ZAHRANA

ZAHRANA
Jangan mudah percaya


__ADS_3

Tangan Dita gemetar saat nama Miko di sebut, raut mukanya seperti ketakutan, keringat dingin membasahi tubuhnya, ketakutan tampak jelas dari raut muka Dita


"Ada apa Mbak? " tanya Zahra mengernyit terasa aneh dengan sikap Dita.


Dita berusaha tersenyum walau terpaksa, "Enggak apa-apa kok Ra. " jawab Dita berkilah, tatapan mata Zahra seperti ancaman bagi Dita.



"Iya, kamu kenapa? kok kelihatan panik gitu? " tanya Devan ikut bertanya pada Dita.


"Nggak kok Van, oh ya..kalian masuk aja, aku mau pergi dulu, " pamit Dita tersenyum kecut dan berlalu meninggalkan Cafe.


Devan menatap Zahra sejenak, "Dita kenapa Ra? " tanya Devan mengernyit, ikut merasakan keanehan yang Zahra rasakan.



"Saya kurang tau Pak...tapi aku yakin kok, mbak Dita tidak mungkin menyembunyikan sesuatu apapun, " jawab Zahra berusaha untuk mempercayai Dita.



"Zahra, saya minta kamu jangan terlalu percaya sama dia...saya masih ragu dia menyimpan dendam padamu, " tukas Devan mewanti-wanti Zahra agar lebih berhati-hati lagi dengan Dita.



"Sudahlah Pak... mbak Dita juga bisa berubah lebih baik kok, hati orang siapa yang tau Pak... kenapa Bapak hanya memikirkan masa lalu mbak Dita... saya harap bapak tidak lupa mbak Dita yang membiayai rumah sakit ayah saya " ucap Zahra panjang lebar.



"Tapi Ra..., "



"lebih baik kita masuk Pak, ini restoran bukan tempat untuk berdebat " ajak Zahra berjalan mendahului Devan.


"Kenapa sih Zahra..., kamu tidak mau mendengarkan apa yang ku katakan. " Devan membatin, Zahra selalu bebal tak pernah mau mendengarkan Devan.


Devan menyusul Zahra masuk ke dalam restoran.



\=\=\=oooOooo\=\=\=



Restoran yang begitu indah, selain desain kursi dan mejanya yang apik, ada juga panggung live musik yang menambah kesan romantis bagi siapapun yang berada dalam restoran itu.



"Mungkin ada yang mau request lagu disini ? " tanya sang vokalis, setelah menyanyikan lagu cinta terbaik dari casandra-cinta terbaik permintaan dari pengunjung yang berada disini.



Devan mengacungkan tangannya, vokalis itu menghampiri Devan dengan penuh semangat, "Mau request lagu apa kak? " tanya sang vokalis memberikan microphonenya pada Devan.



"Saya mau request lagu Nano-separuhku, " jawab Devan melirik Zahra sejenak.



Tampak senyuman manis terukir di bibir Zahra.Walau Zahra menunduk, tapi Devan masih melihat senyuman itu.



"Apakah kakak bisa bernyanyi sendiri menghibur semua pengunjung yang ada disini? " tanya vokalis itu.



Sorak Sorai pengunjung lain menambah ramai suasana restoran, "Nyanyi, nyanyi! " teriak semua pengunjung yang ada disitu.



Devan berdiri dari tempat duduknya. Kemudian, berlalu menuju panggung live music.


__ADS_1


Suara alunan nada di mainkan, semua penonton ikut menikmatinya.


🎵Nano-separuhku🎵


Senyuman terlukis di wajahku...


Disaat ku mengingat kamu...


Tawamu, manjamu membuatku rindu...


Tak sabar, ingin bertemu...


Suara lembut menyapa aku...


Lembutnya, selembut hatimu


Tulusnya, setulus cinta padaku...


Ku sadar, beruntungnya aku...


Cintaku tanpamu


Takkan pernah terisi sepenuhnya


Karena....


Kau separuhku...


Semua penonton bertepuk tangan, terpana dengan suara merdu Devan.Tatapan Devan masih terfokus pada Zahra yang sedari tadi tersenyum sendiri.


Vokalis itu kembali naik ke atas panggung menghampiri Devan, "Wah..romantis sekali ya, kalau boleh tau, itu lagu untuk siapa? " tanya Vokalis itu antusias sekali ingin tahu.


"Saya persembahkan lagu itu untuk tunangan saya yang ada disana. "Devan menunjuk ke arah Zahra.



"Boleh Mbak, naik ke atas panggung?. " Vokalis itu mengajak Zahra untuk ikut naik juga ke atas panggung.




"Apa yang mau kakak katakan kepada tunangan kakak? " tanya sang vokalis lagi.



Devan memegang kedua tangan Zahra dengan lembut, sorot matanya tampak seperti berkaca-kaca


"Aku cuma mau bilang, Maaf...jika cintaku selama ini hanya menyakitkan bagimu, Maaf aku belum bisa memberikan kebahagiaan lebih kepadamu... tapi percayalah, ketulusanku dan cintaku ini hanya untukmu, " ucap Devan menunggingkan senyum pada Zahra.


"Terima kasih...kamu sudah mau bertahan selama ini denganku, tak pernah lelah untuk mencintaiku walau badai dan rintangan selalu menghadang, melengkapi di setiap kurangnya diriku, " timpal Zahra menanggapi perkataan Devan.



Devan memeluk Zahra air matanya menitik setetes demi setetes di pipinya.



Pengunjung semakin serempak bertepuk tangan, Devan dan Zahra mampu membuat para jomblo yang ada disitu terbawa perasaan .



"Yang lagi jomblo jangan baper ya..." goda sang vokalis.



Devan dan Zahra duduk kembali di mejanya memakan makanan yang sudah mereka pesan tadi.



Dita sedari tadi sudah duduk di meja pengunjung melihat Devan dan Zahra di atas panggung. Tidak munafik, dia masih merasa cemburu dengan keromantisan Devan dan Zahra.



Hati Dita begitu panas seperti terbakar melihat kemesraan Devan dan Zahra di atas panggung.Sepandai apapun usaha Dita sembunyikan perasaannya, tetap saja hatinya merasa hancur melihat semua ini.

__ADS_1



Dita menyesal telah menyia-nyiakan cinta Devan dahulu. Andai dia tidak selingkuh dari Devan, mungkin sekarang dia yang berada di atas panggung itu bersama Devan.



Nasi sudah menjadi bubur. Ya, tak ada gunanya lagi Dita menyesali semua kesalahannya, cinta Devan sudah pupus untuk Dita.



"*Andaikan aku bisa mengulang kembali kisah kita Van...sungguh takkan ku sia-siakan kamu lagi*, *tapi itu semua mustahil bagiku, cintamu bukan untukku lagi, apa gunanya aku sesali semua ini*, " umpat Dita dalam hati.



Devan, Zahra dan Abi segera selesaikan makannya, mereka harus kembali ke kantor sebelum jam pulang tiba.



\=\=\=oooOooo\=\=\=



Devan meminta satpam lebih ketat menjaga kantor ini, dia tidak mau kejadian tadi sampai terulang kembali.



"*Kenapa aku masih kepikiran Dita ya...aku takut dia akan kembali menjadi boomerang untuk hubunganku dengan Zahra kedepannya*, " batin Devan memijit pelipisnya pening memikirkan Dita.



Devan menelfon resepsionis untuk segera memanggil Abi ke ruangan Devan sekarang



Abi bergerak cepat menemui Devan di ruangan kerjanya, "Ada apa Pak? " tanya Abi keheranan, tumben sekali Devan memanggil dia.



"Gini bi...saya minta kamu awasi terus Dita, saya takut dia berbuat macam-macam lagi... Jujur saja, saya belum bisa sepenuhnya percaya pada Dita, " pinta Devan sembari menyandarkan bahunya di kursi.



"Baik Pak... saya akan lebih ketat lagi mengawasi Dita... jika ada hal yang mencurigakan, saya akan langsung memberitahu Bapak, " tukas Abi selalu siap kapanpun Devan membutuhkannya.



Devan mengangguk, "Baiklah bi..saya percayakan semua sama kamu, tolong juga atur jadwal saya untuk meeting dengan klien nanti..." ucap Devan tersenyum ke arah Abi.



"Yaudah, kalau begitu saya permisi dulu Pak, " pamit Abi berlalu dari ruangan Devan.



\=\=\=oooOooo\=\=\=



Satu jam berlalu, Devan tak kunjung bertemu Abi.



Devan menemui Abi di ruangan kerjanya, "Gimana bi... apa kamu menemukan info tentang Dita? " tanya Devan penasaran sekali informasi dari Abi.



"Dugaan anda benar Pak, setelah saya telusuri, ternyata Miko adalah adik kandung Dita Pak, ada kemungkinan dita juga ikut merencanakan penculikan itu, " jawab Abi.



Mata Devan membulat sempurna "Apa! Jadi Miko adik Dita? bukannya Miko punya keluarga sendiri? " tanya Devan lagi.



"Mereka hanya keluarga angkat Miko Pak, " jawab Abi pernyataannya sungguh membuat Devan terkejut.

__ADS_1


Apa alasan Dita ikut merencanakan penculikan Zahra? Ikuti terus ya! akan ada banyak fakta baru yang akan terbongkar terima kasih 😊🙏


__ADS_2