ZAHRANA

ZAHRANA
melanjutkan pendidikan


__ADS_3

"Pagi Zahra, " sapa Lia dengan senyuman manisnya, ia sedang duduk di lobi sembari menyesap minuman coklat hangatnya.Di pagi hari, Lia memang menyukai minum coklat panas.


Zahra membalas senyuman Lia, "Pagi juga Li... Ara kemana?" tanya Zahra tak biasanya dia melihat Lia sendirian.


Lia biasa bersama Zahra setiap kemana-mana.Jadi, jika hanya melihat salah satu dari mereka bagai sayur kurang garam.


Lia kemana-mana pasti bersama Ara.Jadi tak heran, jika Lia tak bersama Ara.Bagaikan sayur kurang garam.


"Ada kok Ra, dia lagi ke kantin..." jawab Lia.Mulutnya sembari terus menyesap coklat hangatnya.


"Oh...aku kira bolos kerja tuh orang" celetuk Zahra.


"Haha...Bisa aja kamu ini Ra" Lia menimpali ucapan Zahra.


"Ya...dulu dia kan jagonya membolos Li, siapa tahu sekarang masih sama....."Zahra terkekeh.


"Hem-hem! ada yang ngomongin diriku nih rupanya...masih pagi juga! " Tukas Ara baru saja muncul dari kantin membawa dua buah gelas kopi cappucino di tangannya.


"Kagak Ar! cuma nanyain doang.By the way... kopinya enak tuh " timpal Zahra menatap Ara sejenak.


Dia mengendus aroma kopi yang di bawa Ara membuatnya ingin juga minum kopi.Semangat kerjanya bertambah jika minum kopi di pagi hari.


Ara memberikan segelas kopi pada Zahra.Dia kebetulan membeli dua gelas kopi.


"Makasih Ara..." ucap Zahra duduk di sebelah Lia untuk meminum kopinya.


Zahra menyesap kopinya perlahan agar terasa nikmat. "Hmmm..nikmat"gumam Zahra.


"Dih...udah kaya bintang iklan aja kamu Ra! " kata Lia menggelengkan kepalanya.


"Hehe...Masak? "Tanya Zahra cekikikan.



"Iya..." jawab Lia.



Lia menyesap kembali coklat hangatnya.


"Oh iya! kali ini kantor di handle oleh pak Jefri, papanya pak Devan... " celetuknya baru saja memberitahu kepada Zahra soal itu.


Zahra terkesiap kaget mendengar hal itu.Dia tak percaya dengan ucapan Ara. Baru tadi malam Zahra bertemu Devan.


"Hah? yang bener kamu Ar? emangnya pak Devan kemana? "tanya Zahra sedikit bingung. Devan juga tidak memberitahunya.Padahal, baru saja semalam mereka jalan berdua ke Mall.


"Aku dengar, dia akan lanjutkan pendidikan di Singapore selama 3 tahun ... ah iya aku lupa! sebelum berangkat, tadi pak Devan sempat kesini titipin ini ke kamu...." jawab Ara, memberikan sebuah bingkisan dari Devan.

__ADS_1


Zahra menerima bingkisan itu dan segera menyimpannya dalam tas "Terima kasih..." ucap Zahra dengan tersenyum paksa.Dia masih belum percaya jika Devan akan jauh darinya.


"Mas Devan,baru saja kita bersama tadi malam ..., sekarang kamu begitu saja pergi tanpa pamit ke aku ..., tidak tau apakah aku sanggup atau tidak menjalani hari tanpamu di sampingku, aku disini akan selalu menjaga hati untukmu, aku akan selalu setia disini menunggumu kembali, " Zahra membatin sambil memandang cincin pertunangannya.


"Kamu kenapa Ra? " tanya Ara.


Dia tidak sanggup melihat sahabatnya sedari tadi menunduk sedih mendengar kepergian Devan yang begitu mendadak hingga lupa memberitahunya.


"Kamu sedih ya...karna pak bos tidak memberitahumu kalo mau pergi? " Ara terus bertanya tanpa henti.


"Bukan sedih karna itu Ar..." jawab Zahra tetap menunduk sedih.


Hal itu membuat Ara jadi ikutan sedih melihatnya. "Trus kenapa? "Tanya Ara.


"Aku sedih Ar...apa pak Devan disana bisa menjaga status hubungan ini atau tidak " jawab Zahra.


Dia tak mampu lagi memendam unek-uneknya.Zahra benar-benar takut kehilangan Devan.


Ara mengelus bahu sahabatnya itu. "Yang sabar ya Ra...kalau kalian jodoh pasti bertemu kembali " Ara mencoba menenangkan hati Zahra.


"Bertemu itu pasti Ar...tapi belum tentu hati dan perasaan sama seperti yang dahulu "ujar Zahra.Lalu, beranjak masuk ke dalam ruangannya.


Zahra melewati ruangan Devan.Dia terhenti sejenak menghela nafas panjang.Terputar kembali memori kebersamaannya dengan Devan.


"Cepatlah kembali Mas devan...aku disini akan selalu menunggumu "Zahra membatin dalam hati.Ada setitik kepedihan dalam hati Zahra.Padahal, belum satu jam di tinggal Devan pergi.


"Tenanglah nak...akan ada akhir yang indah antara kamu dengan Devan " batin pak Jefri merasa tersentuh hatinya.


\=\=\=\=oooOooo\=\=\=\=


Di rumah, Zahra membuka bingkisan dari Devan.Ada kalung couple dua hati "Cantik sekali..." gumam Zahra menimang kalung itu.Kalung itu akan selalu Zahra pakai sebagai pengobat rindunya pada Devan.


Zahra mengambil sepucuk surat yang juga ada dalam bingkisan itu.Kemudian, gegas membukanya.


Hay sayang ...mas harap kamu tidak kaget dengan kepergian mas yang mendadak ini bagi kamu.Kalung dua hatinya sudah kamu pakai kan? maaf ya.. kalungnya hanya sebelah. Yang sebelah lagi ada di mas.Agar jika mas merindukan kamu, bisa terobati hanya dengan melihat kalung itu, mas akan jaga hati disini.Kamu juga jaga hati jaga mata ya.., tunggu mas pulang, mas akan menikahi kamu bye sayang


Dari:Devan


Zahra tersenyum simpul membaca surat dari Devan.disana juga tertera nomor ponsel .Zahra bisa menghubunginya lain kali jika merasa rindu.


"Aku juga akan setia disini menjaga hati untukmu mas..." gumam Zahra.Dia tersenyum sendiri menimang kalung itu.


Zahra membaringkan tubuhnya sejenak di kasur.Lepas sudah kerinduannya pada Devan.



Bu Nita masuk ke kamar Zahra. "Ra..Mama denger Devan lagi pendidikan di luar negeri ya? " tanya Bu Nita.

__ADS_1


"Iya Ma..mama tau dari mana? " tanya Zahra menegakkan tubuhnya.


"Mama tau dari Ara..katanya kamu sedih di tinggal Devan.Tapi malah cengar-cengir disini" jawab Bu Nita mengernyit heran.


"Nggak kok Ma...sedihnya terobati karena kalung ini" tukas Zahra.Dia menunjukkan kalung dua hati itu pada mamanya.


"Ya sudah.. kalo gitu, Mama mau keluar dulu.Kamu cepat istirahat, di pikir gak ada penyemangat..kerjanya juga nggak semangat gitu" kata Bu Nita.



Zahra hanya tersenyum lebar.Mamanya itu paling jago menghiburnya.



"Mama ah! bisa aja.. "Zahra tersipu malu dengan perkataan bu Nita.



Bu Nita mengelus lengan Zahra.Tak lama kemudian, berlalu keluar dari kamar.


Zahra mengerucutkan bibirnya. "Dasar Ara mulut ember! Bisa-bisanya gitu doang ngadu ke Mama... "Zahra membatin kesal.


Untuk menghilangkan rasa rindu pada Devan, Zahra memutar sebuah lagu tersiksa rindu dari Dygta


🎵Tersiksa rindu-Dygta🎵


Lihatlah hatiku...


Terluka dan semakin rapuh...


Karena kamu..


Kini jauh dariku...


Apakah kau disana merindukanku...


tuhan tolong diriku, aku tersiksa rindu...


Biarku bertemu walau dalam mimpi...


Karena ku, tak sanggup lagi...


aku tersiksa rindu...


Zahra perlahan memejamkan matanya.Larut dalam indahnya alunan musik.


_Bersambung_

__ADS_1


Mohon dukungannya ya.. jangan lupa tinggalkan jejak 😊🙏


__ADS_2