1314 : A Thousand Peonies Bloom

1314 : A Thousand Peonies Bloom
Mata-mata


__ADS_3

Hari yang ditunggu telah tiba. Ya, itu adalah hari pembagian manisan kepada rakyat Negeri Awan. Para pengawal istana telah menyebar di berbagai titik yang sudah ditentukan untuk membagikan langsung manisan.


Sementara itu, di sisi yang lain. Shuwan, Jiao, Yu Hao, Zhi Qiang, Xin Ru terlihat sangat serius membicarakan hal yang tampak penting dan sangat mengkhawatirkan.


“Berdasarkan penyelidikan orang kepercayaanku, ini sejumlah orang yang dicurigai.” Zhi Qiang membentangkan sebuah gulungan berisi daftar nama. “Rupanya selama ini aku sudah terlalu santai, sehingga tidak memperhatikan bagaimana orang-orang di pemerintahan ini sebenarnya.”


“Yang Mulia, aku rasa kau tidak perlu menyalahkan dirimu sendiri. Terkadang mereka yang memanfaatkan belas kasihan raja, dan mencoba merangkak naik dengan segala macam cara hanya demi memenuhi ambisinya masing-masing,” ketus Shuwan.


“Shuwan benar. Kita harus bisa mengatasi para pejabat yang terlibat. Selain itu, aku penasaran dengan kelompok penghibur yang masuk ke dalam daftar dugaan ini,” Xin Ru menimpali. “Sebenarnya mereka ini berasal dari mana?”


“Aku merasa kelompok ini adalah bidak yang mereka gunakan untuk mengalihkan perhatian. Bukankah para penghibur ini akan tampil sebelum penerbangan lampion?” kata Shuwan.


“Benar. Sebelum menerbangkan lampion, akan ada kelompok penghibur yang menampilkan tarian, musik, dan juga atraksi,” jelas Zhi Qiang.


“Apakah raja tahu mengenai ini?” tanya Shuwan.


Zhi Qiang menggeleng. Ia membuang napasnya kemudian. “Tidak. Ayah sengaja tidak aku beritahu terlebih dahulu. Belakangan, kondisi kesehatannya juga kurang membaik. Takutnya  jika aku laporkan malah akan membebani pikirannya.”


Semuanya terdiam. Rasanya ini benar-benar sesuatu hal yang sangat besar. Hanya ada sedikit waktu bagi mereka untuk memahami konspirasi yang akan terjadi.


“Apakah ada cara bagi kita untuk menangkap para penjahat itu?” tanya Jiao dengan polosnya.


“Menurutku, kita tidak punya cukup bukti untuk bisa menangkap mereka. Satu-satunya cara adalah dengan mengikuti permainan mereka. Selain itu, kita bisa menempatkan pengawal kepercayaanmu untuk berada di beberapa area vital yang kemungkinan akan mereka serang,” imbuh Yu Hao.


Shuwan berpikir dalam diam. “Aku setuju dengan pendapat Yu Hao. Kita hanya harus mengikuti permainan mereka, dan mengungkapnya besok. Aku tahu kalau ini akan sangat berisiko, tapi juga tidak ada hal yang bisa kita lakukan. Kekuatan kita terbatas untuk bisa memahami seluruh rencana mereka.”


“Kalau begitu, kita ikuti saja permainan mereka. Aku masih punya kekuatan militer yang setia kepadaku. Itu adalah peninggalan dari ibunda ratu. Mereka terkenal buas ketika bertarung atas nama keadilan untuk menyingkirkan kebatilan.”


“Apa benar ada yang seperti itu?” tanya Shuwan setengah tak percaya. Aku kehilangan banyak akal karena bagian ini tidak ada di buku. Hah... Semoga semuanya masih bisa terkendali, dan aku bisa pulang dengan selamat.


Zhi Qiang tersenyum. “Tentu saja ada. Pasukan itu di kenal sebagai tentara ‘Harimau Gurun.’ Mereka adalah pasukan elit yang dilatih untuk keadaan genting. Aku rasa ini saatnya mereka untuk merealisasikan hasil pelatihan mereka selama ini. Sudah lama mereka tidak bertempur, pasti mereka sudah merindukan medan pertempuran.”


“Apakah ada surat khusus atau benda lainnya yang bisa dijadikan simbol pengalihan tahta?” tanya Shuwan yang mengagetkan mereka yang ada di ruangan itu.


Zhi Qiang memandangi Shuwan yang sedang menghadap ke sisi lain. “Ada. Aku yakin mereka mengincar benda itu.”


“Siapa yang menyimpannya?” 


“Ayahku. Mereka pasti akan langsung mengincar ayahku untuk mendapatkan token itu. Itu artinya, kita harus menempatkan para pengawal di dekatnya.”


“Apakah itu tidak terlalu menarik perhatian, Yang Mulia?” Xin Ru menyela.


Zhi Qiang terdiam. Ia juga tahu akan hal itu. Berulang kali ia membuang napasnya dalam diam. Berusaha mencari solusi terbaik agar bisa menempatkan pengawalnya di dekat raja tanpa ada celah yang bisa memicu curiga.


Shuwan memandang Zhi Qiang. Lalu netranya mengedar memandangi Yu Hao, Jiao, dan Xin Ru yang kini sama-sama berwajah masam.


BRAKK!

__ADS_1


Shuwan menggebrak meja yang ada di sana hingga membuat semuanya kaget.


“S-Shuwan... Apa yang kau lakukan? Kau hampir membuat kami terkena serangan jantung,” kata Jiao yang masih kaget dan kini memegangi dadanya.


“Aku hanya ingin menghidupkan suasana,” kata Shuwan tanpa rasa bersalah.


“Tapi jangan begitu juga!” Yu Hao kesal.


Shuwan mengacuhkannya, dan langsung membuang napasnya. “Minta saja pengawal Harimau Gurunmu itu untuk menyamar menjadi pelayan di selama kegiatan. Setidaknya itu bisa mengurangi kecurigaan mereka.”


Zhi Qiang menangguk. “Itu kelihatannya ide yang cukup bagus. Aku akan mengirimkan surat pada mereka.”


Zhi Qiang mengambil alat tulisnya, dan mulai menulis surat perintah darurat pada pasukannya.


Ketika keadaan menjadi hening kembali, pandangan Shuwan yang sedang mengedar pun tertuju pada seorang yang kelihatan sedang mengintip. Ia pun langsung keluar kamar tanpa meminta izin.


BUGH!


Pelayan laki-laki yang menguping pembicaraan itu terjatuh setelah ditarik dan dibanting oleh Shuwan.


Keempat orang yang ada di dalam kamar putra mahkota pun kaget mendengar kebisingan dari arah luar. Mereka pun lantas menuju sumber keributan yang mencemari pendengaran mereka.


Tanpa basa basi, Shuwan langsung menginjak pergelangan tangan pelayan itu dengan perlahan namun terasa begitu menyakitkan.


“Argh!” Pekik si pelayan.


“Aku tidak akan memberitahumu!” teriak si pelayan.


Keempat orang yang ada di sana pun tertegun menyaksikan bagaimana Shuwan menginterogasi seorang mata-mata dengan dinginnya.


“Apakah ini benar-benar Shuwan yang kukenal?” kata Yu Hao seakan tidak percaya. “Benar-benar mengerikan ketika marah.” Yu Hao sebagai mantan perampok pun merasa terkalahkan oleh keangkuhan Shuwan dalam menjatuhkan musuhnya.


Dia benar-benar wanita yang berbahaya. Tapi dia juga mampu membuat seorang putra mahkota mengejarnya. Apa seperti ini selera yang mulia? Batin Xin Ru yang masih kaget dengan perilaku Shuwan.


Shuwan masih menginjak pergelangan tangan pelayan itu. Ia lalu kembali mengancamnya. “Tidak mau mengatakannya, ya?”


KREKK!


Shuwan menambah kekuatan injakannya hingga membuat tulang pergelangan pelayan mata-mata itu patah.


“Aargghh...!” mata-mata itu kembali berteriak dan mengerang kesakitan.


“Jika kau tidak mau mengatakannya, aku bisa melakukan hal yang lebih padamu. Sebaiknya, cepat bicara!” bentak Shuwan.


“Huh... Lebih baik aku mati daripada harus mengatakannya padamu!” 


Mata-mata itu berusaha meminum sesuatu dengan menggunakan tangan lainnya. Dengan cepat Shuwan menampar tangannya.

__ADS_1


Ia kemudian menarik tangan yang masih bisa bergerilya itu ke belakang punggungnya.


“Kau benar-benar wanita licik yang kejam!” teriak pelayan itu.


“Benar. Kau salah perhitungan karena menargetkanku dan juga orang-orang yang ada di dekatku. Tentu saja aku tidak akan bersikapa baik padamu!”


“Shuwan, kita bisa menginterogasi orang ini di dalam. Bagaimana?” tanya Zhi Qiang.


Ia hanya takut jika Shuwan bisa ditargetkan oleh orang lain karena berhasil menangkap salah seorang dari mereka.


“Aku takut di sekitar sini masih ada yang lainnya,” ucap Zhi Qiang khawatir.


Shuwan hanya mengangguk. Dibantu Yu Hao, Shuwan pun membawa orang itu masuk ke kediaman putra mahkota.


Mereka mengikat kuat-kuat mata-mata itu di kursi. Sebisa mungkin mereka berjaga agar orang itu tidak lagi bunuh diri dengan menggigit lidahnya.


“Lepaskan aku!” teriak mata-mata itu.


Shuwan lalu mendekati Zhi Qiang yang masih berusaha menyelesaikan suratnya.


“Apakah orang-orang di tempatmu ini bisa dipercaya?” tanya Shuwan.


“Kau tenanglah. Mereka adalah orang-orangku,” singkat Zhi Qiang.


“Benarkah? Tapi, kenapa masih bisa ada penyusup?” 


“Hah... Aku juga kurang mengerti soal ini.” Zhi Qiang masih fokus pada kertas dan juga tintanya tanpa memandangi Shuwan yang sedang bicara padanya.


Sia-sia saja. Menyesal aku bertanya padanya. Batin Shuwan kesal.


Sementara itu Yu Hao telah menemukan sesuatu. “Apakah ketua yang mengirim mu ke sini?” tanya Yu Hao.


“Heh... Untuk seorang pengkhianat sepertimu, aku tak perlu memberitahumu!”


Xin Ru yang memperhatikan Yu Hao dan mata-mata itu pun mengeryitkan dahinya. Pengkhianat? Apakah Yu Hao sebelumnya berasal dari Mawar Hitam juga?


“Nyawamu sudah berada di ujung tanduk masih saja sombong,” Yu Hao mendekatkan wajahnya ke mata-mata itu.


“Apakah orang ini dari Mawar Hitam?” tanya Shuwan.


Yu Hao mengangguk. “Tato di bagian lengannya terlihat jelas bahwa itu adalah lambang Mawar Hitam.”


“Kalau begitu, terus interogasi dia. Setidaknya sampai dia mengatakan rencana apa yang hendak mereka lakukan di  malam perayaan.” Ucap Shuwan. 


Yu Hao pun melanjutkan interogasinya.


Shuwan duduk dan menyadarkan punggungnya di sandaran kursi. Mencoba menerka teka-teki yang sedang bermain dengannya.

__ADS_1


Kenapa orang-orang kelompok Mawar Hitam itu bisa sampai kemari juga? Apa mereka ingin membalas dendam untuk yang waktu itu? Kalau benar, itu akan sangat rumit. Shuwan memiliki kekhawatiran yang tidak bisa dia ungkapkan begitu saja.


__ADS_2