WHISPER OF LOVE

WHISPER OF LOVE
Mencintai orang yang salah


__ADS_3

πŸ’Œ Whisper of love πŸ’Œ


Β 


πŸ€ HAPPY READING πŸ€


.


.


" Karena Celin adalah mantan daddy-mu my son." Anastasia akhirnya berbicara.


" Apa? " Ivander sangat terkejut.


Aaron menarik napasnya dalam dalam, seharusnya kenangan buruk ini ia kubur dalam dalam, namun sekarang memaksanya kembali menggali kenangan buruk itu dan mengharuskan-nya untuk menceritakannya kepada Ivander. Ia sudah berjanji kebahagiaan anak-anak dan pasangan hidup mereka kelak, biar mereka yang tentukan sendiri. Anastasia menghampiri suaminya dan memeluknya dari samping. Ia tahu Aaron tidak ingin mengungkit kenangan paling terburuk dalam hidupnya. Ivander hanya bisa mengerutkan wajahnya, saat ini ia masih sangat bingung.


" Ceritakan semua sayang, kita tidak perlu merahasiakan masa lalu kita kepada anak anak, agar kisah kita bisa menjadi pembelajaran buat Ivander dan Ivannia. " kata Anastasia tersenyum lembut menatap suaminya.


Aaron berusaha menenangkan dirinya, cukup lama ia terdiam. Dengan cukup berat, ia menarik oksigen sebanyak banyaknya dari mulut dan hidungnya lalu menghembuskan napasnya sekaligus. Ia menatap anaknya dengan teduh dan memegang tangan istrinya dengan lembut.


" Seperti yang kau tahu, daddy dan mommy di jodohkan grandpa tanpa ada rasa cinta. Dan pada saat kami menikah, daddy masih menjalin hubungan dengan Celin dan tinggal satu rumah dengan daddy. Saat Daddy mulai menerima mommy. Celin tidak terima, ia begitu marah my son. Ia menculik mommymu dan menyiksanya, bahkan berulang kali memberikan suntik narkoba dan menyentrumnya...." Kata kata Aaron menggantung, Ia tidak bisa melanjutkan nya. Anastasia kembali memeluk Aaron dan mengelusnya punggung suaminya dengan lembut.


Bak suara petir menyambar seakan berbunyi kencang ditelinga Ivander. Ia sangat terkejut, wajahnya berubah menegang. Ivander bahkan menggelengkan kepalanya.


" Apa dad? " Saat ini mata Ivander berkaca kaca, ia hanya bisa mengepalkan tangannya kuat, menunjukkan bahwa ia sangat marah.


" Ia sayang, semua yang daddy ceritakan benar. Daddy sangat membenci kenangan buruk itu. Sekarang kau tahu kan kenapa daddy begitu marah? tapi itu sudah masa lalu my son. Sekarang mommy sangat bersyukur hubunganmu dengan anak Celin, benar benar sudah berakhir."


" Maafkan Ivander mom, aku tidak tahu bagaimana mommy begitu menderita dulu dan sekarang Ivander sendiri membuka luka itu kembali. " Sesal Ivander bangkit memeluk kedua orangtuanya.


" Maafkan Ivander dad, " kata Ivander sungguh sangat menyesal. Pilihannya mengakhiri hubungannya dengan Delia adalah pilihan yang tepat.


Aaron membalas memeluk anaknya, ada rasa terharu menggerogoti Jiwanya. Ia bersyukur memiliki anak seperti Ivander. Anastasia hanya bisa tersenyum. Air matanya menetes di pipinya. Mereka melepaskan pelukannya dan saling menatap.


" Kamu tidak salah my son, daddy memang tidak ingin menceritakannya. Karena kenangan itu, seperti mimpi buruk bagi kami. dan bahkan mommy sendiri tidak mau mengingatnya. Kami hanya berharap kalian tidak mengalami hal yang sama seperti kisah mommy dan daddy sayang. Kami akan membiarkan kalian menentukan kehidupan dan masa depan kalian sendiri termaksud itu masalah jodoh. Tapi jangan menyalah gunakan kepercayaan kami. Kami juga tidak akan membiarkan nya. " Kata Anastasia dengan tegas di ujung kalimatnya.


" Jadi Apa yang terjadi dengan aunty Celin mom? " tanya Ivander dengan suara terendahnya.


" Dia menerima konsekuensi atas pembuatanya. Celin mendekam dalam penjara."


" Maaf kan Ivander mom. " Ivander terus mengulangi perkataannya. Ia sebenarnya sudah menyadari perbuatan Celin dan Delia. Dari masalah di sekolah, Alea sendiri sudah mengatakannya. Sekarang mereka memanipulasi hasil kesehatan Delia. Benar benar kejahatan yang tersusun rapi.


" Sudah sayang jangan minta maaf terus. sekarang anak mommy sudah tau kebenarannya. Bisakah kau tinggalkan mommy dan daddy? " Kata Anastasia dengan nada lembut. Aaron hanya diam duduk di tempatnya.


" Baik mom! " Ivander bangkit meninggalkan ruangan kerja daddynya.


Dengan langkah gontai ia berjalan menaiki tangga dan masuk ke dalam kamarnya. Ivander duduk di sisi ranjang dan mengusap wajahnya dengan kasar. Ia menarik napasnya dalam dalam. Ivander membuka laci nakas, ia mengambil amplop coklat. Sepersekian detik Ivander tersenyum sambil mengangkat bibir sisi kanannya naik ke atas. Ia memegang kertas hasil penipuan dari Celin dan Delia.


Ivander mengepalkan tangannya.


" Kita lihat, bagaimana reaksi kalian melihat ini? " Ivander tersenyum sinis. Ia kembali mengepalkan tangannya.

__ADS_1


⭐⭐⭐⭐⭐⭐


Awalnya Ivander ingin mengakhiri hubungannya dengan Delia secara baik baik dan tidak menunjukkan barang bukti yang di dapatnya. Ia juga masih punya hati, karena wanita itu pernah ia cintai.


Namun yang terjadi, Aunty celin benar benar membuat kesabarannya habis dan mengharuskannya untuk menunjukkan ini semua.


Ia bahkan geram, fakta mengejutkan bahwa ternyata aunty Celin pernah menjalin hubungan dengan daddynya dan melakukan penculikan kepada Mommynya. kini Ivander menyadari cinta Delia hanya obsesi belaka. Mereka merencanakan semuanya dengan baik. ini tidak bisa di biarkan. Ivander harus memberi perhitungan.


Ivander memarkir mobilnya di luar pagar. Ivander berjalan memasuki pekarangan rumah Delia.


Ia menekan bel rumah berulang kali. Terlihat wanita separuh baya membukakan pintu untuknya.


" Tuan Ivander! "


" Ada Delia? " tanya Ivander tanpa ekspresi.


" Siapa ? " tanya Celin dari dalam.


" Maaf nyonya, ada tuan Ivander mau bertemu nona Delia. "


" Apa ? Ivander? Kenapa kau membiarkan menantuku menunggu diluar, suruh masuk ! " Wajah Celin nampak berbinar, ini berkat pertemuannya dengan Aaron dan sekarang membuahkan hasil.


" Hai Ivander, masuk sayang! " Celin langsung menutup majalah dan menghampiri Ivander.


" Duduklah sayang, Delia ada di kamarnya. tunggu Sebentar ya.. " Kata Celin dengan ramah. " Panggilkan Delia, sekarang! " titah Celin kepada asisten rumah tangga yang sedang membawa minuman dan cemilan.


Ivander masih tetap berdiri di tempatnya tanpa memandang celin.


" Duduklah Ivander..Delia sebentar lagi turun. Ehm kau orang yang tidak sabaran. Apa kau merindukan Delia? " Celin tersenyum, ia mengambil minuman dingin yang ada di atas meja. Ivander masih diam terpaku di tempatnya.


Sementara asisten rumah tangga langsung menuju lantai atas untuk memanggil Delia. Mendengar Ivander datang. Delia langsung berlari dan benar saja Ivander yang baru memutuskannya datang kembali. Ia langsung berhambur memeluk Ivander.


" Kau kembali sayang? "


" Lepaskan aku Delia! "


" Kau merindukanku sayang? " Delia menangkup ke dua pipi Ivander.


" Sepertinya mommy harus meninggalkan tempat ini..." Kata Celin bangkit membawa majalah dan minumannya.


" Tidak..! aunty tetap di sini. " Kata Ivander dengan sorot mata yang tajam.


" Oh tidak sayang...Kalian masih harus melepaskan rindu. "


" Apa aunty pikir aku ke sini untuk kembali dengan Delia? " Sarkas Ivander mengangkat alisnya setengah.


" Bukankah daddy-mu sudah cerita. "


" Cerita apa aunty, apa tentang masa lalu aunty yang menculik mommy-ku dan menyiksanya? "


Celin nampak tertawa, dan memicingkan matanya menatap Ivander.

__ADS_1


" Apakah hanya itu yang di katakan daddy-mu ivander? "


Ivander tersenyum sinis, " Ya jelas, Aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama aunty, apa kalian pikir aku tidak tahu semua kejahatan kalian? Kau mencelakai teman satu sekolah kita dan lari ke Singapura, dan kau datang kembali ke sini dan mengatakan kau sakit. "


" Aku tidak pernah menipumu sayang, Aku benar benar sakit dan menjalani pengobatan di Singapura, aku tidak bohong sayang."


Ivander melempar amplop coklat ke wajah Delia.


" Ini bukti kejahatan kalian. Aunty celin membayar pihak rumah sakit untuk mengubah atau memanipulasi pindaian dari alat pindai medis tiga dimensi agar pasien seperti orang sakit dan mengidap kanker namun ternyata sesungguhnya kau tidak sakit Delia." ucap Ivander dengan begitu emosi.


Celin dan Delia saling berpandangan, mereka tampak gugup.


Ivander tersenyum sinis, " Kenapa, apa kalian terkejut? " Alis Ivander melengkung ke bawah. Lengan disilangkan dengan tegas di atas lengan satunya, saat ini Ivander sangat marah.


Dengan kaki gemetar Delia terjatuh di lantai dengan posisi terduduk. Ia membuka amplop dan membaca semua keterangan yang ada di kertas. Dengan air mata berderai, ia menatap Ivander. Delia menggigit bibir menunjukkan perasaan khawatir, cemas, takut, tidak aman, dan tertekan. Ia bahkan mengatupkan bibir dan menggelengkan kepalanya. Ujung bibir turun ke bawah menunjukkan kesedihan.


" Aunty aku tidak bodoh, Kalian berusaha mengambil jalan seperti ini dengan cara kotor. Hanya agar aku kembali kepada Delia. Aku tahu aunty sengaja melakukan ini semua. Karena aunty begitu membenci mommy. Tapi itu tidak akan terjadi, aku tidak akan membiarkan kalian merusak keluargaku. Seperti yang aunty lakukan terhadap mommy ku dulu. " Sengit Ivander dengan nada tegas. Ia membiarkan Delia menangis tersedu-sedu.


" Ivander aku akan mati di depanmu, jika kau meninggalkan aku...! " teriak Delia histeris.


" Silahkan Delia, lakukan yang menurutmu terbaik. Dengan cara masuk rumah sakit dan mengatakan kau sakit, aku tidak akan percaya lagi. " Ucap Ivander dengan nada sangat dingin dan kaku.


" Tidak, jika kau selangkah meninggalkan rumahku, aku akan mati saat itu juga. " Ancam Delia menatap tajam kepada Ivander.


" Apa kau tidak kasihan Ivander, Delia begitu mencintaimu.."


" Aku tidak akan masuk perangkap kalian lagi aunty, jika kalian berani mengancam dan mengganggu keluarga Donisius, bukti asli masih ada di tanganku. Aku akan menyerahkan bukti itu ke polisi. " Kata Ivander menekan setiap perkataannya. Ia melangkah meninggalkan kediaman SMITH. Celin langsung memeluk putrinya ketika Delia menangis dan meraungkan nama Ivander.


" Kau jahat Ivander...kau jahat! " teriak Delia menangis sekuat tenaga.


" Aku akan mati Ivander, lihat saja! Aku akan mati... "


Delia menangis dan menyebut nama Ivander berulang kali.


" Sabar sayang...sabar...! " Kata Celin memeluk putrinya dengan sayang. Ia tidak bisa berbuat apa apa lagi. Ivander sudah mengancamnya.


Di luar Ivander hanya bisa menatap rumah Delia dengan ekspresi tidak terbaca. Ia membawa mobilnya meninggalkan rumah Delia.


Proses panjang dalam hubungan percintaan bagaikan sebuah labirin pada cerita dogeng, terlihat mudah untuk dimasuki namun terlihat sulit untuk keluar. Perumpamaan seseorang sebagai labirin bukanlah tanpa sebab karena memang cukup sulit bagi kita untuk memahami seseorang.


Namun terkadang gak semua hubungan percintaan itu sesuai dengan yang di harapkan, dalam hubungan percintaan Ivander, yang ada hanyalah tidak ada kenyamanan, Delia terlalu egois dan ingin menang sendiri. Ivander menyadari bahwa ia mencintai orang yang salah. Delia terlalu obsesi untuk memilikinya dan menghalalkan segala sesuatu untuk kepentingannya dan merugikan banyak orang lain, termasuk Ivander sendiri. Sekarang Delia sudah menjadi masa lalunya.


BERSAMBUNG


.


.


πŸ’ŒBERIKAN LIKE DAN KOMENTARMUπŸ’Œ


πŸ’Œ BERIKAN VOTEMU πŸ’Œ

__ADS_1


πŸ’Œ BERIKAN BINTANGMU


__ADS_2