ZAHRANA

ZAHRANA
Di kira selingkuh


__ADS_3

Pagi ini Zahra merasa senang, masalahnya dengan Devan maupun Dita sudah kelar, ia bisa menghirup udara segar dengan nyaman pagi ini, "Pagi fris, "sapanya pada Friska yang berbincang bersama mbak Ella dan juga Hilda


Friska menoleh ke Zahra, ia mengernyit melihat Zahra tampak senang sekali, Friska tak pernah melihat Zahra Sesenang ini."Pagi juga Ra, seneng banget kayaknya, " Friska membalas sapaan Zahra, ia mengerdikkan bahunya merasa bodo amat sekaligus bingung dengan sikap aneh Zahra pagi ini,


Mbak Ella ikutan bingung dengan Zahra, ia hanya menatap Zahra yang dari awal datang sudah cengar-cengir sendiri "Fris, dia kenapa Fris, kerusupan kah? "tanya Mbak Ella dengan mode bercanda,


Friska memutar bola matanya jengah, "Kesurupan mbak, bukan kerusupan, nih ngopi dulu biar gak gagal fokus" tegasnya sembari memberikan secangkir kopi ke Mbak Ella, Friska mentraktir kopi untuk seniornya itu.

__ADS_1


Lia yang baru datang ikut duduk bergabung bersama mereka, mencium aroma kopi di meja, membuat Lia ingin minum kopi juga. "Wah, ada kopi nih! mau dong! " tukasnya, melirik kopi di gelas Mbak Ella.Memang, minum kopi di pagi hari membuat Lia lebih bersemangat lagi untuk bekerja di pagi hari.


Zahra merasa ada sesuatu yang lupa di bawanya di rumah, dia mengecek tasnya, "Aduh benar kan lupa! " ujar Zahra, dia pergi berlari pulang meninggalkan kantin. Dengan cepat, ia mengambil laptop yang tergeletak di meja ruang tamu dan bergegas kembali ke kantor


Abi yang baru datang, keheranan melihat Zahra ngos-ngosan seperti usai ikut lomba lari, ia tergelitik untuk menanyai Zahra. "Dari mana Ra? Kok ngos-ngosan gitu? " tanya Abi, Ia khawatir jika Zahra di kejar orang jahat.


Zahra tercekat memandang wajah Abi dari dekat, hatinya berdesir, baru kali ini ia berada dalam dekapan lelaki yang bukan kekasihnya, Abi menegakkan badan Zahra, ia takut ada yang salah paham dengannya "Kamu tidak apa-apa Ra? " tanya Abi dengan mimik muka khawatir

__ADS_1


Zahra terdiam sejenak, ia mengatur deru nafasnya yang tak karuan di dekat Abi.Dari kejauhan, tampak Devan sedang menatap Zahr dan Abi berduaan, tatapan Devan nyalang sekali menatap Zahra.Dari raut mukanya, Devan terlihat kesal dan geram melihat Zahra dan Abi berpelukan di depan matanya "Nggak apa-apa kok bi, " jawab Zahra, sesekali ia melirik ke arah Devan.


Devan memilih melewatinya, ia tak mau menghiraukan mereka berdua lagi, Hatinya terlanjur sesak dan perih melihat orang yang di cintainya lebih dekat berpelukan dengan orang lain di depan matanya.Devan tau, Abi memang begitu baik padanya.Tapi bukan berarti, Abi bisa merebut Zahra darinya


Zahra memilih pergi ke ruangannya, Ia tidak enak hati dengan Abi.Zahra mengerti, Devan pasti marah padanya,setelah melihatnya jatuh dalam dekapan Abi. Dengan tertatih-tatih, zahra bergegas menuju lift dan masuk ruang kerjanya, "Aku permisi dulu Bi, " pamit Zahra


Abi hanya membalasnya dengan Anggukan kepala.Ia bergegas menuju ruangannya, pekerjaan yang menumpuk tak bisa di tinggal begitu saja.Abi berpapasan dengan Devan "Pagi pak, " sapanya sambil berjalan ke Ruang kerja, Ia merasa bingung, kenapa Devan acuh tak acuh padanya tak seperti biasanya.

__ADS_1


__ADS_2