ZAHRANA

ZAHRANA
GIMANA CARANYA?


__ADS_3

D. evan memarkir mobil di parkiran kantor.Ia berpapasan dengan Gino.


"Pak,ada karyawan baru interview disini, " kata Gino memberitahu sesuatu kepada Devan .Sayangnya, Devan tak menjawab pertanyaan Gino.


Merasa tak ada jawaban dari bosnya itu, Gino mengibaskan tangan, "Pak, " panggil Gino sekali lagi sambil menepuk pundak Devan.


"Eh iya Zahra, ada apa? " tanya Devan. Gino


senyum lebar, "Pantesan, ngelamunin Zahra ya pak.. " todong Gino.


"Apaan sih kamu, sok tau banget. " elak Devan, tak ingin Gino mengetahui jika dirinya mulai jatuh hati pada Zahra.


"Dari raut muka bapak saja sudah terlihat kalo bapak lagi bohong, "Todong Gino bak peramal saja.


"Apaan sih, jangan sok tau ya kamu, " Devan terus saja mengelak.Gino mengikuti terus kemana Devan berjalan.


"Kalo saran saya, lebih baik ungkapin aja pak, keburu nanti Zahra di ambil orang lain, " Gino


Nyeletuk begitu saja membuat langkahnya terhenti dan menatap dirinya.


"Gimana caranya? " tanya Devan


Gino tertawa geli dengar pertanyaan konyol yang Devan lontarkan kepadanya, "Aduh! jaim banget sih pak, bapak gak pernah merasakan jatuh cinta ya.. "kata Gino.


"Bukan saya tidak bisa merasakan jatuh cinta, saya paling tidak bisa nembak wanita, " sahut Devan.


"Bapak ciptakan suasana romantis pak, sebelum bapak jadian sama Zahra, " ujar Gino.


"Saya tidak bisa romantis, tapi hanya bisa setia." timpal Devan.


"Mas, aku lanang loh mas.. kok di gombalin to, " ucap Gino dengan logat Jawa dan gaya berlenggak-lenggok layaknya perempuan.


Devan bergidik ngeri melihat tingkah Gino, "Kamu banci ya, " ujarnya.


"Dasar Pak Devan kok saya tampan-tampan Gini di kira banci sih, " protes Gino.


"Ah, sudah ayo masuk, " ajak Devan, mengajak Gino masuk ke dalam kantor.


Devan dan gino papasan dengan Zahra di lobi kantor, "Kamu ngapain disini Ra? " tanya Devan.


"Oh ini pak, saya haus, jadi beli minum sebentar "jawab Zahra, sambil menyesap minumannya itu


"Kayaknya enak tuh, minta dong, " kata Devan.


"Bapak mau, biar saya belikan ya, " kata Zahra, tak ingin memberikan Devan bekas minumannya, ingin membelikan yang baru.

__ADS_1


"Nggak, saya maunya ini aja," Devan tetap kekeh.Zahra mengernyitkan dahi bingung


"Ini berkas saya pak." ujar Zahra.


Devan mengangkat tangan Zahra, lalu menyesap minuman itu menggunakan sedotan.


"Efek kelamaan jomblo jadi nyamuk nih, " rutuk Gino kesal.


"Makanya cari jodoh, biar gak jomblo," ledek Devan, Sekertarisnya itu memang sudah lama menjomblo setelah di putusin pacarnya tiga tahun yang lalu.


"Biarin jomblo pak, timbang cedak doang ora jadian, nyesek loh pak nyesek, " timpal Gino membalas ledekan Devan, dia tak mau kalah dari bosnya itu.


"Ginooo! " teriak Devan.Gino keburu ngibrit ke ruangannya sebelum kena omel Devan.


"Ya udah yuk, " ajak Devan mengaitkan tangannya dengan tangan Zahra. Mereka jalan bersama.


Melihat kedekatan Devan dan Zahra, Fani merasa minder.Rasanya tak mungkin, ia akan menyaingi bos besarnya itu.Sesayang dan secinta apapun ia pada Zahra, ia tetap akan mundur dan sadar diri tak akan bisa memiliki Zahra..


Gino mengantar dua karyawan baru ke ruangan Devan, dia langsung masuk karna pintu ruangan Devan terbuka. "Permisi, ini karyawan baru yang akan interview, " kata Gino.


"Kok nggak bilang ke saya? " tanya Devan, terkesiap Gino membawa dua wanita cantik untuk di interview.


"Saya tadi udah bilang ke bapak, tapi gak di dengerin, " jawab Gino, memutar bola matanya jengah.


Gino segera keluar dari ruangan Devan. "Silahkan duduk," pinta Devan, dia mempersilahkan dua wanita itu untuk memperkenalkan diri.


"Perkenalkan, saya Aura putri Tanianti lulusan SMA Nusa Bakti." Ara mengenalkan indetitas dirinya, di susul saudara kembarnya


itu.


"Perkenalkan nama saya Aulia Putri Tanianti saya lulusan SMA Nusa Bakti " kata Lia.


"Kalian pernah bekerja sebagai kasir di salah satu Mall ya? "tanya Devan, mengecek CV lamaran milik keduanya.


"Iya pak, benar," jawab Lia, membenarkan perkataan Devan


"Berapa tahun? " Tanya Devan lagi.


"Sekitar satu tahun yang lalu pak, "jawab Ara, membantu Lia menjawab pertanyaan Devan.


"Ya sudah, kalian saya terima sekarang "ujar Devan.Ara dan Lia boleh mulai bekerja hari ini.


Devan memanggil Zahra ke ruangannya.


"Ada apa pak?" tanya Zahra, masuk ke dalam ruangan Devan setelah Devan menyuruh Cleaning service untuk memanggilnya.

__ADS_1


"Tolong kamu antar karyawan baru kita ke ruang staf administrasi, bergabung dengan yang lain," jawab Devan, sambil menanda tangani sebuah berkas.


"Baik pak, " kata Zahra.


Zahra mengantar Ara dan lia ke ruangan staff Administrasi.


"Kamu kerja disini juga ya Ra, aku gak nyangka bisa ketemu kamu lagi, "celetuk Lia.Zahra hanya tersenyum, dia sepertinya tak asing dengan wanita yang mengajaknya bicara itu.


"Kamu mengenal saya? " tanya Zahra.


"Kita teman SMP kamu dulu. " jawab Lia. "Wajar sih Ra, kita udah enam tahunan tidak bertemu. " timpal Ara, mencoba ingatkan Zahra kembali.


"Ya ampun, aku hampir lupa.. Kalian apa kabar?" tanya Zahra, menanyakan kabar kedua sahabatnya itu.


" Baik Ra, kamu makin cantik aja, " puji Lia, terkesima melihat penampilan Zahra sangat berbeda dengan dulu waktu SMP yang masih terkesan urakan sekali.


"Kalian bisa aja, " kata Zahra, tersanjung karna di puji Lia.


"Gimana Ra, kamu udah punya pasangan belum?" tanya Ara.


"Belum Ar, mau fokus kerja dulu, " jawab Zahra, untuk saat ini Zahra memang tidak terfikir untuk mencari pasangan, dia hanya fokus membantu keluarganya saja.


"Andai dulu kamu terima cinta Fani, pasti kamu udah tunangan sekarang.Fani sampai sekarang masih jomblo loh Ra.. " celetuk Lia, membuat Zahra agak sedikit tersinggung.


Zahra menggelengkan kepala. Dari dulu hingga sekarang, Zahra masih menganggap Fani hanyalah teman biasa.Tak lebih dari itu.


Baru sampai di depan pintu ruangan, kedatangan mereka di sambut pak Doni. Kepala pimpinan staf administrasi.


"Ada apa Ra? " tanya pak Doni, menyambut Zahra dengan senyuman.


"Ini pak, ada karyawan baru, mohon kerjasama ya pak, di bimbing dengan baik, " jawab zahra.


"Baik Ra, Ayo silahkan masuk. " Pak Doni persilahkan Ara dan lia masuk ruangan.


"Aku balik kerja dulu ya.. kalo kalian butuh bantuan bilang saja ke pak Doni, " pamit Zahra.Ara dan Lia mengangguk bersamaan.


Zahra berpapasan dengan Gino di dekat ruangan Administrasi.


"Ngapain kamu disini gin, bukannya kerja..," tegur Zahra, keheranan melihat Gino.


"Ra, kenalin aku ke salah satu karyawan baru itu dong.. Boleh ya, " mohon Gino, mengatupkan kedua tangannya di depan Zahra.


"Ara udah punya suami, tinggal Lia yang masih single, deketin aja sana sendiri. " ujar Zahra, memutar bola matanya jengah.


.

__ADS_1


__ADS_2