
"Maafkan saya Ra saya sungguh tidak terima jika kamu tiba-tiba mengakhiri hubungan kita secara sepihak, " ucap Devan, dia menunduk sedih membuat Zahra tidak tega melihatnya.
Zahra mendongakkan kepala Devan. "Sudah Pak, jangan menyalahkan diri sendiri, saya melakukan ini juga demi kebaikan bapak, " tukas Zahra.
"Tapi kamu tidak akan mengakhiri hubungan ini kan? " tanya Devan menatap Zahra dengan tatapan memelas.
Zahra menghela nafas panjang "Nanti saya pikirkan lagi Pak, mending bapak pulang aja dulu, jangan membuat saya emosi pak, bapak tahu kan, kesabaran saya ini hanya setipis rambut, " kata Zahra.
Devan menuruti apa kata Zahra, dia mengajak Abi pulang, kapan-kapan, akan mengajak Zahra pulang bersamanya lagi
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dita menghampiri Devan ke kantornya"Hai Van, " sapa Dita.Devan mendelik ke arah Dita, dia muak pada wanita yang hampir membuat nyawanya melayang itu.
"Mau apa lagi kesini? Belum puas hampir bikin aku celaka? " tanya Devan, malas melihat muka Dita lagi.
"Apaan sih kamu! main nuduh aku aja, " jawab Dita, tak tau jika Devan sudah mengetahui semuanya.
"Oh tidak Dita, aku tidak sedang menuduh! Kamu emang bener mau bikin aku celaka kan! Jawab dit! "Devan paksa Dita untuk mengakui perbuatan jahatnya itu.
"Iya van! aku iri kamu lebih memilih Zahra daripada aku! kamu lebih mencintai Zahra daripada aku! jelas- jelas aku lebih mencintai kamu daripada dia! aku yang lebih dulu jadi orang teristimewa bagimu Van! " pekik Dita, dia memberontak Devan menekan pergelangan tangannya, Dita kesakita di buat Devan.
"cinta? kalo memang cinta kenapa harus selingkuh? Itu bukan cinta namanya, tapi serakah, tidak cukup satu! " sanggah Devan, pengkhianatan Dita masih terbayang jelas sakitnya di benak Devan, dan tidak akan bisa di lupakan sampai kapanpun.
"Tapi Van aku_, " kata Dita terhenti
"Cukup dit! bagiku, kata cintamu itu bualan semata demi meraib hartaku kan? " tanya Devan, dia secara gamblang menanyakan itu pada Dita.
Devan meninggalkan rungannya dan menemui Abi "Ada apa pak? " tanya Abi
"Malam ini kamu temenin saya, " Devan mengajak Abi ke cafe tempat Zahra kerja, dia sudah cukup merindukan Zahra, kekasihnya itu.
"Dengan senang hati pak, " tukas Abi, Devan tersenyum lebar, ia sangat senang bisa lepas kerinduannya pada Zahra. meski harus belain datang ke cafe, tak jadi masalah bagi dirinya, asalkan Devan dan Zahra. bisa bahagia.
__ADS_1
...----------------...
"Pak, bisa nggak sih, jangan ganggu saya kerja, " tukas Zahra merasa risih di hampiri Devan, sang mantan kekasih.
"Kenapa? kamu takut nyawa saya terancam oleh Dita? " tanya Devan, Zahra mengernyit heran, kenapa Devan bisa tau semuanya.
"Masih mau cari alasan apa lagi tuk menjauh dari saya? " tanya Devan, Zahra menunduk
"Maafin saya pak, saya tidak ingin pak Devan terluka karna saya, " jawab Zahra terbata-bata, dia mengakui jika perbuatannya itu salah.
Devan hanya tersenyum, "Saya tidak marah Ra, justru saya marah jika kamu tinggalkan saya tanpa alasan, " ucap Devan mengelus pundak Zahra, Devan memang tidak bisa marah kepada Zahra, walaupun dulu Zahra sering membuatnya jengkel sekali, tapi cintanya terhadap Zahra mengalahkan kemarahannya.
Devan memanggil pak Wisnu, sang pemilik cafe tempat Zahra bekerja, dia ingin mengumumkan sesuatu kepada Zahra dan seluruh barista di cafe itu.
"Pak, tolong anda beritahu semua barista yang ada disini maksud kedatangan saya kesini, " titah Devan sambil mengulum senyum ke arah Zahra.
"Mulai hari ini, yang gaji kalian bukan saya, tapi pak Devan, karna pak Devan sudah membeli cafe ini, " ujar pak wisnu.
Semua tampak begitu kaget tak terkecuali Zahra, Devan benar-benar nekad membeli Cafe ini demi dekat dengan Zahra.
Zahra menyeret Devan keluar cafe "Ada apa Ra? " tanya Devan, tertawa kecil.
"Kalo kamu nekat untuk meninggalkan saya, sayapun nekat untuk mengejar mu, " kata Devan, tersenyum simpul.
"Ya sudah kalagitu saya resign saja dari cafe ini, diam saja di rumah biar tidak bisa lagi bertemu anda, " tukas Zahra melipat tangan, dia tidak mau kalah dari Devan.
"Saya beli rumah kamu Ra. " Devan berbisik lirih di telinga Zahra, membuat nyali Zahra ciut seketika.
"Oh gitu, ya sudah saya akan pergi jauh di luar kota biar bapak terus jauh dari saya, " tukas Zahra, otaknya berfikir keras agar bisa jauh dari Devan.
"Saya akan bangun perusahaan cabang di kota tempat kamu berada agar selalu dekat denganmu, " kata Devan, kali ini dia nekat mengejar cinta Zahra walau dengan cara brutal.
Zahra menelan salivanya kasar, ia benar tak menyangka Devan bisa senekat itu "Kok diem gitu? " tanya Devan menautkan kedua alisnya yang tebal itu
Zahra mengerling "Ya udah, saya bekerja kembali ke kantor anda, "jawab Zahra
"Nah! itu baru bener, ayok! " ajak Devan dengan sangat gembira Zahra kembali ke kantor, itu adalah sebuah keputusan yang tepat.
__ADS_1
"Besok pak, saya mau izin resign dulu dari cafe ini, " ucap Zahra, menghentikan tarikan tangan Devan.
"Ngapain izin?kan saya bos kamu, " tanya Devan, memberitahu Zahra, bahwa dia adalah pemilik cafe itu sekarang.
Zahra menepuk dahi "Maaf saya lupa, " ucap Zahra, dirinya terlalu panik
Devan tertawa terbahak-bahak, melihat Zahra yang lupa jika dia adalah bosnya sekarang.
"Ya sudah, saya beres-beres barang saya dulu, " pamit Zahra, berlalj mengambil tasnya yang tertinggal di cafe itu.
"Pak, saya tidak menyangka, bapak bisa membujuk Zahra untuk bekerja kembali di kantor kita.
"Ya dong, siapa lagi saya gitu loh! " Devan mengunggulkan dirinya, Abi hanya tersenyum lebar melihat tingkah Devan.
Zahra kembali dengan membawa tasnya. "Sudah Pak, saya sudah membawa barang-barang saya, " ucap Zahra.
"Yuk, pulang ke rumah saya, " ajak Devan keceplosan.
"Eeeits, kan belum halal pak, aduh! nanti jatohnya jadi fitnah lagi, " tukas Zahra.
"Oh iya, ya udah, kita ke KUA dulu, " ajak Devan, memegang tangan Zahra.
"KUA dalam mimpi Pak? mana ada KUA buka jam segini, " timpal Zahra menepuk dahinya.
Abi tertawa cekikikan melihat bosnya yang udah ngebet banget pingin nikah.
Zahra, Abi dan Devan masuk mobil, mereka pun pulang bersama
_Bersambung_
***Hallo Hay semuanya, apa kabar nih? semoga selalu di lindungi Allah SWT, maaf nih baru up authornya sibuk banget akhir-akhir ini, ***
__ADS_1
*** author gak ada bosen-bosennya ngucapin terima kasih buat yang sudah baca novel ini, izin promo nih, mampir juga ke chat story author yang judulnya cinta dua gadis kembar thank you semuanya 😊🙏***