ZAHRANA

ZAHRANA
sebuah tragedi


__ADS_3

Dita mondar-mandir di restorannya menunggu Miko kembali.Hatinya sangat cemas adik semata wayangnya itu belum pulang.



Orang suruhan Dita datang ke restoran itu, mereka tidak terlihat bersama Miko, "Kalian sudah pulang? Miko mana? " tanya Dita, celingukan mencari sang adik yang tak kunjung pulang.



Mereka berdua saling bertatapan, menyenggol satu sama lain siapa yang menjawab duluan, "Miko tertangkap polisi Bos, " jawab Resta salah satu orang suruhan Dita.



Mata Dita membulat sempurna, "Apa! " teriak Dita terkesiap kaget mendengar jawaban Resta.



"Iya Bos... Miko ada di kantor polisi sekarang, " timpal Resta menunduk takut.



Dita pastinya tidak terima semua ini, yang dia punya sekarang hanyalah Miko, Dita begitu menyayangi Miko.Walaupun, sedari kecil Miko di buang ke panti asuhan oleh kedua orang tuanya.



Mata Dita memerah menahan sedih, amarahnya sudah menguasai hati, "Aku akan melenyapkanmu Devan! aku tidak terima adikku di perlakukan seperti ini! " teriak Dita dengan tangan mengepal.



Dita tergesa-gesa meninggalkan restoran, dia bergegas menuju kantor Devan.Dita membawa pistol di dalam tas kecilnya, berniat untuk mencelakai Devan.



\=\=\=oooOooo\=\=\=


Dita melajukan mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi, dia sudah tidak mau lagi berpura-pura baik kepada Devan dan juga Zahra, sudah saatnya Dita menunjukkan perangai aslinya kepada kedua orang itu.


"*Tenanglah Miko... Kakak akan balas apapun yang mereka perbuat kepada dirimu*! " batin Dita, dia menunggu saat ini tiba, sudah muak rasanya bersandiwara lagi di depan Mereka.



Ada sebuah truk melintas sejajar dengan mobil Dita, Resta berusaha menghindarinya. Namun, saat Resta berusaha banting setir ke kiri, mereka berhadapan dengan truk muatan tangki BBM.


'sriiit braaak! ' mobil Dita menabrak truk pemuat tangki BBM hingga terpelanting keluar dari jendela ke aspal sejauh lima meter


Dita terbaring tak berdaya di aspal jalan dengan kondisi bersimbah darah yang sangat banyak.Warga sekitar ikut membantu membawa Dita ke rumah sakit.



Dokter segera memberikan pertolongan untuk Dita.Namun takdir berkata lain, Dita menghembuskan nafas untuk terakhir kalinya, sedangkan Resta mengalami patah tulang di bagian kakinya.



Warga segera menghubungi anggota keluarga Dita agar segera membawa jenazah Dita pulang untuk segera di kebumikan.



\=\=\=oooOooo\=\=



Devan ikut membantu proses pemakaman Dita.Bagaimanapun, keluarga Devan sudah begitu akrab dengan keluarga Dita.



Bu Cellina, menghampiri Devan, "Van... saya tau anak saya banyak kesalahan sama kamu, tolong maafkan semua kesalahan anak saya ya... " mohon Bu Cellin mengatupkan kedua tangannya di depan Devan, Bu Cellin sangat malu putrinya tega mengkhianati Devan.



"Tenang saja Tante... saya sudah maafkan apa yang Dita lakukan terhadap saya semasa hidupnya, " tukas Devan.


__ADS_1


Zahra tersenyum, Devan sudah berlapang hati untuk memaafkan Dita.



Walau dalam benaknya hati Zahra sesungguhnya masih sakit karena di bohongi Dita, namun apalah guna mendendam kepada orang yang sudah tiada.



Semua orang pulang ke rumahnya masing-masing.Sedangkan Devan, masih terpaku menatap pusara Dita.


"Miris sekali Dita, kamu pergi dengan membawa sejuta kenangan buruk di masa laluku, " batin Devan, berlalu meninggalkan pemakaman.


\=\=\=\=oooOooo\=\=\=



Devan bermaksud mempertemukan Miko dengan keluarga kandungnya.Mungkin, inilah saat yang tepat bagi Miko bertemu mama dan papanya.Devan hanya berharap Miko jadi lebih baik lagi ketika bersama orang tuanya.



Devan teringat informasi dari Abi jika Miko adalah bayi yang di adopsi dari panti asuhan dan baru saja bertemu Dita sang kakak kandungnya.



"Tante, Om tunggu! " teriak Devan menghentikan langkah bu Cellin dan pak Afandi.



Merasa terpanggil, bu Cellin dan suaminya itu berhenti sejenak, "Ada apa Van? " tanya Bu Cellin mengerutkan dahinya.


"Devan mau menunjukkan sesuatu pada Tante dan Om... Ikuti mobilku ya, " jawab Devan membuat kedua orang tua Dita bingung.


Zahra hanya terdiam mengikuti langkah Devan, dirinya merasa tidak punya hak ikut campur urusan Devan dengan kedua orang tua Dita.



\=\=\=oooOooo\=\=\=\=




Devan menghela nafas panjang, "Sudah saatnya...Miko bertemu dengan kedua orang tuanya... " jawab Devan sambil melakukan mobilnya.



"Bapak yakin mau mempertemukan Miko dengan orang tua Mbak Dita? " tanya Zahra memastikan.



"Miko sudah tidak punya siapa-siapa lagi Ra... Dita sudah tiada, dia kini hanya punya kedua orang tuanya...kapan lagi Miko bisa berbakti kepada orang tuanya, sedari kecil dia di adopsi keluarga angkatnya dari panti asuhan, " jawab Devan.



Zahra tersenyum, salut dengan kebaikan Devan, walau Miko sudah berkali-kali menyakiti Devan.



\=\=\=oooOooo\=\=\=



Devan menghentikan mobilnya di depan kantor polisi, dia berlalu turun dari mobil di ikuti Zahra.



Pak Afandi dan bu Cellin tentu saja merasa kebingungan, kenapa Devan membawa mereka ke kantor polisi.



"Pa... ada apa ya, kok Devan membawa kita ke kantor polisi? " tanya Bu Cellin kepada suaminya.

__ADS_1



"Nggak tau Ma, lebih baik kita turun saja, " jawab Pak Afandi mengajak istrinya turun.



Devan dan Zahra masuk di ikuti oleh pak Afandi dan bu Cellin.



"Pak, saya ingin bertemu dengan Miko, " ucap Devan lirih kepada Zayhan, polisi yang kebetulan sedang bertugas hari itu.



"Siap Pak, saya akan membawanya kesini, " kata Zayhan berlalu menuju sel yang ada di belakang.



Zayhan kembali bersama Miko, "Silahkan duduk, " tukas Zayhan mempersilahkan Miko duduk



Bu Cellin semakin bingung, "Devan, ini siapa? " tanya Bu Cellin menunjuk ke arah Miko.



"Ini Miko Tante, anak yang dulu Tante buang di panti asuhan, " jawab Devan.



Bu Cellin menutup mulutnya, hatinya begitu trenyuh bisa bertemu Miko kembali.


Sejauh apapun seorang Ibu meninggalkan anaknya, tak akan mampu mengurangi cinta dan kasih sayang seorang ibu kepada putranya.


Bu Cellin mendekat kepada Miko, "Kamu Miko kan? " tanya Bu Cellin membelai rambut Miko.



Bu Cellin melihat tengkuk leher Miko ada sebuah tanda lahir,membuatnya semakin yakin jika dia adalah putranya.



Di peluknya sang putra dengar erat, air mata berjatuhan menitik di pipi Bu Cellin. Miko hanya menunduk memeluk mamanya, ada perasaan malu di benak Miko bertemu mamanya memakai baju tahanan.



"Maafin Mama Nak...mama dan papa meninggalkanmu di panti karena Mama dan papa dulu tidak punya biaya untuk merawatmu, mama dan papa berusaha mencarimu..tapi, kamu sudah ada yang mengadopsi Nak, " ucap Bu Cellin,



Orang tua mana yang tega meninggalkan anaknya di panti asuhan, namun karena keadaan yang tidak memungkinkan, bu Cellin dan pak Afandi terpaksa melakukan itu.



"Miko juga minta maaf Ma...tidak seharusnya Mama melihat Miko memakai baju tahanan seperti ini, Miko tidak bisa jadi anak yang membanggakan Mama dan Papa, " ucap Miko.



Miko bergantian memeluk pak Afandi, "Maafin Miko Pa... " pekik Miko menyesali perbuatannya.



"Kamu jangan merasa kecil hati Miko, kamu mengakui kesalahanmu saja sudah cukup membuat kami bangga, " ucap Pak Afandi hatinya ikut trenyuh mendengar ucapan Miko.



Miko melepas pelukannya, "Kak Dita dimana Ma? " tanya Miko.



Bu Cellin mengelus pundak Miko, "Dita pergi meninggalkan kita semua Nak, " jawab Bu Cellin lirih.

__ADS_1


'Degh' Miko jatuh ke lantai tak berdaya, dia semakin menyesali perbuatannya


_Bersambung_


__ADS_2