
'Dert..Dert..' ponsel Devan bergetar sedari tadi.Devan segera mengambil ponselnya, "Bi...ada pesan dari Zahra, " ucap Devan membuka aplikasi hijau di ponselnya.
"Bi...Zahra menunjukkan ini.... " Devan memberikan ponselnya kepada Abi
Abi melirik ponsel itu sejenak, "Sepertinya Zahra memberitahu bahwa lokasinya disitu deh Pak, "Abi mencoba menganalisir maksud pesan yang di kirimkan oleh Zahra.
Devan dan Abi bergegas ke lokasi itu untuk menyelamatkan Zahra.
Devan tersenyum merekah di bibir, senang Zahra menghubunginya kembali.
\=\=\=oooOooo\=\=\=
Sampailah mereka di sebuah rumah besar kosong, tampilan luar rumahnya begitu lusuh dan berlumut sudah lama di tinggal penghuninya.
"Bapak yakin Zahra ada disini? " tanya Abi menatap lekat-lekat rumah itu.Takut jika yang di kirim Zahra alamat yang salah.
"Iya bi...sepertinya disini, Zahra tidak mungkin salah memberikan alamat bi, " jawab Devan mencoba mencocokkan dengan alamat yang di kirim Zahra.
Abi melihat mobil Xenia berwarna biru tua persis yang di kendarai Miko tadi, terparkir di samping rumah itu.
"Pak...bukannya itu mobil Miko? " tanya Abi menunjuk ke samping rumah.
Devan menajamkan matanya memandang dengan cermat mobil itu "Kamu benar bi...ayo kita masuk! " tukas Devan membenarkan ucapan Abi.
Devan dan Abi segera masuk ke dalam rumah itu, mereka yakin jika Zahra pasti berada di dalam.
' Braak! ' Devan sengaja menendang pintu agar bisa menemukan Zahra.
Miko yang sedang mengikat kedua tangan Zahra terkesiap kaget melihat Devan sudah menemukannya disini, "Dari mana kamu tahu jika aku berada disini? " tanya Miko dengan nada agak sedikit meninggi.
Devan tersenyum kecut ke arah Miko, "Kamu pikir bisa mengelabuhiku..tidak semudah itu Miko...kamu juga tadi akan membuatku celaka juga kan, sayangnya... Mimpi indahmu itu tidak akan terjadi Miko, lihatlah! aku baik-baik saja, " jawab Devan menyilang kedua tangannya di depan dada.
Miko hanya membisu.Bukan berarti dia takut, tapi sudah tidak berkutik melakukan apa-ap lagi.
"Sekarang pilihan ada di tanganmu Miko...lepaskan Zahra atau kamu akan ku seret kembali ke penjara untuk kedua kalinya! " kecam Devan, tidak ingin bermain-main dengan ucapannya.
Mendengar kata penjara, tangan Miko menjadi gemetar.Miko tidak mau masuk penjara lagi hanya demi menyelamatkan Friska.
Miko terpaksa melepas ikatan tali yang ada di tangan dan kaki Zahra.
Zahra segera menghampiri Devan, mendekat sejenak, "Terima kasih ya...sudah menolongku."Zahra mengatupkan kedua tangan di depan dadanya.
Devan tersenyum, dia memegang kedua tangan Zahra, memisahkan agar tidak terus berlebihan.
"Tidak usah begitu...kita hadir untuk saling melengkapi, melewati setiap cobaan yang datang untuk luluh lantakkan hubungan kita, " jawab Devan tetap memegang kedua tangan Zahra.
"Bapak membuat saya bingung dengan sikap bapak....terkadang baik, terkadang juga menyakitkan," ujar Zahra menatap Devan.
"Ma-maaf..itu semua saya lakukan demi mencari tahu maksud Friska meminta kamu meninggalkan saya, " jawab Devan.
"Apa?" teriak Zahra kaget mendengar pengakuan Devan.
"Iya Ra..tapi maaf sebelumnya, saya. Tidak jujur dari awal sama kamu karena takut jika nanti ada yang mengetahui semuanya, saya akui...Friska akan menghalalkan cara apapun demi obsesinya terwujud" jawab Devan panjang lebar.
Zahra membisu mendengar pernyataan Devan.Tidak di sangka, ternyata Devan mendukungnya diam-diam.Semua bentakan Devan, kata-kata kasarnya, semata-mata hanya sandiwara didepan Friska.
Zahra menunduk menyesali perbuatannya, "Saya benar-benar meminta maaf Pak, " ucap Zahra, tidak tau harus berkata apa kepada Devan.
__ADS_1
"Sudahlah sayang..tidak ada yang perlu menyesali yang sudah terjadi, aku percaya sepenuhnya kepadamu, " ucap Devan memeluk wanita yang sangat di cintainya itu.
Abi terharu melihat perjuangan cinta Devan dan Zahra, dia sendiri tidak pernah di cintai sehebat itu oleh seorang wanita.
"Saya permisi dulu ke mobil Pak, kelamaan disini saya hanya jadi nyamuk saja, " pamit Abi berlalu meninggalkan Devan dan Zahra.
\=\=\=oooOooo\=\=\=
Abi termenung di mobil.Mengingat Devan dan Zahra, Abi jadi teringat cinta pertamanya dulu yang sudah kandas akibat ditentang kedua orang tuanya.
Abi mengambil ponselnya memandang foto gadis cantik bermanik mata hijau dengan rambutnya yang lurus dan pirang.
"*Axcelia, aku sangat merindukanmu*..." batin Abi senyum merekah tampak di bibirnya yang tebal.
Sudah bertahun-tahun semenjak keluarga Abi menentang hubungannya dengan Axcelia, Abi sudah tidak mendengar lagi kabar tentang Axcelia.
Ingin sekali Abi bertanya pada abangnya. Namun, pasti abangnya marah jika Abi menyebut nama Axcelia lagi.
\=\=\=oooOooo\=\=\=
Abi masih saja asyik dalam lamunannya, tidak tahu jika Devan dan Zahra sudah masuk mobil.
"Bi, kamu kenapa?" tanya Devan menautkan kedua alisnya.
Abi tersentak kaget, "Eh, pak Devan... nggak apa-apa kok pak."Abi menjawab sambil menyeka air matanya.Gegas Abi melajukan mobil menuju kantor
"Kamu menangis bi? " tanya Devan memegang bahu Abi, di ambilnya ponsel yang ada di tangan Abi.
"Cantik sekali...siapa dia? kekasihmu? " tanya Devan memuji foto orang yang ada di ponsel Abi.
"Bukan Pak...dia cinta pertama saya, hubungan saya dan dia berakhir karena tidak di restui kedua orang tua saya Pak.." jawab Abi tertunduk sedih.
Devan tersenyum, "Bi...cinta itu butuh pengorbanan dan perjuangan...jika memang kamu mencintai, lakukan cara apapun untuk memperjuangkan semuanya bi...orang tuamu memang ingin yang terbaik untukmu bi..tapi, kebahagiaanmu, kamu sendiri yang merasakan, "
__ADS_1
Devan memberi motivasi kepada Abi, bagaimanapun Abi juga berhak merasakan kebahagiaannya.
Cinta bukanlah hanya sekedar perkataan aku suka kamu.Tapi cinta, adalah bagaimana seseorang berkorban dan berjuang demi orang yang di cintainya.
"Terima kasih Pak, " ucap Abi mengulum senyum ke arah Devan.
"Kamu juga harus tegas bi...jika memang kamu mencintai dia, perjuangkan...cobalah berusaha untuk luluhkan hati kedua orang tuamu dulu, " lanjut Devan membuat hati Abi sedikit tenang.
Zahra tersenyum mendengar Devan berbicara seperti kepada Abi, membuat Zahra kembali teringat perjuangannya menaklukkan hati Devan yang dulu keras dan susah untuk di luluhkan.
"Iya Pak...jika nanti saya pulang ke Amerika saya coba bicara dari hati ke hati dengan kedua orang tua saya, " tukas Abi tersenyum, merasa masih ada harapan untuk memperjuangkan wanita idamannya kembali.
Devan mengangkat tangan kirinya, "Bi... kayaknya udah jam istirahat kantor nih, kita makan dulu yuk, " ajak Devan.
Abi menghentikan mobilnya di sebuah rumah makan.
\=\=\=oooOooo\=\=\=
Abi, Devan dan juga Zahra turun dari mobil.Mereka bertiga di sambut wanita cantik pemilik dari rumah makan itu.
"Eh Devan, Zahra...kalian disini? " sapa wanita itu yang tak lain adalah Dita.
"Dita, kamu..."
"Iya Van, aku membuka usaha sendiri disini, kalian dari mana? " tanya Dita.
"Zahra di culik Miko, aku mengejarnya sampai sini, " jawab Devan.
Mendengar nama Miko di sebut, Dita merasa kaget, pria itu benar-benar nekad melakukannya.
Ada hubungan apa Dita dengan Miko? Apa kaitannya Dita dengan penculikan Zahra? Ikuti terus ya 😊🙏
__ADS_1