka adalah lelaki yang sama mengagumi Joevanka namun tidak bisa memilikinya.
" Ambil kertas di dalam wadah ini cantik! " Samuel memberikan wadah itu ke tangan Joevanka. Samuel setengah berbisik, membuat peserta lainnya bersorak seakan tidak terima.
" Aku harap kertas itu ditujukan untukku Joe.." kata Samuel tersenyum seraya mengedipkan salah satu matanya.
__ADS_1
Joevanka menggigit bibir bawahnya dan tersenyum lembut.
" Karena ini peserta terakhir kita, dia bisa membaca isi kertas itu sendiri. " Kata Samuel dengan suara nyaring.
" Ayo cantik, baca yang jelas agar semua bisa mendengarnya. " ucap Samuel, ia sangat berharap di pasangkan dengan Joevanka malam ini.
Dengan sedikit canggung, Joevanka membuka lipatan kertas. Sepersekian detik jantungnya berdegup kencang seperti genderang. Ia melotot dan tidak percaya, Ia berusaha mengatur napasnya. Antara bahagia atau bagaimana ia tidak tahu.
" Saya yakin kalimat di dalam kertas itu pasti buat saya, ia kan Joe ? " Ujar Samuel merasa percaya diri. " Ayo, baca cantik ! " Samuel mengulurkan microfon ke arah Joevanka.
Dengan gugup dan tangan gemetar, Joevanka membuka kembali lipatan kertas itu. Ia menarik napasnya dalam-dalam.
" KAU HARUS BERDANSA DENGAN PENUH PENGHAYATAN BERSAMA KETUA PEMBINA."
DEG
Sepersekian detik Ivander mengangkat wajahnya, Ia tidak percaya dengan apa yang baru di dengarnya. Debaran jantungnya berdetak semakin terasa dan semakin kencang. Kembali semua peserta menjadi heboh. Bersorak dan bertepuk tangan. Rembulan juga seakan turut bahagia.
" Bagi siapa yang tidak mau mengikuti peraturan games ini, lebih baik keluar dari permainan ini. Kalian bisa memilih tidur di tenda." Kata peserta lelaki dengan nyaring, ia mengucapkan kata kata yang di ucapkan Ivander tadi.
Delia nampak geram, ia begitu marah dengan situasi ini. Napasnya berhembus tidak beraturan. kilatan marah jelas terpancar di wajahnya.
Ivander bangkit dan berjalan ke tengah lingkaran. Ia mengatur napasnya, mencoba menstabilkan debaran debaran yang tercipta. Ia berusaha menenangkan dirinya.
" Dude, lakukan yang terbaik...ikuti aturan. Dia tetap milikku! " bisik Samuel tepat di telinga Ivander. Samuel mengerlingkan salah satu matanya. Ia mundur, mengambil posisi duduk bersama peserta yang lain.
Joevanka menelan salivanya. Walau suasana begitu dingin namun keringat dingin mulai membasahi dahinya.
Deg deg deg
Ivander mendekat. Ia semakin terkejut, ketika lelaki itu dengan lembut meletakkan telapak tangannya dipundak Joevanka. Ivander menggenggam tangan kanan Joevanka.
Joevanka terdiam mematung di posisi. Melihat tubuh Joevanka yang kaku dan tegang, Ivander mulai memberanikan diri mendekat ke arahnya. Joevanka semakin gemetar.
Ivander membisikkan sesuatu ke telinga Joevanka, napasnya yang berhembus hangat membuat ia merinding.
" Kita lakukan dengan baik vanka, tubuhmu terlalu tegang dan ikuti gerakanku dengan baik. Jangan menginjak kakiku. sakit! " Kata Ivander tersenyum tipis. Ia mulai menuntut Joevanka dalam gerakan tempo lambat.
Ivander tidak tahu apa ini yang di katakan keberuntungan. Bagaimana pun ia tidak mau membuang kesempatan ini. Terserah Samuel mau marah, yang jelas saat ini ia sangat bahagia.
Tubuh Joevanka seakan menerima dengan baik, ia tidak gugup lagi. Mereka melakukan gerakan dengan tempo lambat dan penuh penghayatan, terkadang tatapan mereka bertemu, Joevanka hampir tidak bisa bernapas. Debaran debaran yang tercipta dari detak jantung mereka yang berdetak seirama ditambah dengan diiringi musik yang syahdu.
Tepukan tangan dari yang menonton semakin membuat suasana bertambah seru. Samuel hanya bisa tersenyum tipis. Tidak tahu apa arti dari senyumannya itu. Sementara Delia memilih meninggalkan permainan, ia memilih masuk ke tenda untuk tidur. Ia merasa jengah dengan orang orang yang berteriak histeris.
BERSAMBUNG
.
.
💌BERIKAN LIKE DAN KOMENTARMU💌
💌 BERIKAN VOTEMU 💌
💌 BERIKAN BINTANGMU💌
__ADS_1