ZAHRANA

ZAHRANA
Ambisi licik


__ADS_3

Miko pulang dari rumah Zahra, dia sungguh kesal dan mengepal tangannya erat-erat, Zahra tidak boleh menyeretnya ke penjara.


Miko segera berlalu dari rumah Zahra, melihat Miko berlalu, Zahra segera menghampiri. "Mut, kamu mau kemana? " tanya Zahra, langkah Miko terhenti begitu saja, dia menoleh Zahra sejenak dan tersenyum paksa.



"Aku mau pulang dulu Mbul, ibu pasti menunggu, " jawab Miko, tak ingin Zahra mengetahui jika dirinya sudah tau apa rencana Zahra.



"Ra, ada apa? " tanya Bu Nita menyusul Zahra ke depan teras rumah.



"Nggak tau Ma, apa Miko mendengar pembicaraan kita bertiga di dalam? " tanya Zahra, masih bingung dan takut, jika sampai Miko tau semuanya, maka pasti akan gagal semua rencana Zahra.



"Kamu hati-hati nak, Miko orangnya begitu ambisius dan licik, " tukas Bu Nita, meminta Zahra untuk waspada.



Zahra hanya membalasnya dengan anggukan kepala.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Aaaargh! kenapa Zahra harus tahu semua ini! kenapa! " teriak Miko meninju-ninju pohon jambu.


"Woy! pohonnya tidak salah! ngapain di tinju kayak gitu! " gertak seseorang yang lagi lewat di taman itu.


Miko terkesiap, dia menoleh ke belakang. "Siapa kamu! " teriak Miko.



"Kamu nggak perlu tau aku siapa, aku dengar kamu dari tadi nyebutin nama Zahra, benarkah? " tanya wanita itu.


Ya, wanita itu adalah Friska yang datang kembali untuk membalas dendam pada Zahra. "Bukan urusanmu! " ketus Miko. melotot ke arah Friska.


Friska hanya tersenyum simpul mendengar perkataan Miko. "Kamu ketus sekali ya, padahal, aku ingin membantumu untuk mendapatkan Zahra, " timpal Friska menyilang kedua tangannya di depan dada.


Miko terdiam sejenak menoleh Friska "Maksudmu? Kamu mengenalnya? " tanya Miko, penasaran kenapa wanita di depannya ini tergelitik sekali untuk membantu dirinya.


"Iya lah aku dan Zahra satu kantor dulu, " jawab Friska.


"Tapi aku akhirnya di pecat karena dia, aku disini kembali untuk balas dendam padanya," batin Friska kesal, mengingat dulu dia di pecat dari kantor karena Zahra.


"Kamu yakin akan membantu diriku mendapat cinta Zahra kembali? " tanya Miko lagi, memastikan perkataan Friska.


Friska tersenyum simpul ke arah Miko. "Iya, aku akan membantu dirimu, bukan hanya mendapatkan cintanya.., tapi juga menikah dengannya


Mendengar kata menikah, mata Miko berbinar, dia tidak tau jika Friska ingin membantunya ada maksud lain yang tak pernah Miko duga sebelumnya.


...****************...

__ADS_1


"Ra setelah pak Devan di penjara, reputasi perusahaan menjadi buruk di mata klien, kita akan banyak mengalami kemerosotan tahun ini, " tukas Abi memberitahu Zahra selaku Asisten Devan.


"Apa! " Zahra kaget mendengar perkataan Abi, dia semakin menyesal telah melakukan ini pada Devan.


"Iya Ra, banyak klien yang membatalkan kerjasamanya dengan kita Ra, apalagi.., stragegi marketing yang kurang begitu luas, kalau begini terus, perusahaan di ambang kebangkrutan Ra, " jawab Abi.


Zahra semakin sedih mendengar itu, karna kesalah pahamannya kepada Devan, semua itu membuat perusahaan Devan di ambang kebangkrutan. "Apa yang harus kita lakukan bi, untuk menyikapi ini? " tanya Zahra.


"Sangat sulit Ra, tidak mudah untuk pulihkan kembali citra buruk perusahaan, pak Devan pasti mati-matian berjuang menciptakan reputasi yang baik di perusahaan ini, " jawab Zahra.


"Kamu sudah mengabari pak Devan? " tanya Zahra, bagaimanapun Devan harus tahu soal ini.


"Belum Ra, rencananya aku nanti sore mau ke kantor polisi untuk menemui pak Devan, " jawab Abi.


Zahra mengangguk, Abi keluar dari ruang kerja Zahra karena masih banyak kerjaan yang belum di selesaikan.


Jarum jam menunjuk ke angka dua belas, semua staff dan karyawan hilir mudik di kantin. "Ra, lebih baik kamu atasi masalah ini tanpa sepengetahuan pak Devan deh, " usul Ara.


"Gimana caranya? " tanya Zahra.


"Kamu harus cari tahu, kenapa klien batalkan semuanya dan siapa yang bocorkan info ke perusahaan klien kalo pak Devan di penjara, padahal kamu tau kan, prestasi perusahaan ini mencapai tingkat internasional " jawab Ara.


"Kamu benar Ar, kita harus mencari tahu itu, dan kita harus inovasi strategi marketing agar lebih luas lagi, " timpal Zahra.



"Udah yuk! masuk kerja lagi, " ajak Lia semua berdiri melangkah menuju ruangan masing-masing.


...----------------...


"Kamu yakin Ra, bisa mengatasi semua ini sendiri? " tanya Abi memastikan.


"Iya Bi, pak Devan masuk penjara karena kesalahanku, aku yang bertanggung jawab atas ini semua, " jawab Zahra.



"Ya sudah Ra, jika kamu butuh sesuatu jangan lupa beritahu aku, " tukas Abi.



Zahra mengangguk dan kembali ke ruangannya.


......................


Angga masuk ke ruangan Zahra, dia mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Masuk! " teriak Zahra, Angga memutar gagang pintu dan masuk ke ruangan Zahra.


"Ada apa Zahra? " tanya Angga.



"Kita harus perluas lagi marketing perusahaan perusahaan ada kemajuan, " pinta Zahra.

__ADS_1



"Kalau kita mau perluas lagi marketingnya, kita harus melakukan i pembaharuan Ra, " ucap Angga mempertimbangkan usul Zahra.



"Ya, itu yang aku maksud sedari tadi, gimana caranya kita harus perbaiki reputasi perusahaan sekarang, " kata Zahra.


"Baik Ra, nanti akan aku coba ya.., " tukas Angga.


Zahra menganggukkan kepalanya, dia keluar ruangan bersama Angga.


...****************...


Zahra menemukan informasi dari Abi bahwa klien yang membatalkan kerjasama dengan perusahaan beralih bekerja sama dengan CV Exces Micko country.


"Apa? kamu yakin bi? " tanya Zahra, terkejut bukan main.


"Ya Ra, bahkan salah satu staf yang ada disana ada yang berhasil mengelabuhi klien sebelum bekerjasama dengan kita, " jawab Abi.


"Bagaimana mereka mendapat informasi tentang klien kita bi? " tanya Zahra.



"Aku kurang tahu banyak soal itu, yang pasti, perusahaan kita ada penyusup data kerjasama kita dengan klien,oh iya aku dengar Friska kerja disana " jawab Abi.



"Disini ada CCTV kan? " tanya Abi.


"Ada sepertinya Ra, kamu tanya aja ke pak satpam, " jawab Abi.


Zahra memijit pelipisnya, dia pening memikirkan semua ini, Miko bukan hanya berambisi untuk mendapatkan Zahra, tapi juga ingin menghancurkan perusahaan Devan, Miko memang orang yang tidak memiliki hati nurani sama sekali.


Zahra beranjak berdiri lalu meninggalkan ruangannya menuju pos satpam


...----------------...


"Eh neng Zahra, ada apa neng? sepertinya neng pusing sekali? " tanya satpam penjaga kantor itu.


"Pak, saya minta kunci ruang keamanan kantor pak, saya mau cek CCTV disana, " jawab Zahra.



Pak satpam itu langsung mengatupkan kedua tangannya di depan dada "Aduh, maaf Neng, saya tidak bisa memberikan kunci itu tanpa seizin pak bos Neng, nanti saya bisa di pecat.


"Bapak tau kan, pak bos sekarang di penjara, apakah bapak tidak ingin membebaskan pak bos? " tanya Zahra.


"Baiklah neng, ini kuncinya, " tukas pak satpam memberikan kunci pada Zahra


"Terima kasih pak, " ucap Zahra segera berlalu pergi ke ruang keamanan di kantor itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Zahra di kejutkan dengan rekaman CCTV yang menunjukkan Friska masuk ke dalam kantor lewat pantri dan masuk ke ruangan Devan dan mengecek berkas yang ada di meja kerja. "Friska! " teriak Zahra geram, tak habis fikir lagi.


_Bersambung_


__ADS_2