
Devan menemani Zahra membeli barang di mall "Pilih sesukamu, nanti mas yang bayar," ucap Devan pada Zahra, di balas oleh Zahra hanya dengan anggukan kepalanya.
"Hey Devan, " sapa seorang wanita cantik, bibir merah merona, rambut pirang, wajah blasteran mempesona para kaum adam yang melihatnya, wanita itu tersenyum manis ke Devan
'Deg' jantung Devan berdetak lebih cepat dari biasanya, melihat wanita yang dulu dia sukai dari jaman SMP muncul di hadapannya.
Zahra mengernyitkan dahi melihat Devan tercengang, ia bingung siapa wanita yang berani menyapa tunangannya itu "*Siapa lagi dia .., semakin kesini semakin banyak juga saingan*, " Batin Zahra,
"Viola, " Devan menyapa wanita itu, sejenak dia melirik Zahra, takut membuat Zahra jadi cemburu.
"Apa kabar Van? Sudah lama kita tidak bertemu sejak kamu lulus SMA " tanya Viola, tak tahu jika Devan sudah bertunangan.
__ADS_1
"Baik Vi, " jawab Devan singkat, dia tak ingin melukai hati Zahra jika tau siapa viola sebenarnya.Lagipula, mungkin viola sudah punya suami.
Viola memegang tangan Devan, "Van, aku kangen loh masa SMP kita ..., ah iya, kamu udah punya pacar belum? " tanya Viola cari perhatian Devan kembali, di pikirnya Devan masih sendiri.
Zahra yang tersulut api cemburu, memukul pergelangan tangan Viola "Lepasin! dia udah punya tunangan! " gertak Zahra, mendelik ke arah viola tak suka jika viola pegang tangan Devan
"Van? siapa dia? serem banget? " tanya Viola, menunjuk ke arah Zahra yang sedang kebakaran jenggot.
"Siapa-siapa! macan! " bentak Zahra ketus sambil menyilang kedua tangannya di depan dada.Devan menahan gelak tawanya, Zahra jika cemburu lucu sekali tingkahnya.
Zahra melirik Devan dengan lirikan tajam setajam pisau dapur, ia berjalan mendahului Viola dan Devan "Maaf Vi, aku buru-buru" kata Devan berlari menyusul Zahra yang sudah mendahuluinya.
Devan tak menemukan jejak Zahra "Aduh! kemana si Zahra! serem banget kalau lagi cemburu, " rutuk Devan, dia terus mencari Zahra keliling Mall.
Sudah satu jam Devan mencari Zahra, tapi tak kunjung menemukannya, Devan putuskan untuk menunggu Zahra di mobil saja.
...*...
__ADS_1
Devan membuka mobilnya, terkejut melihat seorang wanita duduk di mobil "Aaaaa kunti! ada Kunti di mobilku! " teriak Devan menutup matanya.
"Huh! lama banget ngobrol dengan wanita itu, sampai lapar tau nggak! " protes Zahra sambil nyemil snack yang baru di beli tadi.
Devan membuka matanya terkejut Zahra sudah ada di mobilnya "Zahra! ya ampun! mas cari kamu dari sabang sampai merauke, kamu disini ternyata! " kata Devan menggelengkan kepala.
Zahra nyengir kuda sambil tetap memakan Snack "Kelamaan ngobrol dengan wanita itu, laper kan aku jadinya, " gerutu Zahra dengan mulut penuh.
Devan ikut masuk mobil "Mas minta maaf sudah membuat kamu cemburu, " ucap Devan memegang tangan Zahra perlahan.
Zahra menoleh ke arah Devan "Jangan minta maaf, jelasin dulu siapa dia, " tukas Zahra, ia mulai sedikit curiga pada Devan.
"Baiklah, dia orang yang dulu aku cintai sejak SMP, tapi dia nolak mentah-mentah karna dulu aku cupu ..., kamu tenang saja, hanya ada kamu di hatiku saat ini, " ujar Devan
Zahra mendekatkan wajahnya ke wajah Devan "Yakin? " tanya Zahra memastikan.
__ADS_1
Devan tersenyum dan menarik hidung Zahra "Iya, sayang, " jawab Devan, gemas melihat tingkah Zahra. Devan kemudikan mobilnya mengantar Zahra pulang.
\_Bersambung\_