ZAHRANA

ZAHRANA
penculikan Zahra


__ADS_3

Ara tersenyum, senyumnya merekah di bibirnya, "Sama-sama, " tukas Ara tidak bosan mengingatkan sahabatnya.


"Ya udah...kalo gitu aku pergi dulu ya," pamit Zahra berdiri dari tempat duduknya. Kemudian, berlalu meninggalkan kantin.



Ara menatap kepergian Zahra dengan tatapan sayu.Besar harapan Ara, agar Zahra bisa melupakan rasa sakitnya.



\=\=\=oooOooo\=\=\=


Zahra melewati koridor yang bersebelahan dengan lift.Dengan langkah gontai, Zahra terus berjalan menuju ruangannya.


Kebetulan, saat itu Devan juga melewati koridor ingin menuju kantin.Berpapasan dengan Zahra membuat Devan semakin canggung saja.



Devan terdiam melihat wanita yang sangat di cintainya itu, ada perasaan berkecamuk di dalam hati Devan.



Zahra hanya sekedar melirik Devan. Kemudian, berlalu melewatinya.



Melihat wanita yang di cintainya itu acuh tak acuh kepadanya, Devan menarik tangan Zahra mendekap tubuhnya dari belakang.



"Apa hatimu sudah membeku?" tanya Devan dengan suara memekik.



Zahra mematung sejenak, pertanyaan Devan sukses membuat hati Zahra terasa sesak, dia berusaha menyeka air matanya agar tidak jatuh mengenai pipi.



"Maaf Pak, saya sedang sibuk. "Zahra menepis tangan Devan berusaha agar tetap terlihat tegar walau hatinya rapuh.



Zahra berlalu meninggalkan Devan, jika terus berada di dekat Devan, bisa runtuh pertahanannya.



Bentakan yang Devan lontarkan kepadanya, membuat Zahra ragu kepada Devan.


Tidak tau mengapa, pikirannya mengatakan agar menjauh dari Devan.Walaupun sebenarnya, dalam hati Zahra masih berat untuk meninggalkan Devan.


Devan masih terpaku melihat kepergian Zahra di koridor, mata Devan tertunduk sayu menyesali perbuatannya.


"Pak..." panggil Abi dari belakang melihat Devan sedang termenung sendiri di koridor.



Devan sontak menoleh, "Eh kamu bi, ada apa? " tanya Devan tetap tersenyum meski harus di paksakan.



"Bapak habis nangis? kok matanya sembab gitu? " tanya Abi melihat mata bosnya itu kemerahan, seperti habis menangis.



Devan mengambil nafas dalam-dalam melalui hidung, menghembuskannya lewat mulut menyiapkan hati untuk cerita ke Abi.



"Saya membuat Zahra semakin jauh dari saya bi, " jawab Devan dengan raut muka sedih tampak dari sorot matanya.



Abi menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "Maksud Bapak? " tanya Abi mengernyit heran.



Devan celingukan memandang sekeliling koridor, takut bila ada yang mendengarnya.



"Kenapa jadi panik gitu Pak? " tanya Abi lagi, semakin kebingungan.

__ADS_1



"Kita bicara di ruangan saja ya," ajak Devan sembari berjalan mendahului Abi.



\=\=\=oooOooo\=\=\=



Sesampai di ruangannya, Devan langsung duduk di kursinya.Tak lupa, Devan meminta Abi duduk di hadapannya.



"Sebenarnya...ini ada apa pak? " tanya Abi masih penasaran maksud Devan mengajak ke ruangannya.



"Saya terpaksa menjauh dari Zahra bi...itu semua agar saya tahu apa maksud Friska meminta Zahra untuk menjauhi saya..." jawab Devan sembari menunduk.



"Seharusnya Bapak memberitahu Zahra sejak awal Pak...sebagai tunangan, tidak boleh menyimpan rahasia apapun kepada pasangan, agar tidak terjadi kesalah pahaman ke depannya Pak, " tegur Abi, turut prihatin atas masalah Devan.



"Ya bi...kamu benar, saya akui memang saya salah tidak jujur dari awal, sampai akhirnya terjadi salah pam." Devan membenarkan ucapan Abi.



"Nanti saya coba pikirka bagaimana cara agar Zahra tidak salah paham lagi ke Bapak, " ucap Abi berjanji akan membantu Devan.



"Terima kasih bi...kamu memang Sekertaris sekaligus teman curhat saya..." tukas Devan memuji Abi.



"Jangan begitu Pak...bagaimanapun, bapak banyak berjasa bagi saya, " tukas Abi tersenyum di puji bosnya itu.



Abi dan Devan mendengar suara teriakan dari luar ruangan.




"Iya bi...sepertinya suara orang minta tolong, " jawab Devan.



"Ayo Pak! kita tolong, " ajak Abi berlari keluar dari Ruangan.



Devan mengikuti langkah Abi.



\=\=\=oooOooo\=\=\=


Di lobi kantor sudah banyak staf dan karyawan yang berkerumun.


Tampak Miko sedang melakukan aksi nekat dengan membekap tubuh Zahra sambil menodongkan pisau ke lehernya.


"Miko! lepaskan dia! " jerit Devan menatap nyalang ke arah Miko.


Miko tersenyum menyeringai, "Diam! sekali kamu maju pisau ini akan menggores leher wanita ini! " gertak Miko geram.



Miko menarik Zahra perlahan ke parkiran sambil menodongkan pisau.



\=\=\=oooOooo\=\=\=


"Masuk mobil! jangan sekali-kali mencoba untuk melawan! " bentak Miko sekali lagi.


Zahra hanya menurut, entah apa lagi yang akan di lakukan Miko, pria itu memang sudah keterlaluan.

__ADS_1



Miko gegas menutup pintu mobilnya, dengan cepat Miko segera mengemudikan mobil itu.



Devan dan Abi yang mengikuti langkah Miko sampai parkiran, keduanya ikut panik melihat Zahra di culik Miko.


"Bi...kita harus segera selamatkan Zahra bi, " ucap Devan pikirannya gelisah sedari tadi memikirkan Zahra.


"Iya Pak..ayo! " ajak Abi berlari mengambil Mobil mengikuti Miko.



Devan segera naik mobil Abi, mengikuti Miko.Terjadi saling kejar antara mobil Abi dan mobil Miko.



Kali ini, Miko sudah bertindak di luar batas.Semua ini sungguh di luar dugaan Devan.



"Ayo bi! lebih cepat lagi! Jika tidak, kita bisa kehilangan jejak mereka, " teriak Devan kesabarannya benar-benar di uji.



Miko menoleh ke belakang, keheranan karena ada yang mengikutinya, "*Mobil siapa itu? Ngikutin terus dari tadi*, " batin Miko terus melihat ke belakang menajamkan matanya.



Mata Miko membulat sempurna melihat orang yang di mobil itu ternyata ada Devan.



"Aaargh! kenapa sih mereka harus ngikutin! " teriak Miko memukul setir mobilnya membuat Zahra terkejut.



Zahra sejenak menoleh ke belakang, senyumnya tiba-tiba saja mengembang melihat mobil Abi mengikuti dari belakang.



"Sudah ku bilang lepaskan aku, atau kau.., "


"Diam! aku tidak ingin mendengar perkataan dari mu lagi! " gertak Miko menyela ucapan Zahra terus fokus menyetir mobilnya.


"*Rupanya...kau memang ingin celaka Devan*! " batin Miko kemarahannya sudah meluap hingga ke ubun-ubun.



Miko melihat truk sedang melintas di depan, dengan sengaja Miko banting setirnya ke arah kiri.



Sementara di mobil Abi, "Bi..ada truk bi, hati-hati, " tegur Devan ketakutan karena ada truk yang melintas di depan mobil mereka.



Abi tau ini jebakan Miko untuk membuatnya kecelakaan, dengan cepat Abi ikut membanting setir ke arah kiri.


Di mobil Miko, Zahra hanya tersenyum puas melihat Miko semakin memuncak amarahnya gagal membuat Abi dan Devan celaka.


"Aaargh! gagal lagi-gagal lagi! " gerutu Miko memukul setirnya.



"*Aku akan mencari cara agar bisa kabur dari sini*, " batin Zahra memikirkan cara agar Miko menghentikan mobilnya.



Miko dengan cepat mengambil jalan pintas supaya Devan tidak lagi mengikutinya.



Abi mengerem mendadak mobilnya, "Pak...kita kehilangan jejak mereka Pak, " tukas Abi celingukan mencari jejak Mobil Miko.



Miko tertawa terbahak-bahak di mobilnya, "Sudah ku bilang kan Zahra..Devan tidak akan pernah bisa mengikuti kita, " kata Miko.


__ADS_1


"*Aku tidak bisa diam saja*."Zahra membatin tangannya mengambil ponsel meng share lock lokasi tempatnya berada ke ponsel Devan.


Mungkinkah Devan akan menemukan Zahra? Ikuti terus yaa😊🙏


__ADS_2