1314 : A Thousand Peonies Bloom

1314 : A Thousand Peonies Bloom
Penyamun Gunung


__ADS_3

Sudah sekitar seminggu mereka melakukan perjalanan. Kuda yang mereka tunggangi juga terus melaju di jalanan pegunungan.


Semua terasa baik-baik saja, hingga langkah mereka terhenti karena diserang dengan belasan anak panah yang tidak diketahui siapa dalangnya.


Shuwan dan yang lainnya segera melompat dari kuda yang mereka tunggangi, berusaha menghindari dan menangkis anak panah dengan senjata yang mereka bawa masing-masing.


“Siapa kalian? Cepat keluar! Jangan hanya berani bermain di belakang!” Zhang berteriak dengan kencangnya hingga suaranya menggema di dalam hutan yang lebat.


Tak lama kemudian, segerombol orang berpakaian serba hitam seperti ninja melompat turun dari pepohonan. Wajah mereka semuanya ditutupi kain hitam. “Serahkan harta yang kalian miliki!” Gertak salah seorang diantaranya.


“Dengan tegas kami menolak!” Yu Hao menimpali. Susah payah kami mendapatkannya untuk bisa bertahan hidup. Seenaknya saja ingin merebutnya dari kami. Walaupun dahulunya aku pernah berada di posisi seperti mereka sih.


“Jadi, itu pilihan kalian? Baiklah. Serang mereka!” Gerombolan penjahat itu menyerang Shuwan dan yang lainnya secara membabi buta.


Sial! Jumlah mereka terlalu banyak. Shuwan mulai kehilangan fokusnya akibat jumlah lawan yang begitu banyaknya. Jika saja aku membawa sisa bom asap milik Feng, setidaknya bisa memperlambat mereka dan membuat celah agar bisa kabur.


Rupanya kelompok penyamun itu telah menyiapkan pembidik jitu lainnya. Mereka bersembunyi di balik dedaunan, mempersiapkan jarum-jarum racunnya untuk melumpuhkan Shuwan dan yang lainnya. Hingga, satu per satu teman Shuwan terkena jarum itu.


“Argh...” Jiao berteriak setelah sebuah jarum mengenai lehernya. Ia pun tumbang karenanya.


“Jiao!” Yu Hao berteriak seraya berlari mendekati Jiao yang tak sadarkan diri. Namun, belum sampai ia ke tempat Jiao, jarum lainnya mengenainya dan membuatnya tumbang menyusul Jiao.


“Shuwan, awas!” Zhang mendorong Shuwan hingga terjatuh. Ia ternyata merelakan tubuhnya terkena jarum para penyamun itu demi melindungi Shuwan.


“Zhang!” Shuwan berteriak karena Zhang akhirnya tumbang, menyusul Jiao dan Yu Hao. Kini tinggal dirinya sendiri yang masih bertahan. Matanya menatap tajam para penjahat yang telah menyakati ketiga temannya.


Shuwan mengambil langkah menyerang para penyamun itu satu persatu. Namun, saat dia hendak menyerangnya, tiba-tiba saja ada rantai yang mengikat tangan dan juga kakinya. Tubuh Shuwan menjadi tertarik ke sana kemari karenanya.


“Argh...!” Shuwan mengerang kesakitan. Rantai itu mengikatnya dengan cukup kuat. Sekuat tenaga ia berusaha memberontak dan ingin melepaskan diri, tapi apa daya, kekuatannya tidak cukup untuk bisa memutuskan rantai-rantai yang mengikat tubuhnya.


“Kalian beraninya bermain licik seperti ini! Siapa pemimpin kalian! Aku ingin mengha-“ Perkataan Shuwan terputus setelah lehernya ditotok hingga membuatnya pingsan.


Setelah pingsan beberapa waktu, perlahan kesadaran Shuwan mulai kembali. Matanya terbuka perlahan. Pandangan di sekitarnya masih kabur. Ia kemudian mengedipkan matanya sekali lagi dan menggeleng-gelengkan kepalanya agar fokus penglihatannya kembali.

__ADS_1


“Um... Di mana ini?” ucap Shuwan yang telah sadar. Ia kemudian merasakan bahwa tangan dan juga kakinya tidak bisa digerakkan. Betapa terkejutnya ia ketika menyadari tangan dan juga kakinya diikat pada rantai yang telah dibentangkan di atas tempat hukuman.


“Apa ini?” kata Shuwan seraya menggoyang-goyangkan tangannya yang terikat rantai. “Siapa yang melakukan ini semua?” pandangan Shuwan beralih ke arah depan, dan ia melihat seorang wanita duduk di atas singgasana dengan angkuhnya. Perempuan itu pasti pimpinan mereka.


“Hei, apakah ini semua perbuatanmu?” ketus Shuwan pada wanita di hadapannya itu.


“Ya... Ini semua perbuatanku, Xie Bei, penguasa sekaligus pimpinan penyamun di Gunung Wuling ini. Apakah kau merasa keberatan?” balas perempuan itu.


“Tentu saja. Apakah kau tidak menggunakan otakmu untuk menjawab pertanyaanku?” Shuwan mencoba memprovokasinya.


Tampak perempuan bernama Xie Bei itu menjadi sedikit kesal karena terpancing perkataan Shuwan. “Apa kau bilang?”


“Aku bilang, kau tidak menggunakan otakmu saat berhadapan denganku,” ketus Shuwan.


“Heh... Sampai mana kamu bisa memancingku, Nona? Bawa keluar mereka semua!” perintah Xie Bei pada antek-anteknya.


Antek-antek Xie Bei itu membawa keluar Zhang, Jiao dan Yu Hao dengan posisi tangan yang terikat di belakang.


“Aku sudah menduga kalau mereka adalah sumber kelemahanmu. Dibanding mereka, kau adalah yang terkuat. Jadi, aku akan menghabisimu terlebih dahulu. Pengawal, cepat cambuk perempuan itu!” Xie Bei memerintahkan seorang pengawal yang sedari tadi telah berdiri di dekatnya.


Pengawal pria itu berjalan menuju Shuwan dengan membawa sebuah cambuk panjang. Tubuhnya kekar berotot, tampak memiliki kekuatan yang besar.


Pria ini pasti punya tenaga yang kuat. Apakah aku akan sanggup menahan cambukannya? Batin Shuwan yang mulai gelisah.


“Cambuk perempuan itu! Agar ia sadar dengan posisinya saat ini,” perintah pencambukkan itu pun turun. Sekuat tenaga pria itu mencambuk Shuwan.


Shuwan merasa kesakitan karenanya, tapi ia mencoba untuk menahannya. Aku harus bisa bertahan. Kalau sampai aku berteriak, dia pasti akan tertawa senang dari atas sana. Shuwan hanya meringis kesakitan tanpa ada suara apapun yang keluar dari mulutnya.


“Rupanya kau cukup kuat juga ya?” Xie Bei menimpali setelah menyaksikan Shuwan yang tidak berteriak kesakitan. “Cambuk lebih keras lagi!”


Pria itu menambah kekuatannya untuk mencambuk Shuwan. Namun Shuwan tetap bertahan, meski sekujur tubuhnya ngilu akibat luka cambukan.


“Tidak kusangka kalau kau begitu tertarik denganku. Bukankah kalian segerombolan perampok yang hanya ingin mengambil harta kami? Lalu kenapa harus menawan kami?” ketus Shuwan.

__ADS_1


“Hentikan!” Zhang berteriak karena tidak tahan melihat Shuwan kesakitan akibat dicambuk. “Apa yang harus kami lakukan agar kau bisa melepaskan kami?” tanya Zhang dengan lantangnya.


“Jadi, kalian ingin bernegosiasi denganku?” kata Xie Bei dengan sinisnya. “Baik, kita buat kesepakatan. Jika kalian bisa mendapatkan harta yang terpendam di dasar danau lereng Gunung Wuling ini, maka aku akan membebaskan kalian.”


“Harta terpendam di dasar danau?” Zhang sedikit khawatir.


“Benar. Harta itu bukanlah harta biasa, dan sudah terpendam dalam dasar danau selama ratusan tahun. Untuk itu, perempuan itu harus mengambilnya sendiri,” kata Xie Bei seraya menunjuk ke arah Shuwan.


“Hei! Apa maksudmu?” Yu Hao juga geram dibuatnya.


“Sudah jelas bukan? Hanya perempuan sombong itu yang akan berangkat. Jika dia berhasil mendapatkan harta itu, maka kalian akan bebas. Namun, jika ia sampai gagal, maka kalian akan aku cincang dan kuberikan pada hewan buas di hutan ini,” sergah perempuan itu.


“Dasar kurang ajar! Beraninya kau...” perkataan Zhang terputus ketika Shuwan menghentikannya.


“Zhang, tenanglah,” kata Shuwan. Ia menatap tajam perempuan itu. “Cukup dengan mengambil harta itu dari dasar danau bukan? Baiklah, aku setuju! Asalkan selama aku berusaha mendapatkannya kau tidak menyentuh teman-temanku!” Kata Shuwan dengan eskperesi datar.


Zhang, Jiao, dan Yu Hao yang terikat pun menjadi kaget bukan kepalang.


“T-tapi Shuwan...” Zhang menyela. Matanya tak henti menatap Shuwan dengan begitu dalamnya.


“Aku akan baik-baik saja, Zhang. Percayalah padaku,” Shuwan mencoba menenangkan Zhang.


“Bagus... Bagus... Aku akan memegang perkataanku. Tapi, ini tidaklah sesederhana itu. Kau harus menghadapi monster penghuni danau itu baru bisa mengambil hartanya,” Xie Bei memperingatkan.


“Mo-monster?” Shuwan kaget.


“Tentu saja. Rumor itu telah menyebar ke berbagai penjuru. Banyak orang yang sudah mencoba mengambil harta itu dari dalam danau, tapi tidak ada yang berhasil. Mereka yang menyelam ke dasar danau pun tidak ada yang bisa kembali,” jelas si pemimpin penyamun gunung itu.


“Bukankah kalian kalian memiliki banyak orang? Kenapa tidak mencobanya sendiri?” celetuk Shuwan.


“Heh... Apakah kau berusaha tawar menawar denganku? Cukup lakukan apa yang aku minta dan jangan banyak tanya. Atau aku tidak segan untuk menghabisi teman-temanmu saat ini juga,” gertak Xie Bei


Sial! Geram Shuwan dalam hatinya karena provokasinya gagal.

__ADS_1


__ADS_2