
Devan berpapasan dengan Zahra di lobi kantor, di tariknya lengan Zahra, "Ah ini bos main tarik-tarik aja.. kalo di tarik ke KUA sih tancap gas aja, kalo di tarik ulur hatinya mah, rungkad masseeh.." batin Zahra menghalu.
"Ada apa pak? "tanya Zahra "Nanti malam ikut saya ke mall beli jas, " jawab Devan "Oh ngajakin ke mall toh, kirain beneran ngajakin ke KUA bos-bos.. " umpat Zahra di dalam hati
"Kenapa?" tanya Devan mengkerutkan dahi. " Kirain ngajak ke KUA, " jawab Zahra asal ceplos"Emangnya kamu siap? Kalo siap ayo deh," Devan menanggapi Zahra dengan serius, Zahra menutup mulutnya ia memukul berkali-kali mulutnya itu karna salah bicara
.
"Wah, gak nyangka saya pak bos yang super duper dingin, jutek, bodo amat ternyata bisa juga ngebet kawin, " celetuk Gino tiba-tiba ada di belakang mereka berdua terperangah kaget dan menoleh
"Gino-gino kamu gak ada hentinya sama persis kayak demit tau gak sih, " ledek Devan. Gino hanya memutar kedua bola matanya sebal dengan Devan
.
"Ih pak bos mah, ganteng-ganteng kaya gini ginikok di kira demit toh pak, ono-ono ae pak bos ini, " kata Gino, Devan hanya tersenyum simpul melihat tingkah konyol Sekertarisnya.
"Ya kenapa juga kamu tiba-tiba muncul kayak Demit gitu ?" tanya Devan, " Hehe.. saya mau ganggu bapak berduaan " jawab Gino nyengir kuda, Devan menarik tangan Zahra " Ayo Ra, disini sudah tidak aman lagi, " ujar Devan
" Loh pak, kok aku di tinggal toh! " teriak Gino, "Gino, ngapain kamu disini? " tanya Friska sang staf marketing yang baru saja keluar dari ruangannya
"Gak fris aku disini nungguin Lia eh, malah ngeliat orang lagi berduaan disini, " jawab Gino, "Berduaan?" tanya Friska "Iya, iku loh.. yang ada di pintu itu loh, " Gino menunjuk ke arah pintu yang disitu ada Devan dan Zahra
__ADS_1
"Duuh pak bos malah berduaan mulu sama si Zahra kan aku cembukur jadinya, " keluh Friska dirinya memang menyukai Devan dari lama.Namun, Devan malah sama sekali tak meliriknya ataupun,mendekat
"Heleh fris, jangan kebanyakan ngarep kowe, tuh ada man Doni yang masih membujang demi nungguin kamu, " ledek Gino terkekeh melihat Friska dan Doni
Friska langsung memonyongkan bibirnya lima centi " Bujang lapuk dia Don, umur udah kepala tiga masih aja membujang," kata Friska sebal sekali mendengar nama Doni.
"Padahal banyak janda di luaran sana kan banyak, malah nungguin aku, kurang kerjaan banget, " lanjut Friska, "Ehem, siapa yang bujang lapuk? " tanya Doni sambil berdehem,
"Loh panjang umur ya pak, baru saja di omongin malah muncul itu loh pak, yang bilang.. bapak suruh cari janda di luar sana, usia bapak kan sudah kepala tiga, " celetuk Gino sesekali menunjuk ke arah Friska
Doni hanya melirik Friska, orang yang di cintainya selama tiga tahun belakangan itu, "Saya duluan Gin, ada urusan, " pamit Doni, "Friska gak di ajak pak? " tanya Gino
Langkah Doni terhenti, "Buat apa saya harus terus berharap lagi gin.. jika tak di hargai ya pergi, " jawab Doni datar, iapun kembali melanjutkan langkahnya pergi.Gino mengacungkan jempol pada Doni.
"Yuk pulang, " ajak Gino pada Lia yang lewat tepat di depannya, Lia mengiyakan ajakan Gino untuk pulang bersamanya siang ini, "Fris, duluan ya, " pamit Gino, Friska terdiam dengan masih bibir monyong lima sentimeter
"Jangan cemberut fris, nanti jadi kayak itu mulutnya sumur itu loh, dower kewer-kewer " Gino tertawa Friska membuka sepatu heelsnya bersiap hantam Gino dengan sepatu itu.
Gino malah ngibrit kabur duluan di susul Lia belakangnya sambil cekikikan. "Kamu sih, jail sama Friska, untung aja, gak di hantam sepatu itu,"tegur Lia.
" Hehe maaf, habisnya Friska itu sih, gengsi mau ngaku kalo suka pak Doni," sahut Gino nyengir kuda.Gino dan lia pulang bareng berduaan
__ADS_1
Jarum jam menunjuk ke angka tujuh.Zahra bersiap-siap pergi ke mall dengan Devan
"Mau kemana sih, anak mama kok udah rapi dan cantik banget, " gumam Bu Nita, Zahra hanya senyum mengembang " Mau keluar bentar kok ma? " jawab Zahra. "Boleh, asal jangan pulang terlalu larut, " jawab Bu Nita
"Assalamu'alaikum" Devan mengucap salam di depan pintu rumah Zahra. Bu Nita datang untuk membukakan pintu "Eh nak Devan, ayo masuk ," Bu Nita persilahkan Devan masuk ke rumah
Devan memberikan bungkusan plastik pada Bu Nita, "Apa ini nak, kok repot-repot banget? " tanya Bu Nita "Gak apa-apa kok Tante, tadi Devan mampir ke toko kue, jadi sekalian beli buat Tante deh, " jawab Devan. "Makasih ya, " ucap Bu Nita,
"Eh, udah dateng, " sapa Zahra"Baru tadi kok, " sahut Devan. "Ma, aku dan pak Devan berangkat dulu ya, " pamit Zahra mencium punggung tangan Bu Nita di susul Devan, "Hati-hati nak, " ucap Bu Nita.Mereka berdua keluar rumah bersamaan, Zahra salfok melihat motor di depan rumahnya
" kita naik motor?" tanya Zahra, Devan mengangguk "Iya biar romantis, bonceng berdua" jawab Devan mengangkat kedua alisnya, "Bisa aja kamu ini, " Zahra tersipu malu, "Mau naik apa masih ingin berdiri disitu? " tanya Devan
Zahra terhentak kaget dan bergegas naik ke motor Devan, Devan menarik tangan Zahra perlahan agar pegangan padanya, "Awas takut jatuh, "ucapnya, "Iya," sahut Zahra tersenyum
Devan menyetir motornya ke mall, ia sangat senang sekali m menikmati indahnya malam ini bersama kekasihnya itu "Aku ingin terus bersamamu Ra.. " batin Devan terkesima, malam ini cukup berkesan baginya.
Walau terbesit perasaan takut kehilangan orang yang di cintainya tuk kedua kali,namun Devan yakin ia mampu melewati semuanya, resiko mencintai seseorang baginya adalah kehilangan.
Dalam cinta, tak mungkin tak ada halangan dan rintangan, ibarat kata pepatah, semakin tinggi pohon tumbuh, semakin kencang pula angin yang menerjangnya, Devan berusaha keras semaksimal mungkin melewati semua halangan dan rintangan yang akan di hadapi
~tak peduli sebesar apapun halangan dan rintangannya bakal ku hadapi awut-awutan, jungkir balika, montang-mantingan , tancap gas tak terjang, tak tendang, tak sigal
__ADS_1
panggah ngeyel mencintaimu~Devan Arprana
Hallo hai semuanya, maaf ya, baru up lagi.. Authornya lagi tumbang soalnya, semoga semuanya di beri kesehatan oleh Allah SWT , terima kasih ya.. Yang udah setia membaca novel ini, jangan lupa like dan komentarnya untuk kritik dan saran yang mendukung terima kasih 😊🙏