ZAHRANA

ZAHRANA
aku harus apa?


__ADS_3

"Ra, saya tadi ke ruang kerja kamu, kamu nya gak ada.. saya kira kemana, gak taunya disini," ujar pak Doni membuyarkan kericuhan


   "Ya nih pak, lagi ngumpul.. " sahut Zahra nyengir kuda.


.


"Sini lah pak, ngumpul bareng kita sekali aja, nggak capek, nemenin komputer mulu,"timpal Ara, dia ingin Doni ikut bergabung bersama rekan kerjanya, agar tidak selalu berkutat dengan pekerjaan.


   "Saya butuh duit Ar, " kata Doni, ikut duduk di samping Ara.


  Ara hanya menghela nafas panjang "Hadeuh, umurkan masih muda pak, nikmati dulu lah, "kata Ara memberikan secangkir kopi untuk Doni.


  "Muda gimana maksud kamu Ar, saya kan udah kepala tiga, justru harus rajin kerja tuk mempersiapkan pernikahan saya nanti, " ujar Doni, dia memang ingin menikah, tapi sayang calon istrinya belum ada.


"Ehem-ehem siap-siap ada yang mau di lamar nih, " Ara menyindir si Friska, respon Friska justru merasa biasa saja di depan doni, tidak terlalu bahagia juga.


   "Iya nih, " timpal Mbak Ella "Emang siapa sih pak, yang mau di lamar? " tanya Lia dirinya begitu sangat kepo


"Nanti lah, kalian juga tau sendiri..," jawab Doni membuat penasaran semua yang ada disitu.


"Lamar sekarang aja pak, nanti keburu di tikung orang, di luar sana banyak pebinor dimana-mana loh pak, " celetuk mbak Ella sangat antusias sekali melihat atasannya itu melamar wanita yang begitu di cintai Doni.


  "Ya, nanti kalo jam istirahat saya coba lamar dia, doakan saja semoga di terima, "ucap Doni. Semua yang ada disana turut serta mengaminkan, mereka tidak sabar dengar kabar baik dari Doni.


   "Udah ah, ayo masuk, " ajak Mbak Ella pada semuanya.Mereka semua langsung membubarkan diri dan masuk ke ruang kerja masing-masing, di ikuti oleh Zahra dan yang lainnya


"Zahra tunggu, " panggil Doni. Zahra berbalik arah menoleh Doni yang ada di belakangnya.


   "Ada apa pak? " tanya Zahra, langkahnya terhenti.

__ADS_1


   "Saya nanti ajak kamu makan di kantin kantor pas waktu jam istirahat," jawab Doni, dia berharap Zahra mau di ajaknya makan siang.


 .  "Iya pak, " Zahra hanya tersenyum sambil anggukkan kepalanya, ia juga tidak sabar melihat Doni melamar Friska, sudah saatnya Doni melakukan ini, Friska juga sepertinya suka pada Doni, hanya gengsi mengakuinya.


 "Ngapain Ra, kamu senyum sendiri gitu? " tanya Devan sedari tadi berada tepat di belakang Zahra, Zahra terkesiap berbalik menoleh ke belakang.


"Eh, nggak kok pak, senang aja.. nanti mau di traktir Pak Doni makan di kantin," jawab Zahra.


"Sesenang itu ya, di traktir cowok lain selain saya, "sindir Devan merajuk, dirinya cemburu bila Zahra makan bersama pria lain.


"Ya, kan lumayan pak.. makanan gratis, " sahut Zahra senang, tanpa memikirkan perasaan Devan.


   Devan gemas dengan kekasihnya itu, ingin sekali ia cubit pipinya, "Emang kamu gak tau apa, kalo saya cemburu? " tanya Devan sinis, berharap Zahra peka terhadap dirinya.


Yang ada, Zahra malah tertawa cekikikan. Devan menggaruk-garuk kepalanya "Kok tertawa? " tanya Devan, melongo lihat respon Zahra, kekasihnya itu.


"Ya iyalah, lucu deh, saya kan sama pak Doni gak ada apa-apa, "jawab Zahra, Devan hanya menyilang kedua tangannya.


 "Emosi pak ..., ya udah deh, kalo gak percaya datang aja ke kantin, sekaligus liat siapa yang akan di lamar pak Doni, " kata Zahra.


   Devan menyetujui permintaan Zahra "Ya udah, kita taruhan..., kalo kamu kalah, harus bersedia cium pipi saya, " tantang Devan dengan nada bercanda.


 Mata Zahra membulat sempurna melotot ke arah Devan.


Devan hanya nyengir kuda. "Hehe, iya.., saya bercanda, " tukas Devan.


Zahra menghela nafas panjang, dia terlalu serius menanggapi candaan Devan.


 "Di cium beneran juga gak apa-apa kok, "

__ADS_1


    Zahra mengangkat tangannya sambil menggenggam, bersiap melayangkan bogem ke Devan seketika itu juga.


"Iya-iya, udah ah! ayo ke ruangan, " ajak Devan demi menghindari amukan Zahra.


Devan dan Zahra bersamaan masuk ke ruang kerja, sebenarnya terbesit di hati Devan, siapa yang akan di lamar Doni.


...****************...


  Jam istirahat pun tiba, semua karyawan pergi ke kantin ingin tau kejutan yang di buat Doni, tak terkecuali Devan, "Pak, ayo dong.., katanya mau lamar ceweknya di depan kita, " celetuk Mbak Ella, benar-benar tidak sabar lagi.


  Doni merogoh sakunya dan mengeluarkan cincin emas polos permata putih "Kira-kira, pak Doni mau ngelamar siapa ya? apa itu si Friska? " tanya Gino pada Lia.


"Nggak tau tuh, kita liat saja,paling mungkin si Friska, " jawab Lia mengerdikkan bahu.


 Mereka semua terkejut, bukannya si Friska yang di hampiri, Doni malah berlutut di depan Zahra yang sedang duduk bersama dengan Ara, suasana kantin menjadi tegang dan mendebarkan.


"Ra, saya memang mencintai Friska .., tapi, saya sangat sadar diri Friska menolak saya, saya mulai memperhatikanmu Ra, saya tak mau ngajak kamu pacaran Ra, saya akan bawa kedua orang tua saya untuk melamar kamu Ra, " ucap Doni, mengulurkan cincinnya pada Zahra, berharap lamarannya bisa di terima.


"Udah, terima aja Ra, kalian cocok dan serasi kok, " kata mbak Ella, ikut berbahagia melihat Zahra dan Doni juga bahagia.


"Ya Ra, pak Doni udah ada niatan mau ke jenjang yang lebih serius tuh sama kamu," celetuk Fani, ikut menimpali ucapan mbak Ella.


  "Ya tuhan, tolonglah hambamu ini, hamba hanyalah putri dari kerajaan yang tersesat, nyasar, keblinger, di kantor ini "batin Zahra malah asyik ngehalu di saat suasana lagi genting-gentingnya, ia bingung sekali.


"Siapa pak? Anda mau ngelamar siapa? " tanya Devan yang tiba-tiba datang ke kantin. Semua yang ada di kantin menoleh ke arah Devan.


 "Itu loh Bos, Pak Doni mau ngelamar Zahra, " jawab Fani, dengan semangat menjawab pertanyaan dari bosnya itu.


Jawaban Fani membuat Devan kaget, benar saja dugaannya selama ini, Doni menyukai Zahra setelah di tolak Friska.

__ADS_1


Devan menatap Zahra nyalang, ia bersiap mengepalkan tangannya, berani- beraninya Doni merebut Zahra darinya. Zahra hanya melirik Devan sejenak, ia semakin di buat bingung "Astaga, Devan..aku harus apa nih," umpat Zahra dalam hati, bingung harus gimana lagi menyikapi situasi ini.


Hayooo, Siapa nih yang pernah ada di posisi Zahra? Di lamar tapi, sudah memiliki kekasih? Oh ya selamat pagi, siang,sore dan malam semua kapanpun kalian baca novel ini .. Semoga selalu di beri kesehatan oleh Allah SWT .. Terima kasih yang udah setia baca novel ini .. lope-lope buat kalian.. Jangan lupa tinggalkan jejak ya, terima kasih 😊🙏


__ADS_2