ZAHRANA

ZAHRANA
Antusias mantan


__ADS_3

   Ara ,Lia dan Zahra menyempatkan diri untuk berolahraga mumpung sedang hari libur "Udah lama, kita gak olahraga bareng, " gumam Ara.


"Iya Ar, badan sampai gemukan nih, cari duit mulu, gak sempet ngerawat diri, " timpal Zahra, mereka terus berlari agar berkeringat.


   Langkah mereka bertiga terhenti melihat seorang pria sedang merangkul wanita di bawah pohon mangga. "Siapa mereka? " tanya Zahra celingukan mencari tahu.


    "Apakah mereka hantu penunggu pohon mangga? " Ara berbalik tanya.


  Zahra memutar bola matanya jengah. "Mana ada hantu nongol pagi-pagi, hantu kesiangan maksudmu! " jawab Zahra ketus.


   Tangan pria itu mengelus punggung si wanita dengan mesra. "Tenang saja ya sayangku, aku ini milikmu, bukan miliknya, " ucap sang pria.


 Ara merasa sewot dengan mereka berdua, dia menyilangkan tangannya di depan dada. "Dasar pria jaman sekarang, modelan nya kayak gini semua, bilangnya aku hanya milikmu, giliran di suruh nikahin kaboor! dasar! emang buaya, rayuannya maut! ini mah hantu bucin penunggu pohon mangga ceritanya! " sindir Ara, merasa muak dengan pemandangan dua pasangan bucin di depan matanya.


  Zahra menyenggol lengan tangan Ara. "Hiss, mulutmu Ar! pedes banget! "tegur Zahra. Lia terdiam sejenak menatap kedua pasangan itu.


   "Kayaknya aku tahu siapa mereka, " celetuk Lia, mata Zahra dan Ara tertuju pada Lia.


   Lia menghampiri kedua pasangan itu, dia menepuk pundak sang pria, membuat pria itu menoleh. "Gino! " Zahra dan Ara tersentak kaget, begitu juga dengan Gino, tak sadar jika Lia berada tepat di belakangnya, wanita yang di samping Gino ikut menoleh ke belakang.


 Gino segera beranjak berdiri menghampiri Lia "Sayang_, " ucapnya terhenti


 "Sayang-sayang kepalamu peyang! stop disana! " sela Lia mengangkat tangannya membuat Gino berhenti, Lia tak memberi kesempatan untuk menjelaskan apa-apa.


 "Mbak, Mbaknya ini cantik loh mbak, kok mau aja di jadikan selingkuhan pria model buaya kayak gini, " tukas Ara dia tak tahan kakaknya di selingkuhi oleh Gino, rasanya ingin sekali mencabik-cabik muka Gino sekarang juga.


   Wanita yang di samping Gino hanya tertunduk menahan malu.


   Gino mencoba memegang kedua tangan Lia, namun Ara dan Zahra berusaha untuk menghalanginya, mereka menarik tangan Lia agar menjauh dari Gino.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


   Mereka bertiga duduk di depan danau, suasananya cukup menenangkan hati bagi siapapun yang melihatnya "Li, kamu yang sabar ya, beruntung kamu tahu sekarang, daripada menyesal belakangan, "ucap Ara menenangkan Lia.


"Aku nggak sedih kok Ra, aku sudah kebal tersakiti.., aku cuma heran aja, kenapa Gino bisa berubah, padahal dulu dia orangnya baik," sahut Lia.


   "Halah kak, bukan Gino yang baik, kakak yang terlalu baik buat seorang pria buaya seperti Gino," tukas Ara.


    "Lah, kan kamu dulu yang jodohin mereka Ar? " tanya Zahra menggaruk kepalanya.

__ADS_1


   "Aku khilaf, dulu sih emang Gino cowoknya humoris, kamu tahu sendiri kan, " jawab Ara.


  "Kak Ara, ternyata kamu ada disini, Putri nyariin kamu loh kemana-mana, " panggil seorang pria berusi sekitar dua puluh lima tahun menyapa Ara.


  "Miko_, " ucap Zahra terkesiap.Ya, Miko adalah mantan pacar Zahra saat SMA dulu, mereka putus karena tak di restui kedua orang tua Zahra.


Dulu, Miko pria yang culun, lucu dan juga humoris, sekarang menjadi pria yang gagah, body sixpack dan jangkung, Zahra sampai pangling di buatnya.



Bagi Zahra, Miko hanyalah bagian dari kisah cinta lamanya, yang tak mungkin terulang kembali, biarlah waktu yang menghapuskan kenangan itu, hati Zahra tetaplah untuk Devan.



"Zahra, kamu Zahra kan..., apa kabar? " tanya Miko menyapa mantannya itu.


"Baik, " jawab Zahra singkat,


"Kamu kenal adik iparku Ra? " tanya Ara, penasaran sedekat apa Zahra dengan adik iparnya itu.


"Oh, jadi dia adik iparmu, iya mengenal dia, kebetulan dia teman sekolahku dulu, " jawab Zahra berkilah.


"Ya udah, Ara, Lia, aku pamit dulu ya ..., kapan-kapan kenalin anak kamu si Putri,ke aku " pamit Zahra.


"Hati-hati Ra, " ucap Ara


"Kali aja ada cowok nyangkut Ra, bawain satu buat aku! " teriak Lia dengan nada bercanda, Zahra hanya tersenyum buat Miko semakin terkesima saja.


...****************...


Zahra berhenti di sebuah kedai kopi, "Pak, kopi pahitnya satu, " kata Zahra kepada pemilik kedai.


"Saya juga ya pak, " celetuk seseorang di samping Zahra, ikut-ikutan pesan kopi yang sama dengan Zahra.


Zahra menoleh ke samping, mata Zahra membulat sempurna karna Miko mengikuti dirinya sampai sini "Ka-kamu ngapain ada disini?" tanya Zahra gugup serta syok.


"Aku mau pesan kopi mbul, " jawab Miko berani memanggil Zahra dengan panggilan sayangnya saat pacaran dengan Zahra dulu.


"Miko, sudahlah..., itu hanya masa lalu, jangan memanggilku dengan sebutan itu! " ketus Zahra, marah karena Miko masih memanggilnya dengan sebutan itu.

__ADS_1



"Aku rindu kamu Mbul, aku rindu kamu memanggilku Mut lagi Ra, "tukas Miko. Bu



"Gembul dan Imut hanyalah masa lalu ko, tidak akan bisa terulang kembali, aku hanya masa lalumu, dan kamu hanya masa laluku," ucap Zahra, memalingkan muka dari Miko.


"Semudah itu kamu melupakan masa lalu kita? " tanya Miko.


"Ya, karena kamu tidak memperjuangkan cinta kita dulu, andai saja kamu mau berjuang bersamaku, mungkin mama akan Luluh dan akan merestui kita, " jawab Zahra.


"Aku kembali karna ingin kembali berjuang untuk mendapatkan mu mbul, " tukas Miko.


"Terlambat Miko, aku sudah menjadi milik orang lain, aku juga sudah bertunangan, " timpal Zahra.


Mendengar Zahra bertunangan, Miko geram dan mengepal kedua tangannya.


"Zahra! " panggil Devan dari kejauhan, Devan menghampiri Zahra yang sedang duduk bersama Pria.


"Eh Mas Devan, ada apa? " tanya Zahra.


"Nggak, kata Mama kamu lagi olahraga, makanya aku nyusul kesini, " jawab Devan, terbesit perasaan cemburu di hati Devan melihat pria yang di sebelah terus menatap Zahra.


"Dia siapa? " tanya Devan menunjuk Miko.


"Dia\_, " jawab Zahra terhenti, suaranya seperti tercekat di tenggorokan.



"Aku mantan pacarnya dia, ya kan mbul, " Miko menyela ucapan Devan, dia sengaja ngomporin Devan agar cemburu.


Mata Devan membulat sempurna "Benar itu Ra? " tanya Devan.


Zahra hanya anggukkan kepala, Devan merasa jika mantan pacar Zahra itu terlalu antusias kepada Zahra, padahal Zahra berusaha menjaga jarak. "Udah mantan kok masih ngejar lagi? nggak laku ya? "sindir Devan memojokkan Miko.


Di permalukan seperti itu, tentu saja mengundang kemarahan Miko, mukanya memerah padam.


"Sudah-sudah! Miko, kita sudah tidak ada hubungan lagi, aku sudah bertunangan dengannya, , " kata Zahra melerai mereka berdua.

__ADS_1


Zahra menarik tangan Devan untuk pergi menjauh dari Miko.


__ADS_2