ZAHRANA

ZAHRANA
Saya mencintaimu Ra,


__ADS_3

Gino terus mengikuti Zahra, "Ra, aku mohon, bantu aku, " mohon Ginomengatupkan kedua tangannya di depan dada


"Yang mau deketin kamu, kamu juga harus berusaha sendiri gin, " ujar Zahra, ogah jadi mak comblang antara Gino dan Lia, biarlah Gino berusaha sendiri mendapatkan hati Lia, bukankah cinta yang di sertai pengorbanan itu lebih terkesan.


"Masalahnya, aku gak bisa bedain mana Ara, mana Lia, " ujar Gino, baru kali ini ada wanita kembar kerja sekantor dengannya.


"Ara rambut lurus, kalo Lia bergelombang, "ucap Zahra, memberi petunjuk pada Gino.


"Ehem, mau dekatin siapa? " tanya Devan. "Ini pak, Gino mau deketin staf baru kita," jawab Zahra menjawab pertanyaan Devan.


"Kirain mau deketin kamu, " timpal Devan, dia memang selalu negatif thinking.


"Ya gak mungkin gitu pak saya deketin Zahra.., bukan idaman'e Zahra toh pak, kan idaman'e Zahra kualitas tinggi pak, " sahut Gino, menyindir Zahra terang-terangan.


."Ah, nggak gitu juga, sadar diri aku siapa, " kata Zahra, merendah diri di depan Gino dan Devan.


"Masak sih Ra, kok gak percaya banget aku" ucap Gino, mengibaskan tangannya di depan mata Zahra.


"Ya sudah, kalo gak percaya, " kata Zahra, ia berjalan ke ruangannya di susul Devan dan Gino yang ikutan masuk ke ruang kerjanya masing-masing.


Ketiganya terpisah di lift.Sebelum masuk ruangan, Devan menarik tangan Zahra membuat hati Zahra berdesir. "Ada apa pak? " tanya Zahra.


"Pulang kerja, ikut saya ke resto depan kantor, " jawab Devan.Zahra mengangguk mengiyakan ajakan Devan, lagian tumben pula bosnya itu mengajaknya makan, Zahra berlalu menuju ke ruangan kerjanya.


...****************...


Jarum jam menunjuk ke angka dua belas, Zahra yang masih berkutat dengan laptopnya di kejutkan dengan suara pintu terbuka.


"Ra,ayo ke kantin, " ajak Lia, masuk tanpa permisi ke ruangan Zahra, untung Zahra masih banyak stok kesabaran nya.


"Zahra bergegas keluar ruangan mengikuti Ara dan Lia ke kantin. "Mau pesan apa Ra? " tanya Lia,dia berniat mentraktir Zahra.


"Mie goreng sama es jeruk aja, " jawab.


"Aku bakso sama es teh aja kak, " timpal Ara.Lia berlalu memesankan pesanan kakaknya dan Zahra, pandangan Zahra menyapu seisi kantin.


"Ra, aku kangen banget loh sama kamu, setelah tiga tahun kita berpisah, " ujar Ara, sejak lulus SMP dia memang tidak pernah mendengar kabar dari Zahra.


"Iya Ar, aku juga kangen kok sama kamu.., apalagi, setelah lulus gak pernah ketemu lagi, "kata Zahra.Lia datang dengan membawa makanan yang di pesan mereka bertiga


"Makanan datang, " kata Lia.


"Kamu pesan apa Li? " tanya Zahra.


"Ini, aku pesan nasi goreng sama es degan, " jawab Lia, sambil menyajikan makanan di atas meja.


"Oh ya, kenapa gak cari jodoh ra? " tanya Ara.

__ADS_1


"Pertanyaanmu begitu terus Ar, bosen aku, mentang-mentang udah punya suami " protes Zahra.


"Iya maaf, " ucap Ara sambil nyengir kuda.


Kantin mulai penuh, staf dan karyawan mulai datang.


"Boleh gabung gak? " tanya Gino mencari kesempatan dalam kesempitan untuk mendekati Lia.


"Boleh, silahkan, " ujar Ara.Zahra kembali memasuki ruangan setelah makannya selesai, Ara juga menyusul zahra.


"Loh kamu mau masuk juga, bukannya nemenin Lia di kantin? " tanya Zahra


"Biarin ah, biar kakak sama Gino.. lagian, biar kakak ada pasangan..,dan nggak jomblo lagi kayak kamu, " jawab Ara.Mendengar perkataan itu, Zahra hanya bisa tertawa.


...----------------...


l


"Yes, akhirnya aku bisa berduaan juga sama Lia," batin gino, dia senang bisa makan berdua dengan wanita yang di sukainya


Lia merasa grogi di dekat gino, ia hanya nunduk.Rupanya,keduanya masih canggung untuk berbicara. "Kamu sudah punya pacar belum? " tanya Gino.


"Belum, saya belum punya pacar, " jawab Lia sambil menyantap makanannya sesendok demi sesendok.


Usai makan, Gino dan Lia kembali menuju ruangan masing-masing.


...----------------...


Zahra, Lia dan Ara, keluar bersama.Mereka asyik bercerita flashback masa-masa SMP dulu saat Ara dan suaminya dulu di suruh bacain surat cinta yang telah mereka tulis di depan semua murid, betapa malunya Ara saat itu, terpaksa, Ara mogok sekolah selama tiga hari takut di kepoin temannya di sekolah.


"Li, pulang bareng aku yuk, " Ajak Gino.


"Cie- cie, lagi pe de ka te nih, " sindir Zahra.


"Tau nih, dari tadi cuma jadi nyamuk, " timpal ara.pipi Lia berubah menjadi merah merona seperti udang rebus di sindir oleh adik dan sahabatnya itu.


"Ra, ayo pulang bareng, " ajak Devan.


"Mau makan berdua ya pak, " celetuk Gino.


"Iya lah, kamu aja bisa berduaan kok saya nggak, " sahut Devan tidak mau kalah dengan Gino yang sedang mendekati Lia.


Devan mengaitkan jari tangannya dengan jari tangan Zahra.


"Aduh, jantung.. Tolong amankan dirimu, " batin Zahra, jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya.


Devan dan Zahra berjalan beriringan menuju resto.Ara, Lia melongo kaget. Sedangkan Gino, sudah biasa melihat itu.

__ADS_1


Zahra memukul lengan Devan. "Bapak kok tiba-tiba megang tangan saya, kan malu pak, di liatin Ara dan Lia, " ujar Zahra


.


"Biarin aja, toh Ara dan Lia diem aja tuh, " kata devan, ia mengajak Zahra duduk.


"Kamu mau pesan apa? " tanya Devan.


"Gurami bakar sama jus jeruk, " jawab zahra melihat buku menu yang di sediakan di meja.


". Mbak," Devan memanggil seorang pelayan resto.


"Iya mas, mau pesan apa? " tanya pelayan itu menghampiri meja Devan dan Zahra.


"Gurami bakar sama jus jeruk dua mbak, " jawab Devan.


"Tunggu sebentar ya mas, " ujar pelayan itu berlalu meninggalkan Devan dan Zahra.


"Restonya bagus ya pak," gumam Zahra menyapu pandangan seisi restoran.


"Iya, " ucap Devan singkat.


"Tumben bapak ajak saya kesini? Ada apa pak?" tanya Zahra, dia masih penasaran dengan maksud Devan mengajaknya makan di resto itu.


"Saya mau bilang sesuatu ke kamu Ra, " jawab Devan.


Zahra mengernyitkan dahi. " Apa itu pak? " tanya Zahra.


"Saya mencintaimu Ra, " Devan menunduk grogi mengatakannya.


Alih-alih menjawab, Zahra malah tertawa terbahak -bahak. "Kok tertawa sih Ra? " tanya Devan, menautkan kedua alisnya.


"Habisnya, bapak lucu sih, mana ada bos suka sama asisten, " jawab Zahra. Devan memegang kedua tangan Zahra.


"Tapi saya serius Ra, " ujar Devan.Zahra keheranan melihat bosnya yang semula cuek, dingin padanya menjadi sedramastis ini.


Maaf mas, mbak, ini makanannya, " kata pelayan itu mengejutkan mereka berdua. Devan melepas pegangan tangannya, membiarkan pelayan itu sajikan makanan di atas meja.


"Memang benar ya, kalo sudah cinta, dunia serasa milik berdua.., yang lain ngontrak, " sindir mbak pelayan itu.


☃️Intermezzoo:


Gino:Rasain! malu gak tuh, disindir mbak pelayan.Bapak sih, romantis gak ngajak- ngajak


Devan: diem atau gajinya saya potong nanti!


Zahra:jantung sedang tidak baik-baik saja nih bos.

__ADS_1


_bersambung_


hallo, terima kasih ya udah mampir di novel author, bab ini di kasih d Intermezzoo dikit gak papa lah ya, oh ya, kira-kira di bikin gimana ya ending kisah Zahra dan Devan ini? Apakah Dita akan kembali untuk menghancurkan hubungan Zahra dan Devan? Ikuti terus ya, terima kasih 😊🙏


__ADS_2