ZAHRANA

ZAHRANA
harapan


__ADS_3

     Miko menghadang Zahra di depan kantor ,entah apa maksudnya. "Zahra! " teriak Miko mengepalkan tangannya di depan dada.


    Zahra terkesiap kaget melihat Miko ada di depannya. "Miko...,"


Ada apa? kaget melihat aku bebas? " tanya Zahra dengan tangan gemetar ketakutan.


 . Miko menyeringai melihat Zahra ketakutan.


"Sayang...aku di jeruji besi selalu saja tidak berhenti memikirkanmu" ucap Miko mengukung Zahra di balik sekat tembok.


     "Miko! lepaskan aku! " teriak Zahra berusaha memberontak.


     Friska tersenyum melihat mereka berdua di kantor. "Habis kamu Zahra! bentar lagi Devan akan membenci kamu! " Friska membatin dalam hati.


    Dugaan Friska benar terjadi.Devan yang baru saja keluar dari lift, terkejut melihat Miko ada di kantor.


       Devan menghampiri Miko ingin memukulnya. 'Dugh!' satu bogem berhasil mendarat di pipi Miko.


   "Aps-apaan kamu Devan! " jerit Miko memegangi pipinya.


    Zahra lari ke belakang punggung Devan, "Kamu yang apaan! ganggu cewek seenaknya! " bentak Devan.


   Miko tertawa geli, "Emangnya..kamu siapanya Zahra sekang? " tanya Miko memojokkan Devan.


     Devan merasa geram, kedua tangannya mengr, begitu marah kepada Miko.


     "Aku masih tunangan Zahra..., " jawab Devan menyilang tangannya di depan dada.


   Zahra menarik tangan Devan, supaya bisa kendalikan emosinya.Devan melirik Zahra tanpa mengucap sepatah katapun.


     Miko bersungut mendengar perkataan Devan tadi. "Beraninya kamu Devan! " jerit Miko mengacak-acak rambutnya kesal.


    "Kenapa? kamu pikir aku takut? sekalipun aku harus lintasi laut lewati lembah...akan aku lakukan demi Zahra, " tukas Devan sesekali menatap ke arah Zahra.


     Zahra menelan salivanya mendengar Devan berkata begitu.Adaperasaan senang dalam lubuk hati Zahra bahwa Devan masih memperjuangkan dirinya.


    Devan mengaitkan jari tangannya dengan jari tangan Zahra, membuat hati Miko semakin panas saja.


       Devan menarik tangan Zahra menjauh dari Miko.


            \=\=\=oooOooo\=\=\=


   Devan melepas tangannya, "Maaf..aku hanya ingin menolongmu, jangan salah paham, " ucap Devan berlalu meninggalkan Zahra.


  "Ternyata...devan hanya ingin menolongku, " batin Zahra agak sedikit merasa kecewa. Zahra tersadar, dia bergegas masuk ruangan kerjanya.


        \=\=\=oooOooo\=\=\=


      "Hey! pagi-pagi kok mukanya udah kusut aja, " sapa Ara meletakkan berkas di meja kerja Zahra.

__ADS_1


   "Gimana nggak kusut, pagi-pagi udah di hadang Miko, " sahut Zahra menghela nafas panjang.


   "Kamu serius? bukannya Miko ada di penjara ya? " tanya Ara keheranan mendengar jawaban Zahra.


  "Itu dia...aku juga tidak tau pasti siapa yang membebaskannya, " jawab Zahra menggaruk kepalanya.


    "Gimana reaksi pak Devan Miko datang ke kantor ini? " tanya Ara.


     Zahra sedih mengingat Devan lagi.Devan sudah benar-benar membencinya, tak ada lagi sedikit perasaan cinta untuknya di lubuk hati Devan.


    Ara mengerti bagaimana perasaan Zahra, tidak mungkin Zahra menjawab pertanyaan itu.


     "Sudah lupakan...,"


    "Pak Devan menolongku! " Zahra menyela perkataan Ara.


 Senyum Ara begitu merekah di bibirnya, "Pak Devan sudah menolong mu...kenapa kamu bisa sesedih itu? " tanya Ara.


  Zahra menunduk sedih, "Pak Devan hanya menolongku sebatas kasihan...bukan atas dasar cinta seperti dulu lagi, " Zahra menitikkan air matanya.


  Ara menepuk pundak Zahra, membuat Zahra merasa sedikit lebih tenang


 "Jangan bersedih Ra...sampai kapan kamu bersedih begini, kamu berhak bahagia, " ucap Ara memeluk pundak sahabatnya.


  Zahra mengernyit heran, "Siapa yang sedih sih? " tanya Zahra menyilang kedua tangan di depan dada.


 "Lah...itu kenapa keluar air mata? "Ara bertanya balik.


Ara segera menyingkirkan kakinya dari kaki Zahra, "Maaf...aku tidak tahu, " ucap Ara tertunduk malu.


     Ara segera berlalu dari ruangan Zahra.


                \=\=\=oooOooo\=\=\=


Devan merenung memikirkan Zahra, ada secuil penyesalan di hati Devan berkata seperti tadi.


b "Maafkan aku Zahra..aku belum bisa mengatakan ini semua kepadamu, "Devan membatin, merasakan gemuruh yang hebat dalam hatinya.


Devan memutar otaknya, berfikir keras bagaimana agar Zahra lepas dari belenggu Friska.


   Suara ketukan pintu terdengar jelas dari luar ruangan Devan, "Masuk! " Devan berteriak mempersilahkan untuk masuk.


 "Pak...apakah bapak memanggil saya tadi? " tanya Abi berdiri di hadapan Devan.


"Ah iya! saya lupa..kamu rekap ulang data keuangan kita hari ini, setelah itu...berikan pada Zahra, suruh dia buatkan proposal...saya butuh proposal itu untuk di serahkan ke klien besok, " pinta Devan.


  "Oh iya...sudah lama aku tidak mengecek rekaman CCTV kantor ini, " gumam Devan, dia beranjak dari ruangannya.


Devan terus berjalan keluar kantor menemui satpam, "Pak, saya kesini ambil kunci ruang keamanan, " pinta Devan.

__ADS_1


 "Oh iya Pak... Ini kuncinya, "satpam itu langsung memberikan kunci itu pada Devan.


       Devan segera mengecek rekaman CCTV itu.Mata Devan melihat tanggal per tanggal CCTV itu.


Yang membuat Devan tergelitik untuk mengecek rekaman pada sekitar dua hari sebelum dia di penjara.


Mata Devan membulat sempurna melihat Friska ketahuan mengacak-acak ruangan kerja Devan, tidak tau apa yang sedang di carinya.


   Devan terus mengamati rekaman itu, "Map kuning? bukannya map itu berisi tentang info data klien? untuk apa dia mengambil itu? "Devan bertanya-tanya.


    Devan akhirnya tau siapa yang menyusup ke dalam kantornya.Tak lain orang itu adalah Friska.Devan baru ingat jika Miko hampir membuat perusahaan bangkrut.


  Devan terus mencari tahu tentang Friska, ini menjadi kesempatan untuk membongkar kejahatan Friska.


  Seorang anak buah suruhan Devan datang ke kantor.Devan senang sekali yang di tunggu sedari akhirnya datang juga.


 "Gimana? " tanya Devan menatap penuh harapan.


 "Bos, sepertinya Friska bekerja di sebuah perusahaan milik Miko, " ucap Rendra salah satu anak buah Devan yang di minta menyelidiki Friska.


    "Bagus! saya suka pekerjaanmu " puji Devan terhadap kerja Rendra.


    Devan tersenyum simpul, "Ini upah kamu...saya beri dua kali lipat. "Devan memberikan amplop berisi segepok uang untuk Rendra.


 "Terima kasih bos...saya pergi dulu, " pamit Rendra, berlalu dari ruangan Devan.


  "Lihat saja Friska...semua rencanamu akan berakhir hari ini, "Devan berbicara sendiri.


 Devan segera mengcopy rekaman CCTV itu sebagai bukti yang bisa di tunjukkan kepada polisi.


     "Tunggu aku Zahra, kita akan bersama lagi, " batin Devan memandang foto Friska di ponselnya.


               \=\=\=oooOooo\=\=\=


     Dua orang polisi mendatangi kantor Miko, "Ko, ada polisi...kamu berbuat masalah lagi? " tanya Friska raut mukanya terlihat panik.


"Tidak..aku tidak menyakiti siapapun, " jawab Miko mengerdikkan bahunya di depan Friska.


"Permisi, apa disini ada yang bernama Friska Allecia Naureen? " tanya salah satu polisi.


  Mata Friska dan Miko saling bertatapan, "Kau melakukan kesalahan apa! " teriak Miko matanya mendelik ke arah Friska.


     Polisi memborgol tangan Friska, "Pak, karyawan saya ini tidak salah Pak. " Miko memohon agar Friska di lepaskan.


"Karyawan anda di tangkap dengan tuduhan pencemaran nama baik , " jawab salah satu polisi itu.


Apakah Devan bisa bersatu lagi dengan Zahra.


    "

__ADS_1


     ",


   "


__ADS_2