Airmata Dendam

Airmata Dendam
Putri dan Pangeran


__ADS_3

#alam lelembut 2


Jimmy duduk di temani warga dan kepala desa. Di samping kanan dan kiri Jimmy berdiri dua wanita yg memegang kipas besar.


Di atas meja, tampak berbagai macam makanan yg di sebut sajen ditata diatas tampah. Ada juga kembang tujuh rupa dan kemenyan bakar yg membuat suasana semakin terlihat sakral.


" Pak, alat musik apa yg sedang mereka mainkan "?? tanya Jimmy sambil menunjuk sekumpulan orang yg sedang memainkan alat musik mereka.


" Itu namanya gamelan aa'.


Musik itu biasa di pakai saat acara pernikahan yg memakai adat Temon " jawab kepala desa.


" Adat Temon "??.


" Iya,, pertemuan antara mempelai pria dan mempelai wanita. Musik itu sangat sakral bagi warga disini. Wajib menggunakan musik gamelan saat ada acara-acara besar seperti ini ".


" Apakah mereka semua berasal dari luar desa ini "??.


" Mereka semua adalah warga asli desa ini a'. Semua persiapan pernikahan ini di lakukan gotong royong oleh semua warga desa.


Eneng memiliki arti yg sangat besar bagi warga di sini.


Jadi mereka dengan sukarela menyiapkan pernikahan yg sakral dan sempurna sebagai hadiah untuk Eneng ".


" Terima kasih banyak atas semua bantuan warga desa yg telah bersusah payah membuat pernikahan kami menjadi sangat sempurna hari ini pak " ucap Jimmy tulus.


" Ini sudah menjadi kewajiban kami semua a'..


Asalkan Eneng bahagya, saya dan semua warga desa juga ikut bahagya ".


Jimmy menganggukkan kepalanya. Dia cukup tersentuh mendengar perkataan kepala desa. Saat mereka kembali mengobrol, tiba-tiba suara musik gamelan itu berubah. Warga desa segera berdiri dari duduk mereka sambil menatap kearah pintu.

__ADS_1


" Silahkan berdiri a',, kita harus menyambut kedatangan calon pengantin wanita ".


Jimmy kemudian berdiri. Matanya juga menatap kearah pintu seperti warga lainnya. Tak lama kemudian, semerbak wangi aroma bunga melati memenuhi indra penciuman Jimmy.


Jantung Jimmy berdesir tidak karuan saat melihat seorang warga keluar dari pintu itu sambil menaburkan bunga.


Melati melangkah keluar dengan diiringi suara musik gamelan yg terdengar sangat menenangkan. Dua orang warga tampak memegangi pakaian yg dia kenakan dari samping tubuhnya.


" Sangat cantik " gumam Jimmy tak sadar.


Jimmy benar-benar tersihir oleh kecantikan Melati saat ini. Dia terlihat seperti seorang putri kerajaan. Di tambah lagi dengan pakaian yg dia pakai, semakin membuatnya terlihat begitu anggun dan mempesona.


" Aa',, silahkan jemput calon pengantinmu "!! ucap kepala desa menyadarkan Jimmy dari keterpesonaannya.


" Ohh,, baiklah " jawab Jimmy.


Dengan langkah pasti, Jimmy berjalan mendekati Melati yg berdiri anggun di depan pintu rumah kepala desa.


" Mari Neng ".


" Terima kasih a' ".


Jimmy dan Melati saling berpegangan tangan.


Lagi-lagi warga desa melemparinya dengan putik bunga melati dan butiran beras. Jimmy dan Melati berjalan kearah pelaminan dengan perasaan yg tidak bisa di lukiskan dengan kata-kata.


" Kamu cantik sekali Neng, seperti tuan putri dari kerajaan " bisik Jimmy.


" Aa' juga sangat rupawan seperti seorang pangeran ".


Warga desa yg melihat kedua calon pengantin saling berbisik-bisik tersenyum senang.

__ADS_1


Pasangan pengantin ini sangat serasi. Pengantin wanitanya sangat cantik seperti putri keraton, sedangkan pengantin prianya sangat tampan seperti seorang pangeran.


Mereka berdua kemudian di minta untuk berdiri di depan meja yg berisi sajen. Mereka akan segera melakukan ritual temon.


Pertama-tama, mereka akan melakukan prosesi balangan gantal(sirih). Mereka berdua saling melempar sirih yg telah diikat benang berwarna putih. Kemudian yg kedua prosesi ngidag endog(injak telur),lalu Jimmy menginjak telur diatas piring kecil kemudian Melati membersihkannya. Lanjut prosesi ketiga sinduran,,Jimmy dan Melati diarak menuju pelaminan menggunakan kain sindur berwarna hijau bercampur emas. Kemudian lanjut prosesi keempat Bobot timbang. Lanjut lagi prosesi kelima yaitu meminum air kelapa muda yg telah di siapkan warga untuk mereka.


Setelah Jimmy dan Melati meminumnya, mereka kembali melanjutkan prosesi kacar kucur, seorang warga lalu memberikan kain yg berisi uang receh dan biji-bijian kepada Jimmy lalu memintanya mengucurkannya pada Melati. Melati dan Jimmy melakukan semua prosesi dengan sangat khusuk. Dan sekarang mereka akan melakukan prosesi terakhir.


" Aa',, Eneng,, sekarang tinggal satu prosesi lagi yg harus kalian lakukan, yaitu dulangan. Syaratnya adalah kalian akan saling memberi setetes darah pada pasangan kalian.


Sekarang sayat sedikit ujung jari a' Jimmy lalu Eneng akan menghisapnya. Begitu juga sebaliknya, Eneng juga harus menyayat ujung jari Eneng kemudian aa' akan menghisap jarinya Eneng.


Setelah itu kalian berdua resmi menjadi pasangan suami istri " jelas kepala desa sambil memberikan sebuah keris yg barusaja diambil dari sebuah baskom berisi air kembang tujuh rupa.


" Baik pak "!! jawab Jimmy sambil menerima keris tersebut.


Jimmy menatap keris itu kemudian menatap Melati. Dia tersenyum lega karena sebentar lagi Melati akan menjadi miliknya.


Hallo para reader's tercinta..


Jangan lupa untuk vote, like dan comment di novelku ini ya.


Saran dan kritik dari kalian sangat berarti bagi author.


Jangan lupa juga untuk follow akun medsos author bagi yg berkenan.


Ig: nini_rifani


Fb: Nini Lup'ss


Wa: 0857-5844-6308

__ADS_1


__ADS_2