ZAHRANA

ZAHRANA
debat dengan Dita


__ADS_3

Dita datang ke rumah Devan, ia akan ambil hati bu Alika dan juga pak Jefri. "Dita! mau apa lagi kamu kesini!" bentak Bu Alika tatapannya begitu nyalang dan tajam pada Dita, dia tidak suka jika Dita datang kembali ke rumahnya menemui Devan, cukup kemarin Dita berbuat kesalahan dengan mengkhianati putranya itu.


"Tante, saya mohon ... maafkan saya, Devan waktu itu hanya salah paham Tante, saya gak selingkuh dengan siapapun, Alex itu sepupu saya tante." mohon Dita mengatupkan kedua tangannya di depan dadanya, antara percaya dan tidak, bu Alika tidak mau gegabah ambil kesimpulan sebelum terbukti kebenarannya.


.


"Kalo kamu gak selingkuh, Devan gak akan mungkin sampai hati batalkan pertunangan dengan kamu! anakku tidak sebodoh itu!" Bu Alika bersikeras membela Devan, dia lebih mengenal putranya di bandingkan Dita.


"Itu hanya alasan Devan saja tante, dia bilang begitu, karna tidak ingin di jodohkan denganku, " tukas Dita, bu Alika tercekat mendengarnya, bisa jadi ucapan Dita benar, tapi bu Alika tidak mau percaya begitu saja, sebelum mendengar dari mulut Devan sendiri.


"Perkataan Dita ada benarnya juga, bisa jadi Devan tidak setuju dengan rencanaku untuk menjodohkan dia," batin Bu Alika, bingung sekali harus berbuat apa, bu Alika hanya berharap Devan tidak membohonginya.


"Tante_ " panggil Dita, dia masih saja menangis agar bu Alika luluh kepadanya.


"Diam kamu! mau kamu apa sekarang! " sahut Bu Alika membentak Dita karena pikirannya saat ini sedang pening sekali.


"Saya ingin Tante merestui hubungan saya dan Devan lagi Tante, kalau gak saya tidak mau pergi dari sini " ujar Dita, menyeka air mata bualannya itu.


"Terserah!" kata Bu Alika malas berdebat dengan Dita, karena kasihan, bu Alika mempersilahkan Dita masuk rumah, takutnya jika terjadi apa-apa pada Dita, bu Alika juga yang akan di salahkan oleh keluarga Dita.


Dita menunggu kepulangan Devan sedari tadi di rumahnya. "Lebih baik kamu pulang saja! Anak saya tidak akan pulang kalo ada kamu! " usir Bu Alika, belum mempercayai Dita sepenuhnya, namun tidak bisa berbuat apa- apa lagi, selain menuruti keinginan wanita yang ada di depannya itu.


"Nggak aku akan tunggu Devan pulang. Bu Alika memutar bola mata malas, muak sekali melihat muka Dita, seseorang yang telah mengkhianati putranya itu.


Suara mobil Devan terdengar dari luar. "Itu, yang kamu tunggu sudah pulang, malem gini gak baik perempuan pulangnya kemalaman," Bu Alika mencoba mengusir Dita dengan cara halus, namun Dita tetap saja ingin bertemu Devan, terpaksa mengusirnya dengan agak sedikit kasar.


"Tante jangan coba-coba usir saya! " bentak Dita sudah begitu geram dan tak tahan.Bu Alika melotot, ia berdiri sambil mengepal kedua tangannya, lama-lama kesabarannya bisa habis karena Dita.


"Berani kamu ya! Saya udah sabar tahan emosi saya agar tidak menampar pipimu itu! ini rumah saya, terserah saya mau mengusir atau tidak! " teriak Bu Alika, pak Jefri menarik tangan bu Alika agar tetap kendalikan emosi, malu dengan tetangga jika terdengar ribut malam-malam.

__ADS_1


Mendengar keributan, Devan bergegas masuk rumah. "Dita! kamu apain mamaku!" bentak Devan ikut emosi melihat Dita, pulang kerja yang harusnya membuat suasana hati Devan senang bertemu kedua orang tuanya, kini menjadi panas dan berkecamuk karena kehadiran Dita merusak suasana hatinya.


"Tau tuh, mama kamu sendiri yang darah tinggi , " sahut Dita, Devan melayangkan tamparan ke pipi mulus Dita 'Plaak'


"Beraninya kamu nampar aku Van! " bentak Dita kesal sambil memegangi pipinya yang merah akibat di tampar Devan, mantan kekasihnya itu, jika bukan karena harta Devan, Dita juga ogah jauh-jauh datang ke rumah Devan.


"Kalo kamu nyakitin aku, aku masih bisa sabar dit! tapi jika ini berurusan dengan mamaku, habis kamu di tanganku! " kecam Devan, dia tidak tinggal diam ketika ada yang berani menyakiti maupun membentak kedua orang tuanya yang sangat Devan sayangi.


"Saya juga tidak ingin merestui anak saya menikah dengan wanita sepertimu!" timpal Bu Alika, ia menyeret tangan Dita keluar rumah, Devan hanya diam saja melihat Dita di seret keluar oleh mamanya, Devan memaklumi sikap mamanya, ibu mana yang tidak sakit hati putranya di duakan oleh perempuan seperti Dita.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Saya sudah bilang kan, Devan pasti tidak mau bertemu lagi denganmu, kamu itu pengkhianat Dita! "cetus Bu Alika


"Awas aja y, aku akan membuat Devan kembali ke pelukanku " ancam Dita.


Mendengar itu, langkah Bu Alika terhenti begitu saja. "Kamu mengancam saya! saya juga tidak akan pernah berhenti untuk memisahkan kamu dari anak saya! " bentak Bu Alika menyilang kedua tangannya di depan dada.


Abi: bos, gimana? berhasil?


Dita: berhasil gundulmu! saya gagal Abi!


Abi: kok bisa sih bos? emang ngapain?


Dita: malah nanya kamu,saya lakuin semua yang kamu katakan!


Abi: aduh turut berduka cita ya bos, semoga amal ibadah bos di terima Allah SWT


Dita: ngawur kamu! saya belum meninggal!.

__ADS_1


Dita geram dan memutus sambungan telfon dari Abi. "Apes banget hari ini!udah rencana gagal, punya anak buah somplak!" racau Dita, ia segera pulang dari rumah Devan.


Abi bergegas menjemput Dita dari rumah Devan, dia melihat Dita duduk mendekap tubuhnya dengan rambut lumayan berantakan seperti gelandangan saja.


"Bos! ayo masuk! " teriak Abi dari dalam mobilnya.Dita menoleh sejenak, dia langsung masuk ke dalam Mobil Abi.


"Ngapain sih Bos, kayak gelandangan tau nggak! " protes Abi, setelah Dita duduk di sebelahnya.


Dita memukuli Abi berkali-kali "Beraninya kamu bilang saya gelandangan! saya begini karna kamu telat men jemput saya! "tukas Dita tidak berhenti memukuli Abi.



"Ampun bos! Tolong jangan lampiaskan kemarahan bos ke saya, saya bukan Devan booos! " teriak Abi, sambil terus menghindar dari pukulan Dita.



Ditapun akhirnya berhenti memukul Abi, dia tidak mau jika sampai anak buahnya itu kenapa-napa, Dita masih membutuhkan Abi untuk membalas dendam terhadap Zahra dan juga Devan yang telah menyia-nyiakannya, Dita masih yakin Devan suatu saat pasti akan kembali kepadanya dengan cara apapun itu.


"Sudah! cepat jalan! sebelum kamu babak belur karena saya, " pinta Dita,Abi langsung menuruti perintah Dita, takut mukanya yang tampan itu hancur karena Dita.


"bos, " panggil Abi, membuka obrolan.



"Hmm, " jawab Dita, tanpa menoleh ke arah Abi.


"Kok bisa gagal? " tanya Abi.


Dita menatap nyalang ke arah Abi. "Sekali lagi kamu bahas itu, jangan salahkan aku jika mobil ini rusak! " bentak Dita.

__ADS_1


Abi memilih terus menyetir dan mengabaikan Dita.


_Bersambung_


__ADS_2