Airmata Dendam

Airmata Dendam
Ruh yg tersesat


__ADS_3

Seorang lelaki tampak sedang terbaring koma di sebuah ranjang rumah sakit.


Di dalam kamar lelaki tersebut terlihat seorang wanita yg terlelap di sofa panjang di sebelah lelaki itu.


Sudah dua bulan sejak Jimmy mengalami kecelakaan. Sejak saat itu juga Jimmy tak kunjung membuka matanya. Nadya yg sangat terpukul dengan keadaan kekasihnya akhirnya memutuskan untuk selalu berada disatu ruangan yg sama. Bahkan pekerjaan kantor dia selesaikan didalam ruangan itu.


" Nadya,, bangun Nad "!!.


Nadya mengerjapkan matanya saat ada seseorang yg membangunkannya. Dia mengumpulkan kesadarannya sebelum bertanya pada orang itu.


" Ada apa Wi "?? tanya Nadya dengan suara serak.


Dia sedikit bingung melihat dua orang lelaki yg berdiri di sebelah Dewi.


Kemudian kedua orang itu tersenyum ramah padanya.


" Assalamualaikum Mbak Nadya "!! sapa lelaki yg belum terlalu tua.


" Waalaikumsalam. Maaf kalian siapa ya.


Dewi, mereka siapa "??.


" Oh, mereka keluargaku Nad.


Ini bapakku dan yg sebelahnya adalah kakakku, Mas Hendi "!! jawab Dewi memperkenalkan keluarganya.


" Oh, halo pak, mas perkenalkan saya Nadya, temannya Dewi.


Silahkan duduk pak, mas "!! ucap Nadya ramah sambil mempersilahkan mereka untuk duduk.


Nadya menggeser tas dan laptopnya yg berada disana. Dia sedang mengerjakan pekerjaannya sebelum akhirnya dia tertidur karena kelelahan.


" Terima kasih Mbak "!! jawab Hendi kemudian duduk bersebelahan dengan bapaknya.


" Nadya, bapak dan Mas Hen datang kesini karena ada sesuatu hal yg ingin di sampaikan kepada keluarga Jimmy " ucap Dewi.


" Memang apa yg ingin di sampaikan kalau boleh saya tau Pak "??.


" Sebaiknya masalah ini di sampaikan langsung kepada orangtuanya nak Jimmy. Karena ini sifatnya pribadi nak. Bukan berarti bapak tidak percaya padamu ".

__ADS_1


" Oh begitu ya..


Kalau begitu saya hubungi orangtua Jimmy dulu ya Pak "!!.


" Iya silahkan ".


Nadya lalu menelfon kedua orangtua Jimmy untuk segera datang ke rumah sakit.


Setelah itu Nadya mengambil beberapa minuman dari kulkas lalu memberikan pada Dewi dan keluarganya.


Setelah kurang lebih setengah jam menunggu, akhirnya kedua orangtua Jimmy tiba di rumah sakit.


Dewi memperkenalkan bapak dan kakaknya pada orangtua Jimmy.


" Kalau boleh tau, apa yg ingin di sampaikan kepada kami, Pak Burhan "?? tanya ayah Jimmy.


" Sebelumnya saya ingin minta maaf jika saya sedikit ikut campur urusan keluarga bapak.


Kedatangan saya dan anak saya kemari tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menolong anak bapak yg masih koma "!! jelas ayah Dewi.


" Maksud Pak Burhan apa ya, saya kurang mengerti "!!! tanya ayah Jimmy bingung.


Saat ini, ruhnya nak Jimmy sedang berada di alam lain. Karena itulah sampai sekarang nak Jimmy belum sadar meskipun dokter menyatakan kalau nak Jimmy sudah tidak apa-apa "!!.


Semua yg berada di ruangan itu terkejut mendengar perkataan Pak Burhan kecuali Dewi dan Hendi.


Ayah Jimmy menatap lekat anaknya yg terbaring di ranjang.


" Maksud Pak Burhan sebenarnya anak saya itu tidak koma "?? tanya ibunya Jimmy.


" Benar sekali Bu. Anak ibu tidak sedang koma, melainkan sedang tertidur. Raganya memang berada disini, akan tetapi ruhnya saat ini sedang tersesat dialam lelembut. Saat ini anak ibu sangat membutuhkan pertolongan. Jika tidak segera di selamatkan, ruhnya akan terjebak selamanya dialam sana. Dan disini raganya akan mati "!!.


Ibunya Jimmy dan Nadya menutup mulut mereka.


Mereka sangat syok mendengar penuturan ayahnya Dewi.


" Pa, bagaimana ini Pa. Mama tidak mau terjadi sesuatu pada anak kita.


Cuma Jimmy satu-satunya anak kita Pa. Huuuuuu "!! ucap ibunya Jimmy menangis histeris sambil mengguncang lengan suaminya.

__ADS_1


" Papa juga tidak mau Jimmy kenapa-napa Ma. Papa juga bingung sekarang ".


Pak Burhan dan Hendi hanya diam sambil menatap kearah orangtua Jimmy.


Sedangkan Dewi berusaha menyadarkan Nadya yg masih syok mendengan kabar tersebut. Dia hanya diam dengan tatapan kosong.


" Pak Burhan, kenapa ruh anak saya bisa tersesat di alam lain. Apa anak saya melakukan kesalahan yg membuat mereka membawa ruhnya "?? tanya ayah Jimmy.


" Sebenarnya, apa yg menimpa anak bapak saat ini, berasal dari kesalahan bapak sendiri " jawab Pak Burhan.


" Kesalahan saya "??.


" Betul, itu akibat kesalahan yg bapak perbuat.


Dan anak bapak dijadikan sebagai gantinya ".


" Kesalahan yg seperti apa Pak.


Saya sepertinya tidak pernah berurusan dengan hal-hal seperti itu ".


" Maaf sebelumnya, apa bapak pernah melukai hati seorang gadis??


Apa bapak pernah berjanji sesuatu pada gadis itu "??.


Ayah Jimmy semakin kebingungan mendengar pertanyaan Pak Burhan. Begitupun istrinya. Mereka tidak mengerti gadis mana yg di sebutkan oleh ayahnya Dewi.


Hallo para reader's tercinta..


Jangan lupa untuk vote, like dan comment di novelku ini ya.


Saran dan kritik dari kalian sangat berarti bagi author.


Jangan lupa juga untuk follow akun medsos author bagi yg berkenan.


Ig: nini_rifani


Fb: Nini Lup'ss


Wa: 0857-5844-6308

__ADS_1


__ADS_2