1314 : A Thousand Peonies Bloom

1314 : A Thousand Peonies Bloom
Duel Bawah Air


__ADS_3

Hari itu juga, Shuwan dibawa ke sebuah danau yang berada di lereng pegunungan Wuling. Shuwan merasa khawatir setelah melihat kondisi danau itu.


Airnya berwarna hitam? Apakah mungkin air danau ini beracun? Batin Shuwan dipenuhi dengan rasa penasaran.


“Ini adalah danau yang aku maksud. Harta itu ada di dasarnya,” ucap Xie Bei sembari menunjuk ke arah danau. “Ada yang bilang danau ini sebenarnya tidak begitu dalam, tapi karena keberadaan monster danau itulah yang membuatnya terkesan dalam,” sambungnya.


Aku jadi semakin penasaran dengan monster itu. Monster yang biasa menghuni di danau seperti ini, jika bukan ular, piranha, sudah tentu buaya. Tapi, apa benar monster itu adalah salah satu dari mereka? Bagaimana aku akan mencapai dasar jika danaunya benar-benar dalam?


Shuwan hanya memandangi permukaan air danau. Pikirannya kini penuh dengan berbagai macam pertanyaan. Permukaan air danau ini begitu tenang. Sangat mungkin predator itu ada sudah menungguku di dalam sana. Masalahnya sekarang adalah...


“Adakah cara agar aku bisa mencapai dasar danau?” tanya Shuwan.


“Kami memiliki alga yang bisa membuatmu bernapas di dalam air. Tapi hanya bertahan selama 30 menit. Kamu cukup langsung memakannya saja,” Xie Bei memberikan sebuah kotak pada Shuwan.


“Apa ini?” Shuwan penasaran.


“Buka saja,” Xie Bei tidak ingin ambil pusing.


Shuwan membuka kotak itu, dan mendapati 2 lanjaran tanaman alga hijau. Shuwan kemudian mengambil satu untuk dimakannya. Ia terhenti ketika mencium baunya. Amis sekali. Rasanya perutku jadi mual. Namun karena tekadnya, ia mengabaikan bau amis alga itu dan menelannya dengan susah payah.


“2 alga yang ada di kotak itu adalah jumlah kesempatanmu untuk mendapatkan harta itu. Jadi, manfaatkanlah sebaik mungkin,” Xie Bei mengingatkan Shuwan tentang kesempatan yang ia punya.


Zhang, Jiao, dan Yu Hao masih menjadi tawanan Xie Bei. Mereka hanya memandangi Shuwan dengan kekhawatiran yang melanda hati.


Sebelum menyelam, Shuwan melempar pandangan pada teman-temannya. Ia menghela napas panjang dan dalam. Perjalanan ini tidak sama lagi dengan cerita awalnya. Banyak hal tak terduga yang terjadi begitu saja. Haish...


Shuwan mengikat pedangnya di pinggang, dan bersiap melompat ke dalam air tanpa pengaman apapun. Tidak ada yang bisa melindunginya kecuali dirinya sendiri dan keinginan untuk terus bertahan hidup.

__ADS_1


Byurr....


Akhirnya, Shuwan menceburkan diri ke dalam danau. Sementara Xie Bei tetap berada di permukaan untuk memantaunya dan menjaga tawanannya.


Mata Shuwan berusaha mencari kotak yang ada di dasar danau itu. Meskipun dari atas air danau tampak berwarna gelap, tapi saat menyelam ke dalamnya tidaklah demikian. Airnya masih cukup jernih, sehingga Shuwan masih bisa melihat apapun yang ada di sana.


Danau ini lumayan luas, bagaimana aku bisa mendapatkan benda itu? Shuwan masih melanjutkan pencariannya. Dasar danau itu tidaklah jauh berbeda dengan danau pada umumnya. Dasar yang berlumpur ditambah tanaman-tanaman aneh yang belum pernah ia lihat.


Setelah berjuang mencari benda yang dimaksud, pandangan Shuwan akhirnya menemukannya. Kotak itu tertutup oleh rerumputan yang tumbuh di dasar danau. Ketika Shuwan mendekati kotak itu, tiba-tiba muncul seekor ikan raksasa di hadapannya.


Seketika Shuwan menghentikan lajunya. Inikah monster yang dimaksud Xie Bei? Jika gegabah aku bisa dimakannya!


Rupa monster ini seperti Chinese Paddlefish, hanya saja memiliki gigi runcing seperti Piranha. Sangat menakutkan. Siapa saja yang tertangkap, pasti tubuhnya akan langsung dicabik-cabik oleh giginya yang tajam.


Perlahan namun pasti, Shuwan mundur menjauhi ikan raksasa itu. Namun ikan itu menyadari langkah Shuwan dan menyerangnya tiba-tiba. Shuwan terpelanting cukup jauh karenanya. Punggungnya terbentur kayu dari kapal yang karam.


Bagaimana aku akan menghadapi monster ini? Dia cukup agresif. Ugh... Efek alga itu hampir habis. Aku harus kembali ke permukaan. Shuwan mempercepat renangnya agar sampai di permukaan tepat waktu. Ia sadar monster air itu sedang mengejarnya, tapi ia tetap fokus berenang menuju permukaan.


Shuwan akhirnya sampai ke permukaan. Uhuk... Uhuk... Uhuk... Shuwan terbatuk karena menelan air danau. Ia pun merapatkan diri ke tepian untuk mengambil sisa alga yang ada.


“Bagaimana? Apa kau berhasil menemukannya?” tanya Xie Bei dengan ketusnya.


Shuwan mengangguk, “Ya, aku menemukannya, beserta monster penjaganya,” ucap Shuwan dengan ekspresi datar. Otaknya tidak berhenti bekerja, dan terus memikirkan cara untuk mengalahkan monster itu.


“Kalau begitu kau harus segera mendapatkan benda itu. Waktumu sangat terbatas, dan ini adalah kesempatan terakhirmu. Ingatlah baik-baik,” desak Xie Bei agar Shuwan segera mengambil harta itu.


Shuwan hanya menatap tajam Xie Bei. Tangannya mengepal kuat, seolah ingin melemparkan serangan pada orang yang telah mengancamnya itu.

__ADS_1


Shuwan akhirnya segera menelan alga terakhir, dan melompat ke dalam air. Ia akan memikirkan cara untuk menghadapi monster itu saat berada di dalam air.


Sementara itu, Zhang hanya bisa mendoakan Shuwan agar baik-baik saja. Tubuhnya, Jiao, dan Yu Hao telah dilemahkan menggunakan racun. Ia menjadi tak berdaya untuk sekedar memberontak.


Shuwan, maafkan aku karena hanya bisa memandangimu berjuang dari sini. Saat ini, aku tidak lebih seperti rongsokan yang tidak berguna. Zhang menutup matanya rapat-rapat, dan menyesalkan keadaan dirinya saat ini.


Shuwan yang masih menyelam fokus pada tujuannya, ia berhadapan langsung dengan monster itu. Ia menarik pedang dari sarungnya, dan mengarahkannya pada monster air penjaga danau.


Pertarungan bawah air pun terjadi. Keduanya saling melemparkan serangan. Shuwan terluka karena serangannya, begitu pula monster itu yang terluka karena serangan Shuwan.


Dia kuat sekali. Aku harus menemukan kelemahannya. Shuwan terus berusaha menghindar dari serangan monster itu, sembari berusaha membuka celah untuk menyerang titik vital monster itu.


Setelah bersusah payah ia terus menghindar, Shuwan akhirnya menemukan celahnya. Secepat mungkin ia menusukkan pedangnya ke arah ulu hati monster itu.


Shuwan segera mencabut pedangnya setelah berhasil melukai penghuni danau itu, dan berenang menuju kotak harta itu agar bisa secepat mungkin kembali ke permukaan.


Untungnya benda ini tidak besar. Aku masih bisa membawanya dengan mudah. Batin Shuwan setelah berhasil mendapatkan kotak itu.


Monster yang menyerang Shuwan pun terluka, dan mengeluarkan banyak darah yang menghalangi pandangan Shuwan. Seketika monster itu mengeluarkan cahaya yang sangat menyilaukan. Bahkan terpantul hingga keluar permukaan danau.


“Cahaya apa ini?” Xie Bei terkesiap melihat pemandangan aneh di depan matanya itu.


Sementara itu, Shuwan yang masih berada dalam air menutupi kedua matanya akibat cahaya menyilaukan itu. Setelah sekitar 5 menit, cahaya menyilaukan itu perlahan memudar. Hanya menyisakan cahaya yang masih dapat dijangkau oleh pandangan mata.


Shuwan terperanjat dengan apa yang ada di hadapannya saat ini. I-itu....


Bayangan seorang lelaki berambut hitam panjang, berwajah rupawan, dan berpakaian serba putih kini muncul di hadapannya dengan tatapan yang tajam ke arah Shuwan.

__ADS_1


Shuwan menjadi sedikit takut karenanya, meski telah menghadapi banyak orang yang menatapnya seperti itu. Namun, kali ini ia merasakan aura yang sedikit berbeda. Apa mungkin dia adalah roh asli dari monster ini? Siapa dia sebenarnya? Sepertinya ini tidak akan selesai dengan mudah. Hati Shuwan dilingkupi rasa penasaran yang besar, bahkan ketika waktunya hampir habis.


__ADS_2