
" Kamu sedang memikirkan apa kak "?! tanya Kamila.
Sejak suaminya pulang kemarin sore, suaminya tidak bersikap seperti biasanya. Suaminya seperti sedang menyembunyikan sesuatu darinya.
" Aku tidak sedang memikirkan apa-apa sayang "! jawab Dave dengan wajah yg sedikit tegang.
" Kak, aku ini sudah menjadi istrimu. Jika ada masalah, ceritakan saja padaku.
Siapa tau setelah kamu bercerita, beban di pikiranmu bisa berkurang ".
" Sayang, aku sungguh baik-baik saja sekarang. Aku hanya sedang memikirkanmu saja ".
Kamila tersenyum lalu duduk di samping suaminya.
" Aku tau kamu sedang menyembunyikan sesuatu dariku, Kak "! ucap Kamila.
Matanya terus melihat kearah wajah suaminya yg kini terlihat tidak tenang.
Dave mulai risau dengan pertanyaan istrinya. Saat ini dia memang benar-benar berada dalam masalah besar.
Tiga hari lagi dia akan menikah dengan wanita pilihan orangtuanya. Tapi dia tidak tau harus bagaimana mengatakan itu semua pada istrinya.
Dave takut istrinya akan marah lalu meninggalkannya.
" Kak, jujurlah. Bukankah kamu yg bilang kalau kita akan melewati semua masalah bersama-sama "?? tanya Kamila lagi.
" Sayang, bolehkah aku jujur padamu tentang perasaanku sekarang "? tanya Dave ragu.
" Kamu bisa mengatakan apapun padaku Kak.
Tidak usah ragu " jawab Kamila.
" Saat ini perusahaan sedang mengalami krisis yg cukup berat.
Salah satu bawahanku berkhianat dan membawa lari semua uang perusahaan. Dan sekarang perusahaan terancam bangkrut ".
Kamila terkejut mendengar perkataan suaminya.
" Astagfirulloh, kenapa bisa sampai seperti itu Kak??
Apa Papa sudah mendengar berita ini "?? tanya Kamila cemas.
Ayah mertuanya menderita sakit jantung saat ini.
Bisa berbahaya jika ayah mertuanya terkejut mendengar kabar kebangkrutan perusahaan suaminya.
" Papa sudah tau kabar ini sayang " jawab Dave.
" Lalu sekarang bagaimana kondisi Papa "?.
" Papa sempat drop. Tapi sekarang keadaannya sudah membaik " jawab Dave lirih.
Kamila memperhatikan raut wajah suaminya yg terlihat seperti ragu untuk mengatakan sesuatu.
Entah kenapa Kamila merasa kalau bukan hanya masalah perusahaan yg tengah mengganggu pikiran suaminya.
__ADS_1
" Aku tau masih ada hal lain yg ingin kamu sampaikan padaku Kak.
Katakan saja, aku akan berusaha menerima "! ucap Kamila lalu menyenderkan kepala di dada bidang suaminya.
" Sayang, apa kamu mencintaiku "? tanya Dave dengan suara tertahan.
" Iya Kak, aku sangat mencintaimu " jawab Kamila dengan mata yg mulai memerah.
" Apa kamu juga mempercayaiku "? tanya Dave sambil menciumi rambut istrinya.
" Iya, apapun yg kamu katakan aku akan selalu mempercayaimu Kak ".
Airmata menetes dari mata Kamila. Dia tau kalau sebentar lagi suaminya akan mengatakan sesuatu yg sangat menyakitkan untuknya.
" Kamila, aku sangat mencintaimu. Aku tidak pernah ingin menyakitimu.
Tapi,, tapi aku juga tidak ingin melihat kedua orangtuaku bersedih.
Aku saat ini benar-benar tidak tau harus bagaimana "!.
Dave memeluk erat tubuh istrinya. Dia benar-benar tidak sanggup untuk mengatakan pernikahannya dengan wanita lain di depan istrinya.
" Katakan saja semua Kak. Aku baik-baik saja "! sahut Kamila dengan terisak.
" Papa dan Mama memintaku untuk menikahi wanita lain demi perusahaan. Papa tidak ingin melihat perusahaan yg di bangun oleh kakek hancur begitu saja.
Aku sudah menolak keinginan mereka, Kamila.
Tapi tiba-tiba Papa drop. Aku tidak sanggup melihat Mama menangis dan terus memohon padaku.
Tolong maafkan aku Kamila, maafkan aku "!.
Dalam tangisnya Kamila berusaha untuk tersenyum.
Jujur, hatinya sangat sakit mengetahui suami yg sangat di sayanginya akan menikah dengan wanita lain. Tapi Kamila berusaha untuk mengerti posisi suaminya saat ini, suaminya pasti sangat kesulitan diantara dua pilihan.
" Kapan kalian akan menikah Kak "?? tanya Kamila berusaha tegar.
" Tiga hari lagi " jawab Dave sedih.
" Aku tidak marah padamu Kak.
Aku ikhlaskalau harus memiliki madu.
Jadi sekarang kamu jangan merasa terbebani lagi ya "?!.
Dave terbelalak mendengar perkataan istrinya. Dia segera memegang bahu istrinya lalu menatap matanya dalam-dalam.
" Kamila, apa kamu sadar dengan apa yg kamu ucapkan "??.
Kamila menatap wajah suaminya dengan berurai airmata.
Dia berusaha menahan tangannya yg terus gemetar saat ingin menyentuh wajah suaminya.
" Kak, tidak ada satupun wanita di dunia ini yg mau berbagi suami dengan wanita lain.
__ADS_1
Tapi aku sadar Kak, ini adalah pilihan terbaik untuk kita semua.
Untukmu, untuk kedua orangtua kita dan juga untuk diriku.
Jika kamu menikahi wanita pilihan orangtuamu, kamu bisa menyelamatkan perusahaan dan kesehatan Papa. Aku tidak ingin terjadi hal buruk pada Papa Kak " jawab Kamila.
" Tapi Kamila, bagaimana dengan perasaanmu??
Aku sekarang sedang memikirkan cara supaya pernikahan itu tidak harus terjadi. Aku tidak mau kamu merasa tersakiti sayang "?? tanya Dave dengan frustasi.
" Aku akan baik-baik saja selama kamu juga baik-baik saja.
Lagipula, aku juga tidak akan pernah bisa mengandung anakmu Kak.
Aku tidak akan merasa begitu bersalah lagi jika ada wanita lain yg bisa memberikan keturunan untukmu " jawab Kamila.
" Kamila...
" Kak, menikahlah. Jangan kecewakan Papa dan Mama.
Bukankah kita akan tetap bersama meskipun ada madu diantara kita berdua, emmmm "!??.
Dave menangis tersedu-sedu di depan istrinya.
Hatinya seperti di tusuk oleh ribuan jarum mendengar jawaban istrinya yg begitu tulus mengalah demi kebahagyaan orangtuanya. Dave tidak mengerti terbuat dari apa hati istrinya ini.
Disaat wanita lain mungkin akan langsung meminta cerai, istrinya malah berkata dengan begitu ikhlas memintanya menikahi wanita lain.
Dave tidak tau sekarang harus bersyukur atau bersedih dengan keadaan ini.
🥀🥀🥀🥀🥀
Hallo para reader's tercinta..
Jangan lupa untuk selalu vote, vvoottee, like, comment, share dan rate bintang lima di novel ini.
Saran dan kritik dari kalian sangat berarti bagi author. Tapi yg wajar-wajar aja ya kritikannya.
Follow juga akun medsos milik author.
Ig: nini_rifani
Fb: Nini Lup'ss
Wa: 0857-5844-6308
Oh ya, mohon dukungannya untuk novel terbaru author.
Judulnya " History of Liang Zhu (REINKARNASI KEDUA).
Jangan lupa di vote, like, comment dan rate bintang lima ya..
Terima kasih, jangan lupa pakai masker dan rajin cuci tangan ya teman-teman "!!.
__ADS_1