
Dave menatap lama kearah Pak Burhan. Ada beberapa hal yg masih begitu mengganjal di hatinya.
" Darimana Amira mengetahui kalau Jimmy adalah kakaknya??
Mereka berdua tidak saling tau dan saya juga tidak pernah mempertemukan mereka berdua "!! ucap Dave.
" Amira tau kalau dia mempunyai seorang kakak, Kak Dave ".
Fatimah yg sejak tadi hanya diam mendengarkan pembicaraan orang-orang tiba-tiba berbicara.
Fatimah kemudian menceritakan bagaimana Amira bisa mengetahui kalau dirinya ternyata memiliki saudara selama ini.
" Setahun yang lalu, Amira pernah nekad untuk datang ke kota sendirian. Dia kesana hanya berbekal alamat tempat tinggalmu, Kak.
Dia hari itu memaksa pergi karena sudah tidak tahan lagi dengan perasaan rindu yg dia rasakan padamu yg sudah sangat lama tidak mengunjunginya di panti ".
Fatimah terdiam setelah berkata seperti itu. Matanya menerawang mengingat bagaimana terlukanya hati Amira setelah pulang dari kota.
" Tapi Fatimah, aku tidak pernah bertemu dengannya " sahut Dave.
" Kalian berdua memang tidak bertemu, Kak. Tapi Amira melihatmu yg sedang berkumpul bahagya bersama Mbak Anita dan putramu di sana.
Amira hanya berdiri dari kejauhan. Dia terus memperhatikan bagaimana kamu yg terlihat begitu menyayangi istri dan anakmu. Amira merasa sangat sedih dan juga iri dengan keharmonisan kalian.
Dia menangis, kenapa hanya kakaknya saja yg di sayangi oleh ayahnya. Dia juga sangat ingin berkumpul dan tertawa bersama kalian ".
Anita menutup mulutnya saat mendengar cerita Fatimah.
Dia tidak tau kalau ternyata Amira pernah datang ke kota dan melihat kebersamaan keluarganya.
Sedangkan Dave hanya diam sambil menundukan kepalanya.
Merasa bersalah, itu sudah pasti.
" Apa kamu tau Kak, seperti apa keadaan Amira setelah pulang dari sana "?? tanya Fatimah sambil menatap sendu kearah Dave.
Dave menggekengkan kepalanya pelan.
" Amira seperti kehilangan semangat hidupnya. Dia terus melamun sambil mengurung dirinya di kamar selama berhari-hari. Saat dia berada di kamar, dia selalu melukis wajah anakmu.
__ADS_1
Anakmu yg juga adalah kakak lelakinya...
Di suatu hari,aku tidak sengaja membaca tulisan yg dia tulis di sebuah kertas saat aku membuka lemarinya. Dia bilang kalau dia sangat menyayangi kakaknya meskipun kakaknya tidak tau kalau Amira adalah adiknya.
Dia juga mengatakan kalau kakaknya sangat tampan. Sama seperti ayahnya ".
Dave menengadahkan kepalanya ke atas menahan airmatanya.
Begitu banyak rasa sakit yg telah dia berikan pada putrinya Amira.
" Kak Dave, apa yg ada di dalam pikiranmu saat kamu meminta Amira menjadi pelayan di rumahmu??
Sebenci itukah kamu pada darah dagingmu sendiri, Kak??
Seberapa besar kesalahan yg telah di lakukan Amira padamu, sampai kau tega menyuruhnya menjadi babu di rumah ayah kandungnya sendiri??
Jika semua itu terjadi, bisakah kamu menelan sebutir nasi dengan di saksikan airmata dari kesedihan putrimu, Kak "??.
Tubuh Dave menegang saat mendengar pertanyaan Fatimah. Tangannya terkepal kuat saat dia berusaha menjawab pertanyaan itu.
" Aku,, aku... ".
" Maafkan aku Fatimah, aku khilaf. Aku di butakan oleh rasa kehilanganku setelah Kamila meninggalkan aku " jawab Dave terbata-bata.
" Apa kamu tidak pernah memikirkan perasaan Kak Mila disana, Kak.
Bagaimana kalau Kak Mila tau anak yg telah dia perjuangkan dengan mengorbankan hidupnya sendiri, kini telah di sia-siakan oleh ayah kandungnya sendiri??
Kak Mila pasti disana menangis dan sangat kecewa padamu Kak "!!.
Dave seperti mendapatkan pukulan yg sangat telak di wajahnya.
Dia tidak pernah memikirkan sampai sejauh itu.
Dia juga melupakan seperti apa sakitnya perjuangan Kamila hanya demi memberikan keturunan untuknya, yaitu Amira.
Dia melupakan semua itu.
" Aku tau Kak kalau kamu sangat mencintai Kak Mila.
__ADS_1
Tapi Amira adalah buah cinta kalian. Kenapa kamu tega melakukan ini semua Kak "??.
Dave bersimpuh di depan Fatimah yg sedang menangis.
Bibirnya bergetar kuat saat ingin berbicara.
" Ma,, mmaafkan aku. Aku,, tidak memikirkan ini semua Fatimah.
Aku,, aku hanya takut bertemu dengan Amira. Setiap kali aku melihatnya, aku selalu terbayang wajah Kamila yg sudah terbujur kaku setelah melahirkan Amira.
Perasaan sakit itu selalu muncul saat aku melihat Amira. Fatimah, tolong maafkan aku " ucap Dave parau.
Dia berusaha untuk tidak meneteskan airmatanya. Meskipun ini semua terasa begitu menyakitkan di hatinya.
" Bukan padaku kamu seharusnya meminta maaf, Kak.
Tapi pada almarhum anak dan istrimu ".
Semua orang hanya bisa diam saat ini. Kematian Amira membongkar begitu banyak kesakitan dan kesedihan diantara mereka. Tapi dari sudut pandang manapun, Amira tidak bersalah sama sekali. Dia adalah korban dari kekejaman dan keegoisan ayah kandungnya sendiri.
🥀🥀🥀🥀🥀
Hallo para reader's tercinta..
Jangan lupa untuk vote, voottee,, vooottteeeee,, dan vvvooottteeeee terus ya novel ini.
Jangan lupa juga like, comment, rate dan share novel milik author ini ya??
Comment dan vote dari kalian bisa bikin temen-temen kalian mampir kesini lho!!.
Saran dan kritik dari kalian juga sangat penting buat author. Tapi yg wajar-wajar aja ya kritikannya 😅😅.
Jangan lupa follow juga akun medsos author.
Ig: nini_rifani
Fb: Nini Lup'ss
Wa: 0857-5844-6308
__ADS_1
Jangan lupa pakai masker dan rajin cuci tangan ya teman-teman "!!.