ZAHRANA

ZAHRANA
umumkan hubungan


__ADS_3

Devan memberanikan diri untuk go publik hubungannya dengan Zahra, "Pak jangan begini, saya tidak enak hati pada karyawan disini, " ujar Zahra lirih melihat Devan berani menggandeng tangannya di depan semua orang.


Melihat Zahra seperti itu, Devan hanya bisa tersenyum.Ia tahu Zahra takut hubungannya di ketahui banyak orang "Kamu tenang saja, tidak akan kenapa-napa, " kata Devan sambil menepuk bahu Zahra, berniat menenangkan.


Friska merasa tercengang melihat Zahra bergandengan tangan dengan Devan. "Pak Devan, Zahra? kok pagi-pagi udah pegangan tangan aja? kalian pacaran nggak sih?" tanya Friska mengernyitkan dahi keheranan sekali


Devan tersenyum melirik Zahra, ia kagum memandang wajah wanita yang kini menjadi tunangannya itu "Ya, kita sudah bertunangan," jawab Devan, Zahra hanya bisa mengigit bibir tanpa bisa berkata sepatah kata apapun lagi.


Friska mendelik kaget, ia tak menyangka, Zahra bertunangan dengan orang yang di cintainya sejak dulu "Jadi kalian berdua sudah tunangan? " tanya Friska, pupus harapannya untuk bisa memiliki Devan

__ADS_1


Sejak mengetahui hubungan Devan, Friska jadi lebih pendiam dan tak banyak bicara lagi "Fris, kamu kenapa? "tanya Mbak Ella merasa bingung karna Friska menjadi pendiam dan keep calm.


"Iya Fris, kalo ada masalah cerita dong ke kita, jangan di pendam sendiri ... selagi kita bisa membantu, bakalan di bantu kok, " Hilda ikut menimpali, membujuk Friska agar mau terbuka.


"Pak Devan ternyata sudah tunangan dengan Zahra, " jawaban itu lolos begitu saja dari mulut Friska, semua saling pandangan tidak percaya dengan yang di katakan Friska tadi.


"Ah masak sih Fris, selera pak Devan bisa serendah itu? " tanya Hilda, ia juga ikut kaget sekaligus tak menyangka.Ternyata, selera bos besar pemilik perusahaan berbeda dari yang lain.


Hilda menatap Ara dengan tatapan sinis Sejak masuk kerja disini, ia memang tidak menyukai Zahra, "Lah, emang nyatanya gitu kok! Zahra aja yang nggak sadar diri! " kata Hilda,membela diri dengan begitu angkuh.

__ADS_1


Ara semakin geram dengan keangkuhan Hilda, ingin ia mencabik-cabik wajah Hilda pada saat itu juga, "Dasar bermuka dua! " bentak Ara mencela Hilda, membuat Hilda semakin geram dan kebakaran jenggot.


"Udah ah! kok kalian jadi berantem, malu tuh diliat yang lain! mau dengan siapapun, itu hak pak Devan! kita gak bisa maksa, " tukas Mbak Ella berusaha melerai mereka berdua, agar tidak memperpanjang lagi pertengkarannya.


Suasana menjadi hening ketika Zahra ikut gabung bersama mereka, "Pagi semua, kok tumben sepi, pada kemana? "tanya Zahra, semua hanya terdiam, tak menjawab sapaan Zahra.


"Ra, apa benar kamu sudah bertunangan dengan pak Devan? " tanya Mbak Ella, ingin memastikan apa yang di katakan Friska itu benar atau hanya sebuah kesalah pahaman.


Zahra menunduk.Sudah waktunya, dia memberitahu ke semua orang tentang hubungannya dengan Devan "Iya Mbak, Semuanya benar.Saya sudah tunangan dengan pak Devan, " jawab Zahra, takut teman-temannya pada salah paham kepadanya.

__ADS_1


"Ra, kenapa kamu gak bilang sih kalau udah tunangan dengan pak Devan, pantes kamu nolak lamaran Doni waktu itu, ternyata kamu menyukai pak Devan, " ujar Mbak Ella, Zahra hanya terdiam tanpa kata, memang dia yang meminta Devan untuk menutupinya selama ini


__ADS_2