WHISPER OF LOVE

WHISPER OF LOVE
Melepaskan cinta


__ADS_3

πŸ’Œ Whisper of love πŸ’Œ


Β 


πŸ€ HAPPY READING πŸ€


.


.


Sebelum Ivander berangkat praktik kerja bisnis, Joevanka hanya bisa berdiam diri dan bertahan di dalam kamarnya. Setelah melihat mobil Ivander meninggalkan rumah. Dengan perasaan lega Joevanka bisa keluar dari kamarnya. Ini adalah jalan terbaik untuk menghindari Ivander sebelum ia kembali ke London. Hari ini Joevanka akan menemui aunty Anastasia, ia sendiri sudah memiliki alasan yang tepat, untuk meninggalkan negara ini. Joevanka yakin aunty Anastasia pasti mengizinkannya.


Seperti biasa sebelum ia keluar, Joevanka membiarkan pulpennya menari nari di atas kertas. Tanpa di undang, air matanya kembali menetes, terjatuh begitu saja membasahi bukunya.


Apakah mencintaimu adalah sebuah kesalahan dalam hidupku?


Jawabnya adalah ya. Aku tidak tahu bahwa sesakit ini mencintaimu. aku akan belajar melepaskan cinta ini, walau ini sangat sulit.


Aku benar-benar kecewa dan patah hati. Tapi ini kehidupan nyata bukan cerita cinta dalam dongeng yang menyederhanakan perjalanan cinta seseorang sehingga semuanya berakhir bahagia. Pada saat aku merasa berada dalam kerapuhan hati. Perasaan ini hanya bisa tergores luka. Setiap hari aku merasakan cinta dalam diam, rasa yang ingin aku coba musnahkan. Tapi kenapa begitu sulit?


Jalan terbaik harus meninggalkan tempat ini. Agar aku bisa mengubur perasaan ini.


Memang akan hadir rasa perih yang tak terlihat di ujung hati. Bagaimana besarnya rasa cinta ini. Sakit, pasti. Sedih, jelas. Tapi apakah semua itu salahmu? Tidak, itu bukan salahmu Ivander. Aku yang salah mencintaimu. Aku menjadi manusia serakah. Aku menyadari semua. Tak bisa di pungkiri derajat-mu terlalu tinggi, dibandingkan denganku? aku hanyalah serpihan kertas.


Tubuh Joevanka bergetar menahan isak tangisnya. Kata kata yang ia tulis mewakili perasaannya yang begitu dalam. Ivander akan menjadi kenangan dan akan tetap menjadi cinta pertamanya.


Joevanka menutup bukunya, dan menyeka sisa air mata yang masih tergelincir di pipinya. ia menatap keluar jendela, Ia membuang napas panjang. Ketika melihat mobil Ivander meninggalkan halaman rumah. Joevanka memejamkan matanya.


" Apakah sesakit ini melepaskan mu Ivander? " Lirih Joevanka, sesaat ia menyentuh bagian dadanya yang terasa sakit. Ia menekan rasa pahit dan bahkan untuk menarik napas saja ia begitu sulit. Joevanka melakukan ritualnya, mengembuskan napasnya lewat mulut untuk menenangkan dirinya.


Ia langsung bangun dari duduknya dan melangkah keluar. Ia menuruni tangga dan mengedarkan pandangannya, mencari aunty.


Ivannia memberitahu bahwa hari ini Uncle Aaron tidak masuk ke kantor. Siang ini beliau langsung berangkat untuk melakukan perjalanan bisnis bersama aunty Anastasia.


Sangat sulit menemui mereka, kemarin aunty Anastasia mengunjungi panti asuhan Vincentius putra dan melakukan bakti amal.


"Sudah bangun Joe? " tanya Ivannia meneguk sisa susu yang ada di gelasnya.


Bukannya menjawab, Joevanka terkejut sampai membuat matanya terbelalak.


" Kau sendiri, belum berangkat sekolah? " kata Joevanka melihat Ivannia yang masih asyik memainkan ponselnya.


" Hari ini ada ujian praktek, masuknya jam sembilan. " jawab Ivannia.


" Oh benar, kalian sudah mengikuti ujian ya."


" Doakan ya, semoga aku lulus dan bisa melanjutkan kuliah. "


" Ok ! " Kata Joevanka menunjukkan gestur gerakan tangan mengatupkan jari telunjuk dan jempol mengatakan 'OK', kepada Ivannia sambil mengedipkan salah satu matanya.


Ivannia bangkit dari duduknya dan mendekati Joevanka. Langkahnya berhenti ketika melihat mata Joevanka sembap seperti habis menangis.


" Joe, kau habis menangis? " Kata Ivannia memicingkan matanya dan memperhatikan Joevanka lekat lekat.


" Menangis? siapa yang menangis sayang? " Anastasya muncul dari ruang kerja suaminya.


" Aunty? "Joevanka terlihat gugup.


" Siapa yang habis menangis? kamu habis menangis Joe? " pertanyaan yang sama Anastasia ulang lagi.


" Tidak aunty? aku tidak menangis..." jawab Joevanka cepat.


" Jika kau mengeluarkan air mata lagi, aunty tidak akan membiarkan itu terjadi sayang." kata Anastasia mengelus rambut Joevanka. " Kamu belum berangkat sekolah Vania? " Tanya Joevanka melangkah ke dapur mengambil sarapan untuk suaminya.


" Ini mau berangkat mom. " Sahut Ivannia langsung berlari mengambil tasnya dari kamar.


" Selalu saja seperti itu.." Anastasia menggeleng. " Kau tau joe, Ivannia selalu seperti itu. Dia selalu terburu-buru! Kamu sudah sarapan sayang? " tanya Anastasia berbicara dari dapur. Ia masih sibuk mempersiapkan sarapan buat suaminya. Anastasia menyusunnya di atas nampan.


Joevanka melangkah pelan, ia nampak gugup ketika ingin mengutarakan keinginannya. Sementara Berneta sudah meninggalkan dapur setelah selesai membersihkan dapur. Ia melanjutkan pekerjaannya mengurus taman bagian belakang.


" Kenapa diam sayang? Ayo duduk ! " Kata Anastasia.


" Aunty ada yang ingin aku bicarakan! " Kata Joevanka dengan suara terendahnya.


Anastasia mengangkat wajahnya, menatap Joevanka dengan lekat.

__ADS_1


" Apa ada kendala masalah kuliahmu sayang? atau masalah keuangan? nanti aunty bisa tambahkan dan langsung transfer ya. " kata Anastasia dengan nada lembut. Ia membuat jus kesukaan suaminya.


" Tidak aunty, bukan masalah kuliah atau uang, uang yang aunty berikan sudah lebih dari cukup. Vanka juga ingin bicara dengan uncle. "


Anastasia menghentikan kegiatannya, dan menatap Joevanka dengan teduh.


" Oh ya, apakah itu masalah serius sayang? " wajah Anastasia berkerut.


Joevanka hanya diam tak bergeming, Anastasia mengangguk paham dan tersenyum singkat.


" Baiklah, jika kau tidak ingin memberitahukan kepada aunty. Nanti sekitar setengah jam lagi, kau bisa datang ke ruangan kerja uncle. Oke..."


" Terima kasih aunty.." jawab Joevanka.


" Oke sayang, aunty tinggal dulu ya. Aunty mau memberikan sarapan ini buat uncle ! " Anastasia membawa nampan yang berisi sarapan kesukaan suaminya.


Joevanka hanya bisa tersenyum, ia hanya bisa menatap punggung wanita itu dari belakang.


Anastasia menghentikan langkahnya. " Jangan lupa sarapan sayang. " Anastasia setengah berteriak, karena ia sudah berdiri di depan pintu ruangan suaminya.


" Ya, aunty..." Sahut Joevanka terdengar dari dapur.


Joevanka tersenyum, Ia bersyukur di pertemukan dengan keluarga ini. Mencintai dan menganggap Joevanka seperti anak mereka sendiri. Kebaikan keluarga ini tidak akan pernah ia lupakan.


⭐⭐⭐⭐⭐⭐


Joevanka mengetuk pintu ruang kerja uncle Aaron. Sesuai yang dikatakan aunty ia datang tiga puluh menit setelah uncle selesai sarapan.


" Masuk! " terdengar sahutan dari dalam.


Joevanka membuka kenop pintu dan melihat uncle Aaron sudah rapi , ia sedang duduk menatap laptopnya. Aaron mengangkat wajahnya dan melihat Joevanka sedang berdiri.


" Silahkan duduk Joevanka! "


" Kamu sudah datang sayang? " terdengar suara Anastasia dari belakang.


Joevanka berbalik dan melihat aunty Anastasia sangat cantik dan rapi hari ini. Mereka sudah bersiap untuk berangkat keluar kota.


" Aunty...! " Joevanka hanya bisa menganggukkan kepalanya, perasaannya tambah gugup melihat pasangan yang selalu bahagia ini.


" Silakan duduk sayang! " Anastasia meletakkan berkas di atas meja .Joevanka sudah duduk di sofa.


" Oh ya , mau bicara apa Joe? "


Ivander menyusul duduk dan bergabung bersama Joevanka dan istrinya.


Joevanka mencengkeram tangannya begitu kuat, jantung joevanka semakin berdetak. Bibirnya Keluh, tidak tau harus memulai dari mana. Joevanka menarik napas dalam-dalam.


" Joe, apa yang ingin kau sampaikan sayang. Katakanlah ! " kata Anastasia .


" Bisakah...bisakah...aku kembali ke London uncle? " Tanya Joevanka dengan suara terendahnya, ia tergagap seraya menundukkan kepalanya.


Anastasia begitu terkejut, dan bersamaan itu Aaron mengangkat kepalanya dan mereka sama sama mengerutkan keningnya sambil menatap Joevanka. Beberapa bulan yang lalu Joevanka juga pernah mengatakan hal yang sama. Anastasia menggeleng.


" Tidak, aunty tidak izinkan! " jawab Anastasia cepat dan terdengar ketus.


" Tapi aunty? "


" Apapun alasanmu , aunty tetap tidak mengizinkanmu kembali sayang. " jawab Anastasia tegas, ia seakan mengatakan perkataannya tidak bisa di ganggu gugat.


" Aunty sudah bilang, kau adalah tanggung jawab aunty sekarang. Sampai kau benar-benar sukses, dan menentukan pasangan hidupmu sendiri. Jika kau sudah menikah aunty akan membiarkanmu pergi. Karena kau sudah mempunyai kehidupan sendiri dan aunty tidak mungkin menahanmu. Tapi untuk saat ini tidak Joe, kau mengerti? " Kata Anastasia menekan setiap perkataannya.


" Sayang, kita dengarkan alasan Joevanka dulu ! "


" Aku bilang tidak, ya tetap tidak sayang! " Jawab Anastasia cepat, ia bahkan menyela pembicaraan suaminya.


Tiba tiba terdengar isak tangis Joevanka, membuat Anastasia terkejut dan bangun dari duduknya untuk memeluk Joevanka.


" Maafkan aunty sayang, aunty bukan bermaksud untuk membuatmu menangis, semua itu aunty lakukan untukmu. Dengan cara merawatmu dengan baik dan membuatmu bahagia, itu salah satu caraku membalas kebaikan daddy-mu. Mereka adalah sahabat terbaik aunty. " Kata Anastasia menahan air matanya agar tidak terjatuh membasahi pipinya.


" Kita dengarkan Joevanka bicara sayang! Pasti ada alasan kenapa dia minta pulang. "


Anastasia melepaskan pelukannya, ia menatap Joevanka yang menangis sesenggukan.


" Baiklah aunty akan mendengarkan penjelasan dari kamu, tapi bukan berarti aunty mengizinkanmu pulang. Sekarang katakan Joe? "

__ADS_1


Mata Joevanka kembali berkaca kaca, air bening kembali menetes di pipinya.


" Aku hanya merindukan mendiang daddy dan mommy saja aunty. Aku akan mengambil cuti


kuliah sebulan dan kembali ke sini lagi. "


" Jika kau ingin pergi, aunty akan ikut, tapi tunggu beberapa minggu lagi. "


Joevanka bangkit dan bersimpuh di hadapan Aaron dan Anastasia. Membuat pasangan suami istri itu sangat terkejut.


" Apa yang kau lakukan sayang, aunty tidak ingin melihatmu seperti ini. " kata Anastasia meninggikan suaranya.


" Tolong biarkan aku pergi aunty aku mohon, aku hanya pergi untuk sebulan saja. Setelah itu, aku akan kembali ke sini. Aku mohon aunty! " Ucap Joevanka dengan nada memohon dan kembali menangis.


Melihat Joevanka menangis, Anastasia memeluk Joevanka dari samping. Anastasia ikut terbawa suasana dan ikut menangis.


Aaron hanya bisa menarik napasnya, menyaksikan dua orang wanita yang mengalami nasib yang sama.


" Biarkan dia pergi sayang, Joevanka hanya meminta libur satu bulan. Kita tidak bisa menghalanginya, apalagi Joevanka sangat merindukan mendiang orang tuanya. "


" Apa kau tidak menunggu aunty sayang? kita bisa pergi bersama sama, aunty juga merindukan mereka. "


" Maaf aunty, aku tidak bisa menunggu lagi .. " kata Joevanka dengan lirih.


Anastasia hanya diam tidak bisa berkata lagi. benar kata suaminya ia tidak bisa menahan Joevanka jika sudah merindukan Isabel dan Lionel.


" Baiklah sayang, aunty akan memberikanmu libur satu bulan. Sesudah itu, aunty sendiri yang akan menjemputmu. Kapan kamu akan berangkat Joe? "


" Lusa aunty. "


" Lusa? aunty masih diluar kota sayang. Ivander juga tidak bisa di ganggu karena lagi magang, apa tidak apa apa supir mengantarmu Joe? " tanya Anastasia dengan wajah memelas.


" Oh tidak apa apa aunty. Dengan senang hati, di samping itu vanka juga bisa belajar mandiri. "


" Baiklah sayang sekarang bangun, aunty tidak ingin melihatmu seperti ini. "


" Ya aunty, kalau begitu saya pamit undur diri uncle. " kata Joevanka membungkukkan badannya dan memberi hormat.


Aaron hanya tersenyum, ia membiarkan Joevanka meninggalkan ruangannya.


Setelah pintu tertutup, Anastasia hanya bisa membuang napasnya dengan kasar.


" Sebenarnya aku tidak setuju Joevanka pulang. " keluh Anastasia.


" Aku mengerti rasa khawatir-mu, kita sudah dengar tadi, Joevanka hanya satu bulan di sana. Mungkin dia merindukan keluarganya si sana. " Jelas Aaron.


" Aku tidak bisa mempercayai Melisa lagi, setelah apa yang di lakukannya. "


Anastasia nampak geram.


" Jangan terlalu di pikirkan, Joevanka akan baik baik saja sayang."


Aaron menyisihkan lengan jasnya untuk melihat jam.


" Sudah waktunya kita berangkat sayang." Ucap Aaron bangkit dan kembali ke meja kerjanya.


" Baiklah, aku kembali ke kamar dulu. "


Anastasia meninggalkan ruangan kerja suaminya. Sementara Aaron terlihat menghubungi seseorang.


" Lusa, Joevanka akan kembali ke London. Ikuti setiap pergerakannya, jangan sampai kamu kehilangan jejaknya. Jam keberangkatan saya akan kirim melalui pesan WhatsApp, Mengerti ?! "


Aaron langsung mematikan ponselnya dengan sepihak. Ia keluar, menyusul istrinya.


.


.


BERSAMBUNG


.


.


πŸ’ŒBERIKAN LIKE DAN KOMENTARMUπŸ’Œ

__ADS_1


πŸ’Œ BERIKAN VOTEMU πŸ’Œ


πŸ’Œ BERIKAN BINTANGMU


__ADS_2