
Tidak terasa hubungan Kamila dan Dave sudah genap sepuluh bulan.
Dave kini semakin sering datang ke panti asuhan.
Mereka berdua juga banyak menghabiskan waktu berdua untuk sekedar bercengkerama sambil melukis di gubuk.
" Mila, aku ingin bicara serius denganmu " ucap Dave.
Saat ini Dave sedang menemani Kamila melukis di gubuk.
Sejak semalam dia sudah meyakinkan hatinya untuk mengajak Kamila ke jenjang yg lebih serius lagi.
" Kamu ingin bicara apa Kak "? tanya Kamila lalu menghentikan tangannya yg sedang memberi warna pada lukisannya.
Dave menarik nafas panjang saat dirinya merasa begitu gugup untuk menyampaikan apa yg sudah dia rencanakan dari semalam.
Wajahnya bahkan sudah basah oleh keringat.
" Kak Dave, apa kamu baik-baik saja "? tanya Kamila cemas.
" Iya, aku baik-baik saja " jawab Dave.
" Lalu kenapa kamu terlihat gugup begitu "??.
Dave menatap mata Kamila dalam-dalam.
" Kamila, sejak aku mengenalmu, aku merasa hari-hariku menjadi lebih berwarna.
Perhatian dan kehangatan yg kamu berikan padaku membuatku merasa tidak ingin berada jauh darimu.
Aku ingin selalu berada di sampingmu seperti ini.
Menikmati waktu dengan bahagya tanpa ada perasaan beban di hati.
Aku ingin selamanya kita selalu bersama. Menikmati kebahagyaan ini sampai kita menua " ucap Dave.
" Maksud Kak Dave "??.
Kamila mengerutkan kening tak mengerti arah pembicaraan Dave.
" Kamila, aku ingin kita menikah " ucap Dave lalu menggenggam tangan Kamila erat.
Kamila menjatuhkan kuas yg di pegangnya. Dia lalu menutup mulutnya tak percaya mendengar perkataan Dave.
" Me,, menikah "??.
" Iya, aku ingin menikahimu. Aku serius dengan hubungan kita selama ini.
Aku tidak bisa lagi berada jauh darimu Mila ".
" Tapi Kak, kita masih belum terlalu mengenal sifat masing-masing.
__ADS_1
Bagaimana kalau nantinya ada penyesalan "?? tanya Kamila dengan wajah sendu.
Dave menangkup wajah Kamila lalu menggelengkan kepalanya.
" Aku sedikitpun tidak akan pernah menyesali keputusanku ini, Mila.
Aku sudah sangat yakin dengan semuanya. Dan aku sungguh-sungguh mencintaimu. Aku akan menerimamu apa adanya sampai kapanpun itu "jawab Dave.
Dia tau kalau Kamila masih meragukan tentang perbedaan status mereka.
Tapi Dave sama sekali tidak mempedulikan itu semua.
Baginya cukup Kamila menjadi penguasa hatinya, siapa dia dan seperti apa latar belakangnya itu sama sekali tidak penting.
" Lalu bagaimana dengan orangtuamu??
Apakah mereka mau memiliki menantu sepertiku "?? tanya Kamila lagi.
Bohong kalau dia tidak bahagya saat Dave melamarnya.
Dia sangat-sangat bahagya. Tapi dia juga merasa khawatir sekarang.
" Kamu percaya padaku, Mila. Orangtuaku tidak seperti yg kamu fikirkan.
Mereka pasti akan menerimamu dengan tangan terbuka " jawab Dave.
" Tapi bagaimana jika orangtuamu tetap tidak mau menerimaku Kak??
" Ssstttt, jangan bicara seperti itu. Siapapun kamu, aku tetap mencintaimu.
Jika kedua orangtuaku tidak mau menerimamu, maka aku akan tetap menikahimu Mila.
Kita akan tetap menikah meskipun tanpa restu kedua orangtuaku "!! ucap Dave sambil menutup bibir Kamila dengan jarinya.
Kamila diam menunduk. Cara yg Dave katakan menurutnya itu tidak benar. Bagaimanapun restu orangtua adalah hal yg paling penting di dalam suatu pernikahan. Karena restu dari orangtua itu akan sangat berpengaruh dalam keharmonisan rumah tangga mereka.
" Bagaimana Mila, apa kamu mau menikah denganku "??.
Dave merasa cemas saat Kamila hanya diam saja.
Jantungnya berdebar sangat kuat karena takut di tolak oleh Kamila.
" Kak Dave, aku mau menikah denganmu tapi dengan satu syarat " jawab Kamila.
" Syarat apa itu "??.
" Kita hanya akan menikah jika mendapatkan restu dari kedua orangtuamu.
Kak Dave, bagaimanapun mereka akan menjadi orangtuaku juga kalau kita menikah.
Aku tidak mau hubungan antara menantu dan mertua terhalang oleh sebuah restu.
__ADS_1
Aku ingin keluarga yg penuh kehangatan dan kebersamaan " jawab Kamila.
Dave terdiam. Sebenarnya dia sedikit tidak yakin kedua orangtuanya akan merestui hubungannya dengan Kamila.
Apalagi ibunya. Ibunya selalu mendambakan seorang menantu yg cantik dan berasal dari keluarga terpandang. Ibunya pasti akan langsung menolak mentah-mentah hubungan mereka berdua.
Tapi Dave juga tidak bisa jika harus kehilangan wanita yg di cintainya. Mungkin jalan satu-satunya hanyalah sebuah kebohongan.
" Baiklah, aku akan meminta restu pada mereka nanti ".
" Maafkan aku telah berbohong padamu Kamila. Aku terpaksa "!!.
Kamila sedikit lega setelah Dave menyetujui syarat darinya.
" Kalau begitu, kamu mau kan menikah denganku "?? tanya Dave yg melihat kelegaan di wajah Kamila.
" Insyaalloh aku mau Kak " jawan Kamila.
Dave langsung menarik Kamila ke dalam pelukannya.
Dia menciumi puncak kepala Kamila dengan penuh kebahagyaan. Hatinya sangat lega karena wanita yg di cintainya akhirnya bersedia menerima lamaran darinya.
" Terima kasih Mila, aku sangat menyayangimu ".
Kamila mengangguk dalam dekapan Dave. Bibirnya terus menyunggingkan senyum kebahagyaan.
Bahagya karena sebentar lagi akan menyatu dengan lelaki yg sangat dia sayangi.
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Hallo para reader's tercinta...
Jangan lupa untuk selalu vote, vvoottee, vvvooottteee, like, comment, share dan rate bintang lima untuk novel ini.
Saran dan kritik dari kalian sangat berarti bagi author. Tapi yg wajar-wajar aja ya kritikannya.
Jangan lupa juga untuk follow akun medsos milik author.
Ig: nini_rifani
Fb: Nini Lup'ss
Wa: 0857-5844-6308
Oh ya, mohon dukungannya untuk karya terbaru author.
Jangan lupa untuk di vote, like, comment dan kasih bintang lima juga.
Terima kasih, jangan lupa pakai masker dan rajin cuci tangan ya teman-teman "!!.
__ADS_1