
Devan berniat datang ke rumah Zahra, ia ingin melamar Zahra tanpa memberitahu Zahra terlebih dahulu, devan takut Zahra di ambil orang lain, kedua orang tua devan pun setuju.
Mereka hanya berharap semoga hubungan Devan dan Zahra kedepannya baik-baik saja. pak Ardi dan bu Nita kaget melihat mobil Ferrari berwarna biru terhenti di depan rumah mereka, "Ma, itu mobil siapa ya? Kok berhenti di depan rumah kita?" tanya Pak Ardi bingung.
Bu Nita ikut bingung, mengapa ada mobil datang di depan mereka, bu Nita terperanjat kaget melihat siapa yang turun, dirinya tak percaya Devan bersama kedua orang tuanya datang lagi kemari "Pa, Devan pa, bosnya Zahra, "ucap bu Nita menggoyangkan tubuh suaminya itu, bu Nita mengajak pak Ardi keluar untuk menemui mereka semuanya
Pak Ardi dan Bu Nita menyambut dengan ramah kedatangan Devan dan kedua orang tuanya, bu Nita menjamu mereka dengan jamuan seadanya, "Tante, om, maaf saya lancang, tujuan saya kesini ingin melamar putri Om dan Tante Zahra untuk di jadikan pendamping hidup saya, " kata Devan, berani mengutarakan niatnya pada orang tua Zahra
Pak Ardi dan Bu Nita saling bertatapan Bu Nita menyerahkan semuanya pada pak Ardi suaminya, selaku ayah kandung Zahra, ",Saya senang dengan niat baikmu untuk melamar anak saya, soal di terima atau tidak saya serahkan semuanya pada anak saya "jawab Pak Ardi, ia tidak mau memaksa Zahra juga soal jodoh, Pak Ardi meminta Bu Nita panggil Zahra.
__ADS_1
Bu Nita membangunkan Zahra yang lagi tidur di kamarnya, Bu Nita tidak menyangka, doanya di masa lalu benar-benar terwujud, "Ra, bangun! " teriak Bu Nita sambil ketuk pintu kamar Zahra, Zahra melenguh bangun perlahan dan membuka pintu kamarnya
Zahra mengusap-usap matanya, Zahra masih belum terbuka lebar, "Ada apa? "tanya Zahra, tanpa basa-basi Bu Nita langsung menyeret Zahra ke sofa ruang tamu, Zahra sangat kaget melihat Devan bersama kedua orang tuanya datang ke rumahnya, ia sungguh bingung.
"Ra, kedatanganku kesini membawa kedua orang tuaku ingin melamar mu, maukah kau menjadi kekasih halalku? menjadi istriku dan pendamping hidupku selamanya? In syaa Allah, akan ku bawa dan ku dampingi engkau di surga nanti " tanya Devan, Zahra menelan salivanya kasar, ia tak pernah bayangkan sebelumnya, bangun tidur langsung di lamar Devan.Jika memang ini mimpi, Zahra memilih untuk tidak bangun mimpinya terlalu indah
Devan menyematkan cincin di jari manis Zahra sebelah kiri, ia senang kini resmi bertunangan dengan Zahra, kedua orang tua Devan memberikan seserahan pada Zahra, sungguh tanpa persiapan apapun,Devan dan Zahra saling curi-curi pandang.Devan tidak sabar lagi beritahu semua karyawan kantor jika dirinya dan Zahra sudah bertunangan.Ia akan menyingkirkan siapapun yang berani mengusik hubungannya dengan Zahra.
☃️intermezzo
__ADS_1
Devan: maukah kau..., ?
Author:yes! Siap! Baik! Hayuuuk!
Devan : siap mengawalku dengan Zahra sampai halal toooor! kepedean nih othor!
Author: dasar PHP ih! nggak di restuin ntar nangis!
Devan: hehe, iya dah Ampyuun!
__ADS_1