#TanpaNama : Akhir Perjalanan

#TanpaNama : Akhir Perjalanan
89.


__ADS_3

Dita dan Kei tidur di tenda kemping yang sama, namun di ranjang yang berbeda. Kei terlihat sudah memejamkan mata sedangkan Dita yang masih juga terjaga. Dipegang dengan erat ujung selimutnya, matanya menatap lurus. Wanita muda itu masih saja belum bisa tenang karena nama Bams masih terngiang - ngiang di telinganya, hingga dering ponsel Dita mengalihkan pikirannya.


Terdengar juga suara lenguhan Kei di ranjang sebelah.


"Sayang, dari siapa?" tanya Kei dengan suara parau dan juga matanya yang satu terpejam.


"Mmm, belum tau, maaf aku membangunkan kamu, aku angkat sebentat ya. Kamu tidur lagi aja...," ucap Dita sambil sudah bangun sambil membawa ponselnya, untuk diangkat keluar dari tenda besar mereka.


Kei pun hanya mengangguk dan berdeham karena merasa masih sangat mengantuk.


Dita berjalan dengan perlahan menggunakan tongkat pemandunya, dia berjalan agak jauh menuju kearah sebuah taman luas yang dipenuhi dengan kerlap - kerlip lampu.


"Halo, Selamat Malam...," ucap Dita.


"Selamat Malam Dita, ini saya Manda. Ibu dari Kei...," jawab orang di sambungan telepon tersebut.


Detak jantung Dita mulai meningkat, ketika di dengar nama orang yang menelepon dirinya.


Dengan terdiam sesaat dan kemudian mengatur napas, juga dirinya. Dita kemudian menjawab dengan tenang,


"Selamat Malam juga Tante. Tante dan Om apa kabar?"


"Kami selalu baik. Dita, apa minggu ini, kamu ada waktu kita bertemu?" jawab dan tanya Ibu Manda tanpa basa - basi.


Senyum lebar Dita terkembang dengan menganggukkan kepalanya.


"Bisa Tante...," jawab singkat dan tegas Dita.


"Oke, Hari Senin di Seruni Coffe Shop jam 11 siang. Bisa?" ucap dan tanya Ibu Manda.

__ADS_1


"Bisa. Sampai ketemu lagi...," jawab Dita.


Setelah itu, Ibu Manda menutup sambungan teleponnya dan Dita kemudian terus menatap lurus sesaat.


"Akhirnya waktu yang aku tunggu - tunggu, datang juga...," batin Dita.


Baru gadis itu berbalik, tiba - tiba punggung dan pinggangnya digaet dan tarik oleh Kei, sedangkan tongkat pemandu Dita diambil oleh tangan satunya. Hingga tubuhnya dan tubuh Sang Kekasih sudah menempel satu sama lain.


"Hei, kamu nelponnya lama banget. Dari siapa, heum? Aku tadi jadi sempat takut...," ucap bisik Kei.


Tawa kecil Dita terdengar renyah, lalu dia mengalungkan tangan, ke leher Kei.


"Mmm, kalau aku bilang dari Jimie yang mau ngajak aku nge date Sabtu Minggu depan, kamu gimana?" jawab iseng Dita.


Wajah Kei berubah menjadi datar dan lalu menempelkan keningnya dengan kening Dita. Matanya dan mata Dita saling bertatapan.


"Kami bilang apa, ulangi sekali lagi?" ucap Kei dengan nada kesalnya.


"Jimie, mengajakku nge date, Sabtu Minggu depan...," bisik Dita dengan nada nakalnya.


Kei menghela napasnya, kemudian menjauhkan sedikit wajahnya dari wajah Dita. Lalu dia mulai menggelitik pinggang Sang Kekasih hingga, wanita muda itu merasa sangat kegelian dan tertawa, juga berusaha lepas dari kungkungan Kei.


"Hahahaha. Kei geli, ampun. Ampun, hahahaha...," jawab Dita memohon pengampunan karena rasa gelinya.


"Kamu ya, jail banget. Nggak ada yang boleh deket - deket kamu lagi, hanya aku, hanya aku yang boleh. Ish...," ucap posesif Kei.


Dita yang sudah merasa lebih baik, lalu kembali mengalungkan tangannya dan tawa kecil yang masih terdengar.


"Iya, pacar posesif ku. Aku juga nggak mungkin pergi sama laki - laki lain, karena cintaku hanya buat kamu, perhatian aku cuman buat kamu, tapi kalau ada yang lebih ganteng dari kamu, akan aku pertimbangkan...," jawab Dita yang lagi - lagi jail.

__ADS_1


"Dita Kartasasmita...," panggil kesal Kei dengan mata melototnya.


Lalu lagi - lagi terdengar suara tawa puas dari mulut Dita.


"Hehehehe, becanda - becanda sayang. Tadi yang telepon pihak sekolah, katanya minggu depan aku akan ada kegiatan jelajah alam, lalu dia tanya apa kelasku udah ngumpulin surat ijin dari pihak orang tua. Terus aku bilang, sebagian sudah dan sebagian lagi belum. Gitu loh, maaf ya, aku udah jahilin kamu, soalnya ini loh gerakan pundak kamu kalau lagi marah, lucu banget. Dia naik turun dan otot - otot kamu juga gerak - gerak. Hehehehe...," jelas Dita bohong, sambil berusaha membujuk Kei yang merajuk.


Tanpa berkata apapun, Kei lalu memeluk erat Dita.


"Oh, aku kira beneran, Si Kampret Jimie itu ngajakin kamu ngedate. Kalau berani, aku jadiin bakwan sayur dia...," ucap Kei yang memeluk Dita dan perlahan tenggelam dalam hangatnya dekapan Sang Kekasih.


Dita memukul pelan punggung Sang Kekasih sekali, lalu membalas pelukkan erat Kei.


"Sayang, kamu janji ya. Apapun yang terjadi, kamu harus selalu kasih tau aku. Aku nggak mau terjadi miss komunikasi kayak kemarin, aku nggak mau pisah dari kamu karena alasan konyol. Aku benar - benar mencintaimu Dita...," ucap Kei dengan tulus dan serius.


Dita terdiam dan hanya mempererat pelukkannya pada Kei.


...----------------...


Kevin lalu merubah posisi dan juga mengangkat tubuh Sarah, memangkunya di salah satu kakinya yang sudah lurus ke depan. Ditatap lekat wajah Sarah yang sudah mengalungkan kedua tangannya pada leher Kevin.


"Sarah, aku akan memberi tahumu sesuatu, kamu boleh bilang aku gila ataupapun. Dengar, kemarin aku bermimpi sesuatu yang aneh, aku bertemu dengan seorang wanita cantik, dia, penampilannya seperti orang - orang yang hidup di jaman kerajaan. Dia memberitahuku, untuk menjagamu dengan sangat baik, karena jika tidak, kejadian seperti kemarin bisa terulang. Aku pun merasa kamu yang kemarin, saat baru terbangun dari kejadian tenggelamnya kamu, sangat aneh. Kamu lari begitu saja dan tenaga perlawanan mu sangat besar, aku rasa ada sesuatu yang merasuki mu kala itu. Jadi, aku tidak ingin hal itu terjadi lagi. Aku akan terus menjagamu dengan seluruh nyawaku, tapi tidak dengan meniduri mu dan membuatmu hamil, hanya agar kita selalu bersama. Aku yakin, pasti ada cara lainnya yang nantinya bisa membuat semua harapan juga keinginan kita untuk bersama selamanya bisa terwujud. Kamu bersedia menunggu bersamamu untuk hari itu?" jelas dan tanya Kevin sambil menyampirkan helaian rambut Sarah yang menutupi pipi mulus gadis itu.


Sarah sempat mengalihkan pandangannya dengan menunduk dan wajah yang berubah masam. Kevin menghela napasnya sesaat dan meraih dagu Sarah untuk bisa kembali menatap wajah gadis itu yang penuh kekecewaan.


"Sarah...," panggil Kevin dengan mata sendu dan kedua alisnya yang naik.


"Aku sudah memutuskan untuk tinggal sendiri, di rumah kecilku itu. Oke, kalau kamu nggak mau hamilin aku. Tapi aku mau kita tinggal bareng, hanya satu rumah beda kamar dan melakukan hal - hal normal layaknya sepasang kekasih tanpa hubungan ranjang. Kalau kamu nolak, aku akan cari cara, agar aku benar - benar akhirnya hamil anak kamu. Kamu tau, aku gadis gila. Jadi, kamu tau persis, apa yang bisa saja aku lakukan demi mengandung benihmu. Aku nggak mau pisah, aku nggak mau jauh, aku mau 24 jam hatiku, bisa melihatmu, menyentuhmu dan memastikan kamu selalu di pandanganku. Seperti yang orang dalam mimpimu bilang, kamu harus menjaga dan memastikan aku baik - baik saja. Kamu yang pilih, tinggal bareng atau aku hamil anak kamu?" ucap Sarah sambil kembali membuat penawaran.


Kini wajah Kevin terlihat semakin bingung dengan pernyataan dan penawaran menjepit Sarah.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2