1314 : A Thousand Peonies Bloom

1314 : A Thousand Peonies Bloom
Shilin Si Raja Iblis


__ADS_3

Setelah lama menunggu, dari jauh sayup-sayup terdengar suara langkah kaki kuda. Shuwan terbangun dari lelapnya di atas pohon. Sedangkan trio lainnya masih bersembunyi di bawah pohon yang tertutupi ilalang.


Mereka sudah hampir tiba. Seharusnya dengan tidak mengubah jalan ceritanya aku bisa mengalahkan Si Raja Iblis itu ‘kan? Semoga saja tidak apa-apa. Mereka bertiga harus tetap aman. Batin Shuwan.


Shuwan terus memantau dari atas pohon, dan benar saja, rombongan kelompok Mawar Hitam itu sampai di tempat mereka.


Orang yang diduga Shilin kemudian berkata, “Jejak mereka berakhir di sini. Apa mungkin mereka mengambil jalan pintas? Atau mereka sengaja mengarahkan kita ke sini dan menjebak kita?”


“Shilin, sepertinya mereka memang menjebak kita. Tidak lihatkah dirimu kalau jejak kaki kuda itu masuk ke dalam semak-semak?” kata rekan Shilin.


Shilin hanya mengangguk sambil tersenyum sinis. Ia hendak melangkah menuju persembunyian ketiga teman Shuwan. Hingga...


“Ah.. Apa yang terjadi padamu?” Teriak salah orang lainnya karena kuda yang ia tunggangi kehilangan kendali.


Shilin mulai menyadari keberadaan orang lain di seberangnya. Matanya tidak berhenti melihat sekeliling, hingga pandangannya terhenti ketika melihat ke atas pohon. Shuwan dan Shilin pun beradu tatapan.


“Rupanya ini semua perbuatanmu, Bocah!” ucap Shilin dengan congkaknya.


Shuwan tersenyum dan berkata, “Bocah? Kalau begitu kamu akan mengerti setelah menghadapiku. Apakah aku benar-benar seorang bocah atau bukan.”


Shuwan pun melompat dari atas pohon, dan berhadapan langsung dengan Shilin. Shilin mengerutkan dahinya dan memandangi Shuwan dari atas sampai bawah. Ia kemudian mengatakan, “Sepertinya kau bukan bocah biasa. Siapa kau sebenarnya?”


“Heh.. Aku? Tentu saja aku adalah orang yang akan mengantarkan nyawamu ke gerbang neraka.” Shuwan tertawa lepas. Ia berusaha mengintimidasi lawannya yang memiliki tubuh 3 kali lebih besar darinya itu.


Terlihat bahwa Shilin mulai sedikit terpancing dengan polah Shuwan. Ia mengepalkan tangannya erat-erat, dan langsung melompat turun dari kuda nya. Rupanya ia memberikan kode tangan untuk mengerahkan anak buahnya agar menyerang Shuwan.


Ketika bawahan Shilin menyerang, ia dengan sigapnya menangkis serangan para bawahannya itu. Karena melihat Shuwan seperti terdesak, ketiga temannya yang bersembunyi di balik ilalang keluar dan membantu Shuwan melawan orang-orang yang dibawa Shilin.


“Aku tidak menyangka, kalau orang sepertimu akan memilih jalan ini, Yu Hao,” kata Shilin setelah melihat Yu Hao.


“Kehidupan selalu berjalan dinamis, di mana orang-orang sepertiku juga dapat berubah pikiran seiring berjalannya waktu, Shilin.”


Shilin dan Yu Hao masih beradu argumen dan saling lempar satu sama lain.

__ADS_1


“Kau mengkhianati kami yang telah menolongmu. Heh... Seperti kacang yang lupa kulitnya.”


“Aku berterima kasih karena kalian telah menyelamatkanku, dan aku tidak akan melupakan kebaikan kalian. Hanya saja, aku ingin menjalani hidup dengan keinginanku sendiri, bukan dari ketua ataupun orang lain. Dunia masih begitu luas hingga aku masih harus menjelajahinya. Pasti ini akan sangat seru dan menyenangkan.”


“Rupanya otakmu telah dicuci oleh mereka sehingga aku tidak mengenali Yu Hao seperti yang telah lama ku kenal.”


“Aku memilih jalan ini atas kehendakku, bukan karena paksaan dari mereka. Aku selalu merasa kalau jalan yang aku lalui selama ini salah. Aku terus melakukan kejahatan tanpa henti. Bayang-bayang dari korban yang aku bunuh terus saja menghantui. Biar bagaimanapun aku bisa gila jika terus seperti itu! Jadi, aku mohon, mengertilah... Lepaskan aku...”


“Aku bisa saja melepaskanmu, tapi tidak dengan Tuan. Dia menginginkan kau kembali, walaupun itu adalah mayatmu.” Shilin menyelesaikan perkataannya dan meluncurkan serangan pada Yu Hao.


Shuwan yang melihatnya tidak tinggal diam. Ia menyerahkan para bawahan itu pada Jiao dan juga Zhang. Segera mungkin ia mendekat ke arah Shilin, dan menangkis serangan yang ditujukan untuk Yu Hao. Kemudian ia berkata, “Bukannya lawanmu adalah aku? Jadi, jangan menyakitinya atau aku tidak akan sungkan untuk menyerangmu berkali-kali lipat.”


“Bagaimana mungkin aku Shilin Si Raja Iblis dikalahkan oleh bocah bermulut besar sepertimu? Sepertinya kamu masih belum bangun dari tidurmu, Bocah!”


Setelah Shilin menyelesaikan perkataannya, ia langsung menyerang Shuwan dengan pedangnya, tapi Shuwan dapat menghindarinya dengan mudah. Selama pertarungan, Shuwan terus mencari celah untuk melakukan serangan balik.


“Kenapa bocah? Apa kau menyesal karena sudah menantangku? Jika kau benar menyesal, maka semuanya sudah terlambat.” Shilin pun tertawa dengan keras.


Kemampuan pedangnya luar biasa, ditambah kekuatan fisiknya yang jauh di atas normal. Jika aku berhadapan dengannya secara langsung, aku pasti akan mati di tangannya. Batin Shuwan.


Shilin yang mulai kewalahan dan kelelahan melawan Shuwan pun memutar otaknya. Ia mengalihkan pandangannya dari Shuwan dan berlari secepat kilat menuju Jiao. Shilin menebas pedangnya ke arah Jiao, tapi Shuwan berhasil menahan sabetan pedangnya dengan mengorbankan bahu kanannya.


“Shuwan!” Teriak Jiao yang panik karena bahu Shuwan tertebas pedang Shilin.


Zhang yang melihat Shuwan terluka pun membelalakkan matanya. Ia menyelesaikan pertarungannya dengan bawahan Shilin dan berlari menuju ke tempat Shuwan. Yu Hao yang masih berhadapan dengan bawahan lainnya pun juga terkejut.


“Sudah ku katakan bukan, kalau kau hanyalah bocah ingusan yang masih bermimpi mengalahkan aku, Shilin Si Raja Iblis.”


Melihat Shuwan terluka akibat serangannya, Shilin tertawa dengan puasnya. Ketika ia lengah karena terbuai dengan kepuasannya, Shuwan memanfaatkan situasi ini untuk menusuk dada kiri Shilin.


“Tepat sasaran!” Shuwan tersenyum sinis pada Shilin yang mulai mengerluarkan darah dari mulutnya.


“Ka-kau...” ucap Shilin terbata akibat serangan Shuwan.

__ADS_1


“Ini membuktikan bahwa aku bukanlah bocah yang sedang bermimpi! Anggap saja seekor semut yang berhasil mengalahkan gajah yang congkak.”


Shuwan menusuk Shilin lebih dalam lagi dengan pedangnya hingga membuat Shilin berada di ambang kematian. Disisa tenaganya, Shilin masih mencoba menusuk Shuwan dari belakang. Namun berhasil digagalkan oleh Zhang. Zhang melemparkan belati ke arah tangan Shilin dan membuatnya menjatuhkan pedangnya.


Shilin yang sudah diambang kematian terjatuh terkapar tak berdaya. Shuwan juga mulai tumbang karena kehilangan banyak darah. Tapi ia ditangkap oleh Zhang yang ada di dekatnya.


Yu Hao pun mendekati Shilin yang sedang menghadapi ajalnya, “Dengan begini, maka berakhirlah sudah kisah Shilin Si Raja Iblis.”


“Heh.. Tidak kusangka kau yang akan menutup kisah ini... Uhuk-uhuk... Semoga kau bahagia dengan jalan yang sudah kau pi..lih...” Shilin pun menghembuskan napas terakhirnya.


Yu Hao tertunduk sejenak memandangi Shilin yang penuh darah.


Sementara bawahan Shilin yang masih hidup menyaksikan panglima yang menjadi andalan mereka telah tewas dan berlari tunggang langgang meninggalkan mereka.


“Shuwan..! Shuwan.!” Zhang terus memanggil Shuwan dan menguncangkan tubuhnya.


Shuwan yang mulai kehilangan kesadaran melihat Zhang dan sekelilingnya dengan penglihatan samar-samar. Hingga akhirnya tidak sadarkan diri.


Hal ini membuat Zhang semakin panik. “Jiao.. Kenapa Shuwan tidak sadar? Ayo cepat obati dia!”


Jiao pun bergegas mengambil perban yang dia punya, lalu menahan luka Shuwan yang terus mengeluarkan darah. “Sebaiknya kita cari tempat aman untuk mengobati Shuwan. Jika terlambat aku khawatir akan membuat nyawanya dalam bahaya,” pinta Jiao.


Yu Hao masih mencari tempat yang aman untuk istirahat. Akhirnya ia menemukan sebuah gua kecil di dalam hutan dan membawa Shuwan ke sana untuk diobati oleh Jiao sembari mereka memulihkan tenaga.


***


Malam hari di markas kelompok Mawar Hitam.


“Apa!” Teriak orang dari balik gelapnya bayang-bayang ruangan. “Jika Shilin saja bisa dikalahkan, itu artinya mereka bukanlah orang biasa. Rupanya aku terlalu meremehkan mereka. Aku harus membuat perhitungan langsung kepada mereka yang telah membuat tangan kananku mati.”


Para bawahan yang melaporkan kematian Shilin pada Tuan nya pun berkeringat dingin dihinggapi perasaan khawatir akan dihabisi oleh pemimpin Mawar Hitam itu.


“Cari informasi mengenai mereka, dan ketika mereka sampai di tempat yang mereka tuju, aku akan menghabisi mereka sekaligus,” pria itu pun tertawa kegirangan menanti hasil yang ia rencanakan.

__ADS_1


Segera setelah perintah itu turun, kelompok Mawar Hitam pun menyebar untuk mencari informasi perjalanan yang dilalui oleh Yu Hao dan teman-temannya agar bisa menyergap mereka secara tak terduga.


__ADS_2