#TanpaNama : Akhir Perjalanan

#TanpaNama : Akhir Perjalanan
28.


__ADS_3

Disebuah bar mewah, di dalamnya duduk beberapa orang. Ada yang berpasangan, ada yang hanya ingin menyendiri menikmati alunan musik Jazz. Seperti Mauris duduk dengan tenangnya sambil menikmati segelas anggur merah. Diputar - putar gelas minuman itu, sambil diangkat sedikit ke depan wajahnya.


Sebelum diteguk, disimpan sebentar anggur merah itu di dalam mulutnya.


"Hehm, klasik dan lembut." ucap Mauris saat memberi penilaian pada minumannya.


"Hei, tampan. Kosong?" tanya seorang wanita bergaun hitam super pendek, nan menggoda.


Mata Mauris lebih dulu bergerilya ke sekujur tubuh wanita yang berdiri di depannya itu, sebelum menjawab pertanyaannya.


"Sure." jawab singkat Mauris sambil satu tangannya mempersilahkan, wanita tersebut untuk duduk.


Senyum menggoda kemudian mengembang di wajah wanita itu. Wanita tersebut kemudian menatap lekat Mauris. Lalu tangan pria itu berjentik, memanggil pelayan bar.


Kemudian seorang laki - laki pendek menghampiri mereka.


"Tolong gelas untuk nona cantik ini." ucap Mauris pada Sang Pelayan, sambil menatap kearah wanita seksi di sebelahnya.


"Tentu, tuan." jawab singkat pelayan itu, kemudian dia berlalu sebentar dan kembali dengan cepat.


"Silahkan...," ucap pelayan sambil meletakkan gelas anggur, dihadapan wanita menggoda itu.


Mauris hanya tersenyum dan mengangguk. Lalu dia menuangkan anggur tersebut, ke dalam gelas Sang Wanita. Setelahnya, Mauris mengangkat gelas anggur nya ke hadapan wanita seksi itu.


"Cheers." ucap wanita itu dengan senyum menggoda yang terus mengembang di wajahnya.


Lalu keduanya meminum seteguk anggur tersebut dengan saling tatap.


"Jadi, mengapa wanita secantik anda. Hanya seorang diri di bar ini?" tanya Mauris dengan sudah bersandar pada dinding tempat duduknya.


"Hehe. Lalu anda sendiri, mengapa seorang lelaki tampan hanya seorang diri dan meminum anggur sebanyak ini? Juga duduk termenung disini?" tanya balik Sang Wanita sambil tertawa singkat.


Mauris mengambil gelasnya kembali.


"Saya sedang menunggu momen dan orang yang tepat. Lalu, sekarang keduanya datang bersamaan." jawab Mauris sambil meneguk anggurnya dan menatap Sang Wanita dengan tatapan tak kalah menggodanya.


Senyum miring terkembang di wajah wanita itu.

__ADS_1


"Nabila." ucap wanita itu sambil menjulurkan tangannya.


Mauris meletakkan gelasnya. Lalu meraih tangan Nabila, memegang ujungnya pelan dan mencium punggung tangan Nabila.


"Mauris. Suatu kehormatan, bisa berkenalan dengan wanita secantik anda, Nona Nabila." jawab Mauris.


Setelahnya Nabila menarik tangannya dengan lembut dan kemudian menatap lekat kearah Mauris.


"Apa anda, akan sepanjang malam ada di sini atau ada tempat lain yang ingin anda kunjungi?" tanya Nabila lagi yang kini mengambil gelas minumannya.


Mauris kemudian memainkan jemarinya dan tersenyum miring.


"Ada, rekomendasi tempat yang lebih menyenangkan, malam ini?" tanya Mauris balik dengan nada menggodanya.


Nabila mengangguk pelan.


"Tentu ada Mauris. Banyak malah, tergantung kebutuhanmu. Jadi, apa kebutuhanmu sekarang?" ucap Nabila.


"Saya butuh suasana yang nyaman, untuk mengisi energi saya kembali. Nona Nabila, ada saran?" jawab Mauris.


Nabila kemudian berdiri, diikuti oleh Mauris sambil mengancing jasnya. Mereka lalu keluar dari bar mewah itu.


...----------------...


"Engh. Engh. Mmoccchhmmm. Mmoccchhmmm. Hah. Jadi, ini tempat dan juga suasana nyaman yang kamu pikir, saya butuhkan? Kegiatan kita ini, ah. Malah menguras energi, bukan menambah energi. Hah." tanya Mauris sambil bibirnya dilumat dan satu persatu pakaiannya dilucuti oleh Nabila.


Nabila mengajak Mauris ke sebuah resort mewah, miliknya. Setelah masuk dan tanpa banyak bicara, rupanya Nabila sudah menahan hasratnya sedari di bar tadi. Wanita itu langsung mendorong tubuh Mauris ke dinding di ruang TV dan langsung menyerang bibir menggoda pria kekar itu.


"Hah. Hah. Memang menguras energi, tapi energi negatif. Mmmoooccchhh. Mmmoooccchhh." jawab Nabila yang kemudian kembali menyerang bibir Mauris dengan penuh gairah.


Mereka juga perlahan berjalan mundur dengan digiring oleh Nabila, menuju ke kamar tidur utama.


Mauris pun kemudian, melucuti gaun seksi yang dikenakan oleh Nabila. Hingga yang tersisa di tubuh Nabila hanya pakaian dalam minim bahannya. Semua organ intimnya terekspose jelas di mata Mauris.


Mauris menjaga jarak sedikit, guna membuka kemeja dan melucuti celana kainnya.


Setelah pria kekar itu setengah bugil. Lalu dia merentangkan tangannya.

__ADS_1


"Silahkan, dessert nya Nona Nabila." ucap Mauris dengan juga tersenyum miring.


Nabila lalu mendekat dan mendorong tubuh Mauris keatas ranjang empuk nan besarnya. Bibirnya menjamah seluruh wajah, leher, dada dan turun ke bagian perut Mauris. Dicium, dihisap dan dinikmati setiap inci kulit Mauris. Lalu sampailah dia, dibagian paling nikmat. Bagian itu sudah memenuhi pakaian dalam Mauris.


"Sedangkan dia. Buat dia normal kembali, Nona Nabila." ucap Mauris dengan nada suara yang mendesah dan napas yang cukup tersengal, karena merasa sangat nikmat akibat sentuhan - sentuhan erotis Nabila.


Dengan tangan lihainya, Nabila melucuti pakaian dalam yang menyelimuti keperkasaan Mauris. Lalu, dia mulai mengurut dan memainkan sesaat pedang panjang, lebar, besar nan berotot itu. Sebelum akhirnya di masukan ke dalam mulutnya, dia memasukkan rudal Mauris sangat dalam ke rongga mulutnya. Hingga pria itu mendapatkan pelepasannya yang pertama.


Setelah berhasil memuaskan Mauris, dengan mengatur napas sebentar. Nabila lalu membuka pakaian dalamnya, dengan posisi masih diatas tubuh Mauris. Dia mendekatkan kedua gunung kembarnya, ke depan wajah Mauris. Dengan senang hati, pria itu langsung mencoba sumber air susu itu. Dihisap dan dijilati tombol gunung Nabila, hingga wanita itu merasa sangat terangsang dengan menjambak rambut Mauris.


Lalu tidak butuh waktu lama, setelah menikmati seluruh tubuh sintal Nabila. Mauris merubah posisi dengan menarik tubuh Nabila dan membawanya ke atas kasur dan dia berada diatas tubuh wanita seksi itu.


"Hah. Masuk, sekarang Mauris." ucap Nabila dengan napas tersengal.


Senyum miring kembali terbit di wajah Mauris, dia kemudian mendekat kearah telinga Nabila.


"As you wish." bisik Mauris.


Juga dengan cepat, rudalnya langsung masuk dan mengoyak dalam gua Nabila, dengan gerakan - gerakan erotis nya. Pria itu, melakukan pelepasan berkali - kali di dalam lubang Nabila. Begitupun dengan Nabila. Hingga akhirnya dia terjatuh ke samping wanita bertubuh sintal itu.


"Hah. Hah. Bagiamana? Energi negatifmu sudah hilang?" tanya Nabila dengan napas tersengalnya.


Mauris kemudian menoleh kearah Nabila dengan dadanya yang naik, turun.


"Belum. Masih kurang, coba buka mulut kamu. Aku ingin menikmati dalam mulutmu." ucap Mauris.


Nabila langsung tertawa kecil dan menuruti permintaan Mauris. Senyum Mauris terkembang, lalu dengan cepat dia kembali menindih tubuh Nabila. Satu tangannya kemudian mencengkeram kedua pipi Nabila dengan cukup erat, hingga Nabila mengerutkan kedua alisnya karena merasa sedikit sakit dan merasa aneh dengan tingkah pria tampan itu.


"Berikan salamku untuk, PenciptaMu." ucap pelan Mauris.


Lalu pria itu mulai menghisap jiwa Nabila melalui lubang mulut wanita itu. Kedua tangan Nabila memukul - mukul dada Mauris dia berusaha memberikan perlawanan. Namun, sia - sia. Mauris terus menghisap jiwa Nabila, hingga wanita itu perlahan menjadi lemas dan seluruh tubuhnya berubah pucat juga dingin.


Setelah dirasa semua jiwa wanita seksi itu, berhasil dihisap. Mauris lalu menjauh dari tubuh Nabila, dia mengusap sudut bibirnya dan kemudian memunguti semua pakaiannya. Setelah itu, dia mengambil ponselnya.


"Halo. Datang ke tempat sesuai peta yang saya kirim. Lalu bereskan semuanya, tanpa jejak." ucap Mauris dengan tatapan mata tajamnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2