1314 : A Thousand Peonies Bloom

1314 : A Thousand Peonies Bloom
Tarian Pedang Naga


__ADS_3

“Sekarang kamu perhatikan pola yang ada di lantai ini, semuanya terdiri atas 5 unsur elemen, 9 planet, dan 12 shio,” jelas Liko sembari menunjukkan pola pada lantai yang mereka pijak saat ini kepada Shuwan. Pola itu membentuk sebuah lingkaran besar, dengan 2 ekor naga yang melingkar di dalamnya.


“Di dalam lingkaran besar ini, seekor naga hitam membawa bulan, dan yang satunya lagi naga putih membawa matahari. Keduanya akan bereaksi memanggil jiwa yang terkurung jika kamu berhasil menyelesaikan tariannya,” sambung Liko.


Shuwan yang sedari tadi terdiam pun mulai berbicara, “Ini sepertinya cukup rumit. Pasti butuh waktu lama untuk bisa menguasainya. Apakah aku akan bisa menguasainya tepat waktu?” Hatinya menjadi ragu, setelah melihat pola-pola yang ada di lantai.


“Bodoh! Apakah kamu akan menyerah begitu saja? Aku pikir kamu adalah gadis yang gigih dan tak kenal putus asa. Tapi, apa ini? Sebaiknya sebelum mengatakan kata-kata yang menyedihkan seperti itu, kamu ingat kembali tujuanmu datang ke dunia ini,” ucap Liko dengan gamblang. Ia berusaha menggembleng mental Shuwan agar tidak lemah dan mudah menyerah.


Shuwan teringat pada kakek, dan juga kakaknya yang kini sedang menunggunya untuk pulang. Shuwan yang sedari tadi tertunduk kemudian menegakkan kepalanya, dan memandang Liko, “Terima kasih, sudah mengingatkanku kembali,” ucapnya sambil tersenyum.


“Kalau begitu aku akan mencontohkannya hingga selesai, lalu berikutnya kamu harus mengikuti langkah demi langkah. Bisa menguasainya dengan cepat atau lambat, itu semua tergantung pada tekadmu,” kata Liko yang setelahnya berjalan menuju titik awal untuk melakukan gerakan tari.


Liko memulainya dari 5 unsur elemen, yaitu api (huǒ), bumi (tǔ), metal (jīn), air (shuǐ), dan kayu (mù).


Berikutnya adalah pola ke 9 planet di tata surya, terdiri dari Merkurius (Shuǐxīng), Venus (Jīnxīng), Bumi (Dìqiú), Mars (Huǒxīng), Jupiter (Mùxīng), Saturnus (Tǔxīng), Uranus (Tiānwángxīng), Neptunus (Hǎiwángxīng), dan Pluto (Míngwángxīng).


Pola yang terakhir adalah 12 shio, yaitu tikus (shǔ), kerbau (niú), harimau (hǔ), kelinci (tù), naga (lóng), ular (shé), kuda (mǎ), kambing (yáng), monyet (hóu), ayam (jī), anjing (gǒu), dan bâbi (zhū).


Meskipun tubuh kucing Liko tidak jauh berbeda dengan kucing pada umumnya, tapi ia bisa bergerak dengan begitu halusnya. Gerakan tarian yang tidak jauh berbeda dengan Taijijian, hanya saja ada beberapa bagian yang begitu rumit untuk dilakukan. Apakah aku benar bisa menyelesaikannya secepat mungkin? Batin Shuwan setelah mengamati gerakan yang dicontohkan oleh Liko.


Setelah selesai melakukannya, Liko mendekati Shuwan. “Barusan sudah kucontohkan Tarian Pedang Naga. Sekarang aku akan melatihmu perlahan. Ikuti gerakanku dari belakang,” ujar Liko.


“Baiklah, aku akan mengikutimu. Jadi, mohon arahannya, Shifu!” Jawab Shuwan menyetujui dengan kedua tangan yang ia kepalkan bersama seraya menunduk sebagai tanda penghormatan.


Shuwan mengikuti gerakan Liko, namun ia mengalami kesulitan saat akan melangkah ke pola selanjutnya. Berulang kali Shuwan terjatuh, berulang kali juga ia dimarahi Liko agar fokus pada latihannya.


“Ah... Ternyata ini sangat melelahkan. Padahal aku melihatmu begitu mudahnya melangkah,” keluh Shuwan sembari menyandarkan punggungnya di dinding. Ia kelelahan setelah menjalani latihan seharian.


“Itu adalah proses. Kau masih harus banyak belajar, dengan begitu kelak kau akan terbiasa pada perpindahan ke setiap pola,” singkat Liko. “Setelah ini, aku akan melatih fisikmu. Aku tahu kamu paham ilmu bela diri. Tapi, bela diri tanpa jiwa juga hanya akan menjadi kekuatan yang semu,” terang Liko setelah melihat potensi pada Shuwan.


“Se-setelah ini? Tidakkah kita perlu istirahat? Aku hanya merasa sedikit lelah hari ini,” kata Shuwan dengan wajah sedikit kecewa.

__ADS_1


Liko hanya menghela napas, “Baiklah, malam ini istirahat dahulu. Besok aku akan membangunkanmu lebih awal untuk latihan fisik,” jawab Liko yang juga merasakan kalau Shuwan mengalami kelelahan yang cukup serius.


“Baiklah. Kalau begitu aku tidur dahulu,” singkat Shuwan sembari merebahkan tubuhnya di lantai tempat istana yang hilang itu. Di sini cukup dingin. Zhang, Jiao, Yu Hao, apa kalian baik-baik saja di sana? Tunggulah aku, sebentar lagi aku akan membebaskan kalian. Shuwan pun terlelap.


Sedangkan Liko, duduk di samping Shuwan dan melakukan meditasi sepanjang malam.


Mereka yang berada di dalam tanah, tidak mengetahui pasti kapan siang dan malamnya. Hanya sebuah praduga agar terus bertahan di tengah gelapnya bawah tanah.


Keesokannya... “Hei, nona... Sadarlah. Kita harus segera latihan,” ucap Liko sembari memukuli pipi Shuwan dengan kakinya.


Shuwan hanya bergeming mendengar ada orang yang memanggilnya. Karena kesal, Liko memutuskan untuk menggigit tangan Shuwan.


“Aduh...!” teriak Shuwan kesakitan. Ia pun akhirnya terbangun dari tidurnya, “Apa kau tidak bisa lembut sedikit saat membangunkan orang?” tanya Shuwan kesal.


“Orang yang tidur seperti orang mati, bagaimana bisa dibangunkan dengan cara halus?” jawab Liko.


“Kau!” Shuwan masih kesal pada Liko.


Shuwan kembali teringat dan menyadarinya. Lagi-lagi aku lalai. Sudahlah! Aku harus segera menguasai tarian itu, supaya bisa menyelamatkan teman-temanku. Batin Shuwan.


Akhirnya, Shuwan dilatih begitu keras oleh Liko. Mulai dari ketahanan fisik, hingga kuda-kuda.


Karena tekadnya, Shuwan telah berhasil memberikan jiwa pada bela diri yang dikuasainya. Termasuk dalam memainkan pedang.


Todak terasa pelatohan Shuwan sudah memasuki hari ke-4. Kini tiba baginya untuk mencoba Tarian Pedang Naga tanpa pemandu.


Di tengah perjuangannya menghafal pola dan gerakan, Liko meneriakinya. “Fokuslah! Jangan memikirkan hal yang lain. Biarkan jiwamu mengalir secara natural dalam setiap gerakan,” ujar Liko.


Sudah 4 hari aku berlatih, seharusnya akan berhasil kali ini. Batin Shuwan. Ia pun mulai memasuki titik fokusnya.


Sepasang naga yang menari di atas awan

__ADS_1


Terbang melayang membawa dua cahaya kehidupan


Di bumi perang, seorang pendekar membawakan sebuah tarian


Guna membangunkan jiwa agar memenuhi panggilan


Shuwan berhasil menyelesaikan tariannya. Gambar naga yang ada di lantai pun mengeluarkan cahaya berwarna keemasan yang memenuhi seluruh istana. Matanya tidak mampu menembus apa yang ada di balik cahaya itu. Aku tidak bisa melihat apapun. Cahaya ini terlalu silau. Batin Shuwan.


Perlahan, cahaya itu memudar. Tampak bayang-bayang seorang wanita berambut putih panjang, dengan pakaian serba hitam.


“Yang kau lihat sekarang adalah jiwa dari cenayang pemilik pusaka itu,” kata Liko yang tiba-tiba dan mengagetkan Shuwan.


“Bisakah kau tidak mengagetkanku?” tanya Shuwan.


“Tentu saja tidak, itu sudah sifat alamiahku untuk membuat orang lain kaget,” kata Liko cengengesan.


Shuwan pun membuang muka dengan wajah kesal. Ia kembali memandang lurus ke arah cahaya yang memudar, dan memperhatikan jiwa yang ada dihadapannya saat ini. Jiwa cenayang itu terlihat semakin jelas, dan malah terlihat seperti masih hidup dengan raganya.


“Apakah kau yang memanggilku?” tanya jiwa cenayang itu secara tiba-tiba.


Shuwan menjawabnya setengah tergagap, “I-iya. Itu aku yang memanggilmu ke sini.”


Jiwa itu berbalik dan menatap Shuwan, “Apakah teman-temanmu terkurung di dalam sini?” tanyanya.


Shuwan tertunduk, “Anda benar, teman-temanku sudah melakukan kesalahan karean membuka peti pusakamu tanpa izin. Untuk itu, aku mohon, tolong bebaskan mereka,” Shuwan semakin menundukkan punggungnya sebagai bukti permohonan yang tulus.


“Dia adalah bocah yang akan membebaskanmu dari ikatan dunia ini, Yue,” ucap Liko memecah kecanggungan.


Yue, sang cenayang kemudian tersenyum, “Begitu rupanya, kalau begitu aku akan segera membebaskan mereka. Setelah ini, aku butuh bantuan gadis ini untuk menghancurkan pusakanya,” terang Yue.


“Anda tenang saja, Nyonya. Aku akan melakukan yang terbaik, selama teman-temanku bebas dan dalam kondisi yang baik-baik saja,” jawab Shuwan dengan yakin.

__ADS_1


Kemudian, Yue bersiap membuka segel peti itu. Sedangkan Shuwan, ia terus siaga di dekat Yue jika sewaktu-waktu ia membutuhkan bantuannya.


__ADS_2